NovelToon NovelToon
Bukan Salah Rasa

Bukan Salah Rasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta
Popularitas:37.6k
Nilai: 5
Nama Author: Ikha dito

"Cynta, kenalin ini Gama ... temen kampung gue" ucap Maya sambil meraih pergelangan tangan Cynta untuk berkenalan dengan seorang cowok yang terlihat dingin dan angkuh.

"Dan perlahan rasa itu datang dan tumbuh bersemi begitu saja tanpa bisa gue cegah ...." Cynta.

"Jangan salahkan dirimu jika rasa itu datang ... Karna rasa kita sama ...." Gama.

Bagaimana akhir kisah Gama dan Cynta, meski keduanya memiliki rasa yang sama akankah cinta mereka berlanjut di saat Cynta mengetahui bahwa Maya sangat mencintai Gama semenjak sahabatnya itu duduk di bangku SMP ...

Akankah Cynta tega menyakiti Maya ...???

Mampir yak ke lapak Gama and Cynta biar bisa tau kisah akhir ceritanya ...

Kita lanjut baca yukkk ...


Nama tokoh, tempat, alur cerita hanyalah kehaluan othor ... tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan real othor yakk ...

Selamat Membaca ...

Semoga syukak ... Tengyu so much for my beloved readers 😍😍😍

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikha dito, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu?

"Tumben sendiri."

Sebuah suara bass dari belakang punggung Cynta seketika membuatnya menoleh.

"Eh, Angga."

"Temen temen lo pada kemana?" Angga mendudukkan diri pada kursi beton di samping Cynta.

Angga adalah kekasih Maura yang merupakan tetangga depan kamar Cynta. Angga dan Cynta sudah saling kenal lama, semenjak mereka sama sama menjadi mahasiswa baru di kampus yang menjadi tempat mereka menimba ilmu. Awalnya mereka hanya saling tahu, akan tetapi keduanya menjadi semakin akrab setelah tahu bahwa Angga dan Maura adalah pasangan kekasih. Meski Angga dan Cynta menempuh pendidikan di kampus yang yang sama namun mereka berbeda fakultas. Sedangkan Maura tidak bersekolah di sini.

"Mereka ada jam."

"Emangnya elo enggak?" tatap Angga heran.

Cynta menggeleng.

"Gue udah lulus pas semester pendek kemaren." jawab Cynta kemudian.

"Oh... mereka pada ngulang?"

"Ya... gitu deh." Cynta bukan bermaksud merendahkan kemampuan sahabat sahabatnya. Mereka memiliki alasan masing masing untuk mengulang mata kuliah yang mereka tempuh saat ini.

"Nggak setia kawan banget jadi orang."

"Bukan gitu konsepnya Ngga." Cynta dengan raut kesal.

Angga terkekeh. "Sengaja biar lo kesel."

"Ck... kurang kerjaan." Cynta.

"Lo udah makan Cyn?" tanya Angga setelah mengakhiri kekehannya.

"Belum." jawab Cynta pendek.

"Kenapa belom makan?" Angga dengan menatap benda hitam yang melingkari pergelangan tangan kanannya. Benda hitam itu menunjukkan angka 2.00 PM, itu berarti jam makan siang sudah lewat.

"Bosen sama menu kantin. Pengen nyari yang seger seger di luar aja."

"Habis ini lo ada kelas nggak?" tanya Angga lagi.

"Nggak ada. Tinggal pulang, tapi males jalan ke depan. Panas." Cynta memberikan jawaban panjang tanpa diminta.

"Elo nggak bawa motor?" Angga sesungguhnya tahu maksud ucapan gadis yang tengah duduk di sebelahnya itu. Jika Cynta harus berjalan menuju halte di depan berarti gadis itu tidak membawa motor matic pingkuknya, dan harus naik trans jogja untuk menuju tempat kostnya.

"Gue tadi berangkat bareng Tere, dia nginep di kost gue semalem."

"Oh." Angga dengan kepala mengangguk angguk tanda mengerti.

"Mau makan bareng gue?" tawar Angga.

"Emangnya lo belum makan siang juga?"

"Bisa dibilang gitu."

"Ambigu lo, nggak jelas banget." Cynta berdecak.

"Tadi sarapan pagi gue nanggung, udah jam 10." Angga memberikan alasan. "Mau nggak?" Tawar Angga kembali.

