NovelToon NovelToon
Addicted

Addicted

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Tamat
Popularitas:254.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Arzeerawrites

Raihan, mahasiswa yang sempurna harus berurusan dengan seorang gadis yang memiliki kasta jauh lebih rendah darinya namun berprinsip kuat.

Rena sudah terbiasa disakiti oleh Raihan yang tak lain adalah suaminya. Namun bukan berarti Ia menjadi lemah dan tenggelam dalam kesedihan terus menerus. Ia bisa bangkit dan menjalani kehidupan seperti biasanya.

Saat Rena sibuk dengan dirinya sendiri, Raihan mulai menyadari seberapa penting kehadiran Rena dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arzeerawrites, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Addicted 33

Hari ini Carra bekerja seperti biasanya. Ia benar-benar bahagia karena keberadaannya di sini tidak berpengaruh apapun setelah Ia berbuat kesalahan.

Della juga hari ini datang ke kafe lagi bersama dengan suaminya. Mereka berdua sudah menyelesaikan permasalahan secara baik-baik. Tidak ada perpisahan, karena sejujurnya mereka berdua pun tak ada yang menginginkan itu.

"Kemarin kenapa kamu dipanggil oleh Tuan Xander?"

Denrio memperhatikan Carra yang sedang streaming di ponselnya. Kafe memang sedang sepi, sehingga Carra semakin bebas untuk melakukan apapun.

"Tidak ada apapun. Hanya dipanggil,"

"Tidak mungkin hanya dipanggil. Pasti ada penyebab nya,"

Carra menggeleng tak ingin menjawab. Sepertinya tidak ada yang tahu bahwa Ia penyebab kejadian kemarin. Paling hanya Nathalie saja yang menaruh kecurigaan padanya. Jadi Ia tak akan memberi tahu siapapun. Itu akan membuat citra nya sebagai pegawai menjadi buruk.

Lonceng berbunyi tandanya ada yang masuk ke dalam kafe. Denrio langsung mengalihkan matanya pada Rena yang baru saja menginjakkan kaki di kafe.

Carra belum sadar kalau musuhnya datang karena Ia terlalu serius melakukan streaming.

"Apa Nyonya Della datang hari ini?"

"Datang,"

Mendengar interaksi antara Rena dan Denrio, Carra segera mengalihkan fokus. Alisnya terangkat menatap Rena.

"Di ruangan Tuan Xander,"

Rena mengangguk dan mengucapkan terimakasih pada Denrio. Kemudian gadis itu berjalan ke ruangan Xander.

Tok

Tok

"Siapa?"

"Saya Rena, Tuan."

Di dalam ruangan, Xander dan Della saling menatap sebentar. Della langsung membuka mulutnya untuk menjawab, "Masuk!"

Rena segera menuruti apa yang dikatakan oleh Della. Tanpa ingin berlama-lama, Ia langsung menyampaikan tujuannya datang ke sini.

"Saya datang ke sini hanya ingin meminta maaf sekaligus meluruskan masalah yang telah terjadi, Nyonya. Saya benar-benar tidak ada niat sedikitpun untuk membuat Nyonya salah paham. Bila Nyonya tidak percaya, tidak apa. Yang terpenting saya sudah berusaha untuk menjelaskan,"

"Saya maafkan kamu. Kemarin hanya kesalah pahaman dan saya juga meminta maaf pada kamu," tanpa diminta oleh suaminya, Della langsung menunjukkan kebesaran hatinya pada Rena. Ia meminta maaf pada Rena yang telah Ia permalukan tempo hari.

"Dan kalau kamu mau, kamu bisa kembali bekerja di sini,"

Della berpikir, Rena sudah benar-benar kesal dengannya hingga tak sudi lagi bekerja di sana. Sehingga Ia tak ingin memaksa.

Namun karena Rena benar-benar membutuhkan pekerjaan itu dan Ia sudah terlanjur nyaman dengan kafe ini, maka tanpa berpikir panjang Ia mengangguk cepat. Tentu saja Ia mau.

"Saya mau. Apa Nyonya serius dengan hal itu?"

