NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Mantan Istriku

Mengejar Cinta Mantan Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / CEO / Berbaikan / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Gadisti

Amelia menikah dengan seorang laki-laki yang di cintainya, namun laki-laki tersebut justru sangat membencinya, setiap hari Amelia selalu di perlakukan kasar, bahkan ia sering di tuduh sebagai pembunuh kekasih suaminya.

Adrian Aditama laki-laki tampan yang tak lain adalah suami Amelia, ia sangat membenci gadis itu, dan ia selalu menyalahkan Amelia sebagai pembunuh kekasihnya.

Bagaimana kisah mereka? simak terus ceritanya, jangan lupa tinggalkan komentar kalian di bawah, dan berikan dukungan kalian ya dengan cara vote sebanyak_banyaknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadisti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

33. Penyakit Vino

Happy Reading.

Amelia kini sudah bisa melangkahkan kakinya, tubuhnya pun sudah tidak lemah seperti sebelumnya, kini Amelia tengah berada di lantai bawah, Amelia menatap setiap sudut ruangan apartemen milik Vino tersebut.

Entah mengapa apartemen Vino terasa sangat mirip dengan apartemen Adrian, sehingga membuat Amelia kembali teringat akan sosok laki_laki yang sudah menyiksanya dulu.

"Sudah Amelia, lupakan dia, mulai lah hidup yang baru bersama Vino, lupakan laki_laki brengsek itu." Ujar Amelia kepada dirinya sendiri.

"Amel kenapa kamu berdiri disitu?" Tanya Vino dengan tiba_tiba.

"Tidak apa_apa Vin, aku hanya merasa bosan saja kalau harus diam di kamar terus."

"Emm mau jalan_jalan keluar?"

"Bolehkah?" Tanya Amelia dengan senang.

"Tentu boleh, asalkan bersamaku." Balas Vino sambil mengedipkan sebelah matanya.

"Genit."

"Cuma sama kamu kok, ayo kita keluar." Vino menggenggam tangan Amelia, kemudian mereka melangkahkan kakinya keluar.

Vino tiba_tiba merasakan nyeri di kepalanya, keringat dingin pun mulai bercucuran membasahi wajahnya, tangannya terasa dingin, matanya tiba_tiba menjadi gelap, dan akhirnya Vino jatuh pingsan sebelum ia menekan tombol lift.

"Vino, kamu kenapa Vin? Vino bangun .." Ujar Amelia dengan wajah paniknya.

Amelia mencoba untuk terus membangunkan Vino, tetapi Vino masih saja tidak bangun, sehingga Amelia memutuskan untuk menelpon Radit.

"Hallo dokter Radit, segeralah ke apartemen Vino, Vino pingsan." Ujar Amelia dengan panik.

"Baiklah, kamu tenang dulu, aku akan segera ke sana."

"Cepetan dok."

Setelah itu panggilan pun terputus, Amelia berusaha membawa Vino masuk kembali ke dalam apartemennya, ia memanggil pelayan untuk membantu membawa Vino.

"Ada apa dengan tuan non?"

"Aku tidak tau, tadi dia tiba_tiba pingsan, cepat bantu aku."

"Ah, baik non."

Mereka membawa Vino masuk ke dalam kamarnya, kemudian mereka membaringkannya dengan hati_hati, setelah itu, pelayan tersebut pergi meninggalkan Amelia yang tengah menangis sambil menggenggam erat tangan Vino.

"Vino sadarlah, kenapa kamu tiba_tiba pingsan seperti ini Vin? Jangan membuatku takut." Lirih Amelia sambil menjatuhkan air matanya.

Tidak lama kemudian, dokter Radit pun tiba di apartemen milik Vino, ia segera melangkahkan kakinya menuju kamar Vino.

"Dokter cepat periksa dia dok." Ujar Amelia ketika Radit sudah berada di dekatnya.

"Baiklah, kamu tenang dulu ok, kamu duduk dulu di sana, biar aku memeriksa keadaannya."

Amelia hanya menuruti ucapan Radit tersebut, sementara Radit langsung memeriksa keadaan Vino.

Setelah beberapa menit, Radit pun sudah selesai dengan pemeriksaannya, kemudian ia menghampiri Amelia dan duduk di sampingnya sambil menghela nafasnya dengan pelan.

"Bagaimana keadaannya? Kenapa dia tiba_tiba pingsan?" Tanya Amelia dengan cemas.

