NovelToon NovelToon
Anak Kembar Mafia

Anak Kembar Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:59.3k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Hana Yasmin adalah lambang dari ketegaran wanita yang luar biasa. Enam tahun yang lalu terpaksa diusir dari rumah orang tuanya sendiri karena telah mengandung benih pria yang tidak dia kenal. Sebuah tragedi kelam merenggut paksa kesucianya. Trauma mendalam itu sempat meruntuhkan dunia Yasmin. Namun, takdir berkata lain. Bayi yang dititipkan dalam tahimnya lahir sepasang malaikat kecil laki-laki dan perempuan yang ia beri nama Fatir dan Fathia.

Yasmin berjuang sendiri membesarkan anak kembarnya itu hingga tumbuh menjadi anak yang cerdas, padahal masih usia 5 tahun dan sekolah TK. Yasmin yang bekerja di restoran bertemu Marco Bellini. Pria itu jatuh cinta kepadanya bahkan mengajak menikah dan berjanji untuk membesarkan si kembar, tapi rasa trauma membuat Yasmin tidak mudah untuk menerima.

"Yasmin, menikahlah denganku demi kamu dan anak-anak."



Apakah Yasmin akhirnya menerima Marco? Bagaimana kisah selanjutnya? Kita ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Barang-barang yang akan Yasmin bawa pindah sudah di kemas dalam kardus, tas, dan juga plastik besar. Namun, Fatir dan Fathia belum mau berangkat karena yakin Marco akan datang menjemput. Sebisa mungkin Yasmin menjelaskan bahwa Marco sedang berhalangan agar tidak usah menunggu.

"Kalian tunggu di rumah dulu ya, Bunda mengantar kardus ini sedikit-sedikit supaya tidak berat," pamit Yasmin sembari mengikat kardus dengan tali plastik.

"Jangan Bundaaaa... beraaaattt..." cegah Fatir dan Fathia, membuat Yasmin menghentikan tangannya. Pandanganya tertuju kepada anak-anaknya itu, kenapa masih juga berharap padahal ia yakin pria yang mereka tunggu tidak akan datang.

"Kita selama ini selalu mandiri kan sayang, ke sekolah juga setiap hari jalan kaki, masa pindahan saja harus menunggu Om Marco."

"Tapi kalau ke sekolah hanya bawa ransel keciiill... Bundaaaa... Nggak berat," ujar Fatir memotong, ia menatap bundanya geregetan. Sudah dibilangi berat tapi ngeyel. Maksud mereka kasihan kepada bundanya.

Yasmin tertawa lepas melihat bibir Fatir sampai monyong sungguh menggemaskan, pikiran anak-anaknya itu sering kali seperti orang dewasa.

"Om Marco kenapa sih... pakai bohong..." sewot Fathia bibirnya pun mengerucut.

"Adik benar Bun, padahal bohong itu dosa kan?" timpal Fatir kecewa.

"Sudah-sudah... Bukankah sering Bunda ajarkan? Kalian tidak boleh berprasangka buruk kepada siapapun, termasuk Om Marco. Mungkin saja kan, jalanan macet, mobilnya mogok, atau Om Marco memang sedang sakit," Yasmin menasehati, walau sebenarnya ia pun tidak kalah kecewa. Bukan dirinya yang ia pikirkan, tapi melihat anak-anak terlalu berharap seperti itu membuatnya semakin kesal.

"Sekarang begini saja, Bunda sewa mobil dulu ya," kata Yasmin harus mengalah demi anak-anak.

"Nanti kalau Om Marco datang ke sini mencari kita, terus kita sudah nggak ada, bingung Bunda..." Fatir membayangkan jika Marco nanti tidak menemukan alamatnya, ia tidak akan bertemu Marco lagi.

"Om Marco itu sudah dewasa sayang... nanti bisa tanya sama Ibu Endang, sudahlah..." pungkas Yasmin. Ia tidak mau debat lagi lalu ambil handphone baru entah pemberian siapa. Benda tersebut sudah ia aktifkan malam tadi. Yasmin kemudian memesan pick up online, setelah berhasil kemudian mengeluarkan beberapa barang ke teras kontrakkan.

"Ibu Yasmin ya?" Tanya seorang pria masuk ke latar kontrakan.

