NovelToon NovelToon
Ketika Cinta Kembali Datang Menyapa

Ketika Cinta Kembali Datang Menyapa

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:252
Nilai: 5
Nama Author: Miss ii

20 Tahun sudah berlalu, Yunia sudah memiliki kehidupan keluarga yang cukup bahagia, namun ternyata ada yang disembunyikan yunia, bahwa ia hampir setiap malam bermimpi bertemu dengan sang masa lalu. Sang cinta pertama yang tidak benar benar pergi dari hatinya.
Lalu tanpa sengaja mereka tiba-tiba bertemu di dunia nyata, dan ternyata sang mantan pun sudah memiliki keluarga yang bahagia
yunia tidak bisa menampik jantungnya berdebar lebih kencang ketika kembali bertemu dengan sang pemilik mimpinya selama ini "Didi Permana Putra".
apa yang akan terjadi selanjutnya? apakah selama ini Didi pun memiliki mimpin yang sama dengan yunia?
bagaimana Yunia menata hatinya kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss ii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemani ke Jakarta 2

Pak Adam pun kembali berkata : saya mau ngajak bicara serius Yun, saya tau kamu secara emosional belum stabil. Cuma saya ga bisa nahan untuk tidak bicara sekarang karena kamu dari tadi entah kamu sadar entah tidak kamu berani menyentuh saya.

Yunia pun melongo dan terkejut mendengar ucapan pak Adam. Dan menjawab: hah gimana pak? Saya ga faham.

Pak Adam : saya ini pria dewasa yang berusia 35 tahun, kamu gadis yang masih berusia di bawah 25 tahun. Dan kamu bukan muhrim saya. Saya ini normal Yunia, yang kalo kamu pegang tangan saya. Saya jadi punya keinginan lain sama kamu. Faham ga sampe di sini?

Yunia pun butuh waktu kembali untuk mencerna perkataan pak Adam. dan kembali menjawab : mmm maksudnya pak Adam punya nafsu ke saya ya?

Pak Adam pun menjawab: ya kurang lebih seperti itu.

Yunia : trus ini gimana pak? Saya ga jadi ya ke Jakarta nya. Saya pulang aja dari pada nanti kenapa-kenapa jalan bareng sama bapak.

Pak Adam pun semakin gemas terhadap Yunia dan akhirnya iya menarik tangan Yunia.

Yunia pun tersentak kaget dengan sikap pak Adam yang tiba-tiba menarik tangannya dan menggenggam erat tangan nya dan menautkan tangan mereka berdua. Muka yunia terasa panas dan ia pun ga bisa membayangkan bagaiman raut wajahnya saat ini. Yang pasti pak Adam menatap dan akhirnya tangannya di cium oleh pak Adam, terasa hangat dan sedikit basah di kulit tangan Yunia.

Pak Adam : kamu sekarang tau ga maksud saya sekarang apa?

Yunia pun salah tingkah karena tangannya masih bertaut erat di telapak tangan pak Adam.

dan akhirnya hanya menunduk tidak ada keberanian untuk menatap pak Adam.

Akhirnya pak Adam pun berkata : saya berniat menikahi kamu Yun. Itupun kalo kamu bersedia. Saya ingin melindungi kamu, dan menjadikan kamu ratu di hati saya dan di rumah tangga kita nanti.

Yunia pun semakin memanas pipinya dan entah kenapa malah menangis mendengar kata-kata pak Adam yang menurut nya, tidak seperti rayuan gombal atau semacam omong kosong semata.

loh kok malah nangis Yun? tanya Pak Adam ia pun melepaskan tangan nya dan mengelap air mata Yunia.

kamu takut saya mempermainkan kamu? Atau karena kamu belum mencintai saya? tanya pak Adam.

yunia pun menggeleng dan menjawab : ssa saya merasa saya ga pantas pak buat bapak, asal usul saya tidak jelas dan bapak malah mau hidup dengan saya.

Pak Adam pun merengkuh Yunia ke pelukannya dan berkata : Yun asal usul itu cuma formalitas kita lahir di dunia ini. Tapi cara kita hidup itu yang membedakan kita satu sama lain. kalo kamu percaya sama saya, ayo kita segera menikah, saya akan kenalkan kamu ke keluarga saya.

