Nadine Lavena membatalkan pernikahannya tiga minggu sebelum hari H setelah membongkar perselingkuhan tunangannya, Heyden Ames, di depan diskusi formal dua keluarga besar. Pengkhianatan itu membangkitkan trauma masa kecil saat dibuang ibu kandungnya, membuat Nadine skeptis pada cinta dan hanya memercayai uang.
Seminggu kemudian, di sebuah restoran industrial, Nadine menyaksikan Kyle Ernest pewaris bisnis sedingin es disiram air oleh teman kencan butanya akibat klausul pernikahan kontrak yang teramat kaku. Senyum sinis Nadine memicu harga diri Kyle yang angkuh hingga melayangkan tantangan gila: pernikahan kontrak tiga tahun dengan gaji 100 juta per bulan dan denda pembatalan 30 miliar.
Nadine menerima tantangan itu demi uang, murni sebagai mitra kerja. Namun, Kyle tidak menduga bahwa di balik sikap acuh tak acuh Nadine, wanita itu menyimpan kecerdikan tajam untuk menghadapi badai fitnah dari Kinara Inka, masa lalu Kyle yang licik yang tiba-tiba kembali untuk merebut segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seeula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 33: Distorsi Angka dan Negosiasi Hangat di Dapur Menteng
Jemari kasar milik Kyle yang masih menempel erat di atas punggung tangan Nadine terasa seolah menolak untuk memberikan ruang gerak sekecil apa pun, membuat fokus wanita itu terpecah di antara baris-baris angka laporan pajak dan kehangatan yang menjalar dari kulit suaminya.
Nadine mencoba menarik napas sedalam mungkin demi menenangkan gejolak aneh di dalam dadanya, meskipun usahanya tersebut justru membuat bahunya yang bersentuhan dengan dada bidang Kyle semakin menempel rapat.
"Lepaskan tangan saya sekarang juga, Pak Kyle, karena setiap detik penundaan analisis ini akan menurunkan efisiensi kerja saya sebanyak lima persen."
"Saya hanya sedang membantu Anda menstabilkan posisi tablet ini, Nadine, karena tangan Anda yang ceroboh itu terlihat sangat gemetar saat memegang dokumen penting."
Kyle sama sekali tidak mengendurkan genggamannya, justru ibu jarinya bergerak perlahan memberikan usapan sangat lembut pada permukaan kulit pergelangan tangan Nadine yang terasa halus.
(Pria es ini benar-benar tidak tahu malu, menggunakan alasan bantuan teknis hanya untuk melancarkan taktik sentuhan fisik yang sangat mengganggu konsentrasi saya.)
Nadine menggertakkan giginya dengan gusar, mencoba mempertahankan raut wajahnya yang sedingin es utara agar tidak terlihat terpengaruh oleh kelicikan suaminya.
"Jika Anda terus mengacaukan koordinasi motorik saya seperti ini, saya akan mengenakan denda gangguan ruang kerja sebesar lima puluh juta rupiah untuk setiap menitnya."
"Saya rasa nominal tersebut terlalu kecil untuk ukuran sebuah investasi kenyamanan bersama, jadi saya memutuskan untuk membayar Anda seratus lima puluh juta rupiah sekarang juga."
Kyle meraih ponsel pintar miliknya yang berada di atas meja dengan tangan kirinya yang bebas, lalu menekan beberapa tombol pada layar digital dengan gerakan yang sangat tenang.
Hanya dalam hitungan detik, gawai milik Nadine yang berada di atas meja rias berbunyi nyaring, menampilkan sebuah notifikasi transaksi keuangan yang langsung menyita perhatian penuh wanita itu.
@Notifikasi Bank: Rekening pribadi Anda telah menerima transfer dana sebesar Rp 150.000.000 dari Kyle Ernest dengan keterangan 'Biaya Sewa Jemari'.@
Sepasang mata indah Nadine seketika berbinar cerah menatap deretan angka nol yang baru saja masuk ke dalam saldo tabungannya, membuat seluruh kekesalan dan kejengkelannya menguap begitu saja dalam sekejap.
Bagi Nadine yang sangat memuja tumpukan uang kertas, tidak ada satu pun kemarahan atau harga diri yang tidak bisa diredakan dengan aliran dana segar yang melimpah ke dalam rekeningnya.
"Baiklah, karena Anda adalah nasabah premium yang sangat taat pada aturan kompensasi, saya bersedia memberikan toleransi ruang kerja ini selama sepuluh menit ke depan."
"Anda benar-benar sangat konsisten dengan prinsip kecintaan Anda pada uang, Nona Konsultan Keuangan."
