NovelToon NovelToon
My Favorite Customer

My Favorite Customer

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:774
Nilai: 5
Nama Author: Rygobii_15

Gimana rasanya suka sama customer sendiri?
Kalau customer-nya jomblo, oke lah... masih bisa dideketin pelan-pelan.

Lah, aku?

Aku ajah kerja di toko bunga.

Yang artinya, sebagian besar customer-ku datang buat beli bunga untuk pacarnya, calon istrinya, atau bahkan istrinya beneran.

Sial banget nggak sih?

Gini nih kalau kelamaan jomblo. Sekalinya suka sama cowok, malah suka sama cowok yang kemungkinan besar udah ada yang punya.

Huhuhu.

Tapi tenang, aku tahu diri kok.

Aku cuma mengaguminya dari jauh.

Lagian, mana mungkin ada kisah cinta antara karyawan toko bunga biasa sepertiku dengan customer yang cuma datang sesekali?

...kan?

Atau jangan-jangan, semesta memang sedang menyiapkan sesuatu yang nggak pernah aku duga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rygobii_15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

hal yang mulai sering muncul

Pagi di Ibusya Flower Studio selalu punya ritme yang sama sunyi di awal Lalu pelan-pelan berubah jadi sibuk wulan sudah hafal itu.

Tapi hari ini, ada hal lain yang bikin suasananya terasa sedikit berbeda, sarah berdiri di dekat meja depan saat Wulan masuk.

Seperti biasa, ekspresinya tenang,

Terlalu tenang. “Pagi.”

Wulan mengangguk. “Pagi, Kak.”

Sarah menatapnya sebentar. “Hari ini kamu masih lanjut konsep wedding kemarin.”

Wulan langsung menghela napas kecil."lagi?”

Sarah mengangguk. “Masih belum final.”

Wulan hanya bisa pasrah. “yah mau gimana lagi.”

Di lantai bawah, Wulan langsung kembali ke meja bunga. Meja panjang di tengah ruangan sudah dipenuhi bunga segar.

Hari ini dia benar-benar sendirian lagi Tidak ada partner, Tidak ada bantuan, Hanya dia dan bunga.

“Enak sih sebenarnya,” gumamnya.

“Tapi sepi juga.”

Beberapa jam kemudian Pintu studio terbuka

Wulan tidak langsung menoleh

Dia pikir kurir atau pelanggan biasa.

Sampai suara itu terdengar. “Saya datang lebih awal.”

Wulan berhenti. “ what.”

Dia menoleh, Saka sudah berdiri di dekat pintu masuk Rapi seperti biasa.

Tapi kali ini dia tidak langsung naik ke atas, Dia berhenti di area bawah. Melihat Wulan.

“Sudah mulai?”

Wulan cepat menjawab. “sudah.”

Saka mengangguk pelan.Lalu matanya turun ke meja bunga. “Rapi.”

Singkat. Tapi Wulan tetap merasa itu… berbeda.

Tidak lama setelah itu, Sarah memanggil Saka ke atas Mereka bicara sebentar soal revisi konsep.

Wulan tetap di bawah, bekerja seperti biasa.

Tapi kali ini pikirannya tidak sepenuhnya fokus.

" kenapa dia selalu muncul di jam yang sama sih.”

Dia menggeleng kecil. “Fokus, Wulan.”

Sampai suara langkah terdengar. Wulan menoleh sekilas Dan berhenti nara.

Perempuan itu masuk seperti sudah tahu tempatnya, Santai Ramah.

Seolah tidak ada jarak dengan siapa pun di ruangan itu. “Hai.”

Wulan hanya mengangguk kecil. " hai.”

Nara melirik meja bunga. “Kamu yang ngerjain semua ini?”

Wulan mengangguk.“Iya.”

“Rapi banget.”

“…terima kasih.”

Nara tersenyum." saka di atas ya"

" iya disana "

Lalu tanpa banyak basa-basi, dia naik ke atas.

Ke arah ruang meeting Wulan kembali bekerja.

Tapi kali ini tangannya sedikit melambat.

" dia lagi fiks sih ini mah kalo ngga pacar ya istri.”

Dia berhenti sebentar Menatap tangga.

Lalu buru-buru kembali ke bunga.

“ yaudahlah bukan urusan gua juga mau istrinya kek terserah hah lanjut Kerja aja dah ”

Di ruang meeting atas Saka dan Sarah sedang membahas revisi, Nara duduk santai di dekat pintu, ikut mendengar sesekali.

Saka menatap layar laptop. “Kalau bagian entrance, terlalu padat.”

Sarah mengangguk. “Wulan tadi juga bilang begitu.”

Saka diam sebentar.“Dia bagus di flow.”

Nara menoleh. “Wulan?”

Saka mengangguk.“Iya.”

Sederhana Tidak panjang. Tapi cukup. Nara tersenyum kecil. “Kayaknya dia serius kerja ya.”

Saka tidak menjawab Seperti biasa Tapi matanya sedikit terarah ke bawah, Ke arah lantai satu Ke tempat Wulan sedang bekerja.

Di bawah, Wulan sedang merangkai buket ketika tiba-tiba bersin pelan. “ siapa yang ngomongin gue nih berani-beraninya ngomongin gua.”

