NovelToon NovelToon
Secon Chance

Secon Chance

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO
Popularitas:711
Nilai: 5
Nama Author: Austrea

Bagaimana jadinya jika kamu mengakhiri sebuah hubungan tanpa sebab lalu meninggalkan kekasihmu begitu saja karena suatu alasan?

Begitu pula dengan Serena, ia meninggalkan kekasih nya begitu saja hanya karena suatu alasan yang kurang jelas. Hingga suatu saat ia melamar pekerjaan disebuah perusahaan ternama milik mantannya dan bahkan saat ini seorang president.

apakah yang akan terjadi pada kehidupan Serena selanjutnya?

guyss mampir yuk, istirahat sebentar dinovel aku❤️❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Austrea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

My Ex²⁹

Dirga melirik kearah Serena dan menemukan wanita itu jelas saat ini tengah menunduk begitu dalam.

Dirga semakin yakin jika Serena masih menyimpan perasaan padanya dan itu cukup membuatnya semakin marah.

Karena Serena secara terang-terangan menunjukkan rasa cemburu padanya.

Mengapa Serena meminta putus jika gadis itu sendiri masih menyimpan perasaan padanya? ingin sekali Dirga menarik Serena menjauh saat itu juga.

Selama pesta berlangsung, tak ada yang berbuat macam-macam di dalam ruangan selama masih ada Dirga.

Dirga duduk di sofa bersama Lyora, ditemani beberapa petinggi lain yang kebetulan bekerja sama dengan Dirga ikut menghadiri pesta tersebut.

selama berbicara, tatapan mata Dirga selalu terfokus kearah lain, namun mereka semua sudah menormalisasikan hal itu.

Tanpa mereka semua sadari, sorot mata Dirga terus tertuju pada Serena.

Gadis itu memilih untuk duduk di kursi yang lebih jauh dan memperhatikan orang-orang kaya tengah berdansa bersama pasangannya dan ada yang saling bersulang.

ketika ia memandang ke seluruh ruangan, tatapannya langsung bertemu dengan Dirga yang ternyata sedari tadi tengah menatapnya.

Namun kali ini tatapan Dirga lebih tajam seolah ingin mengetahui apa isi pikiran Serena saat ini.

Serena segera membuang pandangannya untuk yang kesekian kalinya.

Entah mengapa, setiap kali tatapannya bertemu dengan Dirga, jantungnya selalu berdebar tidak karuan.

Ia menggenggam ujung gaunnya pelan lalu berdiri dari kursinya.

"Saya ke kamar mandi sebentar," ucapnya pada Zayn.

Zayn yang sedang memainkan ponselnya langsung mengangguk.

"Baik, Nona."

Serena pun segera melangkah pergi dari aula.

Sementara itu, dari tempat duduknya, Dirga masih memperhatikan punggung wanita tersebut hingga menghilang di balik keramaian.

"Apa ada yang menarik di sana?"

Suara salah satu rekannya membuat Dirga kembali tersadar.

Pria itu langsung mengalihkan pandangannya dan mengambil gelas di atas meja.

"Tidak ada."

Jawabannya singkat.

Namun beberapa detik kemudian, matanya kembali tertuju ke arah koridor yang baru saja dilewati Serena.

Rahangnya mengeras.

Sudah hampir lima menit.

Dan wanita itu belum juga kembali.

Serena yang sudah tidak tahan lagi akhirnya masuk ke salah satu ruangan yang tersedia di lantai tersebut.

Begitu pintu tertutup, ia langsung berjalan ke arah balkon.

Angin malam menyentuh wajahnya, tetapi tidak mampu membuat perasaannya menjadi lebih baik.

Air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya jatuh juga.

Serena buru-buru mengusap pipinya.

Namun percuma.

Semakin ia berusaha menghentikannya, semakin sesak dadanya terasa.

"Apa ini..."

Suaranya terdengar pelan.

Ia menundukkan kepalanya sambil tertawa kecil.

Tawa yang bahkan terdengar lebih menyedihkan daripada tangisan.

"Memalukan sekali."

Serena menggenggam pagar balkon erat.

Ia sudah berusaha menerima semuanya.

Berusaha menerima bahwa Dirga bukan lagi miliknya.

Berusaha menerima bahwa pria itu akan menikahi wanita lain.

Tapi ternyata melihatnya secara langsung jauh lebih menyakitkan dari yang ia bayangkan.

"Apa yang kau lakukan di sini?"

Suara itu sontak membuat Serena terkejut.

Ia buru-buru mengusap wajahnya lalu menoleh ke belakang.

Jantungnya langsung berdegup kencang.

Dirga.

Pria itu berdiri tidak jauh darinya dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana.

Tatapannya masih sama.

Dingin.

Sulit ditebak.

Serena segera membuang pandangannya.

"Aku hanya ingin mencari udara segar."

Dirga melirik sekilas ke arah wajah Serena yang masih basah oleh air mata.

"Tidak terlihat seperti itu."

Serena menggigit bibirnya, ia pasti terlihat sangat menyedihkan saat ini.

"Aku baik-baik saja."

"Kau menangis."

"Itu bukan urusan Tuan."

Setelah mengucapkan kalimat itu, Serena langsung menyesalinya.

Karena untuk sesaat suasana di antara mereka berubah menjadi lebih dingin.

Dirga menatapnya tanpa berkedip.

Tatapan itu membuat Serena merasa seolah sedang diadili.

"Benar." Dirga tersenyum tipis. "Itu memang bukan urusanku."

Entah kenapa, mendengar jawaban itu justru membuat hati Serena semakin sakit.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Bersambung.....

Hai para readers kesayangan Author, terimakasih sudah menjadi para pembaca yang setia dan selalu menemani hari² author💞🌹 Love You buat kalian semua yang selalu tinggalkan jejak sehat dan bahagia selalu ya🍃

1
Lenny Utami
kannnnn kannnnn kannn bener....🤭 sok galak
Lenny Utami
ahhh masih cinta itu mah.😌
Lenny Utami
ohhh karena patah hati rupanya...
Lenny Utami
dirga...😬
Lenny Utami
sabar Serena. galaknya Abang satu nii...
Lenny Utami
balas dendam tidak akan menyelesaikan masalah 🤭
Lenny Utami
Serena mau kerja di kebon sawit, dr pada GK dapet² kan..
Lenny Utami
serena😭
Lenny Utami
semangat kaka
Lenny Utami
cantiknya serena
Lenny Utami
dih Dirga emosian🤭
Lenny Utami
sabar dirga sabar, Serena punya alasan tersendiri...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!