NovelToon NovelToon
9 MONTHS (Perjanjian Pernikahan)

9 MONTHS (Perjanjian Pernikahan)

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Mertua Kejam / Poligami / Hamil di luar nikah / Ayah Darurat / Tamat
Popularitas:8.8M
Nilai: 4.7
Nama Author: Yutantia 10

Nuri terpaksa menerima perjanjian pernikahan 9 bulan yang ditawarkan Sabda, kerena Dennis, pria yang menghamilinya meninggal dunia. Sabda adalah kakak Dennis dan sudah memiliki istri. 9 bulan itu menjadi masa yang sulit bagi Nuri karena dia selalu mendapatkan intimidasi dari mertuanya dan istri pertama Sabda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4

Setelah kedua orang tuanya pulang, Sabda menyuruh art mengantar Nuri ke kamar tamu. Nuri yang memang sangat lelah, segera merebahkan badan diatas ranjang. Tapi meskipun lelah, matanya susah sekali terpejam, ngantuk seolah olah enggan menyapanya.

Nuri menatap langit langit kamar. Kasur yang dia tiduri memanglah empuk, tapi hal itu tak lekas membuatnya merasa nyaman. Dia merasa asing disini.

Andai saja dia tak bodoh dan tak terlena dengan kata kata cinta Dennis, nasibnya tak akan seperti ini. Tak akan terdampar dirumah disini dan menjadi istri kedua. Tak hanya sampai disana, dia harus cuti kuliah sementara waktu sampai melahirkan. Keluarga Dennis melarangnya kuliah agar tak ada yang tahu tentang aib pria yang sudah berada dialam lain itu.

"Aku sudah maafin kamu Den. Semoga kamu tenang dialam sana." Nuri menyeka air matanya. Kembali teringat pertemuan terakhir mereka yang jauh dari kata manis itu. Dia tak bisa menyalahkan Dennis seratus persen atas kehamilannya, karena disini, dia juga salah.

.

.

Brak brak brak

"Buka pintunya."

Gedoran dipintu dan teriakan dari luar membangunkan Nuri dari tidurnya. Selamam dia memang tak bisa tidur, baru hampir subuh matanya mulai merasakan kantuk. Dan sekarang, tidur yang baru beberapa jam itu harus terusik karena gedoran pintu.

"Nuri, buka pintunya."

Brak brak brak

Nuri yang baru membuka mata melihat kearah jam dinding yang ada dikamar. Matanya membeliak lebar saat menyadari sekarang sudah jam 8 lebih. Gegas dia bangkit dari atas ranjang lalu membuka pintu.

Byurr

Nuri kaget saat tiba tiba wajahnya diguyur air satu gayung. Hidung dan matanya seketika terasa sakit karena kemasukan air. Sambil mengatur nafas, dia menyeka wajahnya dengan kedua telapak tangan.

"Heh, kamu pikir kamu siapa bisa enak enakan tidur sampai siang." Bentak Yulia, ibu Sabda sambil mendorong kepala Nuri menggunakan telunjuknya. "Ingat, status kamu sebagai istri Sabda hanyalah status diatas kertas. Karena sampai kapanpun, kamu bukanlah menantuku. Aku tak sudi punya menantu sepertimu."

Nuri tak menjawab karena dia sadar posisinya. Disini, dirumah ini, dia memanglah bukan istri ataupun menantu, hanya wanita luar yang akan berada disini hingga 9 bulan kedepan.

"Kalian kemasi barang barangnya." Titah Yulia pada kedua art yang berdiri disampingnya.

Nuri kaget saat dua art langsung nyelonong masuk kekamarnya dan membuka almari.

"Apa apaan ini?" Seru Nuri sambil menghampiri art yang mengeluarkan baju bajunya dari almari yang semalam baru dia susun. Dia berusaha merebut pakaian yang mereka masukkan paksa kedalam tas.

"Kamu pindah ke kamar pembantu," bentak Yulia sambil menarik bahu Nuri agar menghadap kearahnya.

"Tapi Kak Sabda menyuruhku tidur disini," protes Nuri. Dia masih ingat perkataan Sabda semalam, kalau selama tinggal disini, dia akan tidur dikamar tamu.

"Hanya untuk semalam saja. Karena mulai nanti malam, kamu tidur dikamar pembantu."

"Tapi."

"Tidak ada tapi tapian. Ayo, pindahkan barangnya ke kamar pembantu."

Nuri yang melihat art memasukkan barang barangnya secara kasar dan sembarangan, langsung menghentikannya.

"Biar saya lakukan sendiri." Ujar Nuri sambil menarik bajunya dari tangan salah seorang art. Art tersebut tak berani menjawab, dia hanya diam sambil menatap Yulia.

"Bagus kalau kamu paham. Biarkan saja dia mengemasi pakaiannya sendiri. Kalian tunjukkan saja dimana kamarnya." Mendapatkan perintah dari Yulia, kedua art tersebut lalu menjauh dari almari, membiarkan Nuri mengemasi barangnya sendiri.

Selesai memasukkan pakaian dan barang pribadi miliknya, Nuri diantar ke kamar pembantu.

"Mulai sekarang, ini kamar kamu." Ujar Yulia yang berdiri diambang pintu. "Dan satu lagi. Tidak akan ada pelayan yang melayanimu karena kamu bukan nyonya ataupun menantu."

Nuri mengangguk paham. Dia sudah terbiasa hidup serba pas pasan. Melakukan apapun sendiri, jelas bukan hal yang sulit. Dan kamar ini, tidaklah buruk. Kurang lebih sama dengan kamar kosnya.

Ini bukan sesuatu yang sulit Nuri. Kamu pasti bisa menjalani 9 bulan ini dengan mudah. Kamu sudah terbiasa hidup susah dari kecil, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Semangat Nuri, hanya 9 bulan, kamu pasti bisa.

Nuri mencoba menyemangati dirinya sendiri.

Setelah menyusun pakaian dan barang barang lain kedalam almari, Nuri yang merasa lapar pergi kedapur. Disana, dia melihat 2 orang art sedang sarapan. Salah satunya yang tadi mengacak acak almarinya. Keduanya langsung menatap iba kearah Nuri.

"Kamu mau sarapan?" tanya Bik Diah, art paling senior disana. Melihat Nuri mengangguk, dia langsung menarik Nuri ke meja dimana dia dan temannya yang bernama Tutik sedang makan. "Ikutlah makan bersama kami."

Nuri langsung menggeleng. "Saya bisa masak sendiri. Saya tidak mau kalian kena marah karena saya."

Bik Diah dan Tutik saling menatap. Terlihat sekali jika mereka kasihan pada Nuri. Tapi yang dikatakan Nuri benar, mereka bisa kena masalah karena itu. Yulia melarang art untuk melayani Nuri.

"Saya sudah biasa masak sendiri dan juga melakukan pekerjaan rumah tangga, jadi tak ada masalah. Kalian tak perlu kasihan pada saya."

Mata Bi Diah memanas melihat ketegaran Nuri. Dia jadi teringat putrinya yang seumuran Nuri. "Yang sabar ya, Neng." Ujarnya sambil mengusap lengan Nuri. Air matanya meleleh tanpa bisa dia cegah.

Nuri tersenyum sambil menyeka air mata Bi Diah.

"Terimakasih karena sudah peduli dengan saya. Tapi saya baik baik saja. Jangankan hanya memasak, mencuci baju dan mengepel, mengganti galon, mencari rumput untuk makan ternak dan mencangkul saja, saya bisa."

Bi Diah dan Tutik seketika tertawa mendengar celoteh Nuri.

"Bi Diah, sepertinya kita terlalu khawatir dengannya. Dia tak selemah yang kita kira," Tutik ikut bicara.

"Kau benar sekali," sahut Nuri. "Apa perlu kita buktikan dengan adu panco, agar kalian percaya jika aku adalah wanita yang kuat?" tantang Nuri.

"Hahaha.." Ketiganya lalu tertawa bersama.

"Nuri, maafin aku tadi ya. Aku hanya mengikuti perintah nyonya," ucap Tutik dengan raut bersalah.

"Aku tahu." Sahut Nuri sambil tersenyum.

1
Dewi Anjani
secepat itukah sabda bucin??agak sedikit aneh sih,,,jadi ga ke rasa perjuanganya sabda buat dapatin nuri,,kesannya nuri cuman jadi pelarian aja soalnya fasyanya katauan selingkuh
Dewi Anjani
kirain nuri karakternya bakalan lemah,,ternyata nuri berani ngelawan ya,,bagus lah jgn mau di tindas terus
Siti Maulidah
ceritanya menarik
scarlet
👍👍👍👍👍
Alyanceyoumee: Assalamualaikum. Thor permisi, ikut promo ya.🙏

Hai Kak, Baca juga di novel ku yang berjudul "TABIR SEORANG ISTRI"_on going, atau "PARTING SMILE"_The End, Biar lebih mudah boleh langsung klik profil ku ya, Terimakasih 🙏
total 1 replies
Lina Astika Sari
kebohongan segera terbongkar
Endang Sulistia
jeder...duar...doamu terkabul...
Khansa Sutresno
sabda jga msti kena hukuman itu... secara gk lgsg dya penyebab smua kekacauan karna gk jujur dgn istri klo dya mandul...
Haryati Kurniawan
menantu kesayangan Bu Yulia 😁
Haryati Kurniawan
akhir nya jujur klo mandul
Haryati Kurniawan
gak salah juga sich sebenarnya, Krn Yulia gak tau klo sabda mandul dan Nuri hamil cucu nya, darah daging nya sendiri... nunggu kejujuran sabda
Haryati Kurniawan
bodoh nya, kau membunuh cucu mu sendiri 😁
Haryati Kurniawan
bucin boleh, bodoh jgn ya Nuri 😁😁
Haryati Kurniawan
semangattt Nuri... biar miskin tapi kudu hrs punya harga diri 💪
kerjain terus tu Yulia org kaya tapi mental miskin 🤣🤣🤣
Haryati Kurniawan
duh, baju mahal kesayangan kok di lempar mba Yulia 😁😁
Haryati Kurniawan
Yulia ini org kaya tapi tak bermartabat.... ampun dech.... kata nya org kaya, tapi kayak OKB aja 😆😆
yg elegan dikit donk klo mau bertindak 😁😁😁
Haryati Kurniawan
rmh orang kaya pasti ada cctv, cek aja cctv klo mau tau
Haryati Kurniawan
cantik tapi gak bisa ngasi cucu 😆😆
Haryati Kurniawan
nah kan, uang nya di ambil🤦
Haryati Kurniawan
klo bisa nafkah nya di transfer, takut nya nanti mertua dan istri pertama ambil semua uang² yg di kasi sabda
Haryati Kurniawan
kenapa di kasi uang cash... knapa gak transfer aja ya, bisa beli makan lewat gofood
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!