"Tentu saja, karena kamu tidak bersalah. Sekali lagi maafkan saya," jawab Della seraya tersenyum hangat. Melihat senyum bahagia Rena, rasa bersalah Della kian meningkat. Della telah membuat gadis tak bersalah itu menangis padahal bukan dia penyebabnya.

Rena menangkupkan kedua tangannya di depan dada seraya mengucapkan, "Terimakasih, Nyonya, Tuan atas kesempatan yang telah diberikan pada saya,"

Tak ada rasa kesal sedikitpun di hati Rena meski Della sudah mempermalukannya di depan banyak orang. Bisa dibilang harga dirinya juga hilang karena Della. Namun karena Rena sangat membutuhkan pekerjaan untuk membiayai semua kebutuhan hidupnya, Rena tak mau ambil pusing dengan kejadian kemarin. Lagipula, Della sudah meminta maaf padanya.

******

Setelah hampir satu bulan Ia tidak berkomunikasi dengan Raihan, Nenna benar-benar merasa rindu dengan Raihan.

Ia datang ke rumah Raihan dan kebetulan yang menyambutnya adalah Christ. Nenna langsung tersenyum kaku pada Christ.

"Untuk apa datang ke sini? Raihan tidak ada di rumah,"

"Yang benar, Paman? apa Raihan di apartemen nya?"

"Tidak tahu,"

"Raihan benar-benar tidak ada?"

"Telingamu masih berfungsi dengan baik?"

"I---iy--iya, tapi aku---"

"Pergi kalau tidak ada keperluan,"

Nenna menahan pintu yang akan ditutup oleh Christ. Christ nampak kesal. Ia baru pulang bekerja dan kedatangan Nenna benar-benar tidak diinginkannya.

"Tapi--"

"Raihan tidak ada. Kamu mengerti tidak?! lagipula ngapain sih kamu masih mengganggu Raihan? Dia sudah memiliki istri,"

"Tapi mereka bercerai,"

"Jangan terlalu ikut campur dalam masalah rumah tangga orang lain. Informasi yang kamu dapat belum tentu benar,"

Pintu ditutup dengan sedikit kasar. Nenna dibuat terhenyak. Dari yang Ia dengar, Raihan dan Rena sudah berpisah. Itu juga sebabnya Ia datang ke sini. Karena Ia rasa, tidak ada lagi penghalang untuknya kembali mendekati Raihan.

*****

"Aduh maafkan anak saya,"

Rena terkejut saat anak yang berada di salah satu meja kafe bersama Ibunya tidak sengaja menumpahkan minuman yang baru saja diantar oleh Rena.

"Tidak apa, Nyonya."

Rena segera beranjak ke ruangan penyimpan alat kebersihan untuk membersihkan meja yang dipenuhi dengan minuman berupa milk shake itu.

Rena segera mengelap meja agar pengunjung kembali nyaman. "Terimakasih,"

"Iya, sama-sama, Nyonya." jawab Rena seraya tersenyum hangat.

Usai melayani mereka, Rena duduk di balik meja barista bersama Nathalie dan Denrio. Kebetulan semua pengunjung kafe sudah dilayani dengan baik sehingga mereka bisa sedikit lengang.

"Kamu bekerja di sini sudah berapa lama?" Denrio mengajak Rena bicara hingga mengundang Carra untuk menoleh sebentar.

"Belum sampai setahun,"

"Rena, aku senang sekali kamu bisa kembali bekerja di sini," ucap Denrio.

"Hmm... kenapa memangnya? kita belum lama saling mengenal,"

"Karena aku yakin kamu orang yang baik,"

"Kamu yang baru mengenal Rena saja bisa seyakin itu bahwa Rena adalah orang baik. Kenapa masih saja ada orang yang jelas-jelas dia tahu bahwa Rena orang baik, tapi dia berusaha mengelak kenyataan itu. Dia selalu memusuhi Rena,"

"Siapa orang yang kamu maksud?" tanya Denrio tidak mengerti dengan ucapan Nathalie. Sahabat Rena itu semakin pandai saja menyindir Carra. Rena sendiri tidak tahu darimana asalnya keberanian sang sahabat untuk melawan Carra sejak beberapa waktu lalu. Padahal sebelumnya, Nathalie sama saja dengan dirinya yang tidak pernah mau meladeni Carra selain karena takut dengan Carra yang menjabat sebagai kepala waitress, mereka juga tidak mau menguras energi.