"Betul, siapa ya?" tanya Yasmin, menatap pria yang tidak ia kenal sebelumnya, tapi anehnya tahu namanya. Terlebih wajahnya sedikit menakutkan, bekas goresan benda tajam di pipi meninggalkan jejak hitam. Yasmin tentu saja takut tidak ingin terjadi sesuatu dengan si kembar.

"Saya supir pick up yang Ibu pesan," jawabnya sopan sambil tersenyum, sedikit mengurangi rasa takut di data Yasmin. Namun, merasa aneh, belum ada satu menit memesan kendaraan, mustahil sudah tiba di tempat itu, kecuali kendaraan tersebut sudah parkir di ujung gang.

"Kok bisa secepat itu, Bang?" tanya Yasmin curiga.

"Mungkin sudah rezeki saya, Bu. Ketika Ibu pesan pick up, kebetulan saya sedang melintas di pinggir gang," papar pria itu.

Melihat sorot mata pria yang tidak liar seperti penjahat, Yasmin berpikir positif. Namun, ketika hendak mengangkat kardus-kardus dan akan ia bawa ke pinggir jalan, dengan cepat pria itu menahan.

"Tidak usah Bu, biar saya saja."

Yasmin tertegun menatap pria berbadan tinggi besar itu mengangkat dua kardus besar seperti mengangkat kapas.

"Sayang... mobilnya sudah datang, kita berangkat ya..." Yasmin membiarkan barangnya di angkat pria itu, lalu ke dalam memanggil Fatir dan Fathia.

"Om Marco sudah datang, Bun?" Tanya dua anak itu berlari-lari keluar.

"Bukan, Bunda tadi sudah bilang sama kalian mau pesan mobil pick up kan, tapi bukan seperti milik Om Marco ya..." Yasmin memberi gambaran seperti apa mobil yang akan mereka tumpangi daripada anak-anaknya nanti kecewa.

"Nggak apa-apa Bun..." jawab mereka mulai semangat lagi. Mereka meninggalkan rumah itu berjalan sama-sama ke pinggir jalan.

Tiba di tempat itu, supir pick up minta Fatir dan Fathia duduk di depan. Tapi Yasmin tidak mengizinkan. Memilih mengajak anak-anak duduk di belakang walaupun panas tapi matahari pagi justru menyehatkan. Walau pria itu terlihat baik, Yasmin tentu harus waspada, dan berusaha melindungi anak-anak.

Mobil pick up melaju pelan membelah jalanan komplek, membawa tumpukan kardus dan tas berisi barang-barang mereka. Di tengah-tengah tumpukan itu, Fatir dan Fathia berdiri sambil berpegangan pada pagar samping, wajah mereka berseri-seri melihat alam luar. Angin sepoi-sepoi menerpa rambut mereka, membuat keduanya bersorak riang tanpa henti.

"Wah, anginya kencang sekali Bundaaa!” seru Fatir sambil melambaikan tangan ke udara.

""Kakak... ada pesawat terbang..." seru Fathia tak kalah melengking dari Fatir ketika pesawat kecil melesat tidak terlalu tinggi.

Yasmin yang duduk di belakang Fatir dan Fathia memegang tubuh mereka agar tidak jatuh. Ia tidak berhenti tersenyum melihat kedua anaknya bahagia seperti itu. Namun, juga terselip kesedihan karena selama ini anak-anak jarang naik mobil.

Mereka tak peduli debu atau posisi yang agak goyah, karena biasanya mereka hanya bermain-main di seputar dapur, kamar dan ruang tamu sempit. Maka dalam kondisi seperti itu pun sangat bahagia.

Tidak terasa. Mobil pick up akhirnya berhenti di depan rumah dua lantai yang tampak megah berdiri di lingkungan yang tenang. Dengan cepat supir pick up menurunkan kardus dan tas pakaian satu per satu, seolah tidak mengizinkan Yasmin mengangkat yang berat-berat.

"Terima kasih Bang, simpan di teras saja."

"Baik, Bu," jawab supir.