Radit menatap Amelia dengan dalam, ia sebenarnya tidak ingin memberitahukan tentang keadaan pasien sekaligus sahabatnya tersebut, tetapi, Radit juga tidak bisa menyembunyikan penyakit yang di alami oleh Vino saat ini.

"Amelia berjanjilah, jika aku memberitahu penyakit Vino, kamu tidak akan berbicara apa_apa kepadanya, dan kamu harus pura_pura tidak tau tentang penyakitnya." Ujar Radit dengan serius.

"Ya aku berjanji, apa yang terjadi dengan Vino? Cepat beritahu aku."

"Sebenarnya dia mengidap penyakit kanker stadium 4 ,, Radit menarik nafasnya dengan panjang, kemudian ia membuangnya secara perlahan, lalu Radit pun berkata kembali dan menjelaskannya.

" Kanker stadium 4 yang di alami oleh Vino adalah tingkatan kanker yang paling parah. Pada tingkat ini, penyembuhan memang sudah sulit untuk dilakukan. Meskipun begitu, perawatan tetap bisa dilakukan untuk memperpanjang angka harapan hidup dan meredakan gejala yang terjadi, selama ini Vino selalu melarang ku untuk memberitahukan tentang kebenarannya, bahkan keluarganya pun tidak tau, jika Vino mengidap penyakit yang mematikan."

Mendengar penjelasan Radit, seketika tubuh Amelia melemas, ia sudah tidak bisa lagi menahan air matanya, hatinya terasa sangat sakit, bahkan lebih sakit ketika ia di tinggalkan dulu.

"Jadi selama ini, dia ,, dia belum benar_benar sembuh begitu maksudnya." Ujar Amelia dengan deraian air matanya.

Radit hanya menganggukkan kepalanya, ia sungguh tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa Vino memang belum benar_benar sembuh dari penyakit yang di alaminya.

Amelia tidak mengeluarkan kata_kata lagi, ia berjalan menghampiri Vino yang masih memejamkan kedua bola matanya.

"Vino kenapa kamu menyembunyikan penyakitmu lagi? Kenapa Vin? Kenapaaa." Jerit Amelia dalam hatinya.

"Vino kenapa ini semua harus terjadi padamu Vin? Kenapa takdir Tuhan mempermainkan kita seperti ini? Kenapa disaat aku mulai mencintaimu, kamu malah akan pergi meninggalkanku Vin? Kenapa? Apa kamu tau, hatiku sangat sakit Vino." Ujar Amelia sambil menundukkan kepalanya, air mata terus menerus keluar dari kedua bola matanya.

"Amelia, berjanjilah untuk tidak meninggalkan Vino, satu_satunya semangat hidup Vino adalah kamu." Ujar Radit sembari menepuk bahu Amelia.

"Dokter, apa tidak ada cara untuk menyembuhkan penyakitnya?"

"Jika ada, mungkin aku sudah menyembuhkan penyakitnya sedari dulu, selama ini aku hanya bisa mengurangi rasa sakit yang di deritanya."

"Tapi ,, tapi kenapa Vino memberitahuku, bahwa penyakitnya sudah sembuh total¹?"

"Itu karena aku yang memberikan keterangan palsu kepadanya, kamu tau Amelia, dulu ia sangat putus asa dengan penyakitnya, ia terkadang menangis di sana, sambil menggenggam erat bingkai photomu, kamu yang menjadi penyemangat hidup satu_satunya Amelia, dia berjuang untuk melawan penyakitnya demi kamu, tapi semenjak aku memberitahukan bahwa penyakit dia tidak dapat di sembuhkan, dia pun menyerah, dia ingin mengakhiri hidupnya dengan cara dia sendiri, hanya dengan cara membohonginyalah, agar dia dapat bertahan hidup sampai sekarang." Ujar Radit panjang lebar.

"Lalu, mengapa keluarganya tidak ada yang tau?"

"Ayahnya sibuk mengurus bisnis, sementara ibunya sudah meninggal setelah melahirkan Vino."

Ketika Amelia hendak bersuara, tiba_tiba terdengar suara Vino yang memanggil namanya.

"Amel."

"Vino ,, kamu sudah sadar? Bagian mana yang sakit?" Tanya Amelia sambil menggenggam erat tangan Vino.

