Cerita ini bermula dari perjodohan seorang anak SMA yang dijodohkan karena hutang keluarganya dia terpaksa menikah. ternyata laki laki yang akan menjadi suaminya adalah guru sekolahnya sendiri
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santisnt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 34
Sisil kemudian langsung menaiki taksi dan pulang ke rumah.sqmpai diruamh nampak pintu sudah dikunci dan lampu sudah dimatikan
"untung tu orang kayaknya udah tidur"ucap Sisil sambil mengeluarkan kunci cadangan yang sengaja ia ambil dan dibawa
jrenggggggg
lampu menyala membuat Sisil sontak terkejut
"ehemmmm kenapa mengendap seperti itu mau jadi maling masuk rumah seperti itu"ucap Jordan berdiri dibelakang pintu
"tidak siapa yang mengendap endap"ucap Sisil memalingkan wajahnya
"kamu ini anak perempuan pulang jam segini sudah berapa jam ini bukan kah disekolah dipulangkan cepat kenapa masih kelayapan"ucap Jordan sambil menjewer kuping Sisil
"awwww lepaskan ini bukan disekolah saya bukan murid disini"ucap Sisil sambil menepis tangan Jordan
"pintar berarti kamu tau kan tugas mu dirumah sebagai apa seorang istri"ucap Jordan mengangkat alis puas
"aku tau tidak perlu diingatkan"ucap Sisil mengangkat dagunya
"kalau kamu tau cepat bersih bersih dan buatkan makanan untuk suami mu ini"ucap jordan licik
"beli saja makanan online aku juga tidak bisa masak"ucap sisil
"baik kalau kamu tidak mau lakukan aku akan telfon mama sekarang dan memberitahu bahwa anaknya ini pulang hingga malam"ucap Jordan mengancam dan menunjukkan kontak mertuanya
"iya iya puas aku akan masak setelah bersih bersih"ucap Sisil tampak kesal dan masuk ke kamarnya.setelah itu Sisil kembali kedapur untuk memasak
"masak masakan yang lezat dan satu lagi jangan coba coba meracuni saya"ucap Jordan dan duduk dekat sofa
"dasar baperan faktor u sih"ucap Sisil dalam hati
"aduh masak apa lagi ngerti juga nggak terakhir masak nasi goreng aja sih adek langsung muntaber apa lagi ini di suruh masak"ucap Sisil sedikit berbisik
kemudian Sisil berinisiatif untuk memasak telur dadar ia ambil dua butir telur dan garam lalu mulai membuatnya.saat ia memasukan telur ke kuali percikan minyak mengenai tumbuhnya
"awwwww"teriak Sisil
mendengar teriakkan Sisil Jordan langsung pergi menghampiri dengan rergesa gesa
"ada apa"ucap Jordan panik
"sakit"ucap Sisil menunjukkan percikan minyak di dagunya dan tangan
"huuuuuu"Jordan segera meniup
"kenapa kalau baik gini nih guru jutek keliatan ganteng"ucap Sisil menatap Jordan
"bau apa ini"ucap Jordan mengendus
"ahhhhhh telor"ucap Sisil menunjuk telor dadarnya yang sudah menghitam
"ahhhh kamu ini mau bikin rumah kebakar atau gimana sih masak telor aja nggak bisa"ucap Jordan memarahi Sisil
"budeg atau tuli atau gimana dari tadi gue udah ngomong nggak bisa masak pakem nyala nyalain gue lagi"ucap Sisil marah
"hemmmm yasudah maaf"ucap Jordan mengalah
"minggir"ucap Sisil ingin kembali ke kamar
"tunggu kita beli obat dulu luka kamu nanti makin sakit"ucap Jordan menarik pinggul istrinya
"ishhhh lepasin nggak usah"ucap Sisil cetus
"ya sudah kalau gitu awas nanti pagi lukanya nggak bisa hilang soal pembantu ku juga pernah gitu.bayangin aja kulit putih kamu akan nggak mulus lagi"ucap Jordan menakuti Sisil
"ishhhh ogah banget kalau orang orang jijik sama gue gimana kalau kak pijan nggak mau Deket Deket gue lagi nanti"ucap sisil dalam hati sambil memikirkan
"ya udah ayok Jagan lama"ucap Sisil berjalan keluar
"dasar anak ABG"ucap Jordan menggeleng kepala
GARA-GARA SEBOTOL MINUMAN