NovelToon NovelToon
Sistem Pager Iblis

Sistem Pager Iblis

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:271
Nilai: 5
Nama Author: Sugesti

Ketika keluarganya hancur dihantam utang dan kehancuran finansial, Lin Fan tidak sengaja menemukan gulungan lontar tua milik leluhurnya yang tersembunyi di sudut rumahnya di desa terpencil. Gulungan itu membuka akses ke sebuah ritual terlarang yang membangkitkan entitas misterius bernama [Sistem Pagar Iblis], sebuah kekuatan kuno yang menuntut bayaran mahal untuk setiap keuntungan finansial dan perlindungan yang ditawarkannya. Demi menyelamatkan keluarganya dari ancaman orang-orang licik di sekitarnya, Lin Fan terpaksa melangkah ke dalam kegelapan, tanpa menyadari bahwa setiap keputusan yang ia ambil mulai mengubah dirinya dan membahayakan nyawa orang-orang yang berusaha ia lindungi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sugesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2 : Warisan di Balik Dinding Rusak

Bau busuk itu makin menyengat hingga membuat dada Lin Fan mual.

Bau tersebut terasa seperti campuran antara daging busuk dan jerami basah yang terbakar.

Lin Fan menutupi hidung dan mulutnya menggunakan lengan baju.

Matanya terus menatap layar ponsel yang masih menampilkan notifikasi saldo tersebut.

Angka 50.000 Yuan itu benar-benar tertera di sana tanpa berkurang sedikit pun.

[Peringatan: Energi Iblis Pertama Telah Memasuki Wilayah Lingkungan Anda]

[Tugas Awal: Bersihkan Darah Leluhur Pada Lontar Sebelum Fajar]

[Hadiah Tugas: Pembukaan Fitur Pagar Perlindungan Rumah]

[Hukuman Kegagalan: Pemotongan Umur Pengguna Selama 3 Tahun]

Tulisan berwarna putih transparan itu kembali muncul mendadak di depan mata Lin Fan.

Lin Fan tersentak kaget dan hampir menjatuhkan ponselnya ke lantai gudang.

"Pemotongan umur tiga tahun?" bisik Lin Fan dengan tenggorokan terasa kering.

Ia memandang lontar tua yang masih terbuka di atas tanah kotor gudang tersebut.

Di atas permukaan serat lontar itu, tidak ada bercak darah yang terlihat jelas.

Namun saat Lin Fan memperhatikan lebih dekat, ujung jarinya yang terluka akibat tamparan tadi meninggalkan sedikit bekas darah di tepi lontar.

Bekas darah tipis itu tampak terserap perlahan-lahan ke dalam serat kayu seolah-olah lontar itu adalah spons haus air.

Srak! Srak!

Suara gesekan halus terdengar dari balik tumpukan kardus tua di ujung gudang.

Lin Fan mengarahkan cahaya senter ponselnya ke arah sumber suara tersebut dengan cemas.

Sebuah bayangan hitam berukuran kecil merayap dari balik kegelapan dengan cepat.

Itu adalah seekor tikus gudang yang berukuran cukup besar dengan mata berwarna merah menyala yang tidak wajar.

Tikus itu tidak takut pada cahaya senter dan justru menatap Lin Fan secara intens.

Sfx: Krik... Krik...

Suara derit kayu dari dinding gudang makin nyaring terdengar seiring bergeraknya tikus tersebut.

Tikus itu melangkah perlahan mendekati lontar tua yang tergeletak di tanah.

Lin Fan menyadari bahwa tikus itu bermaksud menyentuh darah yang ada pada lontar.

"Jangan sentuh!" teriak Lin Fan sambil secara refleks mengibaskan tangannya untuk mengusir binatang itu.

Tikus bermata merah itu mendesis pelan lalu melompat mundur ke dalam kegelapan dan menghilang.

Lin Fan tidak membuang waktu lagi dan langsung memungut lontar tua itu dari tanah.

Ia mengusap sisa darah segar dari tepi bibirnya menggunakan ibu jari, lalu menempelkan ibu jarinya ke permukaan lontar sesuai petunjuk sistem.

Cahaya merah redup berbinar sebentar dari ukiran tulisan bahasa Mandarin kuno di atas lontar.

[Tugas Awal Selesai]

[Mengaktifkan Fitur: Pagar Perlindungan Rumah (Tingkat Rendah)]

[Efek: Mencegah Entitas Liar Dan Niat Jahat Tingkat Rendah Memasuki Area Rumah]

Aroma bau busuk yang memenuhi isi gudang tadi perlahan-lahan mulai memudar dan hilang sepenuhnya.

