NovelToon NovelToon
Garis Darah Naga Purba

Garis Darah Naga Purba

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Action / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: CICAK rawa

Ye Chenlong adalah aib terbesar Klan Ye.

Di hari ujian bakat, ia dinyatakan memiliki bakat kultivasi terburuk sepanjang sejarah. Tunangannya memutuskan pertunangan di depan semua orang, keluarganya mengusirnya tanpa belas kasihan, bahkan nyawanya hampir berakhir di hutan terlarang.

Namun, di ambang kematian...

Darah yang telah tertidur selama ribuan tahun akhirnya terbangun.

Bukan kekuatan yang langsung membuatnya tak terkalahkan, melainkan serpihan ingatan dari leluhur Naga Purba yang menuntunnya menuju teknik kuno, warisan yang hilang, dan rahasia yang sengaja dikubur oleh dunia.

Semakin jauh ia melangkah, semakin banyak kebenaran yang terungkap.

Mengapa Klan Naga Purba dimusnahkan?

Siapa yang memburu seluruh pewaris garis darah naga?

Dan mengapa namanya telah tercatat dalam takdir jauh sebelum ia dilahirkan?

Ketika seluruh dunia menganggapnya sampah...

Tak seorang pun menyadari bahwa naga yang mampu mengguncang langit telah membuka matanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15: TETUA PENEGAK HUKUM

beberapa hati berlalu, selama beberapa hari ini tak ada gangguan lagi.

ye chenlong menatap kejauhan dari atas bukit.

"apa kau yakin nak?"

"dengan kekuatanmu sekarang, itu sangat berbahaya" tanya ye yuanzi.

ye chenlong menatap pedang usang di tangan.

"ya...."

"jika aku takut akan bahaya, lalu kapan lagi aku akan berkembang leluhur."

ye chenlong duduk, ia mengambil sebuah kertas dari cincinnya.

"apa lagi ini adalah kesempatan emasku"

"dengan adanya turnamen ini, aku tak perlu susah susah masuk tempat itu secara diam diam bukan"

"ya... kau memang benar"

"turnamen ini mungkin akan mempermudahmu untuk masuk."

"tapi...."

"itu juga tak sepenuhnya baik, dengan turnamen pasti akan banyak murid lain"

"terutama pemuda klan mu itu, jika kau masuk ke sana sekarang dia akan bisa leluasa membunuhmu"

saat tengah berbincang ini, suara menggelegar memenuhi bukit Guan.

"ye chenlong dari bukit guan"

"keluarlah....."

suara itu mengandung qi di dalamnya sehingga bisa terdengar dari beberapa mil jauhnya.

bahkan ini menyebabkan beberapa murid dari bukit lain datang ke bukit guan.

xiao yu yang tengah berlatih di dalam penginapan langsung keluar.

baru saja mengangkat kepala sebuah tombak melesat ke arahnya.

menghadapi ini, xiao yu mengangkat tangannya, ia menyentuh sedikit pinggir tombak.

dan tombak ini langsung berbelok menancap langsung ke tanah.

xiao yu menatap 5 orang di udara.

Hanya sekali pandangan, xiao yu sudah tau siapa mereka.

semua terlihat jelas di pakaian murid yang mereka kenakan.

"orang dari bukit ke 7 lagi..."

"sebenarnya apa yang kalian inginkan?"

"apa bukit ke 7 kalian tak memiliki perkerjaan lain?"

seorang memegang kipas maju, ia menatap xiao yu dingin.

"kami tak memiliki urusan denganmu..."

"sekarang katakan, di mana ye chenlong, dia telah terlalu berani melukai murid bukit ke 7 kami dengan sengaja"

mendengar ini, xiao yu tertawa.

"melukai dengan sengaja?"

"apa kau gila, tentu dalam pertarungan pasti melukai itu dengan sengaja"

pria memegang kipas itu menunjuk xiao yu dengan kipasnya.

"kau..!"

"apa kau tak tau aturan sekte....!"

xiao yu yeng tadinya berdiri, menjatuhkan bokongnya ke rumput.

"atau karena bukit sampai ini tek pernah mengajarimu tentang aturan sekte"

"jika memang tidak, maka aku akan menerangkannya kepadamu"

xiao yu mendongak, menatap 5 orang itu.

terutama pria yang memegang kipas di tangan.

"kenapa, apa kau memang tak tau..."

"jika begitu maka aku akan menjelaskan kepadamu, agar sampah sepertimu bisa tau apa yang boleh di pihak dan yang tidak."

xiao yu mengangkat tangannya.

"tunggu dulu" ucapnya.

murid murid yeng menonton dari kejauhan langsung memegang.

mereka di dominasi oleh murid dari bukit ke 7,6,dan 5.

tentu mereka tau siapa pria berkapasitas di udara.

namanya sudah sudah menyebar ke seluruh sekte.

ruy, atau yang sering di sebut genius emas bukit ke 7.