"Emang lo udah nggak ada jam?"

Angga menggeleng. "Ntar gue balikin lo ke kos dengan selamat. Tenang aja, gue nggak bakalan bikin lo terlantar di jalan."

Cynta terlihat berfikir, bukan pura pura melainkan ia memang sedang memikirkan tawaran Angga.

"Gue nggak mau dituduh pelakor." ucap Cynta kemudian membuat Angga terkekeh.

"Sok takut dosa lo. Ayok." Angga dengan beranjak dari duduknya seraya menggerakkan satu tangan mengajak Cynta serta.

"Ntar kalau Maura salah paham lo tanggung jawab." Cynta dengan mengekori Angga.

"Tenang aja, dia nggak bakal cemburu sama lo. Kek baru sekali aja kita makan bareng berdua." Angga dengan tersenyum santai.

Ini memang bukan pertama kalinya Angga dan Cynta pergi makan berdua tanpa Maura. Mereka sudah sering melakukannya baik di kantin kampus maupun di seputaran kampus mereka. Namun bukan berarti kedekatan dan keseringan mereka makan bersama membuat keduanya saling jatuh Cynta. Tidak.

Cynta tidak menyukai Angga dalam artian suka layaknya seorang perempuan pada lelaki. Gadis itu hanya sudah terbiasa berteman dengan Angga. Pun begitu juga dengan Angga. Lelaki itu sangat mencintai Maura, tidak sedikitpun memiliki rasa lebih dari sekedar teman pada Cynta. Hanya saja Angga sedikit memanfaatkan Cynta untuk membantunya menagwasi Maura sebagai cctv untuknya.

"Kita makan dimana Ngga?" Tanya Cynta setelah memasang seatbelt pada tubuhnya.

"Soto pak kumis gimana?"

"Okey... mantep itu."

"Siip... berangkat." Angga melajukan kendaraan roda empatnya membelah jalanan aspal untuk menuju kedai pak kumis.

*

*

*

"Lo udah pesenin gue dua porsi kan?" Angga dengan mendaratkan bokongnya pada kursi di hadapan Cynta. Saat sampai di kedai soto pak kumis Angga buru buri pergi ke toilet untuk menyelesaikan panggilan alam yang tidak dapat ditahan olehnya.

Cynta yang tengah mengetik pada ponselnya pun menghentikan aktifitasnya lalu sedikit mengangkat wajah. "Udah, soto ayam 2 sama jeruk anget kan?"

Cynta sudah cukup sering makan bareng Angga. Jadi dia tau kebiasaan Angga yang selalu memesan dua porsi jika menu makanan tersebut porsinya kecil. Seperti soto, bakso, teamlo dan sejenisnya. Jadi meski Angga tidak berpesan pada Cynta sebelumnya, Cynta sudah hafal dengan kebiasaan kekasih Maura tersebut.

"Siip." Angga mengacungkan ibu jari pada Cynta.

Semenit kemudian pesenan mereka pun datang.

"Aduh lupa." seru Cynta menepuk keningnya.

"Apaan?" Angga.

"Lupa nggak ngomong kalau yang satu nggak usah pakek ayam suwir." Cynta dengan menatap mangkuk soto di depannya penuh sesal.

"Kirain apaan. Sini buat gue aja." Angga menyodorkan salah satu mangkuk miliknya yang telah ia suap sebelumnya.

Cynta pun mengambil potongan potongan ayam suwir dari mangkuk soto miliknya dan memindahkan pada mangkuk soto milik Angga.

Bukannya Cynta tidak menyukai makanan berupa daging berserat, namun ketika dia memaksakan diri untuk mengkonsumsinya gigi akan merasa gatal. Hal itu disebabkan giginya yang sensitif ketika mengunyah potongan daging serat tersebut. Untuk itu Cynta memilih menghindari makan makanan daging berserat.

Ketika Cynta fokus memindahkan potongan ayam suwir ke dalam mangkuk Angga, Angga mengambil satu butir telur rebus dan nengupas kulit cangkangnya.

"Lagi?" Tanya Angga saat memasukkan telur yang telah dikupasnya ke dalam mangkuk soto Cynta. Seolah terlihat sebagai kekasih yang penuh perhatian.

"Enggak, cukup." tolak Cynta dengan membingkai senyum. "Gue jadi berasa kencan sama lo deh Ngga."