"Tidak ada Amel, kamu jangan khawatir, aku hanya kecapean saja." Vino berucap dengan suara yang sedikit rendah.

"Bodoh, aku sangat mengkhawatirkanmu Vino."

"Hey jangan menangis, aku sungguh tidak apa_apa Amel."

"Apa aku tidak boleh menangis, ketika aku tau, bahwa hidupmu hanya tinggal beberapa bulan saja Vino? Hatiku sakit Vino, sangat_sangat sakit." Amelia bergumam dalam hati.

"Kenapa kamu bengong sayang?"

"Tidak ada apa_apa Vino, aku ,, aku keluar dulu ya." Ujar Amelia yang sedari tadi menahan sesak di dalam dadanya, sementara Vino merasa heran dengan tingkah Amelia.

"Apa yang lo katakan kepada Amelku?" Tanya Vino kepada Radit setelah kepergian Amelia.

"Tidak ada, aku hanya bilang bahwa lo kurang istirahat saja."

"Bohong, gw tau lo pasti nyembunyiin sesuatu dari gw kan?" Tanya Vino penuh selidik.

"Tidak ada Vino."

"Radit, apakah penyakit gw kambuh lagi?"

"Jangan becanda Vin, lo udah sembuh, lo cuma kecapean dan butuh istirahat saja." Balas Radit berbohong, karena ia tidak ingin Vino bertingkah seperti dulu lagi.

"Jujurlah, lo pasti sedang berbohong, please jangan ngebohongin gw, gw janji, gw gak bakalan seperti dulu lagi."

Melihat Vino yang terlihat sangat menyedihkan, akhirnya Radit pun menceritakan tentang penyakit Vino yang memang belum bisa di sembuhkan sedari dulu, dan Radit pun menjelaskan kenapa dulu ia membohongi Vino.

"Begitu Vin, gw harap lo bisa menerima kenyataan ini, dan maafin gw Vin, karena gw sudah memberitahukan masalah ini kepada Amelia."

Mendengar penjelasan dari Radit, Vino pun seketika terdiam, tatapan matanya menjadi kosong, pikirannya melayang entah kemana.

Sungguh sebuah takdir yang mempermainkan mereka berdua, disaat Vino akan menjalani hidupnya dengan bahagia bersama perempuan yang sangat di cintainya, tetapi ia harus menelan sebuah kenyataan pahit, bahwa hidupnya hanya tersisa beberapa bulan saja.

Sementara itu, disisi lain terlihat Amelia tengah menyandarkan tubuhnya di pintu kamarnya.

Tangisannya kembali pecah, ketika mengingat hidup Vino yang hanya tinggal beberapa bulan saja, Amelia sungguh tidak bisa membayangkan, jika Vino benar_benar pergi untuk selama_lamanya.

"Ya Tuhan, kenapa Engkau mempermainkan hidupku? Kenapa meski Vino yang sakit? Kenapa bukan aku saja Tuhan? Kenapa ,, kenapa?" Jerit Amelia dalam hatinya.

Setelah setengah jam Amelia menangis, ia pun memutuskan untuk pergi ke kamar mandi, ia menatap dirinya di balik cermin yang ada di dalam kamar mandinya.

"Vino aku janji, aku akan selalu ada di sampingmu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, berjuanglah Vino, semoga Tuhan memberikan keajaiban untukmu." Lirih Amelia dengan air mata yang mulai terjatuh dengan sendirinya.

***

Vino menyandarkan tubuhnya di dinding kamarnya, ia menatap langit yang terlihat cerah, namun terasa gelap untuk dirinya.

Vino kembali teringat akan ucapan Radit tadi, ia sungguh tidak menyangka, bahwa selama ini penyakitnya masih belum sembuh.

"Jika aku mati, lalu bagaimana dengan Amelku? Apakah aku sanggup melihatnya menderita? Apakah dia akan menangisi kepergian ku? Ya Tuhan mengapa ini semua terjadi kepadaku?" Gumam Vino dalam hati, ia sungguh tidak bisa membayangkan jika dirinya pergi, bagaimana dengan Amelia?

"Vino kenapa kamu berdiri di sana?" Tanya Amelia yang sudah berdiri di belakang Vino.

"Sayang, sejak kapan kamu berada di belakangku?"

"Sejak kamu menatap langit itu dengan wajahmu yang sedih."

