[ SEDENG REVISI ]
Jika cantik, molek dan berpenampilan sexy, membuat kalian berpikir yang tidak tidak tentang diriku dan sahabat sahabatku! Dengan bangga aku katakan.
~ 🍁Jangan pernah menilai sesuatu hanya dari sampulnya saja, karna sesuatu yang di lihat mata belum tentu sesuai dengan isinya! 🍁~
Penampilan kami memang menggoda di tapi kami bukan wanita penggoda.
~~🍁Devina Aldira🍁~~
Penasaran seperti apa isi ceritanya yuk mampir, jangan sungkan ya bagi 👍💖⛥
.
Jangan lupa komentarnya biar aku lebih baik lagi dalam menulis.
Maaf ya jika banyak typo maklum aja baru belajar 😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vi_via, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab33
Warning.......⚠⚠⚠💯
Pembacaku yang budiman harap bijak dalam membaca, karena kalian telah memasuki Area ++🔞💯.
Aksel mengangkat tubuh Devi, lalu menghempaskan tubuhnya di atas ranjang king size itu.
" Oke! Aku ikut mau kamu,! Dan mulai sekarang kamu aku bebaskan dari tanggung jawab mu sebagai istri ku." Ucap Aksel menindih tubuh Devi.
" Karena Mulai sekarang kamu akan menjadi menjadi partner ranjang ku, dan Hanya sebatas pemuas nafsu ku saja." Ucapnya lagi
" Menjadi Istrimu saja aku tak mau, apalagi harus menjadi patner Ranjangmu atau apa tadi kamu bilang? Pemuas nafsumu, Hmmm aku lebih lebih tak sudi. Jika kamu berani melakukan itu kepadaku maka Akan ku pastikan, ini Akan menjadi kebersamaan sekaligus perpisahan kita." Ucap Devi membuat Aksel tersenyum.
"Jangan berpikir untuk lari dari ku karena sejauh manapun kamu berlari kamu akan tetap berakhir diranjang ini,! apa kamu tidak ingin berterima kasih kepada ku sayang,! Dan jangan membenci ku karena ini yang kamu inginkan bukan." Ucap Aksel mulai mencumbui Devi.
Aksel melepas ciumannya sejenak, iya meraih dasi yang di gunakan Devi untuk mengikatnya malam itu.
" Kamu masih ingat dasi ini sayang? Ini dasi yang sama dengan dasi yang kamu gunakan malam itu."
" Aku tidak peduli, aku bahkan sudah melupakan kejadian itu.! Tetapi satu hal yang harus kamu tahu. Aku tidak suka di paksa. Dan aku ingatkan lagi jangan kamu berani berbuat itu kepadaku, Karena sampai kamu melakukannya. Demi Tuhan orang yang paling aku di benci di dunia ini adalah kamu." Ucap Devi. Tubuhnya mulai bergetar dengan hebatnya. Takut. Itu lah yang dia rasakan saat ini.
" Kamu mengancam ku, atau kamu mulai takut, tetapi kamu boleh mengangap ini pembalasku Atas siksaan yang kau berikan padaku waktu itu. Aku Tidak Akan berbaik hati lagi padamu. Di karena kan kamu tidak bisa mencintai ku maka bencilah aku, setidaknya aku masih ada tempat di pikiran mu." Ucap Aksel di ikuti Cumbuha nya.
" Kamu tahu! Aku bagaikan orang bodoh yang mencintaimu. Aku bahkan Rela menahan siksaan yang kau berikan. Tapi apa yang kau lakukan, kau tak pernah bersyukur dan menghargaiku sedikit pun walaupun aku telah menjadi suamimu. Apa hebatnya kamu? Kamu hanya wanita penggoda yang mendapatkan tempat di hatiku." Ucap Aksel mengikat Devi dengan dasi yang sama.
"Aku tidak butuh tempat di hati lelaki brengs*k seperti mu , Aku ben_Hmmm." Ucap Devi terhenti saat Aksel membungkam mulut Devi dengan bibirnya.
" Ingat lah lelaki yang kau sebut breng*ek ini adalah suami." Ucap Aksel terus mencium bibir Devi dengan kasar di setai lu*atan dan gigit kecil di bibirnya Devi. Masih dengan brutalnya. Bukan hanya bibir yang menjadi sasaran ke marahan Aksel. Leher dan tengkuknya juga. Tangan nya mulai membuka resleting dress yang di gunakan Devi tanpa melepas ciumannya. Ciuman dan gigitan itu perlahan menjamah setiap inchi tubuh Devi setelah melepaskan dresa itu dari tubuh Devi, menyisakan dalamannya saja. Tidak tahu sudah berapa jejak yang ia tinggalkan kan di tubuh Istrinya.
Sakit Hati dan kemarahan nya membuat ia seakan menulihkan telinga nya dari setiap kata yang keluar dari bibir Devi. Desahan, jeritan dan cacian yang di ucapkan Devi bagaikan hembusan angin lalu untuk Aksel.
