Dalam keadaan hamil besar Calista harus menerima kenyataan bahwa sahabatnya yang bekerja sekantor dengan suaminya berselingkuh. Dalam perjuangan membesarkan anaknya, ternyata dia harus menerima kenyataan anaknya mengidap penyakit Kanker Leukimia, sebagai dokter dia juga ketakutan. Apakah Calista yang seorang dokter mampu mengatasi semua cobaan ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tidak Cocok
Calista memberanikan dirinya untuk menghubungi Christian mantan suaminya. Namun saat ini, Christian sedang rapat dan sedang mempresentasikan proyek yang akan di lakukan didepan relasi dan petinggi Wijaya Grup. Pesan yang masuk di handphone Christian langsung di hapus oleh Lisa yang kursinya berada disebelah Christian.
Calista sudah tidak punya rasa takut lagi. Dia harus berjuang untuk anaknya. Dia mendatangi Wijaya Grup untuk berjumpa dengan Christian. Dan telepon diruangan Christian tersambung dengan lobi yang memberitahukan bahwa Ibu Calista Gunawan mau bertemu dengannya. Christian langsung mengarahkan ke sebuah cafe. Dan dia langsung menuju ke Cafe itu. Lisa melihat suaminya yang tiba - tiba keluar.
"Maafkan saya, karena terpaksa ke kantor kamu. Karena saya mengirim pesan ke kamu tetapi tidak di balas."
"Maafkan saya. Tadi ada rapat." Tetapi memang Christian tidak melihat ada pesan dari Calista. Dan dia tahu siapa penyebabnya.
"Daniel Caleb anak kita mengidap kanker Leukimia."
"Oh... Tuhan ampunilah hamba."
"Dia membutuhkan plasma darah dari keluarganya. Aku sudah memeriksa darahku namun hasilnya plasma darahku tidak cocok. Aku memohon kepadamu... Tolong bantu Daniel. Dia satu - satu kepunyaanku."
"Dia itu anakku Ita. Aku pasti akan berjuang untuknya. Tiba - tiba Calista mendapat telepon dari mamanya mengatakan Daniel pingsan dan mengalami pendarahan di hidungnya.
Tanpa pikir panjang. Christian dan Calista langsung kerumah dan membawa Daniel ke rumah sakit. Christian langsung mengendong Daniel dan menaruh pada pangkuan Calista.
"Ke rumah sakit mana??"
"Rumah sakit tentara saja. Ada dokter Ezra Pratama yang merawatnya."
Daniel langsung di periksa oleh Tama. Kemudian Christian mulai memeriksa darahnya. Christian dan Calista memiliki golongan darah yang sama dengan Daniel, namun plasma darah Calista tidak cocok. Yang tersisa adalah plasma darah Christian papanya. Namun setelah ditunggu itu pun tidak cocok.
"Aku tinggalin kamu dengan Daniel dulu."
"Iya."
"Sayang, yang kuat ya. Papi akan kembali."
Ternyata Christian kembali ke perusahaan dia harus bertemu dengan kakaknya karena Melany adalah tante kandung Daniel. Dia menceritakan semua masalah hidupnya dan apa yang sedang di alami oleh Daniel. Maka Melany pun mau ke rumah sakit.
"Mau kemana kalian??"
"Bukan urusan kamu kan. Ini urusan saya dengan adik saya."
"Sayang.... Aku butuh penjelasanmu."
Lisa hanya menerima kekecewaan, karena tidak mengetahui apa uang sedang di lakukan oleh Christian suaminya. Lisa sangat membenci kakak iparnya.
"Maafkan, ternyata tantenya Daniel juga tidak memiliki kecocokan plasma darahnya."
"Dokter... Apakah ada cara lain." sebenarnya Ezra Pratama merasa berat untuk menyampaikan cara terakhir ini. Karena rasa cintanya kepada Calista Gunawan.
"Dokter???"
"Tali pusar saudara kandungnya." Christian, Calista dan Melany merasa kaget dengan alternatif terakhir itu.
Calista menjauh dari Christian, dia menuju ke anaknya yang sedang terbaring lemah.
"Sayang, mami tidak sanggup untuk menjalankan alternatif terakhir itu. Apakah kita berdua pergi dari dunia ini bersama - sama saja sayang."
"Calista kamu ngomong apa??"
"Mama, ini sangat berat. Ita tidak sanggup mama. Biarkan ita dan Daniel pergi bersama - sama bertemu dengan papa."
"Jangan berbicara bodoh, Daniel pasti selamat. Kamu harus kuat." Calista menangis dalam pelukan mamanya. Christian dan Melany kakaknya menyaksikan betapa menderitanya Calista.
"Kamu harus berjuang dan melindungi mereka Tian."
"Aku tidak mau kehilangan mereka."
