"Saya akan berikan kamu satu milyar, jika kamu bisa melahirkan anak laki-laki untuk saya!"
Demi kesembuhan sang ibu, malam itu Aluna mengambil keputusan yang begitu besar dalam hidupnya
Arjuna Bimantara, pengusaha ternama yang ingin mencari seorang wanita untuk melahirkan penerus bagi Bimantara sebab istrinya yang super model menolak memberikan anak
Akankah kesepakatan Arjuna dan gadis muda itu menghadirkan cinta? Atau selamanya Aluna hanya akan menjadi istri rahasia pria bernama Arjuna?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TUJUH
"Tu-tuan" Aluna tampak gugup, wajahnya pucat terlebih melihat wajah tegas pria dihadapannya
"Berani sekali kamu mengabaikan perintah saya!" Suara beratnya membuat seluruh tubuh Aluna bergetar
"S-saya ti-tidak melakukan apapun"
"Lalu kenapa kamu tidak keluar untuk makan malam?"
"Saya tidak lapar!"
Aluna menjerit sakit saat lengannya dicengkeram kuat, bahkan rasanya tulangnya akan patah
"Sa-kit"
"Saya tidak mengizinkan kamu untuk bertindak sesuka hati, dirumah ini tugas kamu hanya menuruti peraturan yang saya buat" Tatapan tajam Arjuna berikan
"Jika waktunya makan maka tugas kamu adalah makan. Mengerti!"
Aluna mengangguk, jujur saja ia merasa sangat ketakutan. Pria dewasa ini terlihat sangat menakutkan
"Ganti pakaianmu! Malam ini pekerjaan kamu dimulai"
Aluna mengangguk lagi, cairan bening sudah luruh dari mata indahnya. Selama ini tidak pernah ada yang menyakiti nya
Saat dulu sang ayah masih ada, sang ayah tidak pernah mengangkat tangannya. Tapi disini, pria yang merupakan suaminya malah menyakitinya
Aluna menangis dibawah kucuran air shower. Ia merasa telah masuk kedalam kandang singa yang siap membunuhnya kapan saja
"Ibu, Luna mau pulang"
Diluar, Arjuna tengah memanggil semua pelayan
"Siapa yang bertugas mengurus dia?"
Seorang gadis berkulit sawo matang maju menghadap "Saya tuan"
"Kamu siapkan dia untuk malam ini!" Titah Arjuna
"Baik tuan" Bona yang mengerti segera menghampiri sang majikan
Pintu kamar mandi diketuk, Aluna keluar dengan menggunakan bathrobe serta rambut yang basah
"Tuan ingin nona segera bersiap" Ucap pelayan bernama Bona
"Saya belum makan"
"Tapi tuan hanya meminta nona untuk bersiap"
Aluna mengangguk, Bona mulai menyiapkan sang atasan dengan membubuhkan riasan diwajah lalu mengeringkan rambutnya
"Aku gak mau pake baju itu, Bona" Aluna jelas saja menolak
Bagaimana bisa ini dikatakan sebagai pakaian, bentuknya seperti jaring dengan warna merah yang begitu menyala
"Tapi tuan sudah menyiapkan ini"
"Dia mau aku jadi pel4cur?"
Astaga, Aluna tidak pernah membayangkan dirinya dalam balutan pakaian minim ini
"Ini demi keselamatan nyawa kita berdua, Nona! Karena jika nona menolak maka kita berdua akan lenyap ditangan tuan Arjuna"
Melihat wajah sang pelayan memelas, dengan berat hati Aluna menurut dan memakai pakaian itu
Tubuh mungil itu tampak begitu menggoda dalam balutan lingerie super seksi berwarna merah, warna ini sangat kontras dengan kulit putih Aluna
"Saya permisi dulu nona"
"Bona, aku takut" Aluna memelas
"Maafkan saya nona" Gadis pelayan itu keluar dari kamar sang majikan
Sementara itu Aluna menunggu dengan gelisah didalam kamar, gadis cantik itu bahkan tidak berani melihat cermin
"Ini akibat yang harus kamu terima Aluna! Selesaikan pekerjaannya dan pergi dari sini!"
Aluna kembali mengusap pipinya, tengah larut dalam kesedihan, pintu kamar terbuka dan menampilkan sosok yang bagi Aluna sangatlah menakutkan
"Karena kamu berani melawan saya, maka malam ini tidak ada makan malam untuk kamu"
Aluna diam, jemarinya saling meremat karena takut. Aura mencekam yang suaminya pancarkan membuatnya merasa diujung maut
Pria tampan itu duduk dengan angkuh pada sofa disudut kamar Aluna, gadis cantik itu bahkan tidak berani menatapnya
"Lakukan pekerjaan mu!"
