Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ibukota Kekaisaran dan Pertemuan Dua Sistem
WUUUSSH!
Cahaya perak yang menyilaukan meredup perlahan. Sensasi distorsi ruang dan waktu menghilang, digantikan oleh gelombang energi spiritual yang begitu padat hingga membentuk embun tipis di udara.
Sepatu bot Ye Xuan melangkah keluar dari altar teleportasi, menginjak lantai yang seluruhnya terbuat dari Giok Bintang Surgawi—material yang di Wilayah Utara hanya digunakan untuk cincin tetua, namun di sini digunakan sebagai batu pijakan jalan.
Ye Xuan membuka matanya, dan pandangannya disambut oleh kemegahan yang melampaui nalar fana.
Ibukota Kekaisaran Naga Suci tidak dibangun di atas tanah. Kota ini adalah sebuah benua kecil yang melayang ribuan meter di udara, ditopang oleh formasi kuno berbentuk sembilan naga bumi raksasa. Istana-istana emas menjulang menembus awan putih, sementara sungai-sungai spiritual mengalir di udara bagaikan pita sutra yang bercahaya.
Ini adalah pusat kekuasaan mutlak di Benua Tengah.
Namun, kedatangan Ye Xuan segera disadari oleh para penjaga altar di Ibukota. Altar teleportasi lintas wilayah ini dijadwalkan secara eksklusif untuk kedatangan Pangeran Muda Long Ming dan upetinya. Melihat seorang pemuda berjubah hitam biasa dengan wajah asing melangkah keluar sendirian tanpa kereta kencana, puluhan penjaga Zirah Perak langsung menodongkan tombak mereka.
"Berhenti di sana! Siapa kau?! Di mana Pangeran Muda Long Ming?!" bentak Komandan Jaga, seorang kultivator Inti Emas Lapis Pertama.
Ye Xuan bahkan tidak melirik mereka. Mata kirinya—Mata Kunci Dimensi—sedang berputar pelan, menembus lapisan-lapisan istana emas di kejauhan, mengunci sebuah menara tertinggi di pusat Ibukota. Benang karma perak tebal membentang lurus dari matanya ke menara itu.
"Menara Bintang Suci," guman Ye Xuan pelan, mengabaikan teriakan para penjaga. "Di sanalah Fragmen Sistem itu berada."
Merasa diabaikan, Komandan Jaga murka. "Penyusup berani mati! Tangkap dia dan cabut jiwanya untuk diinterogasi!"
Saat puluhan penjaga melesat maju, Ye Xuan hanya menghela napas bosan. Ia mengayunkan punggung tangannya ke arah mereka dengan gerakan seolah mengusir lalat.
"Hancur."
BZZZZT!
Sebuah riak transparan dari Niat Pedang Kehancuran menyapu setengah lingkaran. Tanpa suara, tanpa ledakan. Puluhan penjaga Zirah Perak beserta tombak tingkat tinggi mereka tiba-tiba berhenti di udara. Sedetik kemudian, zirah mereka berubah menjadi abu, disusul oleh daging dan tulang mereka yang terkikis menjadi debu yang tertiup angin awan.
Hanya dalam satu ayunan tangan yang kasual, puluhan kultivator elit musnah tanpa sisa!
Ye Xuan melangkah maju, meninggalkan altar teleportasi. "Sistem, aktifkan Mode Ekstraksi Otomatis Radius 10 Meter. Semua yang mati di dekatku, telan sisa kultivasi mereka tanpa notifikasi."
Dengan setelan itu, Ye Xuan berjalan santai menyusuri jalanan utama Ibukota yang melayang. Ia tidak berlari, namun setiap langkahnya menggunakan Hukum Ruang dasar yang ia pelajari dari Benih Dao Kaisar Pedang. Satu langkahnya melintasi jarak seratus meter.
Sementara itu, di dalam Kuil Leluhur Istana Kekaisaran, kepanikan absolut sedang meledak.
PRANG! PRANG! PRANG!
Deretan Kertas Jiwa milik Pangeran Long Ming dan seratus elit Zirah Emas hancur serentak.
"P-Pangeran Muda... Gugur!" Tetua Penjaga Kuil menjerit ngeri. Belum sempat ia membunyikan lonceng peringatan, sebuah gelombang ledakan dahsyat terdengar dari arah Gerbang Surgawi—pintu masuk utama menuju area istana.
BOOOOOOM!
Gerbang emas raksasa setinggi lima puluh meter yang dijaga oleh Formasi Peringkat Lima itu meledak hancur berkeping-keping!
Ye Xuan berjalan menembus debu reruntuhan gerbang. Di belakangnya, mayat-mayat ratusan penjaga istana tergeletak layu, energi kehidupan mereka telah dikuras habis oleh pusaran lubang hitam tak kasat mata di sekitar tubuh pemuda itu.
