NovelToon NovelToon
Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:704
Nilai: 5
Nama Author: royco

menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perjalanan menuju kebebasan

Setelah berjalan menyusuri kegelapan labirin selama sekitar tujuh hari penuh, aku akhirnya berhasil menapakkan kaki di Lantai 1. Semua ini berkat portal teleportasi darurat yang kutemukan di Lantai 30. Dengan satu langkah mantap, kepulan asap bayanganku menembus gerbang keluar.

Wush...

Sinar matahari yang hangat langsung menyiram wujud manusiaku. Aku spontan menyipitkan mata, menghirup udara luar yang segar.

"Akhirnya... keluar juga!" seruku penuh kebebasan.

Aku merentangkan kedua tanganku, memandang hamparan padang rumput hijau yang membentang luas.

"Nah, sekarang... Hmm, enaknya ngapain ya?"

Aku meletakkan tangan di dagu, berpikir sejenak tentang langkah selanjutnya di dunia fantasi yang asing ini.

"Ah, iya! Aku harus cari kota terdekat dulu. Daftar jadi petualang untuk mengumpulkan informasi tentang dunia ini, sekaligus cari tempat bernaung yang layak," ucapku memantapkan tujuan.

Aku pun mulai berjalan kaki mengikuti aliran sungai yang jernih. Setelah menempuh perjalanan selama setengah hari, sebuah siluet dinding benteng raksasa yang megah akhirnya terlihat di cakrawala. Kota pertama yang kutemui di dunia ini bernama Oscar.

"Nah, ini dia kotanya! Keren juga," gumamku kagum. "Sistem, tolong scan kota di depan."

BZZZT—

[Diterima. Memulai proses pemindaian... Pemindaian berhasil. Hasil analisis: Oscar adalah sebuah kota yang berada di bawah naungan salah satu Kerajaan Tertua. Memiliki kekuatan militer tingkat menengah yang sangat solid serta dihuni oleh beberapa Penyihir Agung. Kota Oscar juga terkenal sebagai salah satu wilayah pemasok batu magis terbesar di dunia.]

"Hmm, menarik. Berarti bisa dibilang ini kota permulaan yang cocok buatku, haha! Ya sudahlah, gaskeun masuk, cuy!"

Aku melangkah riang menuju gerbang utama, ikut mengantri di barisan para pendatang. Namun, langkahku mendadak terhenti ketika melihat para penjaga gerbang memeriksa setiap orang. Sial, aku baru ingat! Biasanya masuk ke kota besar seperti ini memerlukan kartu identitas, sedangkan aku adalah makhluk anomali yang baru lahir di dungeon.

"Gawat, kenapa aku baru ingat hal penting ini? Aduh..." panikku dalam hati. "Sistem, cepat cek Inventory!"

[Dimengerti. Menampilkan ruang penyimpanan internal: Puluhan batu magis tingkat tinggi, serta sejumlah koin emas dan perak yang berhasil diserap dari kantong petualang yang kita lahap di Lantai 50.]

Aku mengembuskan nafas lega dalam wujud manusiaku. "Ah... untunglah, selamat! Ternyata aku punya duit."

Tak lama kemudian, giliran antrianku tiba. Seorang prajurit bertubuh kekar menatapku dengan pandangan menyelidik.

"Tunggu! Tunjukkan tanda pengenalmu!" ucap penjaga itu dengan nada tegas dan berwibawa.

Aku memasang wajah polos dan tersenyum canggung. "Euuh... itu, Pak. Aku berasal dari sebuah desa tanpa nama yang jauh di pelosok. Desa kami sudah hilang hancur, dan aku baru saja sampai di sini setelah mengembara. Jadi... aku belum punya tanda pengenal, hehe..."

Penjaga itu menghela nafas panjang sambil menggelengkan kepala. "Astaga... Inilah alasannya kenapa aku tidak terlalu suka dengan rakyat desa pedalaman. Kalau begitu, karena kamu tidak punya identitas, kamu wajib membayar biaya masuk sebesar lima keping koin perak!"

Tanpa protes, aku langsung merogoh saku jubahku, mengambil lima koin perak dari inventory, dan menyerahkannya.

Setelah berhasil melewati gerbang, aku segera menyusuri jalanan kota yang ramai untuk mencari gedung Serikat Petualang (Adventurer Guild) sekaligus menyewa sebuah kamar penginapan untuk bermalam.

Begitu menemukan gedung dengan logo pedang bersilang yang megah, aku langsung melangkah masuk menuju meja resepsionis.

"Permisi... Aku mau mendaftar jadi petualang baru, apakah bisa?" tanyaku pada gadis resepsionis yang berjaga.

