NovelToon NovelToon
ISTRI MANDUL YANG DIKHIANATI

ISTRI MANDUL YANG DIKHIANATI

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Poligami / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:30.1k
Nilai: 5
Nama Author: vhia azaira

Pernikahan sebuah komitmen yang panjang, istri cantik, pekerja keras, mapan, tetaplah dicari kurangnya. Suami yang tidak bersyukur tidak akan pernah merasa cukup sebaik apapun pasangannya.

***
Kania kehilangan rumah tangga bahagia yang dia bina selama 10 tahun, dia kalah, tersingkirkan bahkan dikhianati karena satu kekurangannya yang belum bisa memberikan keturunan.
Kekurangan itu menjadi alasan untuk membela dirinya saat dia sudah terdesak dari segala arah.

Ditengah badai, sepi, dan sakit, Kania bertemu malaikat cantik yang mandiri, kuat juga selalu memberikan kenyamanan. Pertemuan dengan Alia, alasan utama Nia jika dirinya juga istimewa dan pantas untuk punya kebebasan.

Lanjut baca ya kita lihat penyesalan Amer, kehancuran pelakor, dan jalan baru yang Nia lewati.
***

follow Ig vhiaazaira

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vhia azaira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CEMBURU

Teriakkan Friska terdengar, dia tidak bisa terima keputusan ayahnya.

"Kenapa Yah, apa hebatnya wanita itu?"

"Fris, dengarkan ayah demi kebaikan kamu."

"Tidak, aku benci dikalahkan." Kepala Friska menggeleng, jika Ayahnya tidak bisa maju, maka dirinya sendiri yang turun.

Ayah Fatah menjelaskan siapa Kania, bukan hanya dokter biasa. Kania punya kuasa, dan nama yang cukup disegani, terutama ayah dan keluarganya.

Kania tidak terjun dunia bisnis, tapi dia pewaris tunggal. Keluarga dari ayahnya, melindungi dan mendukung.

"Friska, kita cari aman saja."

"Tidak, aku tidak bisa menahan malu karena kalah darinya. Bagaimana jika kita manfaatkan Alia?"

"Elber ...."

Tawa Friska terdengar, tidak ada yang harus ditakuti dari sosok Elber. Pria yang pernah jadi benalu dalam hidupnya, lelaki tidak berguna yang memanfaatkan ibunya. Jika bukan karena Elber, tidak mungkin ibu Friska meragukan suami dan anaknya sendiri.

"Elber, dia yang melenyapkan ibu, mengubah wasiat dan menjadikan kita seperti ini, Yah."

"Ayah tahu, tapi tidak semudah itu menjatuhkan Elber. Dia tidak selemah dulu."

"Kita rampas Alia, dan ambil seluruh warisan yang ibu berikan kepada Alia. Kita harus merampas apa yang menjadi milik kita." Friska melangkah pergi.

Tuan Fatah mengusap wajahnya, dia geleng-geleng karena Friska sedari dulu tidak berguna. Terlalu merugikan, dan bertindak sesuka hati.

"Elber, apa kuasanya." Senyuman Friska lebar, dia bergegas ke rumah sakit.

Mobil melaju kencang menuju rumah sakit, terburu-buru ingin bertemu.

Sampai di rumah sakit langsung mencari ruangan El, membuka pintu tanpa peduli ada banyak pasien menunggu.

Asisten Dokter, perawat dan beberapa Dokter magang kebingungan melihat Friska.

"Maaf Bu, mohon tidak menyerobot antrian," ucap perawat.

"Siapa kamu yang berani menghentikan." Perawat didorong kuat.

Beberapa orang menahan Friska, memintanya segera keluar karena banyak anak-anak.

"Biarkan dia," pinta Elber.

Senyuman sinis terlihat, Friska melirik tajam orang-orang di sekitar Elber.

"Kalian keluar dulu," ucap El.

Friska duduk di depan El, tatapan keduanya sama-sama tajam.

"Aku mau ...."

"Sebaiknya kamu tetap diam seperti dulu, biarkan ayahmu yang bertindak. Setiap kali kamu bertindak, kekacauan yang terjadi." Elber menatap sinis.

