NovelToon NovelToon
Reven & Ratu Perang

Reven & Ratu Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Nikahmuda / Cinta pada Pandangan Pertama / Mafia / Romansa
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

RAVEN KRISHNAWARDHANA (18 tahun ) adalah putra tunggal dari keluarga pengusaha kaya yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis. Namun sosoknya yang angkuh, susah diatur, dan sering menghabiskan waktu untuk nongkrong bareng geng motornya.

Membuat kedua orang tua Ravan langsung menyetujui usulan perjodohan yang di usulkan rekan bisnisnya, mereka berharap dengan menikah Raven bisa berubah. Namun bukan Raven namanya jika tak menolaknya mentah-mentah, ia tidak mau terikat perasaan sama wanita manapun, ia hanya ingin menikmati masa mudanya bersama geng motornya.

Sampai suatu hari, ia bertemu Sara, murid baru yang misterius yang baru pindah dari luar negeri.

Gadis itu bernama SAVIRA AURELIA alias Sara 17 tahun. Sara, cantik pintar, ceria tapi misterius. Karena kecantikan alaminya, ia tak jarang jadi rebutan para remaja laki-laki di sekolah barunya dan itu membuat seorang Raven Krishnawardhana terpaksa menarik kata-katanya, karena kini perasaannya yang terjebak dalam pesona murid baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Di halaman parkir sekolah. Sara, Dewi, dan Bima sudah bersiap berangkat menuju kafe yang dibicarakan Dewi sebelumnya. Karena pagi tadi Sara berangkat bersama Raven, kali ini ia menumpang sepeda motor milik Dewi, sedangkan Bima mengendarai kendaraannya sendiri. Kedua kendaraan itu pun melesat membelah jalanan menuju tujuan.

Sesampainya di sana, ternyata kafe itu tampak sudah sangat ramai dikunjungi para anak muda. Ketiganya segera masuk dan mencari tempat yang paling nyaman.

“Di sina saja!” seru Bima sambil menunjuk sebuah meja di sudut ruangan yang menghadap langsung ke taman hijau yang terawat indah.

“Setuju! Tempat ini sangat nyaman dan sejuk. Aku sudah tak sabar ingin mencoba hidangan di yang ada di kafe ini!” ujar Dewi dengan mata berbinar antusias.

“Aku juga! Dari aroma masakannya aja sudah sudah bikin perut keroncongan,” tambah Bima tak kalah semangat sambil mengelus perutnya dengan dramatis.

“Taoi ngomong‑ngomong Dewi… kau bawa uang cukup kan? Jangan sampai nanti kita malah disuruh mencuci piring di sini untuk mengganti biaya makan,” tambah Bima, sambil tersenyum jenaka.

“Tenang saja! Tadi pagi aku baru saja mendapat uang saku dari Opa. Memang tidak terlalu banyak, tapi pasti cukuplah untuk traktir kalian berdua,” jawab Dewi dengan dada sedikit dibusungkan.

“Kalau begitu aku tak ragu lagi untuk mencoba semua menu yang ada di daftar itu!” seru Bima sambil melirik buku pesanan di tangannya.

“Jangan semuanya juga njir! Nanti dompetku langsung kering kerontang seketika!” balas Dewi sambil memukul pelan lengan Bima.

Sara hanya menggeleng pelan sambil tersenyum tipis, ia sudah mulai terbiasa dengan tingkah random keduanya. Tak lama kemudian, beragam hidangan lezat tersaji rapi di atas meja. Tanpa menunggu lama, ketiganya pun langsung menyantapnya dengan lahap.

*

*

*

Sementara itu, di mansion megah keluarga Krisnawardhana …

Raven baru saja melangkahkan kakinya beberapa langkah melewati pintu utama, namun seketika langkahnya terhenti. Alisnya berkerut saat melihat dua buah koper besar miliknya berdiri tegak tak jauh dari tempat duduk kedua orang tuanya. Maria dan Devan sudah menunggunya di sana dengan tatapan seolah telah menunggu cukup lama.