Gadis resepsionis itu tersenyum ramah. "Tentu saja bisa, Tuan. Untuk sistem petualang di sini menggunakan sistem peringkat (Rank). Pendaftaran akan dimulai dari Rank F, lalu Anda bisa naik ke Rank D jika berhasil menyelesaikan misi, dilanjutkan ke Rank C, Rank B, hingga peringkat tertinggi yaitu Rank A, S, SS, dan SSS."

"Baiklah, aku mau mendaftar langsung sekarang," jawabku mantap.

"Baik, pendaftaran Rank F telah dibuka. Misi yang bisa Anda ambil untuk saat ini adalah mencari tanaman herbal, membasmi Goblin, atau membasmi Slime,"

jelas resepsionis itu sambil menyodorkan sebuah formulir sihir.

"Boleh saya tahu siapa nama Anda untuk dicantumkan di kartu?"

Aku terdiam sebentar, berbicara dalam hati. Ah, iya... sebaiknya jangan pakai nama asliku dari Bumi. Terlalu mencolok.

Aku mendongak dan menatap mata gadis itu.

"Untuk nama... tolong masukkan Shadow Miko saja."

"Tuan Shadow Miko ya... baiklah, mohon tunggu sebentar," ucapnya dengan sopan.

Setelah menunggu beberapa menit, selembar kartu plat besi ajaib diserahkan kepadaku. Aku resmi menjadi petualang baru, meski masih di peringkat amatir.

Malam itu, aku langsung pergi ke penginapan untuk mengistirahatkan tubuh manusia tiruanku.

Keesokan harinya, aku mulai mengambil misi-misi kecil seperti mencari tanaman herbal di sekitar hutan kota. Walaupun bayarannya tidak seberapa, bagiku itu jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa. Di sela-sela waktu senggang setelah menyelesaikan misi, aku selalu menyempatkan diri pergi ke perpustakaan kota untuk membaca buku dan mencari tahu lebih banyak tentang sejarah serta peta dunia baru ini.

Satu minggu kemudian...

Berkat efisiensi tubuhku yang tidak mengenal lelah dan kecepatan dalam menyelesaikan misi, dalam waktu satu minggu saja aku sudah berhasil naik kelas menjadi petualang Rank C! Hari ini, aku mengambil sebuah misi darurat yang cukup besar: menyelamatkan sebuah desa terpencil yang sedang diserang oleh kawanan Serigala Kabut (Mist Wolf).

Setelah menempuh perjalanan kilat, aku akhirnya sampai di perbatasan desa tersebut. Namun, aku tidak langsung melangkah maju. Aku memilih bersembunyi di balik pepohonan untuk memantau situasi terlebih dahulu. Walaupun aku tahu aku bisa mengalahkan mereka semua dalam sekejap mata, insting entitas rusakku merasakan ada sesuatu yang janggal.

"Hawa apa ini? Aku merasakan aura pekat yang tidak seharusnya ada di tempat seperti ini," ucapku curiga, menyipitkan mata unguku.

Tiba-tiba, serombongan petualang lain dari arah belakang langsung maju menerjang tanpa persiapan, mencoba membantai kawanan serigala kabut yang mengepung desa. Namun, tepat di saat mereka memaksa masuk...

DUARRR! DUARRR!

Ledakan beruntun bernuansa hitam kemerahan yang amat dahsyat meledak dari balik kabut! Tanah bergetar hebat. Para petualang yang nekat tadi langsung terlempar berantakan dengan luka yang sangat parah.

"Sudah kuduga ada yang nggak beres," ucapku dingin. "Sistem, scan area depan sekarang!"

[Baik, memproses pemindaian... Pemindaian berhasil. Hasil analisis: Terdeteksi segerombolan besar Serigala Kabut tambahan yang sedang bergerak cepat mendekat dari lereng gunung. Dan... terdeteksi satu sosok kuat yang akan muncul dari balik kabut. Ras: Iblis. Tingkat Ancaman: Peringkat A. Peringatan! Jika Anda memaksakan bertarung menggunakan kapasitas wujud manusia biasa saat ini, peluang selamat Anda hanya 30%.]

Mendengar kalkulasi sistem, seulas senyum tipis terukir di wajah manusiaku.

"Hmm, menarik... Tapi aku sudah mulai mengerti cara kerja batas kekuatanku. Iblis ini bakal cocok banget jadi bahan uji coba!"

WUSH!

Kabut tebal membelah, memunculkan sesosok makhluk bertanduk dengan sayap kegelapan dan aura merah yang mengerikan. Tepat saat iblis peringkat A itu menampakkan diri, aku tidak membuang waktu. Aku langsung melemparkan anubis sekuat tenaga ke arah udara di dekat kepalanya.

"Anubis, maju!!!, [Shadow Blink]!" teriakku lantang.

