Berawal dari kesalahan Mike dan Sandra yang menyebabkan Sandra harus hamil di luar nikah. Mike pun di usir dari rumah. Lalu Mike membawa Sandra kabur dari rumah orang tua Sandra dan menikah tanpa restu orangtua. Lalu papa Mike berusaha membuat hidup mereka menderita agar Mike meninggalkan Sandra dan balik padanya.
Suatu saat Sandra kontraksi. Tak satu pun warga mau menolong mereka. Mike hanya menemukan gerobak dan membawa Sandra dalam kondisi hujan ke rumah sakit. Mike meminta tolong pada pihak rumah sakit untuk menolong Sandra dengan kekuatan terakhirnya lalu Mike pun pingsan. Lalu keduanya langsung di tangani. Mike pun meninggal. Sandra melahirkan bayi laki-laki yang lucu.
Mengetahui anaknya meninggal, Pak Anwar pun mengambil mayatnya Mike beserta anak mereka. Sandra yang masih lemah tidak dapat mengejar Pak Anwar dan terjatuh.
“Jangan Ambil Anakku” Ucap Sandra saat dia terjatuh .
Bagaimanakah nasib Sandra dan anaknya? Apakah Sandra masih bisa bertemu dengan anaknya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Bu Mira Menanyakan Rencana Sandra dan Mike Selanjutnya.
Seperginya Mike dan rombongan Mike, bu Mira masih melihat seserahan yang dibawa oleh Mike tadi. Walau memang bukan barang mahal ataupun barang branded namun Bu Mira masih dapat melihat ketulusan dan keikhlasan hati Mike memberikan itu semua pada Sandra di masa-masa sulit hidupnya.
“Bu.. Barang-barang itu mau diapain?” Tanya bi Asih pada bu Mira pada saat ini.
“Hmmm… Karena itu barang bawaan Mike untuk Sandra, kamu bawa saja semuanya ke kamarnya Sandra. Terserah dia nanti mau diapain itu semua.” Jawab Bu Mira.
“O begitu ya bu. Baiklah.” Bi Asih pun segera mengatur beberapa orang membantunya membawa barang-barang itu ke kamarnya Sandra.
Bu Mira pun ikut naik ke atas untuk pergi ke kamarnya Sandra mengikuti rombongan bi Asih dan yang lainnya. Berhubung hanya bu Mira yang nggak memegang apapun, bu Mira pun berinisiatif mengetok pintu kamarnya Sandra saat ini saat mereka semua berada di depan kamarnya Sandra.
*****Tok.. Tok.. Tok..*****
Sandra yang sejak masuk ke kamarnya dan menangis pun, mendengar suara ketukan dari depan pintu kamarnya. Dengan mata yang membengkak, Sandra berusaha bangun dari tempat tidurnya.
“Siapa..???”
“Ini mama Sandra. Tolong bukakan pintunya.” Ucap Bu Mira dari depan kamarnya Sandra tersebut.
“Mau ngapain mama ke sini? Pergi saja ma. Sandra lagi nggak pengen lihat wajah mama dan papa.”
“Buka dong sayang. Kamu nggak boleh gitu. Jangan membenci kami. Biar bagaimana pun papa dan mama tetaplah orangtua kamu. Kamu nggak boleh memperlakukan kami seperti itu. Sekarang kan kamu juga sudah menjadi calon ibu Nak. Gimana kalau nanti anak kamu memperlakukan kamu sama dengan kamu memperlakukan kami.”
Sandra pun tertegun mendengar omongan mamanya itu. Dia merasa mamanya itu ada benarnya juga. Memang benar apa yang mamanya katakan kalau sekarang dia adalah calon ibu. Dan apapun yang dia lakukan saat ini adalah cerminan apa yang akan dilakukan anaknya di masa depan padanya. Sandra pun mengalah dan bangkit berdiri dari tempat tidurnya dan membukakan pintu agar mamanya bisa masuk ke dalam kamarnya.
“Akhirnya kamu buka juga pintunya Sandra. Mama senang sekali.” Sandra sama sekali nggak mendengar apa yang dikatakan mamanya. Pandangan Sandra hanya terpaku pada apa yang ada di belakang mamanya itu.
“Apa-apaan ini ma?” Tanya Sandra heran.
“Apa? Barang-barang ini?” Sandra mengangguk.
“Iya ma. Barang apa itu? Kenapa di bawa ke kamarnya Sandra sih?” Tanya Sandra pada mamanya dengan heran.
“Kamu lupa ini barang-barang apa?” Tanya Bu Mira mengingatkan Sandra.
“Iya ma. Perasaan Sandra nggak pernah membeli barang-barang itu. Berarti itu bukan barang milik Sandra ma. Trus kenapa di bawa ke kamar Sandra?”
“Ya ampun. Masa kamu nggak tahu sih? Ini semuakan barang seserahan yang di bawa oleh Mike buat kamu? Apa kamu lupa?”
“Oh iya. Astaga. Sandra hampir lupa ma. Terus kenapa di bawa ke kamarnya Sandra?”