"Anggap aja gitu. Itung itung buat latihan kalu nanti lo punya cowok." Angga dengan senyum menggoda.

Interaksi Angga dan Cynta yang terlihat seperti pasangan kekasih itu tak luput dari mata Elang seorang Muhammad Gama Ramadhan. Yang tengah duduk tak jauh dari keduanya.

Dengan tersenyum miring Gama memotret peristiwa itu dengan kamera ponselnya.

"Siapa dia? Ada hubungan apa mereka? Apakah mereka berdua adalah pasangan kekasih?" Gama tak berhenti bertanya tanya sembari mengusap rahang serta kening yang mengerut. Netranya tak lepas dari layar benda pipih yang tengah berada dalam genggamannya.

"Gam balik yuk." Beno menyikut lengan Gama untuk mengajaknya pulang. Beno adalah teman satu kampus dan juga sama sama mengambil fakultas pertambangan.

"Bentar. Gue belom selesai." sahut Gama kemudian memasukkan ponsel pintar ke dalam saku bajunya. Lalu menarik mangkuk sotonya yang ternyata masih utuh.

"Ck... Udah dingin lagi." Gama berdecak, ternyata Gama tak sadar jika dia cukup lama memperhatikan Cynta hingga lupa untuk memakan soto pesanannya.

"Bengong mulu sih." Beno menyindir.

"Sok tau lo." Gama menyuap sesendok nasi soto ke dalam mulutnya.

"Gue emang tau." Beno memang sempat memperhatikan Gama yang mengabaikan soto pesanannya. Padahal lelaki itu yang memaksa Beno untuk datang ke kedai soto pak kumis. Akan tetapi saat Beno makan soto dengan lahap, Gama malah bengong memandang Cynta dan Angga yang tengah menikmati soto tak jauh dari mereka.

Beno tidak tahu siapa mereka namun melihat Gama yang tak memutus pandangan dari muda mudi yang nampak seperti pasangan kekasih itu, Beno menyimpulkan bahwa Gama mengenal mereka atau mungkin salah satu dari mereka.

Baru juga beberapa sendok memakan nasi sotonya terdengar gelak tawa tak asing tertangkap rungu Gama. Seketika Gama mendongak, nafsu makannya lenyap seketika saat melihat Cynta dan Angga semakin terlihat mesra menurutnya.

"Lo kenal sama mereka?" tanya Beno dengan mengikuti arah pandang Gama kembali.

"Nggak!" ketus Gama tanpa sadar dengan rahang yang mengeras. Terlihat jelas kekesalan pada wajahnya.

"Yakin?" Beno.

"Gue udah selesai." Gama mengabaikan pertanyaan Beno. Mengangkat tubuhnya dengan kasar dan berjalan meninggalkan Beno yang masih duduk terbengong.

"Elo nggak lagi cemburu kan Gam..." desis Beno memandang dua orang yang sedari tadi menjadi arah pandangan Gama, lalu berjalan menyusul Gama dengan kepala menggeleng pelan.

❤❤❤❤

1
Aftine
ditungguin up kak
Dina Vanti
kok nggak pernah up lagi to kak...lama amat
Anonim
kk gk mo update th lama aku nunggu kk nya update
Nur fadillah
Wadidadawww...Mas Es batunya sudah caiiir...😀😀🤣
Nur fadillah
Waduh...duh...bikin berabe neng Cynta...🤣🤣❤
Nur fadillah
Heemmm...kalau cinta sudah membara rasanya gimana gitu...love..love..😀😀❤❤❤
Nur fadillah
Pasti cembukuuurr....🤣🤣
Nur fadillah
waduh...wafuh...ciapa tuh...🤣🤣
Nur fadillah
Heehee...asyiik...
Nur fadillah
Heeheer...nah kan..kan...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Heeheee...🤣🤣🤣
Nur fadillah
Semangat 45 Thooorrr....💪🏻💪🏻🔥🇮🇩
Leny Mariani
lanjut
Ida Nursanti
up nya kelamaan..jadi lupa ceritanya
nona damayanti
mana sambungan nya
Aftine
ingat gama cyn
septi 💎
aw aw aw gercep nih pak dosen 😁
Rhiedha Nasrowi
wihh pak dosen to the poin aja yak 😁😁😁
septi 💎
ya ketahuan 😂
Septi Husna
ih si dosen main tembak2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!