SHING!

Dalam sekejap mata, tubuh manusianku lenyap dari tanah dan terteleportasi instan ke posisi koordinat gagang pedang Anubis yang melayang di udara. Memanfaatkan momentum gravitasi, aku memutar tubuh dan melayangkan tendangan bertenaga penuh ke arah leher sang iblis.

Namun, tepat seperti perkiraan Sistem, wujud manusia biasaku terlalu lambat. Iblis itu dengan mudah mengangkat tangan besarnya, menangkap pergelangan kakiku, dan menahan tendanganku tanpa bergeser sedikit pun.

"Heh... Makhluk rendahan sepertimu berani menendangku? Jangan bercanda, sialan!" dengus iblis itu penuh penghinaan.

Dengan satu sentakan kuat, dia mengayunkan tubuhku dan melempar diriku dari posisinya yang sedang terbang. Tubuhku melesat jatuh dan menghantam tanah dengan keras.

DUBRAKK!!!

Debu mengepul hebat. Aku terbatuk kecil, bangkit berdiri sambil menepuk-nepuk jubah hitamku yang kotor.

"Adududuh... sakit juga ya, hehe. Tapi ini bener-bener menarik."

Aku tidak menyerah. Aku kembali melemparkan Anubis ke segala arah, berteleportasi dari satu titik ke titik lain seperti kilatan hantu hitam di udara untuk mengecoh pandangan sang iblis.

Pertarungan ini mengingatkanku pada analisis sistem saat aku memeriksa pedang ini di penginapan tempo hari:

Recap Sistem: [Anubis] - senjata kuno yang tak terpatahkan Memiliki kemampuan teleportasi ruang koordinat, menyerap kegelapan, arah lemparan dapat dikendalikan mutlak oleh pikiran pengguna, serta memiliki beberapa skill rahasia kuno yang belum terbaca.

Senjata ini memang luar biasa kuat!

Melihat para petualang Rank C lainnya mulai terkepung oleh serigala kabut yang terus berdatangan, aku berteriak memberi komando pada mereka.

"Woi, para petualang! Kalian urus saja serigala-serigala sialan itu! Biar aku yang menghabisi iblis terbang ini!"

"Tapi... itu iblis tingkat atas! Kamu kan baru saja naik ke peringkat C, mana mungkin berhasil?!" seru salah satu petualang dengan wajah pucat ketakutan.

"Bodoh! Nggak usah banyak omong, cepat bergerak dan hadang para serigala itu sebelum menduduki desa!" seruku galak.

Mendengar gertakanku, para petualang itu akhirnya bergerak mundur, membentuk lini pertahanan baru untuk menahan serbuan kawanan serigala kabut di pintu masuk desa.

"Baiklah... sekarang giliran kita yang bersenang-senang," ucapku, menatap tajam ke arah iblis yang melayang di atas.

"Sistem! Saatnya melepas pembatas. Elemen Bayangan, Kekuatan Terkutuk... Aktifkan mode setengah bayangan!"

[Dimengerti. Pelepasan pembatas jiwa diaktifkan. Mode setengah bayangan berhasil diterapkan pada tubuh fisik. Membangkitkan entitas baru: [Glitch Shadow]. Output energi sihir meningkat drastis dari 100/1000% menjadi 500/1000%!]

BOOOM!!!

Seketika itu juga, sisi kanan kepalaku meledak mengeluarkan asap hitam pekat yang bergejolak mistis dengan mata ungu yang menyala terang benderang. Aura sihir berwarna ungu dan hitam pekat berputar-putar di sekeliling tubuhku, menekan udara di sekitar desa hingga menjadi berat.

"Bagus! Sekarang, mari kita balas yang tadi!"

Aku melemparkan Anubis ke udara.

SHING!

Menggunakan Shadow Blink, aku muncul tepat di atas kepala sang iblis. Kali ini, kecepatanku berada di level yang berbeda jauh. Sebelum iblis itu sempat bereaksi, aku melayangkan tendangan tumit yang dilapisi energi bayangan padat tepat ke arah pundaknya.

DUARRR!

"Khakkk?!" Iblis itu memuntahkan darah hitam, tubuhnya melesat jatuh dan menghantam tanah hingga menciptakan kawah kecil. Dia berusaha bangkit berdiri dengan tubuh yang gemetar akibat kerusakan fatal.

"S-Sialan... kenapa tiba-tiba dia jadi sekuat ini?! Apa-apaan makhluk ini?!"

Aku tidak memberikan ruang baginya untuk bernafas. Menggunakan kombinasi lemparan pikiran Anubis dan teleportasi berantai, aku menghajar iblis itu dari segala penjuru tanpa ampun. Pukulan, tebasan, dan tendangan Glitch Shadow menghujani tubuhnya bertubi-tubi hingga akhirnya makhluk bertanduk itu ambruk tak berdaya.