Vino tersenyum kemudian ia mencium kening Amelia dengan lembut, lalu ia berkata.

"Amel apakah kamu akan meninggalkanku?"

"Hey kenapa kamu berbicara seperti itu?"

"Amel jangan pura_pura tidak tau tentang penyakitku, pergilah Amel, aku tidak ingin kamu menangisi kematianku nanti."

"Vino, aku tidak akan pernah meninggalkanmu, sekali pun kamu menyuruhku pergi, aku akan tetap berada di sisimu, aku akan berjuang menemanimu Vino, please jangan memintaku untuk pergi." Amelia berucap sambil memeluk tubuh Vino dengan erat.

Entah mengapa Amelia sangat takut, ketika Vino berbicara tentang kematiannya, bagaimana pun juga, selama ini Vino selalu ada disaat Amelia tengah merasakan penderitaan yang setiap hari Adrian berikan kepadanya.

"Baiklah, jangan menangis lagi ok, aku tidak ingin melihat air matamu yang berharga itu." Ujar Vino sambil mengelus kepala Amelia dengan lembut.

"Aku tidak akan menangis lagi, asal kamu jangan berbicara tentang kematian lagi ok, aku tidak ingin mendengarnya lagi Vino." Lirih Amelia pelan, tetapi Vino masih dapat mendengarnya dengan jelas.

"Baiklah, aku berjanji." Balas Vino lembut.

"Amel, hanya kamu lah cahaya dalam hidupku saat ini, kelak ketika aku benar_benar sudah tidak ada di sampingmu, aku harap kamu merelakan kepergian ku, dan aku harap, kamu dapat menemukan kebahagiaanmu sendiri, biarlah cinta ini akan ku bawa sampai mati, terima kasih Amel, aku sangat mencintaimu." Gumam Vino dalam hati sambil memeluk erat tubuh perempuan yang sangat di cintai nya itu.

Bersambung.

1
ayu cantik
suka
Jumiah
ardian sfh membuat amellia menderita .
buat ap kembali sma ardian...
Jumiah
amel sma arga padahal punya ms lalu yg manis ,masa kecil nya ko gk dilanjut kan
kan lebih seru...
Jumiah
mellllll sdh di selingkuhi masih mau balikan...jd gereget aq...
Mesri Sihaloho
judulnya juga sudah mengejar cinta mantan,,ia wajarlah salah satu pria yg mencintai Amel harus pergi selamanya .selamat jalan vino cinte pertam amel
Mesri Sihaloho
aku merasa Amelia itu bodoh sudah disiksa tetap aja mau tinggal sama Adrian,,pergi jauh kenapa masa GK ada kepikiran kenapa setiap pergi Adrian tau..ah pusing thor jangan kelamaan buat si Amelia bodoh
Mesri Sihaloho
ameli kabur ngapa?sakit thor hati ini
Mesri Sihaloho
jangan jadi wanita lemah dong Amelia,,harus bisa melawan jangan karena cinta kamu jadi bodoh seperti kata adrian
Mesri Sihaloho
jangan lama thor Adrian menyiiksa Amelia,,
Jumiah
amellia ingat janjimu ucapan mu ..
jangan sampai kmu balikan lg sma sikeparat mantan suami ...
Fitri Yani
Adrian ngeri psikopat
Fitri Yani
rasain lu Adrian
Fitri Yani
Adrian ini berkepribadian ganda sepertinya, mengerikan
Jumiah: klo ardian berkeperibadian ganda ,
gk punya pendirian ...
gk bisa di jd kan teman hidup..
mengerikan ...
total 1 replies
Fitri Yani
pergi gblk, ihhhh sebel aku lama2 darah tinggi baca novel ini 😭😭😭😭
Fitri Yani
gwoblooookkk banget sih Amelia, ngapain juga masih cinta hadeh, gregetan aku sm karakter Amelia😡😡😡
Jumiah: amelia harga dri mu ..kmu sendiri yg bisa menjagax ...
jd berenti merendahkan dri mu ..
jangan jd orang bodoh ...
pertahan kan cinta yg gk berarti bagi suami mu...
total 1 replies
Komang Diani
Luar biasa
Epijaya
jadikan mrk suami iatri
falea sezi
akhirnya cerai jg
Ninik Ningsih
aduh Amel bodoh atau befo...gregetbbangetb
Ninik Ningsih
kenapa gak pergi jauh amelia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!