NovelToon NovelToon
Rahasia Kalung HW

Rahasia Kalung HW

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Action / Dark Romance
Popularitas:6.5k
Nilai: 5
Nama Author: linda huang

Sejak kecil, Ice Meng selalu menjadi orang yang berkorban untuk keluarganya. Membayar utang judi ayahnya, membantu biaya pernikahan kakaknya, hingga menanggung kuliah adiknya.

Di tengah hidup yang penuh tekanan, ia hanya memiliki sebuah kalung berinisial HW, hadiah dari pria asing yang pernah ia selamatkan beberapa bulan lalu.

Tidak lama kemudian Ice menyadari kalung itu bukan benda biasa.
Orang-orang yang ingin menyakitinya mendadak mundur saat melihatnya.

Dan seorang pria bernama Howard Wang perlahan kembali hadir dalam hidupnya.

Saat Ice mulai jatuh hati, ia menemukan fakta mengejutkan.

Kalung HW yang selama ini ia kenakan ternyata bukan sekadar hadiah ucapan terima kasih, melainkan simbol yang membuat banyak orang ketakutan.

Lalu... siapakah sebenarnya Howard Wang?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Toko Yun Hua

Tanah liat basah berputar perlahan di atas roda tembikar.

Sepasang tangan ramping membentuknya dengan hati-hati, mengubah gumpalan tanah liat menjadi vas yang anggun.

Di dalam Toko Keramik Yunhua, para pekerja sibuk menyelesaikan pesanan pelanggan.

Rak-rak kayu dipenuhi berbagai vas, guci, dan keramik antik yang siap dijual.

Aroma tanah liat dan glasir memenuhi ruangan.

Gadis itu menundukkan kepala, fokus pada pekerjaannya.

Jika pesanan ini selesai tepat waktu, ia bisa memperoleh tambahan upah untuk membantu membayar tagihan keluarganya.

Saat itulah suara keras tiba-tiba terdengar dari luar.

Brak!

Pintu toko didorong hingga membentur dinding.

Suasana langsung hening.

Beberapa pria bertubuh besar masuk dengan wajah garang.

"Mana Ice Meng?"

Tangan gadis itu langsung berhenti bergerak.

"Kalian siapa?" tanya seorang pria paruh baya yang merupakan pemilik toko itu.

"Panggil Ice Meng!" bentak salah satu preman.

Suasana toko yang semula tenang langsung menjadi hening. Beberapa pelanggan menoleh ke arah pintu dengan wajah penasaran.

Mendengar namanya disebut, seorang gadis yang sedang duduk di depan roda tembikar perlahan berdiri.

Tanah liat masih menempel di kedua tangannya.

"Ada apa mencariku?" tanyanya sambil berjalan mendekat.

Salah satu preman menatapnya tajam. "Kau Ice Meng?"

"Iya."

"Bagus. Hutang ayahmu kapan akan kau lunasi?"

Wajah Ice langsung berubah.

Di sampingnya, Bos Liu mengernyit. "Ice, kau kenal mereka?"

Ice menggigit bibirnya.

"Paman, mungkin papaku berutang pada mereka."

Mendengar itu, wajah Bos Liu langsung menggelap.

Ia melangkah maju dan berdiri di depan Ice.

"Di sini tempat usahaku. Kalian tidak boleh membuat keributan di sini. Keluar!"

Preman itu mendengus dingin.

"Kami hanya ingin menagih uang."

"Aku tidak peduli urusan kalian. Jangan mengganggu pelangganku."

Bos Liu lalu menoleh ke arah Ice.

"Ice, selesaikan urusan ini di luar. Jangan sampai mengganggu pelanggan lainnya."

"Iya, Paman," jawab Ice pelan.

Ia segera pergi ke wastafel untuk membersihkan tanah liat yang menempel di tangannya sebelum keluar dari toko.

Beberapa saat kemudian.

Ice berdiri di luar toko bersama empat preman itu.

"Utang pokoknya 150.000 yuan. Sekarang sudah menjadi 240.000 yuan."

Pria itu mengeluarkan secarik surat utang lalu melemparkannya ke depan Ice.

"Tiga hari. Hanya tiga hari."

"Aku tidak mungkin mengumpulkan uang sebanyak itu dalam waktu tiga hari," kata Ice dengan wajah pucat.

"Itu bukan urusan kami," kata salah satu preman dengan nada dingin. "Saat Lowie Meng meminjam uang dari bos kami, dia menggunakan kartu identitasmu."

"Apa?" Wajah Ice langsung berubah. "Kartu identitasku?"

"Benar."

Preman itu menyeringai.

"Jadi bisa bayar atau tidak, kau tetap harus bertanggung jawab."

Ice mengepalkan tangannya.

"Aku tidak tahu apa-apa soal ini."

"Itu juga bukan urusan kami."

Pria itu melangkah mendekat.

"Kalau setelah tiga hari uangnya belum ada, kami akan membawamu menemui bos besar."

Tubuh Ice langsung menegang.

"Maksudmu apa?"

Preman itu tertawa.

