NovelToon NovelToon
Cewek Absurd Dan CEO Ganteng

Cewek Absurd Dan CEO Ganteng

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Nikah Kontrak / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Fira Lmj

cewek kere, apes, mulut pedas ketiban rejeki nomplok karena ketabrak CEO ganteng

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fira Lmj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sahabat

Di sekolah Arofik kini sudah waktunya istirahat dan semua siswa-siswi SD Tegalsari kini memenuhi kantin untuk sekedar membeli jajanan termasuk dengan Arofik yang kini ikut mengantri membeli jajanan yang dia mau.

" Hai Fik kamu mau jajan apa?" Tanya Rendi sambil melihat ke arah kerumunan teman-temannya

" Aku mau beli itu saja telur gulung" ucap Arofik sambil menunjuk stan penjual telur gulung di ujung kantin

" Ayo aku juga mau beli itu" ucap Rendi sambil melangkah menuju stand telur gulung

Setelah beberapa menit kemudian dan antrian membeli telur gulung pun berkurang kini giliran Arofik yang mendapatkan giliran.

" Pak telur gulungnya beli 4 ribu ya dan es cekeknya 1 rasa teh saja" ucap Arofik memesan makanan yang dia mau

" Siap dek tunggu sebentar bapak buatin dulu" ucap penjual telur gulung sambil memulai menggoreng telur gulung pesanan Arofik

" Banyak banget kamu beli telur gulungnya Fik biasanya juga cuma beli 2 rebu?" ucap Rendi sambil melihat proses pembuatan telur gulung

" Iya gak apa-apa lagi pengen aja ren" ucap Arofik sambil merogoh kantong celananya dan mengambil uang yang di berikan oleh Dimas tadi pagi

" Nih dek pesanan kamu sudah siap" ucap bapak penjual telur gulung sambil menyodorkan kantong plastik berisi telur gulung dan es cekek

" Ini pak uangnya" ucap Arofik sambil mengulurkan uang 50 ribu

" Wow banyak banget uang jajanmu Fik 50 ribu tumben kak zizah kasih kamu uang sebanyak itu" ucap Rendi sambil melihat uang yang Arofik buat untuk membayar telur gulung

" Emmm bukan di kasih kak zizah sih ren tapi di kasih om Dimas nanti kembaliannya aku kasih lagi kok ke om Dimas" ucap Arofik sambil menerima uang kembaliannya dan segera mengantonginya

" Om Dimas itu siapa Fik? kok aku gak pernah dengar nama itu di dekat rumah kita?" ucap Rendi sambil menatap wajah Arofik

" Om Dimas itu yang nabrak kak Azizah tapi dia baik banget dia sudah tanggung jawab bawah kak zizah ke rumah sakit, dan kamu tau kak zizah di rawat di ruang apa?" ucap Arofik sambil berjalan menuju bangku taman

" Emang kak zizah di rawat di ruang apa Fik, perasaan ruang rawat di rumah sakit sama saja deh satu ruangan di isi 3-4 orang, tapi kok kamu kelihatan suka banget sama ruangan rawat kak zizah?" ucap Rendi sambil mengerutkan keningnya heran dengan Arofik yang kelihatannya suka sekali dengan ruang rawat di rumah sakit.

" Ish yang ini beda Rendi, kamar rawat kak zizah tuh bagus banget ada Sofanya empuk banget, ada pendingin ruangannya, ada Tv-nya juga dan kamu tau kamar mandinya pun bagus gak bau Pesing sama sekali" ucap Arofik sambil tersenyum membayangkan ruang rawat VIP kak zizah

" Haaa kamu gak mimpi kan Fik? Mana ada ruang rawat kayak hotel gitu, segala ada pendingin udara segala dan apa kamu bilang sofa empuk bukannya kursi plastik yang kamu maksut?" ucap Rendi yang menganggap Arofik sedang membual

" Iishh beneran Rendi aku gak bohong kalau kamu gak percaya ajak saja kakakmu bang Saiful ke rumah sakit Harapan Bangsa tanya sama suster ruang rawat Azizah dimana pasti nanti kalian akan di antar ke ruang rawat kak zizah yang aku maksut" ucap Arofik sambil memakan telur gulung di tangannya

" Aku jadi penasaran dengan ruang rawat yang kamu bilang, nanti deh kalau bang Saiful mau aku ajak ke sana" ucap Rendi sambil memakan telur gulung di tangannya

