NovelToon NovelToon
The Trash Prince 10th Re : Life

The Trash Prince 10th Re : Life

Status: tamat
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Menikah dengan Musuhku / Barat / Tamat
Popularitas:41.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mobs Jinsei

Kisah seorang pangeran sampah yang di usir dari istana pada usia 15 tahun dan meninggal di usia 31 tahun, dia mengulang hidupnya tepat ketika di usir dan kembali terbunuh di usia 31 tahun. Akhirnya total pengulangan hidup nya mencapai sembilan kali, dia sudah mencoba berbagai macam hal, mulai dari pedagang, petualang rank S sampai membantu mereformasi kerajaannya. Ironisnya dia selalu terbunuh oleh seorang ratu kekaisaran yang sama selama sembilan kali di usia 31 tahun.

Di kehidupan ke sepuluhnya, dia berniat langsung menemui ratu yang saat itu masih bersekolah di akademi berstatus masih putri kekaisaran. Tapi ketika dia masuk ke akademi, dia malah menemukan hal hal baru yang dia tidak pernah tahu selama sembilan kali kehidupannya dan membuat rencananya berantakan, bagaimanakah kisah hidup sang pangeran sampah di kehidupan ke sepuluhnya ?

Genre : Fantasy,Comedy,Drama,Tragedy,Harem

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mobs Jinsei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 33

Keesokan harinya, setelah menjelaskan semuanya pada Julia, Sarah, Alisia dan Doria. Tsubasa dan Helena menemani Art dan Claire mendaftar menjadi petualang dan mencari informasi di dalam ibukota. Mereka langsung berangkat, setelah memasuki gerbang ibukota, Art melihat kota yang sudah pernah dia lihat sebelumnya, Helena dan Tsubasa yang baru pernah menginjak ibukota merasa kagum melihat banyaknya gedung setinggi empat lantai dan berderet saling menempel, papan nama toko yang beraneka ragam, para penduduk yang beraktifitas dan membuat suasana kota ramai walau pagi hari.

“Ayo oniisan, oneesan-tachi, aku antar ke guild petualang.” Ujar Claire.

“Ya...yuk.” Art jalan lebih dulu karena dia memang tahu dimana letak guildnya.

Claire yang bingung dan ingin jadi pemandu karena merasa di tugasi oleh gurunya menjadi sedikit kesal dan berlari mengejar Art untuk jalan di depannya. Setelah sampai ke sebuah bangunan megah dengan papan nama bertuliskan “guild petualang”, Art membuka pintu nya dan masuk ke dalam. Suasana di dalam terlihat ramai, banyak sekali petualang yang sedang duduk duduk di meja, berdiri di counter berbicara dengan resepsionis dan melihat papan buletin untuk memilih quest yang sesuai dengan rank mereka.

Tapi ketika mereka masuk, suasana langsung sepi, semua menoleh ke arah pintu, banyak orang yang melihat Tsubasa,

“He..hei....dia kan si pedang pembunuh naga ya ? kok dia di sini ? bukankah dia ada di Ateras ?” Tanya seorang pria kekar sambil menoleh.

“Iya, kenapa dia di sini, gawat dong, semua quest bakal di sapu habis sama dia.” Ujar pria di sebelahnya.

“Dia petualang rank A kan ?” Tanya seorang wanita.

“Iya benar, padahal masih muda loh, aku dengar dia memburu salamander di wilayah kerajaan Ateras.” Jawab pria di sebelahnya.

“Pemuda dan gadis itu anggota timnya ya ? setahuku dia selalu solo deh.” Ujar seorang gadis.

“Iya, mungkin karena tampan kali hehe.” Tambah seorang gadis di sebelahnya.

Dan masih banyak gosip dan bisik bisik lainnya yang terdengar jelas oleh Art, Helena dan Claire. Mereka menoleh melihat Tsubasa yang santai saja berjalan di sebelah mereka,

“Apa ?” Tanya Tsubasa.

“Kamu terkenal ya.” Jawab Art.

“Yah aku memang petualang sejak berusia 12 tahun...” Balas Tsubasa.

“Hmm...baiklah, aku jadi bersemangat untuk mendaftar.” Balas Helena.

“Aku tidak akan kalah.” Balas Claire.

“Ayo kita daftar dulu...” Ajak Art.

Mereka berjalan menuju ke counter yang kosong, seorang resepsionis perempuan yang ramah langsung menyambut mereka, setelah memperkenalkan diri dan menyatakan ingin mendaftar, resepsionis memberikan formulir pendaftaran kepada Art, Helena dan Claire, kemudian Tsubasa memberikan kartu petualangnya untuk di perbaharui. Mereka mencari tempat duduk kosong dan mulai mengisi formulirnya. Setelah beberapa saat mengisi, Helena tiba tiba mendekati Art,

“Art-dono, untuk level apa kita harus isi ?” Tanya Helena memperlihatkan formulirnya.

“Tidak perlu, nanti di counter di cek.” Jawab Tsubasa.

“Huh ? waduh gawat dong...” Balas Art dalam hati.

Setelah selesai, mereka membawa formulirnya kembali ke counter, kemudian resepsionis mengeluarkan sebuah bola kristal, Helena meletakkan telapaknya dan dia ternyata level 95, sedangkan Claire level 80. Sekarang giliran Art, dia menelan salivanya, dia memejamkan mata dan menempelkan tangan di bola kristal,

“Hah..level 00 ?” Teriak resepionis kaget.