Setiap bukit menang memiliki genius emasnya tersendir, bahkan kekuatan genius ke 7 ini masih lebih unggul dari murid biasa di bukit ke 6,dan 5.

di kesal, tapi dia benar benar menjelaskannya kepada xiao yu.

xiao yu tak menjawab, ia duduk sembari memperhatikan dari bawah.

sesekali mulutnya naik dan turun, seakan tengah mengunyah sesuatu.

"buat apa repot menjelaskan, aturan sekte" suara ye chenlong menggema.

xiao yu terkejut, ia menoleh ke sampingnya.

"saudara chen, ada apa kau kemari?"

ye chenlong tersenyum.

"mana mungkin aku tak datang, bisa bisa kau tak membagi keseruan ini"

ruy yang dari tadi sibuk menjelaskan langsung berhenti, ia menatap ye chenlong di bawah.

"kau....."

"akhirnya kau muncul"

"karena kau sudah di sini maka ikut aku ke balai penegakan hukum".

ye chenlong sedikit maju, ia melangkah perlahan.

tubuhnya tak hanya maju, ia juga perlahan melayang ke atas.

"kenapa aku harus ikut, memangnya apa kesalahanku..?"

orang di belakang ruy maju.

"chenlong, apa kau tak mendengar"

"sudah jelas, itu karena kau telah berani menyerang murid dari bukit ke 7 kami"

"menurut peraturan sekte, tak ada yang boleh menyerang sesama murid sekte"

"jika itu terjadi pelaku akan di hukum dengan berat, sesuai aturan".

"benar"

tiba tiba suara lain terdengar.

semua orang menoleh ke sumber suara, termasuk ye chenlong dan xiao yu.

xiao yu sedikit menarik ye chenlong.

"saudara chen, siapa pak tua ini" bisik xiao yu.

ye chenlong mengangkat kedua bahu.

"entahlah..."

"tapi dari jubah yang dia pakai, seharusnya dia dari penegak hukum"

xiao yu hanya mengangguk angguk.

sedangkan murid di kejauhan heboh sendiri melihat pria tua ini.

"bukankah itu tetua dari penegak hukum? kenapa dia sampai ke sini?"

"entahlah, mungkin karena murid baru itu"

"tapi buat apa, bukankah urusan seperti ini tak perlu sampai seorang tetua turun tangan"

"st. ..... "

"pelankan suara kalian, jika tetua penegak hukum dengar, kalian bisa dalam masalah"

orang orang itu langsung menutup mulut mereka sendiri.

orang yang memperingati tadi mendekat ke arah kerumunan.

"ku dengar, murid baru ini memiliki masalah dengan kakak mu tianxing.

"masalah dengan kakak mu tianxing...!"

plak....

"pelankan suaramu"

orang itu mengangguk.

"maaf, lanjutkan"

"memang masalah apa?"

"aku tak tau pasti, tapi yang jelas dia ada masalah dengan kakak mu tianxing.

setelah mendengar ini, para murid menggeleng pelan dari kejauhan.

"kasihan sekali, pantas saja sampai seperti ini" gumamnya.

pria tua itu ia berhenti di samping ruy.

ruy dan ke 4 lainnya langsung membungkuk hormat le pria tua itu.

"salam kepada tetua penegak hukum"

tetua itu mengangguk, lalu menoleh ke arah ye chenlong.

terlihat jelas tetua ini sangat memandang rendah ye chenlong.

"jadi kau yang bernama ye chenlong"

ye chenlong tak membungkuk sedikitpun, walau dia adalah tetua penegak hukum.

tapi di matanya siapa yang menghormatinya maka ia akan ikut menghormati orang itu.

dan begitu pula sebaliknya.

"lalu...."

"memang ada apa?"

tetua itu tersenyum sinis, sembari menggeleng.

"memang tak tau aturan"

"ku dengar, kau bahkan memiliki konflik dengan penjaga gerbang saat masuk."

"jika bukan karena tetua agung mungkin nyawamu sudah tak bersarang di tubuh."

"bocah, kau tau ini bukan sekte kecil"

"bukan tempat kau bisa bermain sesuka hati"

"tetua, sebagai tetua penegak hukum kenapa kata katamu berputar. seolah sengaja menyudutkanku"

"bukannya setauku, seorang penegak hukum harus bertindak netral, bergerak hanya karena rasa kebencian atau pembelaan ke salah satu pihak"

mendengar ini, tetua tangan tetua penegak hukum seketika terangkat.

jarinya menunjuk ye chenlong dengan keras.

"kau...."

ye chenlong tersenyum.

"kenapa, apa aku salah"

"bahkan apa yang kau lakukan ini sendiri sudah melanggar hukum bukan"

"seharusnya penangkapan harus di lakukan bertahap, tak diperbolehkan anda sendiri langsung turun tangan tanpa sebab."

mata tetua penegak hukum langsung memerah, jari jari tangannya mulai mengencang satu persatu.

niat membunuh mulai bocor dari dirinya.

udara seketika menjadi lebih dingin dari biasanya.

1
Ilham Yono
foto? udah ada kamera di jaman itu????
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!