Pernikahan Aira dan Reyhan karena untuk menyelamatkan perusahaan Ayahnya yang sedang mengalami kebangkrutan.
Reyhan datang sebagai penolong. Niatnya bukan untuk menindas Aira ataupun keluarganya. Namun Reyhan hanya heran kenapa Orangtuanya tega menukar anak gadisnya hanya dengan harta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Firda Septii Msi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 35 Ngidam
3hari sudah berlalu, Aira sudah di perbolehkan pulang. Di kamar saat ini mereka berada. Reyhan sedari tadi hanya tiduran saja dan mengelus perut Aira yang masih rata.
"Kak" panggil Aira.
"Hmm. ada apa sayang" tanyanya
"Aku boleh minta sesuatu?" tanyanya hati-hati
Mendengar pertanyaan Aira yang menginginkan sesuatu membuatnya berfikir bahwa ini adalah ngidamnya Aira. Jadi dirinya berinisiatif untuk mengabulkan keinginannya.
"Kau mau apa?" Tanya Reyhan lembut.
"Emmm.. aku ingin makan ayam bakar mentega" ucapnya.
"Kau ngidam? Sebentar, akan ku suruh bibi untuk membuatkannya" ujar Reyhan begitu semangat.
"Kak" panggilnya lirih.
"Ada apa? ada lagi yang kau inginkan? tanyanya
"Tidak. Tapi, aku hanya ini kakak yang membuatkan ayam bakar beserta sambalnya" ucapnya tertunduk.
"Sayang.. kakak mana bisa membuatnya"
"Yasudah, tidak usah kak. " ucapnya lalu merebahkan diri dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut
"Sayang. Biar bibi yang buatkan ya? atau kita pesan online saja." ujarnya.
"Tidak usah, Aku sudah tidak ingin. Kakak keluar saja, aku ingin tidur" ucapnya.
Reyhan menghembuskan nafasnya, lalu keluar meninggalkan Aira. Ia menghampiri mamanya yang sedang membaca majalah di ruang keluarga.
"Ada apa? Kenapa muka di tekut seperti itu?" tanyanya.
"Aira ingin makan ayam bakar mentega" ucapnya.
"Yasudah belikan atau kau suruh bibi membuatnya" jawab mama enteng
"Masalahnya Aira ingin aku yang memasak ma" ucapnya lesu.
"Kau ini bagaimana sih. Itu namanya ngidam dan harus di turuti. Kalau tidak anakmu nanti akan ileran." omel mama.
"Tapi ma, aku kan nggak bisa masak" ujar Reyhan memelas.
"Yasudah, kalau kau tidak mau membuatnya biar saja nanti anakmu ileran."
"Iya aku akan memasaknya. Tapi mama harus ajari aku. ucapnya dan di iyakan oleh mama.
Disini dirinya sekarang, didapur membuatkan ayam bakar mentega beserta sambalnya keinginan sang istri.
Aira yang ingin mengambil minum terkejut saat melihat suaminya di dapur dan memakai celemek.
"Kak. sedang apa?" tanyanya.
"Eh sayang. ini aku membuatkan ayam bakar mentega beserta sambalnya untukmu. Sebentar aku siapkan dulu, kau duduk saja."
Aira hanya menurutinya tanpa menjawab, dirinya hanya geleng kepalanya melihat dapur yang begitu berantakan karena ulah suaminya.
"Ini makanlah sayang" Reyhan mendekat dan menyodorkan piring berisi ayam bakar mentega lengkap dengan lalapan dan sambal.
Dilihat dari tampilannya tidak meyakinkan, namun Aira tetap memakannya.
"Bagimana sayang?" tanyanya saat melihat Aira memakan masakannya membuat dirinya nyeri sendiri.
"enak" ucapnya.
"Kau yakin sayang? kalau tidak enak jangan di makan. ujarnya sambil menarik piring di hadapan Aira.
"Ini beneran enak. Coba saja" ucapnya menyuapkan Ayam ke mulut Reyhan.
"Ini sangat enak" ujar Reyhan lalu menengok ke arah Mama.
"Tidak sia-sia mah " ucapnya kegirangan.
"Syukurlah. Lain kali turuti kalau istrimu ngidam" omel mama.
"Iya ma" jawabnya sebal.
Aira hanya tersenyum melihat interaksi antara ibu dan anak itu. Dirinya bersyukur memiliki suami dan mertua yang sangat sayang padanya. Ia berpikir bahaa Reyhan tidak tau tentang dirinya yang sebenarnya.
Setelah makan, Aira dan Reyhan duduk di taman belakang rumah untuk menikmati angin sore. Aira menyandarkan kepalanya di bahu Reyhan. Dan Reyhan mengelusnya dengan lembut penuh kasih sayang.
Mama yang melihatnya tersenyum bahagia. Berharap anak menantunya akan saling menyayangi satu sama lain hinggal akhir hayat nanti.
walau pun kejam pada lawan ny.
tspi dia tdk pernah menyakiti Aira
demi harta dan tahta, rela menjual anak ny...🛑🛑🛑