"SIAPA YANG BERANI MENGACAU DI ISTANA NAGA SUCI?!"
Sebuah raungan yang mengguncang langit terdengar dari atas istana. Sesosok pria paruh baya berbaju zirah tempur merah darah melesat turun seperti meteor, mendarat tepat di depan Ye Xuan, menghancurkan marmer di bawahnya hingga membentuk kawah.
Pria itu adalah Jenderal Besar Wu Tian, salah satu pilar pertahanan Ibukota. Auranya meledak, memancarkan kekuatan Alam Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul) Tahap Awal!
Di atas kepalanya, sebuah ilusi raksasa berbentuk Jiwa Bela Diri Naga Bertanduk muncul, memancarkan tekanan yang membuat para pejabat istana yang bersembunyi di kejauhan memuntahkan darah.
"Bocah Inti Emas! Aku tidak tahu sihir iblis apa yang kau gunakan untuk meruntuhkan gerbang, tapi di hadapan Jiwa Baru Lahir, kau hanyalah semut!" Jenderal Wu Tian menarik napas dalam, memusatkan kekuatan naganya untuk meluncurkan serangan mutlak.
"Mati! Tinju Penghancur Naga—"
"Kau menyebut dirimu naga?" Ye Xuan memotong dengan nada mengejek.
Ye Xuan tidak menggunakan Pedang Embun Beku. Ia menutup matanya sejenak, lalu memicu atribut baru yang ia ekstrak dari Long Ming.
Garis Keturunan Naga Suci (Tingkat Surga)! dipadukan dengan Aura Penakluk Naga!
ROOOOOAAARRR!
Sebuah raungan naga purba yang ribuan kali lebih buas, lebih kuno, dan lebih mendominasi daripada ilusi Wu Tian, meledak langsung dari dalam tubuh Ye Xuan! Bayangan hantu Naga Emas Hitam dengan mata merah menyala terbentuk di belakang Ye Xuan, melingkari tubuh pemuda itu.
Hukum penindasan mutlak dari garis keturunan murni menyapu halaman istana.
"A-APA?!"
Jiwa Bela Diri Naga milik Jenderal Wu Tian tiba-tiba merintih ketakutan. Ilusi itu menyusut dan gemetar hebat, menolak untuk menyerang Ye Xuan! Jenderal Wu Tian sendiri merasakan darah di nadinya membeku, kakinya lemas ditekan oleh ketakutan bawaan yang tak masuk akal.
"Bagaimana kau bisa memiliki Garis Keturunan Imperial yang lebih murni dari Kaisar sendiri?!" Jenderal Wu Tian berteriak, kewarasannya di ambang kehancuran.
"Karena aku baru saja memakan pangeran kalian," Ye Xuan membuka matanya yang kini memancarkan Niat Kehancuran absolut.
Ia mengangkat tangan kanannya ke udara. Petir kesengsaraan ungu dan racun zamrud melilit jari-jarinya.
"Tangan Penghancur Surga: Mode Pemusnah Jiwa."
Tangan energi emas keunguan raksasa turun dari langit, langsung menggenggam tubuh Jenderal Wu Tian.
"AAARGHH! LEPASKAN!" Wu Tian mencoba meledakkan Jiwa Baru Lahir di dalam Dantiannya untuk kabur, namun Niat Pedang Kehancuran meresap masuk, membekukan Jiwanya seketika.
BAM!
Ye Xuan meremas tangannya, dan tubuh fisik Jenderal Jiwa Baru Lahir itu meledak menjadi kabut darah! Jiwa kecil bercahaya emas yang mencoba kabur dari kabut darah langsung ditarik oleh pusaran Akar Spiritual Melahap Surga.
"Makan," bisik Ye Xuan.
[Ding! Menemukan Entitas Alam Jiwa Baru Lahir (Tahap Awal)!]
[Memulai Ekstraksi Jiwa Mutlak!]
[Ekstraksi berhasil!]
[Memperoleh: 5.000.000 Poin Qi Murni!]
[Memperoleh: Fragmen Hukum Ruang Tingkat Menengah!]
[Memperoleh: Kunci Segel Menara Bintang Suci!]
"Pantas saja butuh banyak sumber daya untuk menerobos ke Alam Jiwa Baru Lahir. Kapasitasnya sepuluh kali lipat dari Inti Emas," gumam Ye Xuan sambil merasakan Qi masif itu memperkokoh fondasi Puncak Inti Emas-nya, bersiap untuk kesengsaraan berikutnya.
Ye Xuan melangkahi kawah berdarah itu. Tidak ada lagi prajurit yang berani maju. Ribuan pengawal elit istana hanya bisa gemetar memegang senjata mereka, membiarkan pemuda iblis itu berjalan lurus menuju Menara Bintang Suci di pusat istana.