Dia mengusap hidungnya. “Perasaan aneh terus hari ini.”

Sore hari Meeting selesai,

Saka turun lebih dulu Sarah menyusul di belakang, Nara berjalan santai di samping mereka.

Wulan masih di meja bunga. Fokus menyelesaikan satu buket terakhir.

Saka berhenti sebentar di dekat meja. “Sudah selesai?”

Wulan langsung kaget kecil. " sudah dong "

Saka belum langsung melangkah pergi, Tatapannya masih tertuju pada buket yang sedang dipegang Wulan.

Beberapa detik.

Tanpa suara.

Wulan yang menyadari itu mulai salah tingkah sendiri. " ada yang salah ya?"

Saka menggeleng pelan. "Buket ini buat siapa?"

Wulan melihat kembali rangkaian bunganya.

"Oh... ini pesanan anniversary."

"Custom?"

"Iya."

Saka mengangguk kecil. "Kenapa pilih bunga ini?"

Wulan sempat terdiam, Jarang ada yang bertanya soal alasan di balik rangkaian bunga

Biasanya pelanggan cuma melihat hasil akhirnya.

"Karena customer bilang hubungan mereka udah lama."

Saka masih mendengarkan.

"Jadi aku pilih warna yang lebih hangat. Mawarnya nggak terlalu merah, terus ditambah lisianthus sama sedikit eucalyptus biar kelihatan lebih tenang."

Saka menatap buket itu sekali lagi. " Pantes."

Wulan berkedip. "Hah?"

"Kelihatannya pas."

Jawaban itu membuat Wulan mendadak bingung harus membalas apa.

"...oh." Cuma itu yang keluar.

Beberapa langkah di belakang mereka, Sarah baru turun dari tangga sambil membawa tablet Tatapannya bergantian ke Wulan dan Saka.

"Lho,Kalian masih di sini?"

Sarah melirik buket di tangan Wulan. "Lagi direview juga?"

Wulan menggeleng cepat."Nggak kok."

Sebelum suasana makin canggung, Sarah malah tersenyum tipis. "Bagus. tandanya konsep bunga kita mulai dipahami orang luar."

Wulan mengembuskan napas lega."Oh... kirain."

Sarah mengangkat sebelah alis."Kirain apa?"

"Nggak nggak jadi."

Sarah terkekeh pelan. "Overthinking lagi?"

Wulan langsung menggaruk tengkuknya. "...hehe."

Saka hanya berdiri diam.

Entah kenapa, sudut bibirnya seperti hampir membentuk senyum.

Tipis sekali.

Sampai Wulan sendiri tidak yakin benar-benar melihatnya, Di sisi lain ruangan, Nara baru selesai menerima telepon.

Saat kembali masuk, matanya menangkap pemandangan itu.

Saka.

Sarah.

Dan Wulan.

"Boleh lihat?" Nara menunjuk buket di tangan Wulan.

"Oh... boleh." Wulan menyerahkannya dengan hati-hati.

Nara mengamati setiap detail. "Bagus banget rapih juga Pasti butuh waktu lama ya?"

Wulan mengangguk. "Kalau yang custom memang lebih lama."

Nara tersenyum. "Pantes Kak Sarah sering muji kamu."

Wulan tertawa kecil. "Sering dimarahin juga."

Sarah langsung menyahut dari belakang. "Itu namanya dibimbing."

"Iya, iya... dibimbing."

Mereka semua tertawa pelan.

Bahkan suasana studio yang sejak tadi terasa kaku jadi sedikit lebih hangat.

Tak lama kemudian, Wulan berjongkok mengambil ember berisi bunga sisa di bawah meja,

Ember itu lumayan penuh.

Dia mencoba mengangkatnya sendiri.

"Hup..." Baru terangkat sedikit.

Tiba-tiba ada tangan lain yang mengambil pegangan ember itu. Wulan refleks menoleh.

Saka.

"...eh?"

"Biar saya."

"Nggak apa-apa, aku bisa kok."

Saka tetap mengangkat ember itu tanpa banyak bicara. " dari pada tumpah"

Jawabannya singkat.Tapi cukup membuat Wulan membeku beberapa detik.

"I-iya..."

Saka membawa ember itu ke area belakang penyimpanan seolah itu hal yang biasa,

Sarah yang melihat dari kejauhan hanya melipat tangan.

Sudut bibirnya terangkat tipis. "Hm."

Nara ikut memperhatikan. " kenapa, Kak?"

Sarah menggeleng pelan. "Nggak, Cuma..."

Tatapannya kembali ke arah Wulan yang masih berdiri mematung. "...menarik aja."

Wulan sendiri bahkan belum sadar kalau pipinya mulai terasa hangat.

Dalam hati ia menghela napas panjang.

"Ya ampun Kenapa sih hari ini semuanya bikin salah tingkah terus itu loh bang cewe muu ga takut berantem kahhh udah tak tahan-tahan lohh"

Ia menepuk pelan kedua pipinya. " Udah back to work "

Meski begitu...

senyum kecil yang tanpa sadar muncul di wajahnya sulit sekali disembunyikan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!