Iya Terus mencumbui istrinya itu, walaupun bibir Devi menolak dengan keras perlakuan Aksel tetapi tubuhnya begitu menikmati rangsangan yang Aksel berikan.
Tangan Aksel lepas pengait kait yang menutupi gunung kembar nya Devi, Bibir Aksel langsung menyabar puncaknya dengan lihai bibir Aksel terus memanjakannya, menghisap dan melum*t puncak gunung kembar itu, tanganya ikut berkolaborasi dengan Memijat lembut memberi kenikmatan yang seimbang di Antara gunung kembar itu!
" Kamu begitu nikmat sayang" bisik Aksel.
" Dasar Aahhh, Bre**sek, lepaskan aku. Aku benci kamu Aaahha." Ucap Devi masih terus memberontak di ikut desahannya.
" Iya Aku juga mencintai mu sayang. Kamu yang membuat aku menjadi lelaki bren*sek." Ucap Aksel.
Aksel kembali mencumbui Devi, tangannya kini turun ke area sel*ngk*ngan membuka celananya. Sebelum tangannya mulai Bermain main dengan bagian inti nya Devi.
" hhhmm, Aahhaa Lep aaahh askan " Ucap devi yang terpotong Desahanya.
" Sayang ternyata kamu sungguh menikmati permainan ku, kamu sampai Basah." Ucap Aksel
" Aksel Hhmmmaaahh lepaskan tanganmu aaahhhh. Aku tidak kuat menahan nya"
" Lepaskan sayang dan kamu Akan merasakan nikmatnya, jangan di tahan." Ucap Aksel.
Devi memejamkan matanya, iya mengepalkan tangannya yang terikat. berusaha menahan diri nya. Saat Aksel begitu pintar dalam mengedalikan tubuh Devi. Ketika devi Akan mencapai puncaknya dengan cepat Aksel hentikan permainanya.
" jika kamu sudah tidak kuat menahan nya, maka memohon lah dan aku akan membantu mu." Ucap Aksel, masih dengan kenikmatan yang dia berikan untuk Devi.
Devi sudah tidak dapat menaha dirinya, permainan Aksel membuatnya mau tidak mau di harus memintah." Aksel Aaahh lakukan lah aahh?" pinta Devi masih dengan sedikit desahanya. Membuat Aksel tersenyum, seraya berkata "memohon lah dengan benar sayang."
Devi mengepalkan tangannya, "Hhhmm aaahh Aksel Aku mohon lakukan lah" Ucap Devi membuat Aksel langsung melepaskan tangan Nya dari inti Devi, dan membuka setiap inchi pakaian yang melekat ditubuhnya.
" Dengan senang hati, Karena kamu yang memintanya." Ucap Aksel.
Aksel membuka sedikit paha Devi, memposisikan tubuhnya sejajar dengan lubang yang masih tertutup itu, tangannya mengenggam miliknya, menggosok gosok kepala adiknya pada permukaan lubang itu, mencari sedikit pelumas untuk melewati pintu lubangnya Devi yang masih tertutup.
Aksel sedikit kesulitan untuk memasuki lubang itu, dengan sedikit memaksa Akhirnya kepala Adiknya berhasil masuk di iringi jeritan Devi cairan bening lolos dari sudut matanya, bersamaan darah yang sedikit menetes di area selangkangannya.
" Lepas, Aksel.! sakit" pinta Devi membuat mata Aksel seakan ingin keluar dari tempatnya.
" Ya tuhan Sayang kemana saja kamu selama ini." Ucap Aksel, iya tidak menyakah wanita yang dia Nikahin Adalah seorang wanita yang masih menjaga kesuciannya.
Mengingat wanita yang di perawani saat ini, adalah Devi yang di cap wanita penggoda oleh orang orang yang mengenalnya, di tambah penampilannya yang begitu seksi. Wajar donk jika seorang Aksel terkejut.
" Aku menikahimu karena aku tulus mencintaimu, tidak peduli kamu perawan atau tidak , karena dengan memilikimu saja sudah lebih dari cukup." Ucap aksel melepaskan ikat dasi pada kedua pergelangan tangan Devi dan mulai mengoyang pinggangnya, maju mundur, maju mundur cantik cantik.😂😂😂
Kedalam lubang yang sempit membuat Aksel mendesah penuh kenikmatan, desah yang keluar dari bibir mereka bagaikan duet yang bergemang dengan indah di ruangan itu.
Pengalaman pertama yang di awali dengan penuh Amarah dan brutal berubah menjadi hentakan hentakan yang penuh kelembutan membuat Devi seakan lupa akan penolakan yang iya lakukan beberapa saat yang lalu.
Mereka saling bergulat dengan permainan panas itu, saling memberi jejak kepemilikan secara bergantian. Devi berulang kali di buat melayang oleh Aksel. Hampir 2 jam barulah Aksel mencapai puncaknya dan menyemburkan bibit Aksel dan akselah junior pada kedalaman lubang itu.
.
.
.
.
Bersambung.
🍁Tinggalkan jejak ya kalau kalian masih suka👍
terimakasih ya kak , mewek aku bacanya 😫😫😫😫
ktimbang devina