" Iya kamu pasti suka ada di sana aku saja betah di sana bahkan aku tidur di kasur pasien yang di sediakan om Dimas untukku rasanya empuk sekali, kak zizah juga janji kalau pulang dari rumah sakit bakal belikan aku kasur yang empuk juga tapi...." ucap Arofik yang tiba-tiba sedih ketika mengingat bahwa tadi pagi dia di usir dari rumah kontrakan yang selama ini menjadi tempat tinggalnya

" Kok kamu tiba-tiba sedih gini Fik kenapa?" tanya Rendi sambil menatap wajah Arofik yang tiba-tiba murung

" Aku baru ingat kalau tadi pagi aku di usir dari kontrakan dan aku gak tau lagi harus tinggal dimana?" ucap Arofik dengan mata berkaca-kaca

" Apa? Kamu di usir? Jadi kamu gak tinggal satu kampung lagi sama aku?" ucap Rendi sambil menatap wajah Arofik

" Iya ren, katanya sudah ada yang mengontrak di tempat aku dan orangnya sudah bayar dan gak nunggak seperti aku dan kak zizah" ucap Arofik yang akhirnya menangis

" Ya Allah terus kamu mau tinggal dimana sekarang? Kak zizah juga kan masih di rawat di rumah sakit?" Tanya Rendi sambil ikut sedih melihat Arofik yang menangis sesenggukan

" Aku juga tidak tau ren, kak zizah belum tau kalau kita sudah di usir dari rumah itu" ucap Arofik sambil terus menangis

" Ya sudah kamu tenang saja nanti aku tanyakan ke ibuku siapa tau ada rumah yang di kontrakan dekat rumahku" ucap Rendi sambil mengusap punggung Arofik

" Makasih ya ren, cuma kamu sahabat yang aku punya". Ucap Arofik sambil memeluk Rendi dari samping

" Iya Fik Kitakan sahabat jadi kamu jangan sungkan cerita sama aku, aku janji akan bantu kamu sebisaku" ucap Rendi sambil tersenyum menatap Arofik

" Makasih Rendi kamu Sahabat terbaikku" ucap Arofik sambil menghapus air mata yang membasahi pipinya

...****************...

Berbeda dengan Arofik yang sedang sedih karena memikirkan tempat tinggal kini Azizah tengah sibuk memikirkan masalah nikah kontrak yang dia sepakati itu, Azizah merasa tak pantas bersanding dengan Dimas Anggara yang spek suami idaman itu, lah Azizah saja di bawah standart cewek cantik kalangan atas gimana mau bersanding yang ada malah jomplang stylish nya.

" Kalau seandainya jalan berdua nih ya sama mas Dimas apa gak di kira aku ini pembantunya ya? Kan secara aku dekil gini mas Dimas ganteng banget gitu" gumam Azizah sambil membayangkan berjalan bersama dengan Dimas

" Emang tuh Tante Casandra ngacok saja masa anaknya di jodohin sama aku yang gak ada istimewanya sama sekali gini" gumam Azizah sambil melihat dirinya sendiri

" Apa memang Tante Casandra frustasi dan sangat ingin melihat mas Dimas nikah mangkanya jadi belok ke aku standart cewek pasangan mas Dimas" gumam Azizah sambil mengerutkan keningnya

" Ah sudahlah aku terima saja dan lakukan yang terbaik saja itung-itung buat nyenengin hati Tante Casandra dan juga untuk masa depan Arofik juga" gumam Azizah

Setelah di rasa keputusannya sudah benar kini Azizah menunggu kedatangan adiknya Arofik sama menunggu.... Eghemmm calon suaminya tentunya heheh

**** hai kakak-kakak tersayang makasih ya udah mau mampir ke ceritaku tolong kritik dan sarannya ya dan jangan lupa tanda kasihnya dan rangkaian bunganya makasih***

1
Fira Lmj
Yuk guys baca ceritanya di jamin kamu akan baper dan ngakak dengan tingkah absurd si zizah dan bucinnya pak CEO
anggita
mungkin rejeki anak sholeh😊
Fira Lmj: makasih kakak Saranya
total 1 replies
anggita
Maaf saran saja Thor, klo awal paragraf/alinea pakai huruf besar🙏. moga novelnya lancar.
Fira Lmj: makasih kakak Saranya 🙏
total 1 replies
anggita
ikut ng👍like, kasih☝iklan saja.
Fira Lmj: makasih 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!