Apapun yang ingin Friska katakan, sebaiknya tidak diutarakan. Semakin banyak berpikir, obsesinya bertambah parah.

"Beraninya kamu memotong ucapanku?"

"Keluar, jika tidak aku pastikan mobil rumah sakit jiwa datang," tegasnya.

Tawa Friska terdengar, Elber mencoba mengancam dirinya. Friska tidak takut, tidak akan menurut. Baginya Elber benalu, melenyapkan nyawa ibunya dan merekayasa warisan.

"Dijelaskan juga percuma, kamu tidak akan paham." El mengambil ponselnya, menghubungi pihak rumah sakit jiwa.

Tangan Elber dipegang, mata Friska merah karena marah. Dia benci El yang selalu memasukan dirinya ke rumah sakit jiwa.

"Kenapa kamu belum berubah, tidak pernah menjelaskan apapun. Menganggap aku selemah itu," ucapnya.

"Apa kamu percaya aku, tidakkan?"

"Kamu ...."

"Friska, aku tidak membencimu demi Alia. Tetapi, sekali saja kamu percaya aku, dan cobalah selidiki apa yang pernah aku sarankan." El kasihan kepada Friska, dia harus memperjuangkan dirinya sendiri.

Pukulan diatas meja kuat, Friska bergegas keluar. Dia berlari meninggalkan ruangan Elber, menjadi sindiran pasien yang menunggu.

"Siapa dia, kenapa dia bisa masuk ruangan dokter Elber." Beberapa Dokter berkumpul melihat Friska lewat.

Nia mengerutkan keningnya, tiba-tiba saja dia merasakan kesal. Kenapa Friska keluar ruangan sambil berlinang air mata.

"Ada apa, apa mereka baikan demi Alia," batinnya.

Satu-persatu pasien bergantian masuk ruangan, kontrol dan bertemu dokter. Kania masih memandang ke arah lorong kecil yang menjadi ruang tunggu.

"Dokter Kania, kamu sudah berdiri di sini lebih dari tiga puluh menit. Dokter Elber tidak akan keluar ruangan sebelum makan siang atau pasiennya habis," ucap Dokter lain yang sengaja mengejek Kania.

"Dihh, siapa juga yang menunggunya." Nia bergegas balik ke ruangannya.

Mata Nia melotot, suasana hatinya bertambah berantakan saat melihat Amer.

"Mau apa lagi?"

"Nia, apa aku menganggu?"

"Hampir, ada apa?" Kania duduk di kursi.

Amer ikutan duduk, dia mencoba mendekat, tapi Nia memberikan jarak empat kursi.

Tangan Nia terlipat di dada, dia masih kesal karena Friska dan Elber, sekarang datang Amer.

"Aku kangen Dea, tapi dia tidak ingin menemui ku." Amer menatap dengan wajah sedih.

"Jangan temuin seseorang yang tidak ingin bertemu." Nia sengaja membayar maid untuk menjaga kedua anaknya, baik di rumah maupun di sekolah.

Kepala Amer tertunduk, dia memohon agar diberikan kesempatan, setidaknya bertemu anaknya.

"Amer, aku hanya memberikan yang terbaik untuk Dea. Seandainya dia mau, silahkan ambil, tapi ingat biaya yang pernah aku keluar harus diganti, anggap saja itu dana pinalti," tegasnya.

Kedua tangan Amer memohon, Kania cukup keterlaluan. Amer keluar rumah tanpa aset, dia kehabisan tabungan, kehilangan pekerjaan, dan kerjaan yang sekarang tidak berjalan baik.

Seharusnya Kania sedikit berbelas kasih, tidak bersikap sangatlah kejam.

"Kejam, apa tidak salah. Kamu selingkuh selama lima tahun, punya dua anak dan dua istri. Sekarang aku yang kejam?"

"Kania, jangan bahas itu lagi."

"Amer, lima tahun kamu menikmati kebahagiaan diatas kebohongan. Hidup mewah, menghamburkan uang, kehidupan yang bahagia. Kenapa setelah kamu kehilangan, aku yang salah?" Nia tidak bisa memahami hal itu, dia dibohongi dan menghidupi rumah tangga lain.

