"Naura kamu itu ngapain aja sih dari pagi, kenapa belum ada makanan, ibu sudah lapar nih" ucap seorang wanita bertubuh gemuk yang marah marah kepada menantu nya
"iya bu ini Naura baru mau masak, tadi Naura cuci baju dulu makanya belum sempat masak" ucap Naura berlari menghampiri mertua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kyranachia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 34
"sebentar bapak bapak ibu ibu , lagian kami ini akan menikah, kami minta maaf akan kesalahan kami, kami mohon jangan arak kami " ucap ayu membuat arif terkejut
"heh wanita murahan, kalau memang mau menikah tunggu saja sampai sah kenapa harus sekarang, dan apa lagi melakukan nya di kampung orang " ucap Ibu ibu dengan kesal
"perilaku kalian tidak bisa kami toleransi, kalian harus menikah sekarang juga , anna panggil kan kedua orang tua mereka " ucap pak rt geram
"tunggu tunggu pak, saya di jebak, tadi saya habis minum minuman yang di buat ayu, dan saya tiba tiba saja merasa ingin itu" ucap arif panik
"halah alasan saja itu pak rt, mana ada orang pacaran tapi menjebak pacar sendiri apa lagi yang menjebak wanita nya bukan pria nya " ucap Ibu ibu itu lagi
Akhirnya pak rt tetap dengan keputusan nya untuk tetap menikahkan ayu dan arif
bapak ayu yang sedang bekerja di ladang pun terkejut mendengar hal itu, begitu pun dengan ibu ayu yang lumpuh
Marni sangat marah saat mengetahui hal itu, apa lagi sejak awal Marni tak setuju arif berpacaran dengan ayu
mau tak mau Marni dan juga orang tua ayu mendatangi tempat riana mereka datang dengan wajah kecewa
Berbeda dengan arif yang saat ini sedang di nikah kan secara paksa, bram yang mengantar kan dinda makanan sempat bengong saat melihat dinda dengan wajah nya yang sangat imut dan manis
Naura versi imut dan manis nya "maaf Pak bram ada apa ke sini? " ucap dinda bingung saat melihat atasan nya itu tak berkedip di depan meja nya
"ehem... maaf apa benar anda adinda meisya? " tanya bram gugup
"iya benar pak ada apa" tanya dinda lagi dengan ekspresi bingung
"maaf saya terkejut kamu sangat mirip dengan bu Naura, hanya saja kamu versi imut dan manis " ucap bram yang malah bicara kemana mana
"eum... maaf Pak ada yang bisa saya bantu" tanya dinda lagi merasa tak enak karena dia sedang di lihatin oleh beberapa rekan kerja nya
"oh iya maaf dinda ini ada titipan dari bu Naura " ucap bram salah tingkah
"oh baiklah pak bram terimakasih banyak" ucap dinda santai
bram pun pamit pergi dengan rasa malu dan salah tingkah, tetapi dinda malah jadi bahan omongan oleh teman teman nya
"kok anak baru itu bisa sih dapat makanan dari bu bos , ada hubungan apa dia sama bos" ucap salah satu teman kerja dinda kepada teman yang lain nya
"entah lah, pak bram juga sampai salah tingkah sama tuh anak baru, menang cantik saja " ucap teman yang lain sinis
~•~•~•
hari begitu cepat, saat ini di tempat arif sudah malam hari, arif ikut ayu menginap di rumah orang tua ayu
"bapak benar benar tidak habis fikir sama kamu ayu, kamu benar benar mengecewakan bapak" ucap bapak ayu langsung meninggalkan ayu dan arif yang sedang duduk di ruang tamu
"kamu kenapa bisa menjebak ku ayu? " ucap arif dengan nada marah
"siapa yang menjebak mu mas? aku tidak pernah menjebak mu, justru kamu yang sudah menodai aku " ucap ayu marah
"heh jangan asal bicara kamu ya!! setelah aku minum dari minuman yang kamu bawakan rasa nya tubuh ku panas sekali dan sesuatu di bawah ku terasa harus di keluarkan
lagian juga kamu sudah tak perawan lagi, jadi aku bukan menodai mu, bisa bisa nya aku mendaptkan bekas orang lain, bahkan mantan istri kedua ku saja masih perawan saat berhubungan dengan ku
aku sudah berpengalaman dua kali aku menikah dan aku mendapatkan gadis perawan, tetapi saat sama kamu rasa nya berbeda sudah sangat long*ar sekali " ucap arif menghina ayu
ayu yang mendengar itu pun merasa kesal"jangan asal bicara kamu ya mas, aku belum pernah berhubungan badan dengan siapa pun"ucap ayu berteriak
bapak ayu yang sudah berada di kamar pun keluar kembali "kalian kalau ingin bertengkar lebih baik ke luar saja, jangan mengganggu orang lain, kami semua ingin tidur" ucap bapak ayu dengan nada marah
ayu dan arif pun diam , mereka larut dalam pikiran masing masing
~•~•~•
sedangkan di tempat lain ada Naura yang sedang ingin pulang tiba tiba saja di jemput oleh kenzo "mas kenzo? ada apa ke sini mas" tanya Naura bingung
"apakah aku tidak boleh menemui calon istri ku? aku ingin mengajak kamu jalan jalan sebentar Naura " ucap kenzo tersenyum mendekati Naura
"jalan jalan ke mana mas? " ucap Naura mulai merasa deg deg an
"terserah kamu saja aku akan menuruti kemana pun kamu ingin pergi " ucap kenzo menatap mata Naura
"baik lah kalau kamu ingin jalan jalan, kita muter muter saja mas sambil cari jajanan bagaimana? aku sedang tidak ingin ke mana mana " ucap Naura tersenyum manis membuat kenzo terpesona
"oh oke baiklah kita cari jajanan" ucap kenzo terus menatap Naura
kenzo tak berhenti menatap Naura sampai akhir nya Naura berbicara "mas apa ada yang salah dengan ku? sampai sampai kamu terus terusan menatap ku? " ucap Naura bingung
"ah tidak sayang... maaf kan aku, kamu terlihat sangat cantik memakai hijab ini" ucap kenzo membuat Naura merasa malu
"yaudah ayo kita jalan sekarang " ucap Naura mengalihkan agar tak terlihat pipi nya yang sedang memerah
di tempat lain dinda sudah pulang duluan ke rumah arini, dia memutuskan untuk tak lembur kali ini, saat dinda sudah masuk ke dalam rumah tiba tiba saja dia melihat arini dan bagas sedang duduk di ruang tamu
"dinda kamu sudah pulang? " ucap arini dengan mata berkaca kaca
"iya tante, dinda pulang lebih cepat" ucap dinda yang langsung bersalaman dengan arini dan bagas
"bagus dinda jangan paksakan diri kamu hanya demi menuruti keinginan bu marni dan arif" ucap bagas kepada dinda
"eum... itu dinda... boleh kah tante peluk kamu? " ucap arini ragu ragu
"b-boleh tante " ucap dinda kebingungan dengan permintaan arini
arini pun segera memeluk dinda dengan perasaan bahagia, air mata nya pun ikut luruh tanpa di sengaja
"tante kenapa menangis? " tanya dinda setelah arini selesai memeluk dinda
"tidak apa apa dinda, tante hanya kasian sama kamu yang sudah berusaha membantu abang mu tetapi malah di manfaat kan " ucap arini terpaksa berbohong
"oh iya dinda mulai malam ini kamu tidur nya pindah ya, tadi tante sama om sudah memindahkan semua barang barang kamu ke kamar baru kamu " ucap arini tersenyum
apa.bedanya rani dan tifani?