Kyle mendengus geli mendengar perubahan nada suara Nadine yang mendadak berubah menjadi sangat manis dan profesional setelah menerima pembayaran instan tersebut.
Penulis rasa, jika suatu saat nanti Kyle ingin membeli seluruh jiwa dan raga Nadine, pria itu hanya perlu menyiapkan satu koper penuh berisi uang tunai pecahan seratus ribu rupiah untuk membuatnya bertekuk lutut.
||||
Setelah sesi analisis laporan keuangan yang sangat menguras tenaga dan emosi itu selesai, Nadine segera melarikan diri ke dalam wilayah kekuasaannya yang paling aman, yaitu dapur utama rumah Menteng.
Bagi Nadine, meracik berbagai bumbu dapur dan memotong sayuran segar adalah satu-satunya kegiatan berkualitas yang selalu ia jaga dengan sangat konsisten untuk menyembuhkan kelelahan mentalnya.
Kegemaran memasak ini juga menjadi semakin menyenangkan untuk dilakukan karena adanya klausul tambahan kontrak yang memberikan keuntungan finansial sebesar lima puluh juta rupiah setiap bulannya.
Ia mulai memotong beberapa batang daun bawang dan mengiris tipis bawang putih dengan gerakan pisau dapur yang sangat cepat, menciptakan ketukan berirama yang sangat teratur di atas papan talenan kayu.
Rencana menu makan malam kali ini adalah membuat sup iga sapi premium dengan kuah kaldu yang kental, sebuah hidangan hangat yang sangat cocok untuk mengembalikan kebugaran tubuh setelah seharian bekerja keras.
(Saya akan memastikan porsi makan malam milik Tuan Ernest malam ini disajikan dengan kualitas terbaik, agar dia merasa bahwa lima puluh juta rupiah yang ia bayarkan setiap bulan adalah investasi lambung yang sangat menguntungkan.)
Nadine menuangkan kaldu sapi ke dalam panci stainless steel yang besar, lalu mengatur tingkat kepanasan kompor gasnya dengan ketelitian seorang ilmuwan laboratorium.
Sifat cerobohnya yang kerap melupakan kondisi sekitar membuat Nadine tidak menyadari bahwa Kyle sudah kembali berdiri di belakangnya dengan langkah kaki yang teramat sunyi.
Kyle yang kini sudah berganti pakaian menjadi kaos santai berwarna putih polos, menatap punggung ramping istrinya dengan pandangan mata yang dipenuhi oleh kehangatan yang sangat langka.
Ia melangkah maju secara perlahan, lalu mengulurkan kedua tangan kokohnya untuk merapikan tali celemek abu-abu milik Nadine yang tampak terlepas di bagian pinggang belakang.
Sentuhan jemari hangat Kyle yang tidak sengaja mengenai permukaan kulit pinggang Nadine yang tidak tertutup kain piyama langsung membuat wanita itu tersentak kaget hingga hampir menjatuhkan sendok supnya.
"Apa yang sedang Anda lakukan di belakang saya, Pak Kyle, tindakan mengejutkan seperti ini bisa merusak kualitas rasa masakan saya!"
"Tali celemek Anda terlepas, Nadine, dan saya tidak ingin melihat istri kontrak saya yang ceroboh ini mengalami kecelakaan dapur hanya karena tersandung pakaiannya sendiri."
Kyle tidak langsung menarik tangannya setelah selesai mengikat tali celemek tersebut, melainkan membiarkan jemarinya tetap berada di sekitar pinggang Nadine dengan gerakan yang sangat posesif.
Ia mencondongkan tubuhnya ke depan hingga dadanya menempel pada punggung Nadine, membiarkan posisi intim tersebut bertahan selama beberapa detik di tengah kesunyian dapur.
"Lepaskan tangan Anda sekarang juga, atau saya akan menambahkan biaya gangguan fokus memasak sebesar dua puluh juta rupiah ke dalam tagihan makan malam Anda."
"Tambahkan saja sesuka Anda, Nadine, karena bagi saya, posisi seperti ini jauh lebih berharga daripada seluruh nilai saham gabungan milik Ernest Group."
Kyle membisikkan kalimat manis itu dengan suara bariton yang sangat rendah dan serak di dekat telinga Nadine, menyembunyikan sifat tsundere-nya di balik kelicikan taktik pendekatan yang sangat mulus.
Nadine hanya bisa terdiam membeku dengan wajah yang kian memerah padam, merasakan jantungnya kembali berdegup dengan ritme yang sangat liar hingga merusak seluruh kalkulasi matematika yang biasa ia agungkan di dalam otaknya yang dingin.