Sepuluh tahun Kania membuang waktunya, dia malu membanggakan pasangannya, padahal suaminya berkhianat.

"Jangan bahas soal perselingkuhan, tapi pengkhianat itu yang menghancurkan kamu."

"Kania, aku minta maaf."

Tangan Nia terangkat, dia tidak akan memaafkan. Sampai kapanpun, Nia tidak akan memaafkan.

"Nia, ayo kita makan siang," ajak Elber.

Cepat Nia berdiri, melangkah pergi mengikuti Elber yang sengaja menghentikan obrolan Nia dan Elber.

"Kania, jangan kamu pikir lelaki yang baru bisa lebih baik dariku, ingat kekurangan ada di kamu. Lelaki mana yang tidak mengiginkan keturunan," ujarnya.

Langkah Kania terhenti, begitupun dengan Elber. Tangan Nia bergetar, hatinya serasa hancur.

"Amer, jangan salahkan wanitamu hanya karena belum punya keturunan. Tidak selalu itu salahnya. Memangnya kamu yakin, Kania yang mandul? bagaimana jika kamu?" Elber tersenyum sinis.

Tawa kecil Amer terdengar, buktinya dia punya dua anak. Itu tandanya Amer tidak mandul.

"Dua anak dari wanita yang merebut suami orang, kamu yakin dia tidak selingkuh dengan lelaki lain?" El tertawa kecil.

Tangan Amer tergempal, beraninya Elber mempertanyakan status anaknya.

"Tidak ada wanita baik yang merusak kebahagiaan wanita lain, sekali dia selingkuh atau jadi simpanan, maka kamu juga salah satu targetnya." El mengandeng tangan Kania untuk segera pergi.

Lelaki terkadang bodoh, melihat kekurangan dari wanita baik, tapi lupa jika dia mencari wanita yang tidak baik.

"El, sakit."

"Maaf maaf, aku cemburu eh maksudnya emosi." El mengusap tangan Kania sambil tersenyum.

***

1
new07
authornya gak ada niatan dilanjut kah????🤭
new07
apa hanya aku aja yg nunggu up nya😌.
kapan mau dianjut pasti othornya males nulis karna gak ada yg komentar menyemangati padahal ceritanya bagus
5Cucu: 🤣🤣 iya sepi banget 😭 tunggu mood balik kak, nanti aku lanjutin
total 1 replies
new07
kapan up lagi ya😢
new07
laah Elber merajuk kayak Lia🤣. apa apaan km El🤣🤣🤣
new07
akhirnya saaaah.
peperangan baru mau dimulai.. si amer bakalan shock kalau lihat kalian nikah
new07
kapan up lagi kak vhi
new07
kenapa kalian tidak tinggal disitu saja ya. perusahaan pusatnya dialihkan ke situ.. tapi gimana juga dengan pasien2nya mereka /CoolGuy/
segera otw dpat SIM
new07
habis dari luar negri langsung gas SiM🤣
Uthie
Liaa lucu 👍😂
Uthie
Sukkkaaa ceritanya 👍👍👍👍👍
Uthie
Sukkaaa bangettt sama kepintaran dan kedewasaan nya Alia👍😍
Uthie
andai yg khianat memiliki problem permasalahan yg demikian 😂
Uthie
Suka di awal mampir 👍👍👍
new07
ngadepin si amer bisa setenang itu.. mungkin nia sudah antisipasi sama pamanya...
weeeh mau malemingguan ber 2
new07
ayolah pak dokter langsung bawa ke KuA saja ..biar cepet selesai masalah🤣
new07
ku tengok lagi belum ada up.
ayoo kak vhia lanjutin dong
new07
itu tandanya apa nia. yg ngisruh si amer napa ngamuknya ke elber🤣.
new07
tadi galak sama vero giliran ketemu fatah radak gimana gitu🤣🤣🤣. kaya saja tidak cukup..kania🤣🤣🤣
new07
ayo pak dokter elber...kamu sudah dilamar bu kania. tuj secara langsung tanpa babibu🤣
new07
gassss kaniaa.. tar kalau dah sama elber jangan terlalu mandiri..😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!