NovelToon NovelToon
Skenario Cinta Sang CEO

Skenario Cinta Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Traay

​"Bunga Aster segar, kotak sarapan tanpa nama, dan pesan singkat dari nomor tak dikenal."

​Selama berbulan-bulan, Nayshi dibuat bertanya-tanya oleh sosok secret admirer yang selalu memanjakannya diam-diam di tempat kerja. Di saat ia terbiasa dengan perhatian misterius itu, sebuah kejutan besar datang: sosok di balik topeng pengagum rahasia tersebut ternyata adalah Keenan Zaydan—CEO kaku dan dingin yang menjadi mitra proyek perusahaannya.

​Pria yang di dunia bisnis terkenal kaku bak "kulkas dua pintu" itu ternyata bisa berubah sangat romantis, manis, dan pantang menyerah demi meluluhkan hati Nayshi. Namun, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Keenan tak lagi bersembunyi di balik layar, melainkan nekat melangkah langsung ke rumah Nayshi untuk berhadapan dengan orang tuanya.

​Akankah Nayshi siap menyambut cinta sang CEO yang dulunya sembunyi-sembunyi, kini terang-terangan menunjukkan effort tanpa batas?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Traay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Observasi

Kini project resort Zaydan group sudah mulai berjalan. Hari-hari Nayshi dipenuhi dengan Aktivitas intens analisis anggaran, rapat koordinasi dan pertemuan periodik dengan tim Zaydan Group.

Pagi ini Nayshi observasi lokasi bersama Irsyad, tanpa ada Nadia disana. Nayshi, dan Irsyad sudah berada di kawasan perbukitan calon resort Zaydan group, dengan clipboard ditangannya, dan helm proyek terpasang rapih, serta jemarinya lincah mengarahkan alat ukur leser digital.

Irsyad bukan fokus pada peta lahan Ia malah sibuk menyisir rambut dan memberikan perhatian pada Nayshi, " Nay. Kamu jangan berdiri deket perbatas jurang itu, nanti kamu terpeleset loh. "

" Sini biar Aku aja yang bawa alat ukurnya. " Ucapnya dengan mengulurkan tangannya.

Nayshi menggeser posisinya, dan menolak uluran tangan Irsyad, " Tidak, terimakasih. Saya bisa sendiri. "

Nayshi meleser pembatas lalu menulis angkanya " Titik kordinat A3 ini sangat curam, Kita ga bisa pakai pondasi akar standar. Kalo anggaran awal kita pakai buat bored pile diseluruh titik tanpa riset, yang ada anggaran semakin membengkak. "

Irsyad justru bingung dengan penjelasan teknis Nayshi, sehingga Ia menggaruk telengkuknya yang ga gatal " Eh iya Nay, nanti Aku minta tim teknis untuk cek ulang deh. Tapi paling penting Kamu jangan kecapean, dari tadi juga kamu belum minum. "

Nayshi mengehela nafas sedikit kasar sambil menggerutu dihatinya ' sumpah kalo bukan karena kerjaan, males banget ama nih orang. '

" Kenyamanan saya itu bukan urusan Anda. " Tegas Nayshi dingin. " Yang penting sekarang data awal topografi ini valid. Pak Keenan dan tim direksi Zaydan Group minta laporan ini dan dampak lingkungan ini besok. "

" Siap princes, eh maksudnya lead. " godanya dengan satu mata Ia kedipkan, Nayshi selalu dengan wajah datar.

Setelah observasi selesai mereka pun balik ke Kantor dengan mobil masing-masing.

" Coba aja tadi Kamu mau dengerin Aku untuk satu mobil aja, jadi Kamu ga perlu nyupir sendiri kayak gini. " Ujar Irsyad dengan gaya menggoda.

' Idih ogah banget semobil ama Lu yang tempramen. ' Batin Nayshi kesal.

Nayshi dengan senyum karir " Saya sudah biasa sendiri. " Ucap Nayshi langsung masuk kedalam Mobil marun-nya.

Setelah dua jam perjalanan, akhirnya Nayshi sampai di kantor dan langsung disambut oleh best friend.

" Sini duduk My bestiee, Gua tau Lu ga cuman cape fisik tapi HATI. " Ucap Nadia sambil menepuk kursi Nayshi dan dengan sengaja Ia memperjelas akhir Kata untuk sarkas pada Irsyad yang dibelakang Nayshi.

Nayshi dengan senyum manisnya yang dari tadi ga Ia keluarkan " Yaa Lu tau lah Nad. " Ucap Nayshi dengan menyandarkan badannya dikursi.

Nadia langsung memijati lengan Nayshi " Tuh kunyuk ga ngapain-ngapain Lu kan? " bisik Nadia.

" Engga beb, aman. Cuman yaa... capernya bikin Gua muak. " Sahuy Nayshi dengan tatapan muak.

" Kalo itu mah udah bisa ketebak. by the way Gua mau bicarain tentang vendor, Lu masih ada tenaga ga? " Tanya Nadia sambil terus memijati lengan Nayshi.

