PROLOG
Jake Alordi Graham, 28 tahun adalah Pengusaha kaya No. 6 di Dunia dengan kekejamannya yang mendarah daging dari sang Ayah yang merupakan keturunan seorang mafia dari Jepang. Namun dia hanya mengabdikan hidupnya untuk Ibunya karena kecintaannya akan kasih sayang seorang anak pada ibunya. Ketika berusia 11 tahun ayahnya meninggal karena penyerangan yang dilakukannya gagal pada salah satu musuh besar sang ayah yang akhirnya membuat Jake haus akan kekejaman. Tapi itu semua tak pernah melunturkan rasa sayangnya pada setiap keluarga yang dia miliki. Hingga pada suatu ketika dia bertemu dengan gadis belia berusia 22 tahun yang disekap bersama sang adik dengan kondisi yang sangat memprihatinkan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shakila Blue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Canadian Rockie
Setibanya di sana El begitu takjub dengan pemandangan yang ada di depan matanya. El berlari ke sana ke mari layaknya anak kecil. Dia heboh sekali dan membuat orang yang berada di sekitarnya tersenyum. Jake tersenyum dengan tingkah laku istrinya yang sangat menggemaskan itu.
Jake baru menyadari banyak pasang mata yang mencuri-curi pandang pada istrinya. Jake menatap tajam para lelaki itu. Dan dia menghampiri El lalu menarik tangannya dan mencium bibirnya untuk menandakan kepemilikannya pada wanitanya.
El mengngalungkan tangannya ke leher Jake dan membalas ciuman suaminya. Tangan kiri Jake memegang tekuk lehernya dan tangan kanannya memeluk erat pinggang El.
"Makasih my husband. I love you. I love so much." ucap El yang menatap ke mata biru Jake.
"Love you too honey." jawab Jake kemudian.
"Mau mencoba naik gondola honey?" tanya Jake pada El.
"Bolehkah?" tanya El dengan matanya yang berbinar.
"Of course honey. Let's go" jawab Jake dan mencium hidung mungil El.
Jake menggandeng tangan El dan menuju tempat di mana mereka akan naik Gondola. Setibanya di sana Jake menyewa satu Gondola penuh hanya untuk El dan dirinya menikmati spot Rockie berdua. Mereka naik dan Gondola pun mulai melaju.
El memutari Gondala itu untuk melihat pemandangan dari berbagai sudut. Jake yang gemas melihat istri kecilnya segera mencium bibir mungilnya. Lesung pipinya yang terlihat saat tersenyum pun dia hinggapinya. Tapi ciuman itu hanya sebentar karena El tak mau melewatkan moment indah ini. El berdiri di dekat jendela dan Jake memeluknya dari belakang.
Jake terus saja menciumi leher El yang wangi vanila itu. Dan dagunya bersandar di tekuk El. El yang geli terus saja tertawa dengan tingkah manja suaminya itu.
Bahagia? Tentu saja itu yang di rasakan keduanya. Mereka benar-benar menikmati moment naik Gondola ini. Cuaca yang dingin dengan pelukan Jake dan spot yang luar biasa menambah suasana semakin romantis.
Puas naik gondola El ingin mencoba rafting, tapi Jake tak mengijinkannya. Alhasil El hanya menikmati alam bebas hanya dengan jalan-jalan dengan menaiki kuda berdua.
Sore menjelang, perut El terasa lapar. Lalu Jake mengajak El makan di restoran yang di sediakan di sana. El memilih duduk dekat sungai, suara gemericik air sangat meneduhkan bagi El serasa hidup ini tak pernah membuat dirinya merasakan permasalahan hidup.
El melihat ada sepasang mata yang memandangi Jake dengan mata yang menggoda. Tak lama wanita itu menghampiri mereka. El melihat wanita itu dari atas hingga bawah.
"Cantik sih tapi pakaiannya kekurangan kain banget sih. Awas aja kalo dia menggoda suamiku." batin El.
"Hey Jake, kau Jake kan?" ucap wanita itu.
"Hhmm, maaf aku tidak kenal." ucap Jake datar. Dan melanjutkan makannya.
"Aku Margareth Jake. Kita satu sekolah dulu. Aku pernah menyatakan cinta padamu Jake." ucap Margareth kembali.
"Sorry, I forget." ucap Jake datar dan kembali makan sambil memandangi wajah cantik istrinya.
"Bolehkah aku bergabung di sini Jake? Aku sendirian di sini?" tanya Margareth penuh harap.
"Tidak maaf." jawab Jake cuek. El tersenyum bahagia melihat sikap cuek suaminya yang tak mempedulikan Margareth.
"Ah, baiklah kalau begitu. Ini kartu namaku jika kau ingin menghubungiku Jake." lalu dia pergi.
Jake bahkan tak melihat sama sekali ke arah kartu nama itu. Biar orang lain saja yang menghubunginya nanti ketika ada yang menemukan kartu namanya pikir El.
Mereka pun menyelesaikan makanan mereka dan akan kembali pulang karena hari sudah semakin sore. Sedangkan perjalanan menghabiskan waktu sekitar 3 jam menuju Resort Jake.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE FAVORITE DAN HADIAH YA KAKAK ❤❤❤❤❤❤❤
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu