NovelToon NovelToon
Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Ibu Pengganti Kesayangan Papa

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mande Qita

Zeya diam terpaku ketika melihat suaminya sedang jalan bergandengan tangan dengan wanita yang tak Zeya kenal.
Ryan yang kebetulan juga melihat Zeya melengos tanpa mau menyapa istrinya tersebut, malah Ia bergegas meninggalkan Zeya.
Menikah dengan Ryan keputusan hidup yang Zeya sesali, manis di awal ternyata hanya kedok belaka, agar bisa menikah dengan mantan kekasihnya.
Zeya menerima perceraian itu dan melanjutkan hidupnya dengan pindah ke kota besar.
Akankan Zeya menemukan kebahagiaannya sendiri, atau Zeya terus di bayang bayangi oleh masa lalunya.
Dan bagaimana kehidupan rumah tangga Ryan setelah menikah dengan mantan kekasihnya itu?, Kenapa dia kembali mengejar cinta nya Zeya?
Pergulatan batin Zeya dimulai di saat tuan Gatra ingin menikahinya sedangkan mantan istri Gatra ingin kembali rujuk dengan Gatra, ditambah lagi dengan Ryan yang kembali membayangi hidupnya…
Akankan keputusan Zeya akan merubah semuanya..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mande Qita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 24 Salah tingkah berdua

Gatra dan Barra yang sudah sampai di pusat perbelanjaan tersebut memperhatikan Arsen, Zea yang sedang bermain di wahana bermain, terlihat Arsen berteriak dan berlari sambil tertawa, dimana Zea mengejar Arsen yang berlari kencang.

Edo dan pengasuhnya sus Lia duduk menunggu Arsen dan Zea yang sedang bermain.

“Arsen benar benar menemukan kebahagiaannya saat bermain dengan Zea, hufftt aku ikut senang melihatnya”

Barra dan Gatra saling pandang, seolah mereka berdua mempunyai pandangan yang sama mengenai Arsen dan Zea.

“Setelah main pasti Arsen lapar….” ucap Gatra

“Sudah pasti kalau hal itu, ayo kita kesana” ajak Barra.

“Ayo…” Gatra menerima ajakan Barra untuk datang ke tempat Arsen dan Zea yang sedang bermain, mereka melangkahkan kakinya menghampiri Edo dan Lia yang sedang duduk di bangku yang ada disana.

“Selamat siang tuan Gatra, tuan Barra…” sapa Edo ketika melihat Gatra dan Barra yang datang ke tempatnya dan Lia yang sedang duduk.

“Siang do..” sahut Gatra dan Barra berbarengan.

“Tuan muda Arsen sedang main di dalam sana dengan Miss Zea” tanpa di tanya Edo menunjuk ke arah Zea dan Arsen yang saat ini sedang tertawa.

Gatra dan Barra menatap ke arah Arsen dan Zea, tanpa sengaja Arsen melihat papanya dengan uncle Barra, Arsen langsung memanggil papanya.

“Masuk ke dalam sana Gatra, kapan lagi Lo bisa menemani Arsen main, waktunya Lo memberikan sedikit kegembiraan untuk Arsen”

ucap Barra, tanpa banyak bicara Gatra berjalan menghampiri Arsen dari luar arena bermain Gatra menyapa putranya tersebut.

“Papa datang juga kesini?” tanya Arsen dengan wajah polosnya

“Iya sayang…papa mau lihat Arsen yang lagi main sama Miss Zea”

balas Gatra sambil tersenyum tipis ke arah Zea yang membalas senyuman Gatra dengan anggukan kepala dan melempar senyum manisnya pada papa Arsen tersebut.

“Asen happy pa..” Arsen menyatakan kalau dirinya sangat senang saat ini, ketika bermain dengan Zea.

“Papa senang melihat Arsen happy nak” balas Gatra

“Tapi Asen belum lapal pa…” Arsen merasa kalau papanya akan mengajaknya segera makan, tapi dia masih ingin bermain sebentar lagi.

“Iya sayang, papa tunggu sampai Arsen lapar setelah itu kita makan siang ya” Gatra menenangkan putranya tersebut, kalau dia tidak akan memaksa putranya itu untuk segera makan, walaupun sudah jam makan siang.

“Oke papa…telima kasih, Asen sayang papa” tiba tiba Arsen mengatakan kata sayang pada Gatra yang langsung tertegun, karena Arsen sangat jarang mengungkapkan isi hatinya pada siapapun.

“Papa juga sangat sayang sama Arsen..” sahut Gatra dengan cepat.

“Kalau sama Miss Zea papa sayang juga nggak..?” tanpa Gatra dan Zea duga Arsen melontarkan pertanyaan yang membuat Gatra ataupun Zea membeku karena sangat kaget.

Gatra terpaku begitupun dengan Zea, Gatra tidak bisa menjawab pertanyaan Arsen dia melirik Zea, seolah meminta tolong pada guru Arsen tersebut, Zea dan Gatra saling pandang lalu sama sama mengalihkan pandangannya ke tempat lain, Zea terlihat tersipu malu.

“Arsen!..” panggil Zea

“Iya Miss Zea..”

“Miss Zea lapar sayang, apa boleh kita hentikan mainnya dulu…” Zea mengajak Arsen untuk makan siang, sekaligus mengalihkan pertanyaan Arsen tadi yang tak bisa Gatra jawab.

“Miss Zea lapal ya?”

“Iya anak baik…”

“Oke Miss, kita sekalang makan dulu” tanpa protes Arsen setuju untuk makan siang, Gatra menarik nafas panjang Ia lega karena bisa lepas dari pertanyaan yang menggetarkan jiwa nya sendiri.

“Oke anak tampan..” Zea juga lega karena Arsen mau di ajak makan siang, sejujurnya dari tadi Zea ingin mengajak makan, Ia takut karena sibuk bermain nanti Arsen telat makan dan jatuh sakit.

Dan Zea takut kalau Gatra marah dan menyalahkan dirinya karena lalai menjaga Arsen di saat dia bermain dengan Arsen.

“Ayo pa kita makan, Asen juga lapal…” Arsen mengajak Gatra untuk pergi makan, Arsen dan Zea kemudian keluar dari arena bermain tersebut, dan Gatra juga berjalan ke arah Barra yang sedang menunggunya bersama yang lainnya.

“Mau kemana Gatra?” tanya Barra penasaran, dari tadi Barra memperhatikan interaksi Gatra dengan Arsen dan juga Zea, ada di mana momen Gatra dan Zea tertegun dan salah tingkah disana Barra mulai curiga.

“Arsen lapar, kita makan sekarang..!” sahut Gatra dengan wajah datarnya, Ia sadar kalau sekarang Barra menaruh kecurigaan padanya, karena tadi Gatra sempat melihat Barra memperhatikan interaksi nya dengan Arsen dan Zea.

“Cckk jangan sembunyikan apapun dari gue, tadi gue melihat Zea tersipu malu dan Lo terlihat bengong setelah Arsen bicara denganmu” bisik Barra yang berdiri di samping Gatra.

“Jangan mulai lagi Barra, kepo bangat sih!..” ancam Gatra, membuat Barra menahan tawanya, karena tebakannya tidak salah.

“Uncle Balla…” terdengar pekik suara Arsen memanggil Barra.

“Siap jagoan uncle Barra…” sahut Barra dengan cepat sambil bersikap hormat seperti tentara memberikan hormat bendera.

“Ha ha ha uncle Balla pintal…” ledek Arsen sambil tertawa dengan menutup mulutnya pakai tangannya.

“Iya dong kan unclenya Arsen, uncle Barra wajib pintar, kan malu sama Arsen kalau uncle Barra kalah..” sahut Barra mengusap rambut Arsen dengan lembut.

“Ayo kita pergi makan siang mis Zea…” ajak Gatra, Ia menggendong Arsen yang terlihat tertawa senang.

“Lo hanya ajak Miss Zea! Edo, Lia dan gue nggak Lo ajak Gatra” tegur Barra sambil menggoda Gatra.

“Jangan banyak drama Barra..” ketus Gatra yang merasa malu di goda di depan Zea, melihat sikap Gatra, Edo dan Barra saling lempar tawa, sedangkan Zea hanya menunduk malu dan Lia malah ikut tertawa kecil bersama dengan Barra dan Edo.

“Ha ha ha gue bercanda Gatra, Miss Zea jangan marah ya, saya dan Gatra memang suka bercanda” ungkap Barra yang melihat Zea tertunduk malu.

“Jangan percaya dengan Barra Miss Zea…” imbuh Gatra

“Iya tuan Gatra…” sahut Zea dengan suara pelan.

“Wah mereka berdua sudah kompak Do, ayo kita pergi!” ajak Barra makin iseng dengan Gatra.

“Jangan ikutan Do…” ancam Gatra, Ia sudah tahu ke arah mana pembicaraan dan rencana Barra.

“Siap tuan Gatra…” sahut Edo sambil menahan tawanya, Ia juga tahu apa rencana Barra, berencana akan meninggalkan Gatra dan Zea bertiga dengan Arsen menikmati makan siang.

“Ayo pa, Miss Zea lapal, Asen juga lapal…” untung ada Arsen yang membantu Gatra yang sudah jengkel dengan Barra.

“Ayo sayang, uncle Barra tuh yang bikin lama..” sahut Gatra, kesempatan untuk menyalahkan Barra di depan Arsen.

“Uncle Balla…” panggil Arsen dengan wajah cemberut.

“Siap sayang, maafkan uncle ya, ayo kita makan di restoran kesukaan Arsen ya” bujuk Barra buru buru, dia nggak mau Arsen menangis.

“yeaaayyy makan ayam goleng kan uncle…” Arsen sudah tahu makan kesukaan yang dimaksud Barra.

“Pasti dong, hari ini kita makan ayam goreng dan kentang setujuuuuu” ucap Barra dia ikutan berseru penuh semangat.

“Setujuuuu uncle…” sahut Arsen antusias, melihat itu Zea mengulum senyum manisnya.

Kemudian mereka pun menuju ke restoran yang mana menjual ayam goreng kesukaan Arsen.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!