“Ya karena ini semua Mike berikan untuk kamu. Berarti ini adalah barang-barang kamu. Jadi sudah sepantasnya barang-barang tersebut di antar ke kamar kamu.”
“O gitu. Ya sudah deh masukkan saja. Lagian Sandra juga mau lihat barang-barang apa saja yang dibawa Mike buat aku ma.” Wajah Sandra agak senang melihat bawaan dari Mike tersebut.
Segera Bi Asih dan beberapa pelayan lain memasukkan ke kamar Sandra dan meletakkan di ujung kamar Sandra agar tidak mengganggu jalan di kamar tersebut.
“Sudah semua?” Tanya Bu Mira pada bi Asih.
“Sudah bu. Semua barang bawaannya mas Mike yang ada di bawah sudah di masukkan semua ke kamarnya non Sandra.” Lapor bi Asih.
“Bagus . Kalau gitu bi Asih dan yang lainnya sudah boleh pergi dan mengerjakan pekerjaan kalian yang lain. Terima kasih ya semuanya.”Ucap Bu Mira kepada para pembantunya itu.
“Baik bu.” Bi Asih dan para pelayan lainnya pun meninggalkan kamar Sandra dan kembali turun ke dapur untuk menyelesaikan semua pekerjaan mereka yang tertunda.
“Apa mama boleh masuk?” Setelah semuanya pergi dan hanya ada Bu Mira dan Sandra, bu Mira pun minta izin untuk masuk ke dalam kamarnya Sandra.
“Boleh dong ma. Ayo masuk. Supaya Sandra bisa menutup pintu kamar ini dan mengecek barang-barang apa saja yang ada di kamar ini.” Sandra nggak sabaran mengecek satu per satu barang yang dimasukkan oleh bi Asih dan yang lainnya ke kamarnya.
Bu Mira pun tersenyum dan masuk ke dalam kamar itu. Lalu menutup pintu kamar Sandra. Sementara Sandra sudah mendekat ke ujung kamarnya melihat barang-barang bawaan Mike untuknya.
“Wah.. Banyak juga ya bawaan nya mas Mike ya ma. Padahal katanya semua fasilitas miliknya di tarik oleh papanya saat dia diusir dari rumah.” Sandra keceplosan mengatakannya pada Bu Mira.
“Apa? Mike di usir dari rumah? Karena masalah kalian ini?” Sandra yang sudah terlanjur keceplosan pun terpaksa menceritakan hal yang sebenarnya pada Bu Mira mamanya.
“Iya ma. Sudah sekitar tiga hari yang lalu ma.”
“Sekarang Mike tinggal di mana? Dan sama siapa? Trus siapa dong orang-orang yang di bawa Mike itu?” Bu Mira penasaran dan nggak tahan untuk menanyakannya pada Sandra.
“Mas Mike sekarang tinggal dengan Pak Budi ma. Pak Budi adalah seorang driver ojek online atau ojek pengkolan yang Sandra juga nggak tahu pastinya. Saat itu kebetulan membawa mas Mike malam saat dia diusir dari rumah. Pak Budi yang baik hati menawarkan Mike untuk tinggal bersamanya karena melihat Mike nggak punya tujuan dan kelihatan bingung. Pak Budi juga yang mencarikan kerja untuk mas Mike ma.”
“Wah.. Kok masih ada orang sebaik itu? Mike benar-benar beruntung kalau begitu.”
“Iya ma. Makanya itu. Mike benar-benar beruntung.”
“Jadi sekarang apa rencana kalian? Kan kamu tahu sendiri kalau papa nggak menyetujui hubungan kalian.” Tanya Bu Mira dengan serius.
“Belum tahu ma.” Sandra takut mengatakan apa yang akan dilakukan mereka.
“Yakin? Apa jangan-jangan kalian berencana untuk kabur??” Bu Mira menebaknya.
“Hah??? Kenapa mama berpikiran seperti itu?” Sandra jelas terkejut mendengar mamanya bisa tahu apa yang akan mereka lakukan.
“Nggak apa-apa. Mama Cuma menebaknya. Kan kalau di novel-novel online yang sering mama baca banyak yang menulis seperti itu kalau ada pasangan yang nggak di setujui menikah.”
“Astaga ma. Ini kehidupan nyata loh. Kok disamain dengan cerita novel. Beda loh.”
“Kalau sama juga nggak apa-apa.” Bu Mira berkata dengan cuek.
“Hah..???”
Sandra heran mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh mamanya. Sandra merasa seakan mamanya memberi dirinya kode kalau mamanya itu setuju kalau Sandra dan Mike kawin lari. Tapi Sandra nggak berani menyimpulkan apa yang dimaksudkan mamanya itu. Sandra takut salah sangka pada mamanya.
“Kenapa? Apa yang mama katakan ada yang salah??” Pertanyaan bu Mira semakin membuat Sandra bingung dan semakin heran.
telat mikir nya, makanya mikir sebelum berbuat
"aku dan teman kamarku"
terima kasih