NovelToon NovelToon
Warisan Kitab Inti Jagat

Warisan Kitab Inti Jagat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Mahesa seorang OB culun dan miskin mendapatkan kitab sakti dan merubah hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33: Rahasia Nenek Terbongkar

Sore harinya, setelah kondisi fisiknya dipastikan benar-benar pulih total dari demam, Alena mendapatkan izin dari Pak Subroto untuk beristirahat di rumah saja tanpa pengawalan ketat malam harinya. Mahesa, yang telah menyelesaikan tugas shift profesionalnya dengan sempurna sejak pagi, diizinkan pulang lebih awal ke rumahnya. Namun, rasa penasaran batin yang teramat sangat di dalam dada Alena setelah runtuhnya dinding keangkuhannya siang tadi, membuat sang nona besar nekat melakukan sebuah tindakan impulsif.

Dengan mengenakan pakaian kasual berupa jaket hoodie longgar dan topi bisbol untuk menyamarkan identitas kelas atasnya, Alena diam-diam mengikuti Mahesa dari belakang. Ia menyewa taksi konvensional untuk membuntuti rute perjalanan Mahesa yang menaiki transportasi umum menuju kawasan pinggiran Jakarta yang padat penduduk.

Taksi berhenti di ujung sebuah gang sempit yang hanya bisa dilewati oleh satu sepeda motor. Alena turun perlahan, melangkah dengan hati-hati menyusuri jalanan kampung yang becek akibat sisa gerimis siang tadi. Bau parit yang khas dan riuh rendah suara anak-anak kecil yang bermain di gang berdebu itu sempat membuat insting sosial lamanya agak terusik. Jika ini adalah Alena yang dulu—gadis sombong yang memandang rendah rakyat jelata—ia pasti sudah berteriak jijik, berbalik arah, dan menyemprotkan parfum mahalnya berkali-kali.

Namun sekarang, setelah mengenal ketulusan dan kedalaman jiwa Mahesa yang sekeras batu karang, rasa empati terhadap sesamanya telah meningkat pesat di dalam dada Alena. Pandangan matanya kini tidak lagi dipenuhi oleh penghakiman sosial, melainkan oleh rasa ingin tahu yang mendalam tentang latar belakang kehidupan sang pelindung pribadinya.

Langkah kaki Alena terhenti di depan sebuah rumah petak kecil berndinding batako tanpa plesteran semen yang rapi. Atap sengnya tampak sudah berkarat di beberapa bagian, dan pintunya terbuat dari kayu tripleks usang. Melalui celah jendela kayu yang terbuka sedikit, Alena melihat siluet tubuh tegap Mahesa yang sedang berlutut di atas lantai semen yang dialasi tikar pandan tipis.

"Nenek... Mahesa pulang, Nek. Mahesa bawain bubur ayam hangat sama obat buat Nenek," ucap Mahesa dengan nada suara beratnya yang terdengar sangat lembut, penuh dengan ketulusan murni yang belum pernah Alena dengar sebelumnya saat di kantor maupun di kampus.

Seorang wanita lanjut usia berambut putih seluruhnya tampak terbaring lemah di atas kasur busa yang sudah menipis. Tubuh rentanya bergetar kecil saat mencoba mendongakkan kepala. "Eh, cucuku sudah pulang... Maaf ya, Mahesa, Nenek merepotkan kamu terus. Badan tua Nenek ini makin hari makin sering sakit-sakitan," bisik Nenek dengan nada suara yang sangat serak, lemah, dan dipenuhi rasa bersalah pada cucunya.

Mahesa tersenyum sangat manis—sebuah senyuman tulus tak bersyarat yang menampakkan karisma ketampanan wajahnya secara utuh. Ia membantu menyandarkan tubuh ringkih neneknya pada tumpukan bantal usang dengan gerakan tangan yang sangat halus, sangat kontras dengan tangan kekarnya yang kemarin sanggup melumpuhkan dua penculik bersenjata dalam hitungan detik.

"Nenek jangan bicara begitu. Mahesa kerja keras di luar sana ya murni cuma buat kesembuhan dan kebahagiaan Nenek. Sekarang, Nenek makan dulu ya, biar Mahesa suapin perlahan-lahan," tutur Mahesa dengan penuh kehangatan batin yang mendalam, sembari meniup sendok bubur itu dengan penuh kasih sayang.

