NovelToon NovelToon
Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Runtuhnya Hati Seorang Daren(Penyesalan Terdalam Dan Ketulusan Cinta Nadia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Isshabell

"Kamu harus menikah dengannya Daren!" lantang suara nenek Lusi berkata pada cucunya itu.


"Aku tidak mau nek, Aku punya pilihan sendiri dan nenek tidak bisa semaunya mengatur hidupku!" suara Daren pun tak kalah lantangnya dari suara nenek Lusi.


"Baiklah kalau kamu tetap menolak menikah dengan Nadia. Sekarang nenek kasih kamu pilihan, Menikah dengan Nadia atau kamu tidak akan pernah mendapatkan warisan apapun dari nenek," suara nenek Lusi merendah tapi penuh penekanan membuat kuping Daren memerah mendengarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isshabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.17 Penyelidikan Daren

Setelah melihat kondisi Nadia, Daren tidak langsung kembali ke kantor. Dia berpura-pura mengabaikan Nadia, namun diam-diam Daren pergi ke ruang kerjanya untuk memeriksa rekaman CCTV tersembunyi yang terhubung langsung ke ponsel pribadinya CCTV rahasia yang bahkan tidak diketahui oleh Elsa atau para pelayan.

Daren masuk ke ruang kerjanya dan duduk di atas kursi kerjanya dan dengan cepat Dia mengeluarkan handphonenya dari balik saku jasnya, Daren mulai membuka handphonenya setelah sebelumnya memasukkan sandi rahasia.

Dengan cermat Daren memperhatikan ke seluruh ruangan yang terekam oleh CCTV itu, Mulai dari ruang tamu terus menuju ke ruang tengah semuanya aman hanya terlihat Nadia yang berdiri membelakangi pintu belakang yang sedang membersihkan lantai dengan Vacum cleaner dan tiba-tiba saja mata Daren mendelik saat CCTV itu mengarah ke arah pintu belakang. Tanpa berkedip Daren terus memperhatikan pintu belakang yang sedang di buka secara paksa oleh seseorang dari luar dan ternyata benar saja dalam hitungan menit tiba-tiba masuk seorang laki-laki berbadan tinggi besar dengan memakai topi hitam dan juga memakai masker wajah, Terlihat laki-laki itu sedang berjalan mengendap-endap sambil celingukan ke sana ke mari.

Mata Daren hampir tak berkedip saat dengan santainya laki-laki itu berjalan melewati Nadia yang masih sibuk dengan mesin vacum cleaner nya yang menimbulkan suara agak bising sehingga dia tidak menyadari kalau ada seseorang yang menyelinap masuk ke dalam rumah itu.

Daren menutup mulutnya dengan kedua tangannya sambil terus memperhatikan penyelundup itu dengan tajam. Terlihat Daren mencibirkan bibirnya saat melihat apa yang di lakukan penyelundup itu dengan tangga lantai dua.

Daren membesarkan layar handphonenya untuk melihat dengan lebih jelas apa yang sedang di lakukan oleh laki-laki penyelundup itu.

Daren mengangguk-anggukkan kepalanya pelan saat tahu penyelundup itu melonggarkan baut salah satu anak tangga yang menuju ke lantai dua itu.

"Kurang ajar, Berani sekali dia masuk ke rumahku di siang bolong," gumam Daren geram dengan kelakuan pria bermasker itu.

Daren memperbesar gambar wajah pria itu dan mengirimkannya ke orang kepercayaannya seorang detektif swasta untuk diselidiki.

Daren kemudian menelpon orang kepercayaannya itu dan segera memberikan perintah tegas padanya.

"Hans, Selidiki identitas orang yang baru saja aku kirim ke kamu," perintah Daren tegas pada Hans yang juga teman kuliahnya dulu.

"Oke Daren, Aku akan segera selidiki orang ini," ucap Hans setelah mendapat perintah dari Daren.

"Terimakasih Hans," ucap Daren yang kemudian menutup pembicaraannya dengan Hans di telepon.

Di ruang kerjanya sana terlihat Hans langsung membuka lap top yang ada di hadapannya, Dia mulai bekerja menyelidiki identitas laki-laki bermasker yang di kirim Daren barusan padanya.

Daren menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya, kecurigaannya mengarah pada Elsa yang selama ini sangat membenci Nadia tapi Dia masih belum yakin seratus persen kalau Elsa yang merencanakan ini semua.

Untuk menguji kecurigaannya, Daren sengaja menelepon Elsa. Dengan suara yang dibuat biasa saja, Daren memancing Elsa, "Elsa, hari ini aku tidak bisa menemuimu. Di rumahku baru saja ada kecelakaan, tangga lantai dua mendadak runtuh."

Elsa yang berada di seberang telepon langsung keceplosan karena terlalu bersemangat, "Benarkah?! Lalu bagaimana dengan Nadia? Apa perempuan kampung itu mati atau cacat?!"

Mendengar reaksi Elsa yang sama sekali tidak terkejut soal tangga melainkan langsung menanyakan kondisi Nadia dengan nada penuh kebencian, Daren langsung membeku. Hati Daren berdesir dingin dia menyadari bahwa wanita manis yang selama ini dia puja ternyata memiliki hati yang sangat kejam. Daren menahan amarahnya dan menjawab dingin, "Nadia baik-baik saja, dia hanya luka ringan." Elsa langsung terdiam panik di telepon karena sadar dia salah bicara.