Udara di dalam gudang kembali terasa normal, meskipun hawa dingin sisa ritual masih berhembus pelan.

Lin Fan menghela napas panjang untuk menenangkan jantungnya yang masih berdetak kencang.

Ia mengulung kembali lontar tua itu dengan hati-hati lalu mengikatnya menggunakan benang merah yang putus tadi.

Anehnya, benang merah yang tadinya terputus kini menyatu kembali secara alami saat disentuh oleh Lin Fan.

Lin Fan menyembunyikan gulungan lontar tersebut di balik bajunya dan merapatkannya ke pinggang.

Ia melangkah keluar dari gudang tua itu dan menutup pintunya secara perlahan agar tidak menimbulkan suara bising.

Saat ia berjalan memasuki ruang tamu, suasana rumah terasa sangat sepi dan senyap.

Ibunya dan adiknya sepertinya sudah tertidur lelap di kamar karena kelelahan setelah kejadian tadi.

Lin Fan duduk di kursi kayu tua yang masih utuh di ruang tamu.

Ia membuka aplikasi perbankan di ponselnya kembali untuk memastikan keberadaan uang tersebut.

Ia mencoba mentransfer uang sebesar 100 Yuan ke rekening adiknya untuk menguji apakah saldo tersebut nyata.

Ting!

Notifikasi transaksi berhasil langsung muncul di layar ponselnya tanpa ada hambatan sama sekali.

"Ini... benar-benar uang asli," gumam Lin Fan sambil memegang kepalanya yang terasa sedikit pusing.

Dua puluh ribu Yuan bisa ia gunakan besok untuk melunasi seluruh utang sewa rumah kepada Zhao Qiang.

Sisa tiga puluh ribu Yuan bisa ia pakai untuk modal usaha kecil atau biaya sekolah adiknya.

Namun pikiran Lin Fan tidak bisa tenang saat mengingat hukuman pemotongan umur yang ditulis oleh sistem tadi.

Sistem ini bukan hadiah gratis, melainkan sebuah perjanjian berbahaya dengan kekuatan gelap.

Tiba-tiba pintu depan rumahnya diketuk dari luar dengan pelan.

Tok... Tok... Tok...

Lin Fan mengerutkan dahinya karena saat ini waktu sudah menunjukkan pukul satu malam.

Tidak ada orang desa yang akan bertamu pada jam seperti ini kecuali ada masalah penting.

Lin Fan bangkit dari duduknya dan melangkah mendekati pintu depan dengan waspada.

"Siapa di luar?" tanya Lin Fan dari balik pintu kayu tanpa membukanya.

"Lin Fan... Ini Paman Zhang," sahut suara pria paruh baya dari balik pintu.

Paman Zhang adalah tetangga sebelah rumah mereka yang bekerja sebagai pedagang sayur di pasar desa.

Lin Fan perlahan membuka slot kunci pintu dan memutar gagangnya.

Pintu terbuka sedikit dan memperlihatkan sosok pria paruh baya berkulit gelap dengan pakaian kaos oblong kusam.

Paman Zhang memegang sebuah kantong plastik hitam di tangan kanannya.

"Paman Zhang? Ada apa malam-malam begini?" tanya Lin Fan heran.

"Aku dengar tadi Zhao Qiang datang dan ngamuk di rumahmu," ucap Paman Zhang dengan nada berbisik sambil melirik ke kanan dan kiri.

"Aku cuma mau antar sedikit makanan untuk ibumu dan adikmu, mereka pasti belum makan malam," lanjut Paman Zhang sambil menyodorkan kantong plastik itu.

Lin Fan menatap wajah Paman Zhang secara perlahan.

Tidak ada ekspresi aneh di wajah tetangganya itu, hanya tampak rasa kasihan yang polos.

Namun saat Lin Fan hendak menerima kantong plastik tersebut, mata Lin Fan secara tidak sengaja melihat bayangan Paman Zhang di tanah.

Di bawah cahaya bulan malam yang remang-remang, bayangan Paman Zhang di tanah tampak tidak bergerak sama sekali, padahal tubuh Paman Zhang terus bergoyang pelan.

Bahkan bentuk kepala dari bayangan di tanah itu tampak memanjang dengan dua benjolan aneh seperti tanduk kecil.

Lin Fan membeku seketika di ambang pintu.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!