Alena yang mengintip dari balik celah pintu tripleks mendadak merasakan dadanya berdesir hebat, disusul oleh sebutir air mata hangat yang menetes melewati pipi mulusnya. Jantungnya seperti dihantam gada besar melihat realitas kehidupan Mahesa. Pria setampan, segagah, dan sekuat Mahesa—pria yang memiliki kesaktian tenaga dalam tingkat tinggi, bisa saja merampok atau berbuat jahat untuk menjadi kaya—ternyata ia memilih hidup dalam kesederhanaan ekstrem demi merawat seorang nenek tua yang sakit-sakitan dengan cara yang sangat terhormat dan profesional.

Rasa kagum Alena kepada Mahesa detik itu juga melesat naik mencapai puncaknya, meruntuhkan seluruh sisa-sisa kesombongan darah triliuner yang mengalir di tubuhnya.

Karena terlalu larut dalam emosi kesedihan dan kekaguman, kaki Alena tidak sengaja menyenggol sebuah ember plastik kosong di teras rumah petak itu hingga menimbulkan suara dentangan yang cukup keras.

PANG!

Indra pendengaran super Mahesa langsung menangkap getaran suara tersebut. Aura matanya berubah drastis menjadi setajam elang dalam sekejap. "Siapa di luar?!" bentak Mahesa dengan intonasi suara yang kembali berat, tegas, dan penuh dengan kesiapan taktis untuk bertarung menembus kegelapan.

Mahesa berdiri dengan cepat, melangkah lebar dan membuka pintu tripleks itu dengan satu sentakan kuat. Ia sudah bersiap menyalurkan hawa murni di telapak tangannya untuk menyerang, namun seluruh gerakannya langsung membeku seketika saat melihat sosok gadis di depannya.

"Nona... Nona Alena?!" seru Mahesa dengan suara yang dipenuhi rasa terkejut luar biasa, sepasang mata elangnya melebar menatap penampilan kasual sang nona besar yang kini basah oleh keringat dan air mata di depan rumah petaknya. "Bagaimana... bagaimana bisa Nona berada di tempat kumuh seperti ini? Apakah ada bahaya atau ancaman dari Wijaya Group yang mengejar Nona ke sini?"

Alena menundukkan kepalanya, meremas ujung jaket hoodie-nya dengan kasar dan gugup, merasa sangat malu karena tertangkap basah telah menguntit pengawalnya sendiri sampai ke rumah pribadinya. "Enggak... enggak ada penjahat kok, Mahesa. Gua... gua tadi cuma diam-diam ikutin lu dari apartemen... Gua penasaran aja lu pulang ke mana," aku Alena dengan suara yang sangat pelan dan tulus, kehilangan seluruh aksen ketus keputusannya yang biasa.

Mahesa menarik napas pendek untuk menenangkan aliran tenaga dalamnya, merasa agak tidak enak hati karena kondisi rumahnya yang sangat memprihatinkan harus dilihat oleh putri seorang triliuner. "Mohon maaf, Nona. Tempat tinggal saya sangat tidak layak dan kotor untuk seseorang dari kalangan atas seperti Anda. Sebaiknya Nona segera kembali ke mobil atau taksi sebelum udara malam di kampung ini membuat kesehatan Nona drop kembali," saran Mahesa secara profesional, mencoba menjaga batasan sosial di antara mereka.

"Gua nggak mau pulang!" bantah Alena tiba-tiba, mendongakkan wajah cantiknya dengan sepasang mata indahnya yang kini menatap Mahesa dengan penuh empati dan kelembutan murni. "Gua... gua mau ketemu sama Nenek lu, Mahesa. Boleh kan?"

Sebelum Mahesa sempat menjawab, suara lemah dari dalam rumah petak kembali terdengar. "Mahesa... siapa di luar, Nak? Ada tamu ya? Suruh masuk saja, jangan dibiarkan berdiri di luar dingin-dingin," panggil Nenek dengan sela batuk kecilnya.

Alena tidak menunggu persetujuan Mahesa lagi. Ia langsung melangkah masuk ke dalam rumah petak itu, melepas sepatu mahalnya di ambang pintu tanpa rasa risih sedikit pun. Ia berjalan mendekat dan langsung duduk bersimpuh di atas tikar pandan, tepat di samping tempat tidur busa sang nenek.

"Halo, Nenek... Kenalin, nama aku Alena. Aku... aku temen kerjanya Mahesa di kantor Papa," sapa Alena dengan nada suara yang sangat lembut dan senyuman termanis yang pernah ia miliki, sengaja tidak menggunakan kata 'Nona' atau 'Majikan' demi menjaga perasaan sang nenek tua.