"Kau masih muda dan cantik. Dengan wajah seperti itu, mencari uang bukanlah hal yang sulit."

Wajah Ice seketika memucat.

"Papaku yang berutang. Kalian seharusnya mencari dia!"

Pria itu menatap Ice dari atas ke bawah dengan tatapan sinis.

"Sebagai anaknya kau yang harus melunasinya, ini termasuk perjanjian kami. Lowie menyebut namamu dan alamat tempat kerjamu. Agar kami datang menagih uang denganmu."

Sambil berbicara, tangannya terulur hendak menyentuh wajah Ice.

Namun Ice segera menghindar.

"Jangan sentuh aku!"

Plak!

Ice menepis tangan pria itu.

Senyum di wajah preman tersebut langsung menghilang.

Tatapannya menjadi dingin.

"Ingat baik-baik, Ice Meng."

Ia menunjuk wajah gadis itu.

"Kami akan kembali tiga hari lagi."

"Kalau kau berani melapor ke polisi atau mencoba kabur, jangan salahkan kami kalau toko tempatmu bekerja menjadi sasaran berikutnya."

Wajah Ice semakin pucat.

Preman itu mendengus dingin sebelum berbalik pergi bersama anak buahnya.

Tak lama kemudian, sebuah mobil hitam membawa mereka meninggalkan tempat itu.

Ice berdiri seorang diri di pinggir jalan.

Kedua tangannya perlahan mengepal.

Matanya mulai memerah.

"Kenapa..." gumamnya pelan. "Kenapa selalu aku yang harus membereskan semua masalah yang dia buat?"

Tanpa ia sadari, sebuah sedan hitam terparkir di seberang jalan.

Seseorang sedang memperhatikannya dari balik kaca jendela yang gelap.

Pria itu menatap sosok Ice yang berdiri sendirian dengan mata yang sulit ditebak.

Beberapa detik kemudian, kaca jendela perlahan terangkat.

"Patahkan tangan pria yang tadi mencoba menyentuhnya."

Suara pria itu tenang.

Namun membuat suhu di dalam mobil seolah turun beberapa derajat.

"Dengan senang hati," jawab asistennya.

Pria itu menyandarkan tubuhnya ke kursi. Tatapannya masih tertuju ke arah Ice.

"Dan pastikan dia tidak pernah muncul lagi di depan Ice Meng."

"Baik, Bos."

Malam hari.

Setelah pulang kerja, Ice melangkah dengan wajah lesu sambil memikirkan uang yang harus ia cari untuk melunasi utang ayahnya.

Tiba-tiba dua pria mabuk bersetelan hitam menabrak Ice hingga tubuh gadis itu terkapar di jalan. Saat jatuh, logo pada kalungnya terlihat jelas keluar dari balik bajunya.

“Hei, apa kau buta, hah?” teriak salah satu pria mabuk itu.

Ice bangkit sambil menahan sakit pada lengannya.

“Kalian yang menabrakku tadi,” jawab Ice.

Keduanya terdiam sesaat, lalu menatap logo HW yang terdapat pada kalung gadis itu.

“Itu…” ucap salah satu pria itu sambil menunjuk ke arah kalung tersebut.

Temannya membulatkan mata, mengucek matanya, lalu melihat dengan lebih teliti.

“Ada apa dengan kalian?” tanya Ice sambil menutup dirinya dan menjauh.

“Nona… maafkan kami. Kami tidak sengaja. Kami yang salah, kami minta maaf,” ucap keduanya hampir bersamaan, suara mereka berubah panik. Tanpa menunggu jawaban, mereka segera berbalik dan pergi dengan tergesa-gesa.

“Kenapa tiba-tiba mereka ketakutan?” gumam Ice.

1
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
deg degan
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
tanpa basa-basi ya Howard
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
makin penasaran thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
HW ada hubungan apa sama ice

dan kenapa ice yg jadi tulang punggung. apa ice bukan anak kandung nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir tgor
Maria Mariati
pas Elvis datang si lulu masih di situ, ikan datang, Elvis cepat so ice lagi di rudung sama lulu, selamatin dia
Melinda Cen
lanjut kk, biar semua terbongkar, ice bisa ketemu Bpk nya
Kinara Widya
makin seru kak...lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard 😭😭😭😭😭
Maria Mariati
ice keturunan mafia 👍👍👍
Maria Mariati
dia anakmu 😭😭😭
merry
ditglin kn di panti di adopsi klurga ngk baik hdp juga sengsara tp seengk hdp y,, tp kalo tau ank mafia mngkin ice di incar musuh ayah
merry
tu snow tu ice tp tetap ajj cariin ank. hilng kyk cari jarum di tumpukan jerami
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
dia snow Howard snow dia, viona adalah snow yang kalian cari😭
Pikachu: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 4 replies
Kinara Widya
lanjut
Maria Mariati
Howard hati gadis mu mau di jdikan target musuh mu
Sribundanya Gifran
lanjut
Sribundanya Gifran
lanjut thor
merry
lucu juga ya tu org takut nmy hw donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!