“Ini dia yang di tunggu akhirnya pulang juga!” seru Maria segera bangkit berdiri. “Tapi… mana Istrimu? Kenapa kau datang sendirian?” tanyanya cepat, matanya menyisir seisi ruangan mencari sosok menantu kesayangannya.

Raven menghela napas panjang, ia sudah menduga pertanyaan itu akan muncul. “Dia tidak ikut, pulang Mom. Dia pulang ke apartemennya sendiri.”

“Kenapa begitu?” suara Maria langsung meninggi, wajahnya tampak khawatir. “Apa kalian bertengkar? Atau kau yang membuat hatinya tersinggung sampai dia memilih tinggal di sana sendiri?”

“Tidak begitu, Mom! Dia sendiri yang menginginkannya. Aku bisa apa?” jawab Raven santai sambil mengangkat bahu dengan acuh tak acuh.

“Dasar anak nakal, menjaga istri sendiri aja tidak becus!” tegur Maria dengan nada tak puas. “Cepat kau jemput, Mommy gak terima alasan apapun! Belum sampai satu minggu nikah udah pisah rumah gitu."

“Bukankah itu justru lebih baik?” balas Raven dengan tegas. “Kita semua tahu alasan pernikahan ini semata karena keterpaksaan keadaan, bukan keinginan hati. Lagian kami sudah sepakat untuk tidak melanjutkan pernikahan ini."

“Apa maksudmu ngomong begitu?” seru Devan yang sedari tadi diam akhirnya bersuara tegas. “Pernikahan itu sakral Raven! Tidak boleh di permainkan! Lagian Mommy dan Daddy sudah menyiapkan apartemen khusus untuk kalian berdua. Semua kebutuhan sudah lengkap tersedia semua. Dan mulai hari ini kau harus tinggal bersama istrimu agar perlahan tumbuh rasa saling mengenal dan akrab di antara kalian!”

Raven melongo tak percaya, seolah mendengar hal paling mustahil seumur hidupnya. "Hah!? Kalian berdua mau mengusir Raven dari Mansion ini?”

“Jangan salah paham!” timpal Maria sambil menatap tajam namun tetap lembut. “Kami tak mengusirmu. Kami hanya ingin kau belajar berdiri di atas kakimu sendiri. Di sana kau punya waktu berdua untuk membangun rumah tangga. Dan satu hal lagi: mulai hari ini kau harus belajar bertanggung jawab serta menafkahi istrimu sendiri.”

“Hah? Apa kalian bercanda?” seru Raven terkejut tak percaya. “Aku masih duduk di bangku sekolah! Bagaimana mungkin aku bisa bekerja sekaligus menafkahi seseorang?”

"Kenapa tidak!" jawab Devan tenang namun tegas. “Kau bisa bekerja di perusahaan milik Daddy setiap kali jam sekolah selesai. Daddy akan mengatur tugasmu dan memberimu gaji yang layak. Dengan itu kau bisa belajar mencukupi kebutuhanmu dan juga istrimu.”

“Daddy, aku masih sangat muda! Aku ingin menikmati masa remajaku dengan bebas tanpa terikat rutinitas kerja,” bantah Raven tak mau kalah. “Keluarga kita sudah cukup kaya raya sampai tujuh turunan ke depan. Untuk apa aku harus lelah bekerja?”

“Kau pikir Daddy dapat semua ini dengan mudah hah!” bentak Devan mulai tak sabar, “Sampai kapan kau akan terus bergantung pada kami? Kami pun tak akan selamanya ada di dunia ini. Kau satu‑satunya pewaris keluarga ini. Jika kau tak mau belajar mengelola usaha sejak sekarang, siapa lagi yang akan meneruskannya nanti? Daddy sudah mengambil keputusan, mulai besok kau harus mulai bekerja di perusahaan. Jika kau menolak, jangan salahkan Daddy, jika mencoret namamu dari Kartu Keluarga dan mencari anak lain yang lebih layak menjadi penerusku!”