Aluna semakin ketakutan, apa yang harus ia lakukan? Dirinya tidak pernah dekat dengan lawan jenis sebelumnya
"Kamu tidak tau caranya merayu laki-laki?" Dengan polosnya gadis itu mengangguk membuat Arjuna berdecak
"Saya tidak suka membuang waktu, jadi kita lakukan dengan cepat!"
Pria itu bangun dari duduknya, berjalan menghampiri Aluna yang semakin gemetar
Aluna berteriak saat tubuhnya dihempaskan diatas tempat tidur, lalu sang suami mengukungnya
"Saya sudah membayar kamu sangat mahal, Aluna. Jadi lakukan pekerjaan kamu dengan baik"
Aluna memejamkan matanya kuat-kuat saat lingerie yang membungkus tubuhnya disobek dan dilempar begitu saja
Aluna mencengkram kedua ujung bantal saat pria itu mulai mendesak masuk, tak ada pemanasan atau apapun yang membuat Aluna dapat menikmatinya
"Sial" Arjuna mengumpat saat dirinya mengalami kesulitan untuk masuk
Cairan bening mengalir deras saat Aluna merasakan tubuhnya bak terbelah dua. Rasanya begitu menyakitkan saat pria itu mulai bergerak
Aluna menangisi nasib buruk nya, ia kehilangan kesuciannya dengan tragis ditangan suaminya sendiri
Tidak salah, namun apa yang Arjuna lakukan padanya adalah sebuah kesalahan. Ia diperlakukan seperti seorang jala___ mura___ yang memang menjual tubuh mereka
Arjuna terbaring disamping tubuh istrinya yang sudah lemas tidak berdaya, sepertinya gadis malang itu juga sudah tidak sadarkan diri
Arjuna begitu puas, setelah ia mengetahui Zoya bermain api dengan ayahnya sendiri, Arjuna memang tidak lagi merasakan kehangatan seorang wanita
Entah karena hal itu hingga ia merasa gadis kecilnya ini begitu nikmat
"Tidurlah, kelinci kecil yang manis!" Bisik Arjuna lalu mengecup pipi gadisnya
Setelah merasa puas, pria dengan tubuh tegap itu keluar dari kamar sang istri setelah mengenakan kembali pakaiannya
Arjuna merasa begitu kesal saat pintu kamarnya tidak berhenti diketuk. Pria tampan itu beringsut bangun, melihat jam digital yang ternyata telah menunjukkan pukul sepuluh pagi
"Siapa yang berani mengganggu tidurku!" Dengan wajah Kesal, Arjuna melangkah lalu membuka pintu
Wajah Joseph sang asisten terlihat didepan pintu
"Ada apa?"
"Maaf mengganggu tuan" Ucap pria bermata biru itu dengan nada tidak enak "Nona Aluna tidak bisa dibangunkan!"
"Maksudnya? Kamu mengganggu tidur saya hanya Karena masalah sepele seperti ini?" Tanyanya tak percaya
"Nona Aluna sepertinya pingsan"
"Ck, dasar kelinci kecil yang merepotkan!" Walaupun kesal, pria itu tetap menghampiri kamar tidur istri keduanya
Khawatir juga jika wanita itu kenapa-kenapa dan berakibat buruk baginya, ia tidak ingin rencana yang telah disusun dengan sangat baik malah mengalami kegagalan
"Ada apa ini?" Setelah mendengar suara sang majikan, beberapa pelayan wanita yang berada disamping Aluna menyingkir
"Maaf tuan, tapi sejak tadi nona tidak bisa dibangunkan! Tubuhnya juga demam" Ujar Bona karena dia yang bertugas untuk melayani istri dari majikannya itu
"Menyingkir!"
Para pelayan memberi jalan, Arjuna mendekat lalu menyentuh kening sang istri yang memang terasa panas
"Kenapa dia bisa sakit?"
"Mungkin karena nona tidak makan sejak semalam, dan terdapat lecet dibeberapa bagian tubuhnya" Ujar Bona
Gadis itu tau apa yang terjadi, semua orang juga tau bagian mana dari tubuh wanita malang ini yang lecet
"Joseph"
Yang dipanggil segera mendekat "Panggilkan dokter!"
"Baik tuan"
Akhirnya Aluna harus mendapat perawatan intensif karena hubungan mereka semalam.
Gadis yang malang, Aluna dehidrasi, asam lambung yang naik lalu belum lagi lecet pada daerah kewanitaannya yang cukup parah
"Dia harus istirahat dengan benar, tubuhnya saat ini lemah" Ujar dokter wanita itu
"Terimakasih dokter Nancy!"
Dokter wanita itu berlalu, Joseph menemaninya hingga ke beranda rumah