Nenek Mahesa menatap wajah cantik Alena dengan pandangan mata kaburnya yang perlahan berbinar senang. Ia mengulurkan tangannya yang keriput dan gemetar untuk menyentuh jemari lentik Alena. "Oh... Nak Alena... Cantik sekali kamu, Nak. Seperti bidadari... Terima kasih ya sudah mau datang ke gubuk reyot Nenek ini. Mahesa sering cerita kalau dia punya tugas besar buat jaga orang baik di luar sana, ternyata orang itu kamu ya, Nak," tutur Nenek dengan suara yang dipenuhi rasa syukur yang tulus.

Alena menggenggam erat tangan keriput sang nenek, merasakan getaran kasih sayang seorang orang tua yang sudah sangat lama tidak ia rasakan semenjak mamanya meninggal dunia. Air mata Alena kembali merebak keluar, namun kali ini adalah air mata kebahagiaan batin yang mendalam. "Iya, Nek... Mahesa hebat banget kok kerjanya. Dia... dia selalu jagain aku dari segala macam bahaya... Nenek harus cepet sembuh ya, biar nanti bisa aku ajak jalan-jalan ke rumah aku," ucap Alena dengan kalimat yang penuh ketulusan, membuat Mahesa yang berdiri di dekat pintu terpaku diam dengan rasa takjub yang luar biasa melihat transformasi batin sang nona besar.

Mahesa berjalan mendekat, berlutut di samping Alena dengan postur tegapnya yang kini dipenuhi oleh rasa hormat yang mendalam kepada kebaikan hati Alena. "Terima kasih banyak atas empati dan kunjungan Anda, Nona Alena. Tindakan Nona malam ini benar-benar di luar perkiraan tugas profesional saya," bisik Mahesa dengan kehangatan suara beratnya yang merasuk tepat ke dalam jiwa Alena.

Alena menoleh ke arah Mahesa, melempar senyuman manis di antara sisa air matanya, menyadari bahwa rahasia kehidupan Mahesa yang terbongkar hari ini bukan merupakan sebuah aib sosial, melainkan sebuah bukti nyata bahwa pria di depannya ini adalah seorang ksatria sejati seutuhnya yang memiliki kemurnian jiwa tingkat tinggi yang tidak akan pernah bisa dinilai dengan tumpukan harta benda sebanyak apa pun di dunia fana ini.

1
anggita
ikut dukung like👍aja.
Dewa Naga 🐲🐉
pandai Mahesa bermain kata..kata...👍
Dewa Naga 🐲🐉
mantap..seru...👍👍👍
Dewa Naga 🐲🐉
seru...
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp....👍
Agus Susilo
💪💪💪💪
Agus Susilo
makin terkenal musuh makin banyak dan kuat Thor MC nya harusnya dibekali ilmu beladiri serta kekuatan magis untuk pengobatan kronis dan jaga diri dari musuh yg mengancam
Gege
kaaan...kaaan... ketebak Thor jalan ceritamu..🤣🤭..ulur teroos sampai ratusan episode Thor..💪
Gege
ceritanya menghibur mirip sinetron ikan terbang
Gege
aku ga kepancing Thor sama narasimu.. paling juga Alena mabok di club trus terjadilah adegan dewasa tanpa disengaja.. trus ada plot wanita lain menyukai Mahesa dan Alena cemburu.. tarik teruus sampe episode berjilid Thor..🤣🤣🤭
Gege
yaah gaji OB 4jt All in, dikalikan 20 baru 80jt Thor.. pikir ditawari gaji 200jt gitu si Sasa Mahesa...🤭🤣
Paksu82: sisanya buat author boskyu... 🤭🤭🙏
total 1 replies
Gege
apakah MC bakalan dapat gaji ratusan juta? yoooklah gass updatenya 10k kata thor
Paksu82: di bayar pakai cinta boskyu...🤭🙏
total 1 replies
Gege
pikir Mahesa mau jadi tukang pijet dengan keahlian kita warisan kuno, eeeh malah mau jadi tukang kawal a.k.a bodyguard...🤭🤣
Paksu82: 🤭 idenya tadinya dari film jetli boskyu, kemren lihat filemnya jadi aja keluar ide ini, semoga suka boskyu...
total 1 replies
Gege
bahas padi ada pepatah Thor dijaman sekarang. ilmunya seperti padi tapi berasnya import...🤣
Paksu82: beras lokal mahal boskyu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Hentri Gunawan
lanjut kn thor
Gege
Yoo gass lagi Thor..ide ceritanya keren ini... bikin enteng saja, yang penting ngalir Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!