"Kenapa kamu mau bercerai dengan Calista meninggalkan mereka."
"Karena dia menolong aku."
"Tante...."
Akhirnya Melany mengetahui semua. Betul apa yang dia rasakan sekarang bahwa Lisa itu perempuan ular.
"Apa???!!!"
"Maafkan mama nak. Mama bersumpah bahwa bukan mama yang membuat dia keguguran. Mama tiba dia sudah mengalaminya."
"Kenapa mama kesana??"
"Mama tidak terima dia si Lisa itu memperlakukan kamu seperti itu." Calista langsung pingsan. Ezra Pratama baru tiba langsung mengendong Calista dan melerai tangan Christian yang mau mengendongnya.
"Hidupku hancur Tama, bagaimana aku bisa hidup tanpa Daniel."
"Hai, kamu wanita hebat, kenapa kamu harus takut."
"Masa aku harus hamil dari mantan suamiku??"
"Ta, bisa lewat inseminasi. Ta demi Daniel."
"Bagaimana kamu nantinya Tama??"
"Aku dokter dan aku tahu tujuannya. Aku siap menjadi papi bagi kedua anakmu." Calista tidak menyangka bahwa seorang Mayor Ezra Pratama mau menerima dia dengan anak - anaknya.
"Aku mencintai kamu, berarti aku harus terima kamu dengan semua yang melekat pada dirimu. Aku dokternya Daniel, aku juga mau di sembuh."
Calista dan Ezra Pratama sudah pacaran enam bulan. Sebenarnya dari pertama Calista ada di rumah sakit ini Ezra sudah menyukainya. Sampai masalah yang dia hadapi.
Malam ini, Christian sengaja mengundang Calista. Mereka makan malam bersama.
"Bagaimana apa kamu mau?? Dosanya aku yang tanggung."
Christian membawa Calista ke sebuah hotel, disana dia sudah memesan sebuah kamar. Namun ketika mereka hendak melakukan hubungan terlarang, Calista menutup tubuhnya dan dia keluar dari kamar itu. Christian yang frustasi langsung memakai bajunya dan mengejar Calista. Namun Calista sudah lebih dahulu pergi dengan taksi.
Satu minggu berlalu, akhinya kondisi anaknya Calista dan Christian diketahui oleh Lisa. Dari mana diketahui oleh Lisa. Christian tidak bisa mengelak karena dia tahu Lisa punya berbagai cara.
"Kamu tega melakukan itu kepadaku??"
"Aku harus bertanggung jawab buat anakku. Dia sakit."
"Aku tidak mengijinkan kamu mempunyai anak dengan Calista."
"Apa hakmu. Kamu tidak punya hak untuk melarang aku. Apalagi untuk menyembuhkan anakku."
"Kamu itu suamiku. Dan ingat aku ini istrimu."
Christian keluar ruangannya meninggalkan Lisa dengan histerisnya. Akhirnya masalah ini didengar oleh papanya Christian dan Melany.
"Kamu mau membuat malu keluarga Christian."
"Maksud papa apa??"
"Jangan berkedok anak, kamu harus membuat istrimu terluka."
"Pa, Daniel anakku sedang sekarat. Aku harus menolongnya."
"Sabar.... Tian apa maksud kamu, mama tidak mengerti."
"Daniel Caleb anakku menderita Leukimia. Plasma darahku, Maminya bahkan kakak yang punya golongan darah sama dengannya tidak bisa menerima donor plasma darah itu."
"Ooooo cucuku yang malang."
"Hanya adik kandungnya yang bisa menolong dia."
"Adik kandung???"
"Ya, artinya Calista akan melahirkan anaknya Christian lagi."
"Saya tidak mau. Saya tidak setuju." Lisa histeris.
"Diam kamu Lisa." Papa mertuanya membentak Lisa. Dia tersingung dan menangis. Kemudian dia pergi menuju ke pavilun mereka.
"Biarkan dia. Papa harus care dengan cucu papa, dia sedang sakit."
"Ooooo.... Melany antar mama sekarang mama mau melihat cucu mama."
Saat itu juga Melany mengantarkan mamanya ke rumah sakit. Mamanya memohon ijin untuk melihat cucunya dari Calista. Air matanya jatuh melihat cucunya terbaring lemah.
"Ooooo... Aku melihat Christian kecil."
"Ma, jangan menangis, kasihan nanti Daniel kaget."
"Siapa namanya Calista??"
"Daniel Caleb ma."
"Kapan dia lahir??"
"Tepat pada hari dimana perceraian ku dengan Christian Ma."
"Ooooo..... Mama sangat berdosa. Tuhan ampunilah wanita tua ini." Mamanya Christian menangis tersedu - sedu. Melany kakaknya Christian membawa mama keluar dan tepat di luar ruangan mama pingsan.