"Cih... Lemah. Belum apa-apa sudah mokad bae," cibirku, menatap jasad iblis yang sudah tidak bernyawa di lubang kawah.

"Elemen Bayangan... Aktifkan skill [Gluttony]!"

Asap hitam pekat dari tubuhku memanjang, menyelimuti jasad iblis tersebut dan menelannya bulat-bulat ke dalam pusaran dimensi kegelapanku.

Denting sistem yang dinanti langsung berbunyi di kepalaku.

[Perhatian! Proses analisis dan pencernaan ras iblis selesai. Mengonversi kemampuan... Skill baru berhasil diperoleh: [Terbang / Flight].]

"Terbang? Seperti apa mekanisme kerja skillnya, Sistem?" tanyaku penuh minat.

[Jawab. Skill [Terbang] memungkinkan Anda untuk memunculkan sepasang sayap berbasis energi sihir, memberikan kebebasan mutlak untuk bermanuver di udara dengan kecepatan tinggi, serta memiliki banyak kelebihan taktis lainnya.]

"Menarik sekali! Oh iya Sistem, untuk batu kristal magis milik iblis ini jangan diserap ya. Tolong pisahkan dan masukkan saja ke dalam ruang inventory, aku mau menjualnya nanti di kota."

[Dimengerti. Kristal magis iblis berhasil diamankan di dalam inventory.]

Setelah mengalahkan iblis itu, aku pun merubah diriku menjadi manusia kembali,

Aku meregangkan tubuh manusiaku, lalu menyeringai puas.

"Nah sekarang, Sistem... terapkan skill [Terbang] padaku."

[Dimengerti. Mengaktifkan skill [Terbang]. Membentuk struktur sayap kegelapan... Penerapan selesai.]

WUSH!

Sepasang sayap bayangan hitam yang besar dan estetik mengepak lebar di punggung jubahku.

Merasakan sensasi baru yang luar biasa ini, aku langsung melompat dan melesat terbang tinggi ke langit senja, meninggalkan desa yang kini sudah aman dari ancaman.

"Baiklah, ayo kita pulang ke kota Oscar sambil mencoba sayap baru ini!" seruku gembira,

membelah awan dengan kecepatan tinggi.

Setelah kembali ke kota Oscar, aku langsung pergi ke pasar perdagangan untuk menjual kristal magis milik iblis tersebut.

Tak disangka, karena itu adalah kristal langka dari iblis peringkat A, pedagang besar di sana menghargainya dengan nominal fantastis: 100 keping koin emas!

Ditambah dengan hasil hadiah langsung dari Serikat Petualang atas jasa penyelamatan desa sebesar 2 keping koin emas dan 10 keping koin perak

1
Quinnela Estesa
belum baca LN Tenshura sih. berharap ada risiko aja untuk tokoh utama. risikonya belum ada sama sekali
royco: ouhh ini genre berat aslinya kak.. ikutin teruss yaa.. ini udah sampai skala war antar kerajaan kok..🙏😍
total 3 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Blue Lock München Gaiden
royco: siapp
total 1 replies
Crimson
Semoga nggak putus di jalan ya, min. Sayang banget kalau putus di tengah jalan./Grin//Grin//Grin/
royco: amann lanjut terus sampe tamat bahkan bakal ada volume lainnya😄
total 1 replies
Crimson
tuh kan, sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣
royco: 🤭 iyya
total 1 replies
Crimson
Gini, nih, kalau karakter sok keras. Sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣🤣
royco: wkwkwkwkwkk
total 1 replies
Crimson
Gas, jangan sampai putus di jalan min. Kyk hubungan ku sama dia, anjay klas king. Wkwkwk 😅😅😅
royco: waduu
total 1 replies
Crimson
Rada" plenger jugak nih, orang.🤣🤣🤣
royco: wkwkkwkwk
total 1 replies
Crimson
Udah kyk Rimuru Jir, War di awal pakai wujud aslinya. wkwkwk 🤣🤣😁
royco: hehehee
total 1 replies
Crimson
Saran gw sih Thor, biar seru. beri MC nya bawahan thor, hehehe 😁
royco: ikuti terus kak alur cerita nya makin ke sini makin rame kok
total 1 replies
Crimson
adegan ini lagi, mirip Rimuru Jir, yang mau masuk ke kota para dwaf. /Facepalm/
royco: reall wkwkkwkwk
total 8 replies
Crimson
Good job, Thor. Nanti aku mampir lagi. /Grin/
Crimson
Wah, gw udah kyk baca novel tensura, ya, baca nih novel. /Grin/
royco: siapp
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!