Yasmin hanya menatap aneh dan bingung, kenapa supir itu tidak seperti supir pada umumnya? Memperlakukan dirinya seperti bos saja. Yasmin seketika ingat keluarga di Bandung, beberapa anak buah ayahnya dulu memanjakan dirinya seperti itu. Yasmin dibesarkan di keluarga yang harmonis, hangat, dan sangat sayang kepadanya. Tetapi kesalahan sekali yang ia lakukan dengan tidak sengaja membuat hidupnya terlunta-lunta di jalanan, bahkan pernah tidur di emperan toko.

"Ya Allah... Mudah-mudahan Ayah sudah berubah. Dan semua orang baik hati yang menjadi penolongku dan anak-anak akhir-akhir ini orang suruhan Ayah," batin Yasmin. Supir itu, pengirim handphone, dan juga Jenita yang merelakan rumahnya untuk ia tinggali.

"Bundaaaa... aku yang buka kunci rumah ya..." ujar Fatir dan Fathia yang sudah berdiri di depan pintu dengan mata berbinar-binar.

 "Iya Bunda, aku sudah tidak sabar mau masuk ke kamar, terus menata mainan di lemari," lanjut Fathia berlari-lari kecil mendekati Yasmin yang sedang membayar supir.

Yasmin memberikan kunci kepada putrinya, menutup pagar, kemudian mengikuti mereka masuk sambil membawa kardus.

Di luar pagar, mobil pick sudah berlalu, tapi kecepatannya tidak sama seperti ketika mengantar Yasmin, kencang dan ugal-ugalan. Begitu keluar dari komplek yang seharusnya akan mengendara lebih kecang lagi, tapi justru melambat kala handphone di sebelahnya berdering.

"Bagaimana? Mereka sudah sampai rumah dengan selamat?!"

"Sudah Tuan..."

...~Bersambung~...

1
Les Tary
Marco emang payah sekelas Mafia kakap asal gelap celop aja apalagi sekelas Rina🤭🤭
Eka ELissa
nah loh.....
bingung....tu...Marco mo jawab apaan....
Lia siti marlia
nah bagus yasmin kamu harus tegas sama marco🥺🥺🥺
🌷💚SITI.R💚🌷
hadeeh klu wanita udh gila harta dan nsfsu ga mikir bahsya dan baik tdky
Hera sasuwe
riweh nih masa lalu marco buat gregetan sampe emosi
Lisa Halik
lagi thor makin penasaran...sudah bagi gift juga
Lia siti marlia
waduh c rossa udah berani ngancam pake senjata siap siap kamu di kulitin sama marco rossa😂
ardiana dili
lanjut
Eka ELissa
alah ....ngimpi kwe Ross....
jgn kan knyataan dlm mimpi juga Marco GK bkln blik Karo kwe tau....🤣🤣🤣🤣🫣
Eka ELissa
waduh siapa lagi ini yass......
bnyak bgt ....bikin syok nya....dri kmrin 🤣🫣
Les Tary
Marco emang Rossa sudah kamu janjiin apa bisa senekat itu
Lisa Halik
gift menyusul thor...semangat updatenya
Teh Yen
ini pasti cewek yg kmr Dateng ke rmh Marco yah ,,.ktnya udh d usir Marco kok dia balik lagi sih
Teh Yen
waduh smoga Emil engg bilang ke Yasmin deh nanti nanti aj taunya gt hehe 😁
🌷💚SITI.R💚🌷
ujian kamu blm tuntas yasmin mungkin msh panjang,,apa lg berhadapan sm cewe kaya ditu yg tsk tau mslu..apa nanti² tuh cewe² marcopolo trs berdatangan ya trmasuk runa..wah yasmin kewalahan dan diap² genhatan senjaya lg nih
🌷💚SITI.R💚🌷
ini cewe selalu nyari gara² ya..tr lama² du buang ke antartika deh sm marcopolo
Bunda HB
Saya ada bu jasmin klo 2jt...tk bantu byr.👍🙏🫡🤣
Lia siti marlia
kondisi yasmin sekarang memang gak kekurarang masal uang masalah makan tapi hati yasmin masih harus terus menerus menghadapi oarang orang yang ada di masa lalu marco 🥺🥺🥺entah sampai kapan 🤔🤔🤔
ardiana dili
lanjut
Les Tary
Kasihan Yasmin semenjak menikah sama Marco ada aja drama dari org masa lalu Marco
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!