Nayshi langsung menegakan tubuhnya " Masih lah, kan Lu tadi tiba-tiba mijetin Gua. "

Nadia terkekeh " Hahaha.., nah ini Dia. " Ucapnya dengan wajah serius membuka layar laptopnya dan Nayshi mendekatkan kursinya ke Nadia.

" Gua udah ngubungin tiga vendor, Kayu kelapa, dan bambu terkonfirmasi untuk Resort. Vendor A harga miring, tapi lead timenya agak beresiko kalo hujan, dan Vendor B harganya di bates atas budget yang Lu kasih, tapi mereka kasih garansi kualitas dan sertifikat eco green resmi. " Nadia menjelaskan dengan table perbandingan.

Nayshi melihat table itu dengan seksama, " Vendor B jauh lebih aman dan cocok untuk resort eco Zaydan group, apalagi Pak Keenan itu sangat detail soal legalitas kualitas, dan jangan sampai kita tergiur dengan harga murah diawal tapi bikin masalah diakhir. "

" Asek! kita satu pikiran. Gua udah buat draft ulang untuk negosiasi ke vendor B. " ucap Nadia dengan mata yang berbinar senang pekerjaannya di apresiasi.

" Gua akan tekan Volume discount.Kalo kita ambil buat dia fase sekaligus, Gua yakin mereka bisa pangkas harga sampai lima belas persen. " Lanjutnya dengan memaparkan ide yang cemerlang.

Nayshi pun kagum dengan kejelian sahabatnya ini, " Keren banget Bastie Gua! " seru Nayshi dengan senyum bangganya.

" Untuk vendor penerangan hemat energi dan pembuangan limbah gimana? " Tanya Nayshi.

" Udah Gua list juga. " Sahut Nadia dengan percaya diri, Ia menggeser table di laptopnya.

" Besok Gue mau buat pre-meating lewat zoom. Kalo sepakatan awal rapih, nanti Gua langsung kasih Lu untuk hitung alokasi anggaran dana finalnya. "

Nayshi menepuk baju Nadia dengan bangga, " Alur vendor ditangan Lu, dijamin ga akan gagal. "

Nadia dengan menyeringai jahat, dan dengan nada berbisik " Jelas dong! emang kerjaan si kunyuk itu, cuman bisa caper, dan Observasi lapangan kan juga bukan tugas Dia, tapi alesan untuk bahan startegi marketing. "

Nayshi pun terkekeh dengan nyinyiran Sahabatnya ini " Hahaha... udah-udah. "

Saat Nayshi menggeser Kursi ke tempatnya, pandangan matanya tak sengaja menatap kotak berwarna Navy dengan pita marun di ujung meja yang tertutup tas-nya.

" Lah kotak siapa ini? " monolog Nayshi dengan wajah bingung dan mengambil kotak tersebut.

Nadia yang mendengar itu, langsung menggeser kursi ke meja Nayshi, " Bukannya itu punya Lu? dari Gua sampe udah disitu. "

Nayshi tambah bingung, karena tadi pagi Ia tak masuk kedalam Kantor tapi langsung pergi observasi, " Hah? Tadi pagi aja Gua ga masuk kedalam Kantor, nyampe parkiran langsung jalan lagi. "

Nadia pun ikut bingung, " terus itu punya siapa? "

Dalam hitungan detik Nadia menaruh curiga sama seseorang, " Paling dari si kunyuk. "

Nayshi memperhatikan kotak itu dengan Ia lihat seksama dan mencari sesuatu, " Tapi ga ada namanya, tadi kan Irsyad juga sama Gua untuk observasi lapangan. "

Nadia pun berpikir kembali, " Bisa jadi tadi Dia masuk kedalam dulu, buat naruh itu. "

Nayshi pun ikut setujuh dengan perkataan sahabatnya itu, " Iya juga sih, lagian siapa lagi yang kasih Gua beginian kalo bukan Dia. "

Nayshi pun menaruh didalam lemari mejanya, tanpa membukanya lebih dulu.

" Kenapa disimpen sih? buang aja lah. " saran Nadia, bagi-Nya ngapain nyimpen pemberian dari kunyuk.

" Gua ga tau dalemnya apa, dan Gua takut dalemnya isi makanan. Sayang-sayang kalo makanan Gua buang. " Jawab Nayshi santai.

Nadia pun hanya bisa ngangguk pasrah dengan keputusan Nayshi " Ya udah lah seterah Lu. "

" Tapi kalo ini bunga kayak waktu itu, yaa Gua buang. " Ucap Nayshi setelah merapihkan laptop diatas mejanya.

" Nah bagus itu! kalo bisa buang wajah didepan matanya Dia, biar Dia bisa stop gangguin Lu. " Ucap Nadia dengan semangat mendukung membuat Nayshi terkekeh dengan sikap konyol Nadia

1
💗vanilla💗🎶
mampir ni thor 😊
Traay: Terimakasih 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!