Karena pria yang mencintainya meninggalkan dirinya di hari pernikahannya membuat Lavanya mau tidak mau harus menikah dengan Mike.
Mike berusaha untuk menjalani pernikahan mereka meski pernikahan itu didasari tanpa cinta dan Lavanya tidak mudah membuka hatinya.
Percekcokan terjadi di antara mereka, Lavanya benar-benar tidak ingin mencoba untuk rumah tangganya dan tidak mungkin berpisah karena keluarga calon suaminya itu dikenal oleh orang banyak dan sangat terhormat.
Sahabatnya masuk dalam rumah tangga mereka dan menghancurkan rumah tangga itu dengan Mike mencari kenyamanan pada Arumi.
Ketika Lavanya menyadari adanya yang tidak sehat dalam rumah tangganya, bagaimana dirimu manfaatkan dan terlalu sibuk untuk dirinya dan sampai akhirnya mengetahui perselingkuhan suaminya. Lavanya ternyata tidak mundur dan justru maju untuk merebut suaminya kembali.
Bagaimana kelanjutan hubungan pernikahan antara Mike dan Lavanya. Apakah pada akhirnya Lavanya kembali mendapatkan suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 19 Penampilan Mengejutkan
Setiap langkahnya begitu tenang dan penuh percaya diri.
Lavanya berpenampilan sangat berbeda menggunakan dress panjang berwarna merah, mengikuti bentuk tubuhnya seperti model profesional yang melanggar begitu cantik dan anggun yang memancarkan pesona yang selama ini tidak diperlihatkan kepada orang-orang di sekitarnya.
Betapa terkejutnya dan termasuk Mike yang tidak menyangka jika penampilan istri terlihat berbeda. Ini bukan seperti Lavanya gadis jalan yang sederhana.
"Maaf terlambat," sahut Lavanya membuyarkan lamunan orang-orang yang saat ini masih tidak percaya bahwa dia sudah berada di sana.
"Arumi, aku memakai pakaian yang kamu belikan dari Korea, tetapi sayang sekali ternyata warna yang kamu belikan tidak cocok, terkesan terlalu ramai, dan kurang menarik, tetapi aku berhasil memodifikasinya agar jauh lebih terlihat berkelas," ucap Lavanya memberi sindiran kepada Arumi jika Arumi bukanlah fashionable yang sesungguhnya.
"Oh, benarkah," sahut Arumi masih terlihat panik tetapi berusaha untuk mencoba tenang.
"Kamu tumben sekali berpenampilan seperti ini? di mana pakaian kampungan kamu yang selalu kamu gunakan?" tanya Maria.
"Mama jangan membicarakan tentang masalah pakaian dengan kata kampungan, pakaian itu akan menjadi amal jariyah dan jika tidak dipakai akan mubazir, sama halnya jika tidak memakai pakaian yang sudah diberikan kepada kita. Jadi daripada hanya dipajang di lemari Lavanya memakainya saat ini," ucapnya.
"Kamu bisa melihat tanpa menggunakan kacamata?" tanya Clara.
"Menggunakan soflen untuk memperjelas penglihatan, tetapi waktu itu di Bali saat kacamataku terjatuh aku melihat samar-samar orang yang ingin mencelakai orang," jawab Lavanya berbicara dengan tenang menjawab semua pertanyaan orang-orang yang ingin mengintimidasinya.
"Oke, baiklah kita lupakan pertanyaan-pertanyaan yang tidak seharusnya ada. Kamu sudah berada di sini yang artinya sekarang langsung saja ke tempat lokasi untuk melakukan klarifikasi karena media sudah menunggu di sana," sahut Brahmana
"Baik. Pa," sahut Lavanya
Mike masih tidak menyangka dengan penampilan istrinya yang sangat tinggi, benar-benar cantik dan bahkan wajahnya dipoles sedikit dengan make up tipis, Lavanya kecantikan Lavanya terlihat jelas yang mengalahkan selebritis manapun dan termasuk Arumi.
Arumi seolah melihat persaingan membuatmu semakin kesal, mungkin menurutnya bahwa dia adalah wanita satu-satunya yang paling cantik.
Kedua orang tua Mike, Arumi menyusul Lavanya dan Mike yang sudah keluar dari rumah. Arumi bertambah kesal melihat Lavanya menggandeng tangan Mike.
"Apa-apaan ini!" batin Arumi tampak emosi dan sementara Mike terlihat santai saja dengan apapun yang dilakukan Lavanya yang sudah pasti memiliki maksud yang lain yang membuatnya bingung
Mike dan Lavanya terlihat duduk di kursi belakang. Supir melajukan mobil menuju tempat lokasi. Sama dengan Brahmana dan juga Maria yang sama-sama duduk di mobil belakang.
"Papa melihat sedikit perbedaan yang terjadi pada Lavanya?" tanya Maria.
"Penampilannya?" tanya Brahmana sudah paham apa yang dimaksud oleh istrinya itu.
"Salah satunya, tetapi akhir-akhir ini yang Mama perhatikan bagaimana dia dan Mike, mereka kelihatan romantis, Arumi sekarang lebih melibatkan Mike di dalam hidupnya, tidak seperti biasanya yang apa-apa selalu melakukan sendiri, bahkan bertegur sapa dulu Mike saja jarang," jawab Maria.