“Wah ada sampah di sini...” Sahut seseorang di dalam ruangan.

Mendengar itu suasana langsung ramai, semua orang di dalam guild langsung menoleh melihat Art sambil mengejek dan menertawakannya, beberapa orang langsung mendekat mencoba merekrut Helena dan Claire sambil menjelek jelekkan Art. Tentu saja keduanya menolak dan membuat para pria itu marah, Art hanya tersenyum saja karena dia sudah tahu akan jadi seperti ini. Karena level Art yang meragukan, resepsionis membujuknya supaya tidak menjadi petualang dan mencari kerja yang lain agar Art panjang umur.

Tapi Art memaksa ingin menjadi petualang, karena khawatir akhirnya resepsionis mengiyakan kemauan Art tapi kalau Art lolos dari ujiannya. Art menyanggupinya, kemudian resepsionis membawa mereka ke dalam untuk masuk ke arena uji coba yang ada di dalam bangunan guild petuaalang di ikuti para petualang yang berniat merekrut Helena dan Claire, sebagian dari mereka hanya ingin melihat Art di permalukan dan di usir dari guild sebagai hiburan untuk menghibur suasana hati mereka.

Art masuk ke tengah arena membawa pedang besar dua tangan dari kayu, seorang pria bertubuh besar dan kekar, berkepala botak dengan wajah tergores bekas luka cakar sebanyak tiga buah dan terlihat garang melangkah masuk ke dalam arena, pria itu mengenakan pakaian pelindung dari kulit yang terlihat keras sekali.

“Kenalkan, namaku Wade, aku penguji mu, aku akan hajar kamu habis habisan supaya kamu mengerti kalau pekerjaan petualang itu berbahaya.” Ujar Wade.

“Baiklah Wade-san, silahkan maju.” Ujar Art tersenyum.

“Mulai...” Teriak sang resepsionis.

Tanpa menunda, Wade langsung maju mendekati Art sambil mengayunkan sebuah kapak besar dari kayu yang merupakan senjata pilihannya. Dengan gemilang Art melompat mundur dan kapak besar itu menghantam tanah. Tapi Wade tidak berhenti, dia terus mengayunkan kapak besarnya dan Art terus menghindari serangannya dengan santai,

“Hei hei ayo....mau sampai kapan kamu menghindar.” Ujar Wade.

Tiba tiba langkah Art terhenti, dia langsung maju mendekati ayunan kapak dan menangkisnya dengan pedangnya sambil terus berlari maju, kemudian dia menangkap lengan Wade dan berbalik sekaligus membantingnya, “Boom.” Terdengar bunyi kencang ketika Wade menghantam tanah dan Wade jatuh terlentang, Art mengacungkan pedangnya ke wajah Wade.

“Aku lulus ?” Tanya Art santai.

“Hahaha baiklah, kamu lulus.” Jawab Wade yang terlentang di tanah.

Seluruh petualang yang awalnya bersorak sorak menghujat Art dan mengejek Art lanngsung  terdiam, satu persatu mulai meninggalkan arena karena malu. Helena, Claire dan Tsubasa langsung masuk ke arena menghampiri Art. Setelah itu, Art, Helena, Claire dan Tsubasa kembali lagi ke counter,

“Baiklah, Art-sama ini kartu anda, anda memulai dari rank F karena masih baru, tapi mohon jangan memaksakan diri.” Ujar resepsionis sambil memberikan kartunya.

“Terima kasih neesan (mba).” Ujar Art menerima kartunya.

“Claire-sama juga selamat ya, sama seperti Art-sama, karena baru mulai maka mulainya dari rank F.” Ujar resepsionis memberikan kartu petualangnya.

“Terima kasih, aku berhasil hehe. Sishou pasti senang nih.” Ujar Claire sambil memeluk kartunya.

“Nah sekarang Philia Rose-sama, ini kartunya, awalnya rank F sama seperti yang lain ya.” Ujar resepsionis.

Tapi sebelum Helena menjawab, Art bertanya duluan kepada resepsionis karena ada yang menggelitik pikirannya,

“Huh ? Philia Rose ? anoo neesan, siapa Philia Rose ?” Tanya Art sambil melihat sekeliling karena dia merasa akrab dengan nama itu.

“Oh neesan ini Philia-sama.” Jawab resepsionis sambil menunjuk Helena.

“Aku pakai nama tengah dan sedikit nama belakangku, memang kenapa ?” Tanya Helena heran.

“Oh iya, nama lengkap Helena-senpai, Helena Philia Rosengard. Benar juga, cocok senpai hehe.” Balas Tsubasa.

“Astaga....ada ya kebetulan seperti ini.” Ujar Art dalam hati.

Art tertegun, dia sama sekali tidak menyangka kalau satu satunya wanita yang menjadi anggota timnya ketika dia menjadi petualang peringkat rank S di kehidupan kelimanya, ksatria pedang wanita bernama Philia Rose yang memiliki peringkat rank S sama seperti dirinya, yang sudah mengarungi banyak petualangan hidup mati berdua dengannya  dan akhirnya mati bersamanya ketika melawan Julia adalah Helena yang berdiri di sebelahnya.

1
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/Gosh/
Mamat Stone
/Toasted/
Mamat Stone
/Doubt/
Mamat Stone
a/Panic/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Doubt/
Mamat Stone
/Panic/
Mamat Stone
/Good/
Mamat Stone
/Ok/
Mamat Stone
/Tongue/
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
good job Thor 👍
Mamat Stone
thanks Thor 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!