Lalu pak Adam pun melepaskan pelukannya dan memegang kepalan Yunia. Yunia pun menatap pak Adam untuk mencoba melihat apakah ada dusta di mata pak Adam, tapi pak Adam pun sama saat ini menatapnya dengan sendu. Lalu pak Adam pun mencium kembali dahi Yunia. Yunia pun memejamkan matanya menikmati sentuhan Pak Adam di dahinya, dan lalu ternyata pak Adam mencium bibirnya, hanya di tempelkan saja. Tapi membuat yunia membuka matanya karena ia merasa seperti di setrum listrik. Ada rasa takut tapi ingin, dan ada rasa lainnya yang tidak bisa di ungkap oleh Yunia.

Melihat Yunia diam menatapnya, Pak Adam pun mencoba membuka mulut Yunia dengan lidahnya dan berhasil, akhirnya pelan-pelan pak Adam melumat bibir Yunia. Yunia merasa badannya lemas. Ada kejut-kejut listrik di sekujur tubuhnya.

Pak Adam pun akhirnya mengakhirinya. Dan memegang bahu Yunia dan berkata: ini Yun yang saya takutkan kalo kita tidak segera menikah. kita bisa berbuat lebih dari ini. Karena kamu sama saya, sama-sama sudah dewasa.

Yunia pun menunduk malu dan tidak bisa menjawabnya mukanya terasa panas, dan bibirnya menjadi aneh rasanya. Karena benar yang dikatakan pak Adam ia pun ingin mengulangi nya lagi.

Untung adegan ini terselamatkan karena ada telpon masuk kembali ke ponsel pak Adam.

Pak Adam: halo, ooh iya ini saya udah tinggal jalan. Iya saya bawa Yunia sekalian buat bantu saya di sana. Oh okok. Nanti saya kabari. Gampang lah itu nanti saya reimburs saja semuanya. ok .

ayok berangkat, kalo lama-lama di sini yang ada kita pindah ke kamar tidur saya .

Yunia pun menutup wajahnya malu dengan perkataan pak Adam dan cuma bisa bilang : aaah bapak mah saya nya malu pak.

Hustt kamu masih panggil saya bapak, kalo lagi berdua saya ga mau di panggil bapak, kok kayaknya saya malah macarin anak dibawah umur, ujar pak Adam.

Yunia pun menjawab: ya kan saya memang masih dibawah umur pak.

"Ooh dibawah umur tapi bisa adegan dewasa," ucap pak Adam sambil berdiri ke pintu yang di ikuti Yunia dibelakang nya.

"Iihh bapak mah gitu, " jawab Yunia sambil mencubit pinggang pak Adam.

Aduh adaw sakit Yun ini kami beneran mau saya bawa ke kamar saya? tanya pak Adam.

"Ga.. Enggak iih jadi takut ah sama bapak," jawab Yunia.

Pak Adam pun menutup pintu keluar dan berbalik menghadap Yunia. Yunia pun takut mau mundur tapi pinggangnya malah di peluk sama pak Adam.

Kamu tetap mau manggil saya bapak? Tanya pak Adam

"Nggg..saya... Bingung mau panggil apa,"jawab yunia sambil menutup wajahnya.

"Mas Adam, panggil saya mas Adam ok, "jawab pak Adam.

"Mm baik mas Adam," jawab Yunia sambil menutup wajahnya karena malu melihat wajah mas Adamnya.

"Sekarang kamu itu calon istri saya, jadi kamu boleh manja-manja seperti ini hanya ke saya ngerti,"Ujar mas Adam.

Yunia pun mengangguk.

"Buka dong mukanya, masak di tutup gitu, "ujar mas Adam .

Yunia menjawab : ga ah takut di cium lagi, dosa tau mas.

Mas Adam pun tertawa mendengarnya dan berbisik di telinganya Yunia .

"Ok sayangku, sekarang kita ke Jakarta ya, kita beli cincin sekalian di sana, besok kita urus berkas pernikahan kita," ujar mas Adam.

yunia pun melongo dan membuka wajahnya : " hah cepetnya mas" .

Mas Adam pun menjawab : ya kalo mau 1 tahun lagi gapapa , pas kamu lahirin anak pertama kita sekalian menikah.

yunia pun kesal sekali mendengar ucapan mas Adam nya. entah kenapa laki-laki ini sekarang jadi aneh sekali arah pembicaraannya.

Adam pun keluar dari rumah duluan sambil tertawa melihat wajah Yunia yang memerah entah malu atau marah.

yunia pun segera keluar dan memakai sepatunya lalu segera duduk di mobil. Untuk menetralkan jantung nya yang entah kenapa jadi berdebar sebar saat ini.

Iapun tak bisa membayangkan bagaimana perjalanan nya hari ini menuju dan pulang dari Jakarta.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!