20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan terberat
Aku ini anak bapak sama ibu bukan!! Kenapa aku selalu diperlakukan berbeda sama mba intan? Aku dari kecil harus jualan, uangnya buat kalian semua. Bahkan sampai aku kerja sekarang 50% gajiku nyaris buat kalian! Asal bapak ibu tau aku di sini makannya ngirit Bu. Sarapan pagi di makan 2 kali buat makan siang. Malem aku ga makan Bu. Karena ga cukup gajiku. Ya buat bayar kuliah, buat kalian, bayar motor ongkos berangkat kerja. kalian ga pernah nanyain kabarku! Yang kalian tanya apa masih bisa transfer, beli beras beli token huhuhu.. Ya Allah aku ga kuat, tolong ambil saja aku huhuhu, semua isi hati Yunia dikeluarkan.
Pak Adam pun semakin menahan emosinya melihat Yunia menangis sambil terduduk di lantai. Sementara ibunya Yunia hanya berdiri menahan badan bapak yang berusaha mendatangi Yunia.
Pak Adam : bapak ibu dengar kan apa yang dikatakan Yunia. Sekarang kalian maunya apalagi?
Bapak : oh ya sudah dia sudah mulai berhitung semuanya. Sekarang bapak yang akan mutusin tali keluarga ini. Kamu dengar ya, kamu memang bukan anak bapak. Kamu itu di ambil ibumu di pasar, kamu di tinggalkan sama orang tuamu. wajar kamu membalas Budi ke keluarga kami. Karena kalo bukan di ambil sama ibu kamu itu sudah mati digigit anjing liar di pasar!!!
Yunia berkata : ya Allah pak saya ga minta di ambil oleh kalian, lebih baik saya mati di makan anjing sekalian dari pada saya sakit hati selama hidup saya.
Ibu : Oalah kamu tambah ngelantur ya, ibu dari tadi diam ya Yun. Kamu sejak kerja tambah berubah, ga nurut lagi sama ibu
Yunia pun berteriak: ibu mau aku nurut gimana? Ngasih semua gajiku terus aku mati kelaparan di sini?
Pak Adam : sttt ssudah sekarang semua diam, ga ada penyelesaian di sini.
bapak ibu sekarang saya akan panggil pak RT di sini untuk menyaksikan penandatanganan surat pernyataan bapak dan ibu yang akan melepaskan penuh Yunia.
Bapak : ho.. Bapak ini enak sekali ya merintah-merintah saya sama istri saya. Saya ga bersedia buat surat pernyataan. Saya mau uang saya sekarang.
Pak Adam pun tertawa: uang bapak yang mana? Saya bisa lho telpon polisi ke sini sekarang buat mengusir keluarga bapak karena sudah membuat keributan dan mengganggu kenyamanan penghuni di sini.
Bapak : hei kamu berani-berani ngancam saya. Silahkan kamu panggil polisi saya ga takut!!
Pak Adam: ok saya telpon polisi sekarang, silahkan bapak dan ibu pulang tanpa uang sepeser pun dari sini.
Mba intan yang dari tadi dikamar tiba-tiba keluar dan menghampiri bapak ibu dan berbisik - bisik.
ehm.. Pak begini saya mewakili orang tua saya minta maaf bila membuat kegaduhan di sini. Kami bersikap begini karena lelah pak, dan harus segera bayar hutang kami. Jadi tolong di mengerti dan dibantu, ujar mba intan.
Pak Adam: kalo kalian butuh bantuan tidak begini caranya, ini kalian memeras Yunia namanya, saya bisa saja melaporkan ini ke polisi dari dulu kalian memeras dia.
Mba intan : waduh jangan ya pak. Minta tolong kami dibantu, ini bener terakhir kami minta ke Yunia. Setelah ini kami ga minta lagi. Yunia bisa bebas.
Bapak tiba-tiba menimpali : wah ga bisa tan, enak sekali kita melepas yunia cuma di 30 juta, saya akan tanda tangan surat pernyataan kalo di bayar 100 juta.
Yunia histeris dan berteriak sambil memukul badannya: pak bunuh aku pak biar kalian jual jantung ku!!
Pak Adam pun menenangkan Yunia kembali: stt udah Yun kamu duduk dan diam ya, percaya sama saya.
Pak Adam : kalian yang minta ok saya beri.
Lalu dia mengeluarkan ponselnya dan menelpon temannya di polres Cilegon: halo bro, bisa ke belakang BJB syariah? Gue serlok bro. Ada yang harus di beresin ni.
Pak Adam : kamu telpon ibu kos kamu sekarang, bilang minta pak RT k sini.
Yunia pun mengangguk, dan menjauh menelpon ibu kosnya.
Tak sampai 10 menit, ibu kos dan pak RT datang, dan polisi pun tiba. Ada 2 orang yang datang. Bapak dan ibu pun pucat ketika melihat 2 polisi datang.
bapak : ehalah bocah edan kenapa bawa polisi beneran to ini.
ibu pun memeluk erat bapak ketakutan.
Pak Adam pun bersalaman dengan semua tamu yang hadir, Yunia pun duduk di di tempat nya.
Pak Adam: bapak ibu mohon maaf saya Adam rekan kerja Yunia di kantor, saya mengundang bapak ibu semua ke sini untuk menjadi saksi penandatanganan surat pernyataan dari orang tua Yunia, yang akan melepas penuh Yunia setelah diberikan kompensasi sebesar 30 juta.
Ibu kos : ya Allah Yun yang sabar ya, sebentar ibu minta materai dulu ya di warung depan sekalian pinjem pulpen dan kertasnya.
Yunia pun yang masih berderai air mata hanya bisa mengangguk. Dia masih shock berat dengan kejadian hari ini.
Tak lama ibu kos pun datang membawa semuanya.
Pak Adam : Bapak ibu silahkan ikuti kata-kata saya dan tulis di kertas yang tersedia.
Bapak : Tan kamu saja yang nulis, bapak ga bisa nulis.
Intan pun mengambil pulpen dan kertas dari ibu kos dengan gemetar. takut melihat polisi berseragam yang datang ke kosan.
Akhirnya surat pernyataan selesai di tandatangani oleh orang tua Yunia. dan dana 30 juta di transfer ke rekening intan oleh pak Adam. Mereka pun segera pulang.
Pak Adam: ibu maaf saya minta tolong yunia di jaga dulu sebentar ya, saya anter teman saya pulang dulu
Ibu kos : baik pak gapapa saya akan tunggu bapak sampai datang.
Pak Adam pun salaman ke Pak RT tak lupa mengucapkan terima kasih dan memberikan uang rokok ke pak RT walopun pak RT menolaknya tapi pak Adam memaksa untuk menerima nya.
Pak Adam pun keluar kosan untuk mengantar temannya ke depan BJB Syariah. Tak lama pak Adam pun kembali ke kosan
terimakasih banyak Bu bantuannya, ucap pak Adam ketika sampai di depan kamar kos Yunia.
Ibu kos : sama-sama pak baik saya tinggal dulu ya pak. Nanti kalo ada apa-apa bisa telpon saya.
Pak Adam pun mengangguk.
Ibu kos pun berlalu, pak Adam pun diam di pintu kamar kos Yunia.
pak Adam hanya duduk di pintu sambil menunggu yunia berhenti menangis.
Yunia menangis tersedu-sedu di banyal kesayangan nya. Tidak menyangka dengan kenyataan hidup yang ia terima.