"Ah lupakan,"

"Nathalie, kamu jangan begitu dengan Carra. Diamkan saja, seperti apa yang kita lakukan selama ini,"

"Aku tidak mau diam lagi, Rena. Dia sudah keterlaluan. Kamu harus ingat, yang membuat kamu hampir dipecat kemarin adalah Carra. Dia yang mempermalukan kamu,"

Ingatan Rena langsung terlempar pada kejadian tadi pagi dimana untuk pertama kalinya Rena kembali bekerja setelah sebelumnya diusir oleh Della secara tidak hormat.

"Kamu sudah meminta maaf pada Rena?" Xander bertanya dengan tatapan menginterogasi Carra.

"Belum, Tuan."

"Minta maaf! saya sudah suruh itu sejak kemarin,"

"I--iy--iya, Tuan."

Rena yang sedang merapikan kursi dan meja kafe sebelum dibuka, merasa terkejut saat tiba-tiba saja Carra mendekatinya lalu meraih tangannya. "Rena, aku minta maaf."

"Minta maaf? kamu tidak berbuat salah apapun," ujar Rena yang semakin bingung dengan sikap Carra.

Belum banyak pegawai yang datang. Baru Denrio, Nathalie, Louita dan tiga orang lainnya yang sudah datang. Dan mereka bertiga ikut memperhatikan apa yang dilakukan Carra terhadap Rena.

"Dia yang menyebabkan kejadian kemarin, Rena. Tapi saya harap, kamu bisa memaafkan Carra dan melupakan semua itu. Kalian harus bisa menjadi teman yang baik seperti sebelumnya,"

Sontak saja semuanya terkejut. Mereka tidak menyangka bahwa Carra bisa setega itu pada Rena. Berbeda dengan Nathalie yang memang sudah menduga hal itu. Saat Carra dipanggil oleh Xander, entah mengapa Nathalie berpikir Carra telah melakukan sebuah kesalahan.

"Rena, kenapa melamun?" tanya Denrio yang membuat Rena tersentak dari tatapan kosongnya.

"Tidak, aku tidak melamun,"

Senyum Rena membuat Denrio selalu terpana. Gadis itu tidak pernah absen menunjukkan kehangatannya pada semua orang bahkan dengan dirinya sekalipun yang baru beberapa hari mengenal Rena.

 

Dua hari aku gk up. Ada yg kangen akyuu? eh mksdnya kangen ReRai. Atau ada yg kangen NeRai?

UPDATE KAPAN LAGEEE? BESOK ATAU KAPAN? SUKA-SUKA AKYU LAH YA😂😂 KOMEN, LIKE, DAN VOTE SEPI KEK KUBURAN YA SHAYY😂😂

1
pia septiana
bagus 😊😊
Subiyanti Rsn
bagus,cuma kosa katanya kadang ada yg gemana?
Pe_fina
addicted buat dibaca nih😄
Seriani Yap
Up dong
Seriani Yap
Semangat
Seriani Yap
Up
Up
Seriani Yap
Up
unun muslimah
lanjutkan kk 💪😍
Seriani Yap
Semangat
Seriani Yap
Lanjut
Seriani Yap
Up lagi thor
Seriani Yap
Semangat trus ya thor
Seriani Yap
Please Up thor
nyimas aisyah
baru Tau Ada orang yg otaknya rusak sprti denrio . Crist hancurkan motor qdenrio masukkan k penjara jangan ganggu dear kasian dear dia jg susah krn denrio
Seriani Yap
Up
Seriani Yap
Semangat
Semangat
Semangat
Seriani Yap
Huh.. Denrio kok ga kapok ya..
Denrio ga seperti rayhan yg sudah bisa cari uang sendiri
Seriani Yap
Semangat
Ahmad Fauzi
kenapa jadi begini seh,ortu jadi ikut campur,Reihan juga mudah emosi seh,moga z opa Christ g ngelakuin hal buruk sama denrio
Seriani Yap
Semangat
Semangat
Semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!