"Mulai dari sekarang kamu adalah putraku, kamu yang akan menduduki tahta naga. Gantikan posisi kaisar, injaklah keparat itu."
Sang permaisuri berbisik sembari tersenyum, menatap ke arah seorang pangeran kecil berpakaian lusuh di istana terbuang.
Lin Krisan, merupakan putri tunggal dari jendral yang berkuasa. Diangkat menjadi permaisuri, setelah mendukung suaminya dari status pangeran hingga menjadi kaisar.
Namun, kasih sayang tidak didapatkannya. Kaisar lebih menyayangi para selirnya. Hingga pada akhirnya permaisuri Lin meninggal di istana dingin, setelah diracuni oleh kaisar.
Wanita yang terlahir kembali, kembali mengulangi waktu.
"Aku tidak akan berusaha merebut cintamu lagi. Tapi aku akan merebut tahtamu."
Menjadikan istana bagaikan papan catur, melucuti kekuasaan kaisar pengkhianat. Menjadikan putranya yang manis sebagai kaisar baru.
Tapi lebih dari itu, mata perdana menteri mengawasinya...atau menginginkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Etika
Wanita yang menggunakan pakaian bangsawan biasa. Lebih tepatnya menggunakan pakaian sutra yang di bordir begitu indah. Tidak lupa perhiasan juga bertengger di rambutnya. Hendak menaiki kereta kuda bersama dengan putranya.
“Mau ke mana?” Wanita yang menghentikan langkahnya, menatap ke arah seseorang.
Kemarin dirinya sudah bertemu dengan orang ini. Kenapa hari ini harus bertemu lagi? Benar-benar pembawa sial.
Di kehidupan pertama, dirinya mengejar Kaisar. Benar-benar mengharapkan cintanya, hingga melakukan apapun untuknya. Tapi saat ini berbeda, melihatnya saja membuat mual.
“Hamba memberi hormat kepada yang mulia Kaisar. Semoga yang mulia panjang umur 1000 tahun.” Sang permaisuri menunduk memberi hormat.
“Hamba memberi hormat kepada yang mulia Kaisar. Semoga yang mulia panjang umur 1000 tahun.” Pangeran kelima juga ikut menunduk. Disertai dayang dan pengawal.
“Kamu belum menjawab pertanyaanku. Kenapa harus keluar dari istana?” Sang Kaisar mengerutkan keningnya, menatap ke arah penampilan permaisuri.
Pria yang menghela nafas kasar, tidak dipungkiri olehnya permaisuri memang pantas menyandang gelar sebagai wanita tercantik di ibukota. Bahkan ketika hanya berpenampilan bagaikan bangsawan pun, dapat menarik perhatian banyak orang.
“Ekhm …aku tidak menyukai wanita yang berpenampilan terlalu mencolok. Lebih baik kamu berpenampilan lebih polos dan sederhana.” Sang Kaisar menasehati, tidak ingin jika permaisuri berpenampilan lebih cantik daripada selir-selirnya.
Sang permaisuri hanya tersenyum. ”Ampuni hamba yang mulia, ini bukan tanggal 15. Bukan saatnya hamba untuk melayani yang mulia. Jadi, nanti ketika melayani yang mulia saat tanggal 15, ini akan menjadi nasehat yang bagus untuk hamba. Hamba berjanji tidak akan banyak berdandan.”
Kata demi kata yang benar-benar menusuk. Itu artinya wanita ini tidak akan berpenampilan begitu cantik di depan suaminya. Tapi akan tetap berpenampilan begitu cantik saat bepergian. Dan hebatnya wanita ini tersenyum tanpa rasa bersalah.
“Tanggal 15 yang melayaniku adalah selir Wen. Itupun atas perintah darimu. Apa kamu melupakannya?” Sang Kaisar berusaha keras untuk tersenyum.
“Benar! Hamba benar-benar lupa. Kalau begitu nanti hamba akan menyampaikan kepada selir Wen, untuk berpenampilan lebih sederhana ketika melayani Kaisar di tanggal 15 nanti.” Kata demi kata yang sama sekali tidak dapat dibantah.
Dirinya bagaikan ditusuk oleh belati, kenapa sifat permaisuri tiba-tiba berubah? Biasanya wanita ini akan menempel padanya bagaikan lem. Wanita ini akan menangis mengadu kepada Jenderal Lin, jika dirinya tidak bersedia menghabiskan waktu di istana Phoenix.
Tapi sekarang? Seperti mengusirnya secara halus.
“Intinya kamu mau pergi ke mana?” Kembali sang Kaisar bertanya, hanya ingin tahu apa yang dilakukan oleh orang ini. Status dan kekuasaan keluarga Lin terlalu tinggi. Karena itu dirinya ingin segera menyingkirkan keluarga Lin.
“Hamba ingin membeli beberapa peralatan dan mainan untuk pangeran kelima. Sekalian membawanya ke kediaman keluarga Lin. Kakak hamba pasti akan senang, melihat hamba pada akhirnya memiliki keturunan.” Itulah yang pada akhirnya diucapkan oleh sang permaisuri.
Sedangkan Kaisar mengangkat salah satu alisnya. Mereka akan membeli peralatan untuk pangeran kelima? Dirinya merasakan lebih dari itu.