Mereka baru saja melihat seorang Puncak Inti Emas membantai Jenderal Jiwa Baru Lahir dalam satu pukulan tanpa menggunakan senjata! Ini adalah mitos yang runtuh di depan mata mereka!
Menara Bintang Suci, Lantai Puncak.
Di dalam ruangan kultivasi raksasa yang dikelilingi ribuan batu roh tingkat atas, seorang pemuda tampan dengan jubah naga yang mewah sedang duduk bersila melayang di udara.
Ia adalah Long Chen, Putra Mahkota Kekaisaran Naga Suci.
Di dadanya, tepat di balik jubah sutranya, sebuah tulang rusuk berwarna perak kosmik memancarkan cahaya yang memompa Qi murni langsung ke jantungnya dengan kecepatan mengerikan.
Tulang Dewa Bawaan. Itulah yang dunia tahu tentang bakatnya yang tiada tara. Berkat tulang ini, setiap makhluk atau musuh yang dibunuh Long Chen di medan perang akan memberikan sebagian energinya padanya (efek dari Fragmen Sistem Ekstraksi Jiwa).
Tiba-tiba, Tulang Perak di dadanya berkedip merah.
Sebuah suara mekanis—yang mirip namun tidak sama dengan milik Ye Xuan—berdering di kepala Long Chen.
[Peringatan Anomali! Fragmen Utama Sistem Ekstraksi Surgawi mendekat! Jarak: 100 meter... 50 meter...]
Mata Long Chen terbuka lebar. "Fragmen Utama? Sistem, apa maksudmu? Bukankah aku adalah Tuan Rumah (Host) dari Tulang Dewa Surgawi ini?!"
[Peringatan! Otoritas Host saat ini berada di Tingkat Sekunder. Host Utama mendekat! Penekanan Otoritas akan dimulai dalam 10 detik!]
"Mustahil!" Long Chen mengertakkan gigi, auranya sebagai kultivator Jiwa Baru Lahir Tahap Menengah meledak, menghancurkan batu-batu roh di sekitarnya. "Aku adalah Putra Mahkota! Tulang ini milikku sejak lahir! Siapa yang berani mengklaimnya?!"
BOOOOOM!
Pintu segel berlapis Baja Ilahi di depan ruang kultivasi itu tiba-tiba meledak ke dalam. Serpihan baja raksasa melesat seperti peluru, namun terhenti oleh perisai Qi milik Long Chen.
Dari balik kepulan asap baja yang meleleh, suara langkah kaki santai terdengar menggema.
Ye Xuan melangkah masuk ke dalam ruang kultivasi yang suci tersebut. Jubah hitamnya berkibar pelan, bebas dari debu maupun darah. Di punggungnya, Pedang Embun Beku berdengung halus, mencium aroma pembantaian yang sudah dekat.
Mata kiri Ye Xuan yang memancarkan pendar perak Mata Kunci Dimensi terkunci langsung ke arah dada Long Chen.
Sementara itu, tulang perak di dada Long Chen bereaksi gila-gilaan, mencoba melepaskan diri dari tubuh sang Pangeran seolah ingin terbang kembali ke pelukan tuannya yang sejati. Long Chen harus menekan dadanya dengan tangan, wajahnya menahan rasa sakit luar biasa akibat penolakan sistem sekunder tersebut.
Kedua pemuda itu saling bertatapan. Yang satu adalah penguasa benua dari atas singgasana emas, yang satu lagi adalah iblis perampas dari dasar neraka fana.
"Kau..." Long Chen memicingkan matanya, menahan rasa sakit di dadanya sambil memancarkan niat membunuh yang pekat. "Kau pencuri yang mencoba mengambil Tulang Dewaku! Siapa kau sebenarnya?!"
Ye Xuan memiringkan kepalanya, senyum psikopat yang tak tertahankan perlahan merobek wajahnya yang dingin.
"Pencuri? Kau lahir dengan pecahan barang rongsokanku di dalam dadamu, lalu merasa pantas menjadi dewa?"
Ye Xuan merentangkan tangan kanannya. Pusaran energi Akar Spiritual Melahap Surga menderu di telapak tangannya, beresonansi kuat dengan tulang di dada Long Chen.
"Aku Ye Xuan," bisiknya, suaranya mengandung hukum kematian yang membuat ruang di sekitar mereka retak. "Dan aku datang untuk merobek tulang anjing itu dari tubuhmu."
ngarit, pakan sapimu wes entek kae loo... 😂😂😂🤭
lapis keenam, turun ke lapis tiga, loncat lagi ke lapis delapan . 🤭🤭🤭🤦
vote & bintang kuberikan setelah ada kepastian bahwa Ye Xuan adalah sosok pendekar baik & rendah hati, (aliran putih.
lanjuuut..)
dyahsyat sekaleee...🤭🤭🤭
nti kukutuk jadi kodok luu...
aku hampir marahin si Ye.
karna kan mereka gak semua bersalah🤦