Jantung Raven seakan berhenti berdetak sesaat. "Sepertinya Daddy sangat serius sama ucapannya kali ini! Kalau aku menolaknya, namaku benar‑benar dicoret, hidupku pasti akan berantakan!" jeritnya dalam hati penuh ketidaksukaan namun tak punya pilihan lain.

“Baiklah… baiklah!” akhirnya ia mengalah dengan wajah masam. “Aku setuju untuk membantu di perusahaan Daddy.”

Maria dan Devan seketika tersenyum lebar seolah kemenangan sudah ada di genggaman. “Bagus sekali!” ujar Maria gembira.

“Sekarang ambil kedua kopermu itu. Alamat apartemen barunya sudah Mommy kirimkan lewat pesan singkat ke ponselmu. Segeralah ke sana, jemput istrimu dan bawa dia pulang ke tempat baru kalian.”

Raven hanya bisa menatap koper besar itu dengan wajah pasrah, menyadari hidupnya perlahan berubah total tanpa sempat ia mencegahnya.

Bersambung…

 

1
Munas Tuti
jangan2 Sara dan Chelse ada hubungannya...
Munas Tuti
lanjuuut mbak'e...
Munas Tuti
cepet jelasin Reven ...
riniandara: Raven gensinya masih setinggi langit/Facepalm/
total 1 replies
Munas Tuti
laaah gimana tuh...ternyata unit mereka behadapan, apa emang sengaja yaa ortu mereka, yg sebenernya sdh tauu
riniandara: masih /Casual/ kak/Facepalm/
total 1 replies
arsyila putri
wah keren banget si sara
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sepertinya Raven akan segera jatuh cinta duluan deh/Chuckle/, gimana ya nanti setelah kakeknya Sara tau klau Sara ternyata sudah menikah🙀🙀
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: pastinya kak, selalu ditunggu up nya/Proud/
total 2 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
alhamdulillah revan bisa mengerti
azela
nanti Revan Pasti suka sama sara
abcd
plisss up yg bnyk
riniandara: baik Kak akan author usahakan ya
total 1 replies
Munas Tuti
gimana yaa klo kakek tau yg sebenarnya...
riniandara: lanjut nonton aja Kak he he
total 1 replies
Munas Tuti
keknya bakalan seru ni cerita..
riniandara: Terima kasih kak dah meluangkan waktunya, bantu review juga ya kak jika kakak suka
total 1 replies
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
lanjut kak, seru cerita nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
sungguh tak beruntung sekali harimu Sara, udah disiram air kotor, terjebak hujan, dan sekarang harus menikah dadakan dengan Raven/Facepalm/
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥: sungguh hari yang siap bagi Sara 🤣
total 2 replies
🔵🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥
wahh, apakah dengan Sara? 🙀
Lupa Nama
kak namanya yg bener Raven, Revan atau Reven,,,.???! tapi q seneng kak sara Sekarang manggilnya sudah kak Leon,, sudah cantik,, kaya, pinter dan menghormati yg lebih tua, paket komplit... tetap semangat dalam berkarya ya kak,! ku tunggu bab2 selanjutnya 🙏🙏🙏💪💪💪👍👍
riniandara: Raven kak/Facepalm/ maaf ya author lagi juta g fokus ini, jangan lupa likom ya kak biar tambah semangat up-nya he he.
total 1 replies
azela
Raven gak tahu aja dia jika yang di hadapannya itu, sang ratu perang! kalau cuman Chelsea mah gak ada apa-apanya sama Sara.
azela
Lanjut kak awalnya udah menarik alurnya.
azela
luar biasa semangat kak ceritanya keren.
azela
Karya baru lagi ya, semangat kakak aku suka/Rose//Rose//Rose//Rose/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!