“Ekm…ulang tahunku sudah dekat.” Kaisar menebak-nebak ini ada hubungannya dengan acara ulang tahunnya. Mungkin seperti tahun-tahun sebelumnya, permaisuri menyiapkan hadiah yang begitu besar.
“Ya…hamba mengetahuinya. Laporannya sudah tiba, hamba sedang menyusun rangkaian acara, dan pendanaannya nanti.” Permaisuri hanya menghela nafas, tapi masih berusaha keras untuk tersenyum.
“Baguslah Jika kamu sudah mengetahuinya.” Kaisar mengangkat sebelah alisnya. Ini sudah pasti, sang permaisuri akan menyiapkan hadiah dan pendanaan yang lebih untuk pesta ulang tahunnya. Karena itulah wanita ini pergi ke kediaman keluarga Lin.
“Ada yang ingin yang mulia bicarakan lagi?” Entah kenapa setiap bertemu permaisuri selalu mengatakan ini. Bagaikan ingin dirinya segera meninggalkan tempat ini.
“Bagaimana jika saat festival bunga yang mulia permaisuri menemaniku berjalan-jalan di taman bunga teratai?” Pertanyaan yang pada akhirnya diungkapkan oleh kaisar. Hanya berjalan-jalan di taman bunga teratai, wanita ini pasti akan bersemu merah dan kembali menempel padanya.
Tapi.
“Mohon maaf yang mulia, festival bunga bersamaan dengan pemilihan selir yang akan memasuki istana. Tambah harus mempersiapkan segalanya, selir harus dipilih dengan cermat, dimulai dari wajahnya dan bakatnya. Hamba berjanji hamba tidak akan mengecewakan yang mulia. Hamba akan memilih Putri bangsawan yang paling cantik untuk menjadi selir yang mulia.” Sang permaisuri terdengar begitu riang ketika mengucapkannya.
Namun, tiba-tiba saja pangeran kelima menarik gaunnya. Kemudian berucap dengan nada pelan.”Ibunda, itu sama sekali tidak bisa dilakukan.”
“Kenapa?” Pertanyaan dari sang permaisuri kepada putranya.
“Karena ibunda adalah wanita tercantik di ibukota. Tidak ada yang lebih cantik dibandingkan dengan ibunda.” Anak ini terlihat bersungguh-sungguh, begitu pintar dan pandai merayu. Membuat hatinya seketika tertusuk, ini baru anak berbakti miliknya.
Sedangkan Kaisar mengangkat salah satu alisnya. Permaisuri memang sangat cantik, bahkan terlalu cantik. Benar-benar wanita yang paling cantik di ibukota. Sayangnya dirinya juga harus memikirkan kekuasaan politik keluarga Lin. Menjegalnya sebelum berhasil naik, lalu membunuh permaisuri. Selama itu dirinya memang tidak boleh memiliki keturunan dengan wanita ini. Bahkan perasaan cinta pun tidak boleh, demi mempertahankan tahtanya.
Hingga seseorang tiba-tiba mendekat. Pemuda dengan pakaian serba hitam, motif burung bangau merah terlihat di pakaiannya. Begitu rupawan, kini berjalan hingga ke hadapan mereka.
“Hamba memberi hormat kepada yang mulia Kaisar, semoga yang mulia Kaisar panjang umur 1000 tahun.” Pria yang kemudian beralih menunduk memberi hormat kepada sang permaisuri.”Hamba memberi hormat kepada yang mulia permaisuri.”
“Menteri Ming, kamu belum meninggalkan istana?” Sang Kaisar mengerutkan keningnya.
Pria berlidah tajam, memiliki kemampuan bela diri, dan memiliki cukup banyak prajurit pribadi. Bahkan sebelum dirinya mewarisi tahta. Orang ini bahkan begitu berpengaruh di pengadilan. Pria yang sering mendapatkan julukan Raja neraka.
“Hamba memiliki hal yang ingin didiskusikan dengan yang mulia permaisuri. Ini mengenai perencanaan ulang tahun Kaisar. Karena itu hamba belum meninggalkan istana.” Sang perdana menteri menjawabnya. Pria yang terlihat tersenyum di luar, tapi memendam amarah di dalam.
Bagaimana bisa Kaisar ini memiliki begitu banyak selir. Tapi tidak memberikan sedikitpun kasih sayang kepada permaisurinya. Sudah ada puluhan selir, dan akan bertambah lagi.
“Sebaiknya cepat tinggalkan istana—” kalimat sang Kaisar terhenti, ketika perdana menteri malah beralih menetap ke arah permaisuri.
“Apa yang mulia permaisuri akan pergi ke kediaman keluarga Lin? Kebetulan kita searah, hamba akan pergi menghadap guru. Ada beberapa hal yang ingin hamba diskusikan.” Pemuda yang begitu cepat, berucap dengan begitu tegas.
Sedangkan sang permaisuri mengangkat sebelah alisnya. Kenapa sikap perdana menteri berubah? Di kehidupan lalu pria ini selalu menentangnya. Di kehidupan lalu pria ini selalu memusuhinya. Setiap langkahnya di mana dirinya membela Kaisar, pria itu akan menatap tajam penuh kebencian.
“Tidak baik bagi pria dan wanita untuk berada dalam satu kereta kuda.” Sang Kaisar berusaha keras untuk tersenyum.
kalau Indomie baru selera ku🤭🤣🤣
🤣🤣🤣