"Astaga...kenapa aku bisa keceplosan ngomong tadi, jangan-jangan Daren mulai mencurigai aku, Aku harus membuat Daren untuk tidak curiga pada aku atas insiden itu," ucap Elsa sambil berjalan mondar-mandir di dalam apartemennya, Dia sedang mencari alasan kalau Daren nanti benar-benar menaruh curiga pada dirinya.

...----------------...

Sore harinya, Daren melihat Nadia yang berjalan tertatih-tatih dengan kaki diperban, masih berusaha membersihkan pecahan kayu tangga yang berserakan. Gengsi Daren bertabrakan dengan rasa bersalahnya.

Daren mendekat dan merebut sapu dari tangan Nadia dengan kasar tapi sebenarnya perhatian, "Masuk ke kamarmu. Biar orang suruhanku yang membersihkan ini."

Nadia menatap Daren dengan heran, lalu tersenyum tipis, "Tuan Daren melarang saya menyentuh barang-barang di sini, tapi sekarang Anda sendiri yang mengurus sisa kecelakaan saya. Apa Anda takut Nenek Lusi tahu rumah ini tidak aman?"

Daren menatap Nadia sambil menarik napas panjang, Dia tahu Nadia sedang menyindir dirinya soal peraturan yang pertama kali di terapkan di rumahnya sejak Nadia resmi menikah dengan dirinya dan tinggal bersama di rumahnya.

"Tidak, Aku tidak takut," ucap Daren menjaga gengsinya di hadapan Nadia karena dia juga tidak tega kalau Nadia yang dalam keadaan sakit itu masih menyapu pecahan kayu tangga yang patah tadi siang.

Nadia tersenyum tipis mendengar jawaban dari Daren dan akhirnya Dia pun kembali ke kamarnya menuruti perintah Daren tadi.

Nadia masuk ke dalam kamarnya dan dengan tertatih duduk di atas kursi sofa yang ada di sudut kamarnya yang sangat luas itu.

"Tumben dia bersikap sok perhatian pada aku, dan tumben juga dia tidak takut gertakan aku melapor ke Nenek Lusi tentang kejadian ini," Nadia tak habis pikir dengan sikap Daren yang tiba-tiba saja berubah menjadi perhatian pada dirinya.

Malam harinya, Daren menerima pesan dari orang kepercayaannya. Identitas pria bermasker di CCTV telah teridentifikasi. Pria itu adalah preman bayaran yang baru saja menerima transferan uang sebesar puluhan juta rupiah dari sebuah rekening.

Saat Daren membuka lampiran data pemilik rekening pengirim uang tersebut, matanya membelalak. Nama yang tertera di sana bukan nama Elsa, melainkan nama Kevin selingkuhan Elsa yang menggunakan uang dari keluarga Elsa untuk menyewa preman tersebut.

"Kevin. Benar-benar keterlaluan Elsa, Ternyata dia sudah bersekongkol dengan Kevin untuk mencelakai Nadia," ucap Daren dengan geram setelah tahu siapa dalang di balik insiden kecelakaan di rumahnya yang membuat Nadia celaka.

Daren benar-benar tidak menyangka kalau Elsa akan berbuat senekat itu pada Nadia, Daren pikir Elsa hanya membenci Nadia tanpa harus mencelakainya.

Daren termenung di ruang kerjanya. Dia tidak hanya menemukan bukti bahwa Elsa ingin mencelakai Nadia, tapi dia juga mulai mencium bau perselingkuhan Elsa dengan pria lain. Daren merasa dunianya runtuh karena telah dibohongi habis-habisan oleh Elsa orang selama ini sangat dia cintai dan sayangi.

1
partini
bikin mereka ga bisa berpisah nek ,ayo lah nek be smart
partini
lagian ada" saja mau di Pepet terus juga percuma lah wong ga ada rasa di hati buat kamu loh ren
partini
pastinya ga perduli Nadia kan ga ada rasa sama kau Darren
partini
rasain loh 🤭🤭🤭
ayo berfikir Darren istri mu sayang banget sama nenekmu harusnya kamu lebih pintar mengunakan nenekmu untuk mendekati istri mu
partini
aku kira lagi Ina inu thor
Isshabell: ah kakak..🤭
total 1 replies
partini
rutuh yah aduhh
partini
gampang banget masuk rumah CEO behhh ga ada pengaman ga ada cctv juga wow
partini
ga cuma pengemis Maaaf tapi cinta juga loh ,,dari sinopsisnya seperti itu ya Thor di tunggu part di mana babang bego mengemis cintahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh
partini
mantap Nadia bikin suami mu ga bisa tenang CEO bego mau aja di kadalin
partini
iya juga ngapain juga mikirin mereka berdua,,bisa agak bar bar ga Thor Nadia nya
Isshabell: gitu ya kak🤭
total 1 replies
partini
nice
Isshabell: terimakasih kak .....
total 1 replies
partini
minum aja yg banyak habis itu Ina inu aihhhhh CEO 1/2 ons ,,aku benci Ama si nenek Thor bikin sengsara orang aja
partini
nek kamu malah bikin seorang perempuan di hina di rendah kan dan di sakiti kaya bintang cuma mau bikin cucumu sadar tega kamu nek
partini
mau di apain cucumu nek ,lagi tergila gila ma pacarannya mau dengar kalau iya cuma masuk telinga kiri keluar telinga kanan susah cucumu CEO 1/2 ons
partini
ikuti aja alur nya Nadia nanti juga jatuh cinta kalau sudah tau betapa beratnya sang kekasih untuk sekarang masih cinta buta mau ini itu ga bakal mempan adanya kamu yg sakit hati
jadi bar" dikit nad jangn lembek yg bisanya cuma mewek doang
Isshabell: hai kak maksih ya sdh mampir🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!