"Bukankah setiap manusia itu memiliki masa perubahan, mungkin selama ini Mama tidak sabar untuk melihat Lavanya berbaur dengan keluarga kita dan menyesuaikan dirinya dengan derajat dan setara sosial keluarga kita, tetapi pada akhirnya dia sendiri menyadari hal itu dan perubahan yang terjadi beberapa hari belakangan ini anggaplah itu kabar baik," sahut Brahmana.
"Ya, paling tidak dengan penampilan dan sikapnya, tidak membuat kepala Mama sakit dan juga malu keluarga, bisa dikatakan ini menjadi kabar baik," sahut Maria.
*****
Wartawan dengan jumlah yang tidak terhitung saat ini sudah berada di depan gedung yang akan dijadikan sebagai tempat konferensi pers atas klarifikasi yang ditunggu-tunggu dari Lavanya, begitu mengetahui mobil mewah milik keluarga Brahmana sudah tiba satu persatu membuat seluruh wartawan langsung menghampiri mobil tersebut dengan berkerumun.
Sudah pasti para penjaga siap siaga memberikan ruang untuk tuan mereka dengan saling berbentuk barisan tepat di pintu mobil masing-masing untuk menjaga dari kerumunan wartawan.
Lavanya yang masih berada di dalam mobil tampak panik, gugup dan jujur ini pertama kali hal seperti ini terjadi padanya.
Mata Lavanya melihat ke arah luar, semakin takut ketika melihat banyaknya orang-orang seperti zombie yang berusaha untuk menghimpit mobil tersebut. Lavanya tidak pernah berada dalam situasi seperti itu dan Jujur saja hal itu sangat mengerikan baginya.
"Semua akan baik-baik saja dan tidak perlu gugup seperti itu," ucap Mike seolah tahu apa yang saat ini telah dipikirkan Lavanya.
"Ayo kita turun!" ajak Mike.
Lavanya menganggukkan kepala, menarik nafas panjang dan membuang perlahan ke depan, berusaha benar-benar tenang dengan pintu mobil yang sudah dibuka oleh bodyguard.
Sinar camera blitz mulai memancar pada wajahnya yang membuat matanya sedikit sakit dengan silau kamera tersebut yang mengganggu penglihatannya.
Lavanya berusaha untuk menunduk, karena terjadi dorong-mendorong yang membuat Mike juga langsung bergegas dengan memeluk Lavanya agar tidak terluka karena himpitan mati sudah dijaga ketat oleh bodyguard
"Nona Lavanya tolong berikan klarifikasinya?"
"Apa yang terjadi sebenarnya kepada Anda?"
"Apakah benar ini ada kaitannya dengan kandidat yang ingin bersaing dengan mertua Anda?" Lavanya sudah diserang oleh pertanyaan wartawan yang membuatnya bungkam.
Lavanya berhasil meloloskan diri dan masuk ke dalam gedung tersebut dengan selamat dengan nafas naik turun, hal yang berikutnya mungkin akan terbiasa terjadi di dalam hidupnya.
Jika Lavanya terlihat begitu panik dan maka berbeda dengan Brahmana dan Maria yang tampak tenang menghadapi para media dan bahkan mereka melayani media yang ingin bertanya kepada mereka dengan senyum lebar mereka dan tampak begitu ramah.
"Tuan apakah benar ini ada kaitannya dengan pesaing?" tanya salah satu wartawan.
"Negara kita saat ini sedang dipenuhi dengan isu-isu politik yang sensitif, persaingan dengan kejahatan kriminal yang terjadi itu merupakan hal yang biasa, saya sebagai ayah mertua merasa bersalah kepada menantu kami yang pada akhirnya harus dilibatkan, tetapi Alhamdulillah kondisi fikisnya sudah membaik dan berniat untuk menemui para wartawan dan akan menyampaikan klarifikasinya,"
"Artinya memang ini ada hubungannya dengan persaingan di tahap pemilihan pemerintahan?" wartawan ingin memastikan.
"Saya tidak bisa memberikan jawaban apa-apa, semua ada pada menantu saya, jadi kita coba dengarkan saja jawaban dari menantu saya," jawab Brahmana.
Ternyata langkah Lavanya terhenti ketika kedua mertuanya itu tampak melayani wartawan dengan senyum keramahan mereka.
"Penuh kepalsuan," batin Lavanya mengambil kesimpulan dari apa yang telah dia lihat.
"Ayo Lavanya!" ajak Mike pada sang istri membuat Lavanya menganggukkan kepala.
Ruangan yang sudah dipenuhi dengan para media yang duduk di tempatnya masing-masing dan tampak terlihat ramai dan di atas medium sudah terlihat meja dengan baik di depannya.
"Ayo Lavanya kamu langsung melakukan klarifikasi dan kamu akan ditemani oleh Arumi, kamu tidak perlu takut pada media, kamu jawab dengan tenang dan elegan," ucap Maria memberi nasehat kepada Lavanya.
"Lavanya tidak perlu ditemani Arumi. Lavanya ditemani oleh kak Mike saja," jawab Lavanya.
"Lavanya, aku sudah terbiasa dalam situasi seperti ini dan menghadapi wartawan juga menjadi bagian dari hari-hariku. Dengan aku menemani kamu kepercayaan diri kamu pasti akan semakin meningkat," sahut Arumi.
Bersambung.....
reputasinya , kamu dan seluruh keluarga