Kisah seorang pria yang mendedikasikan hidup untuk sebuah balas dendam pada mereka yang telah menghancurkan hidupnya.
Arga Sbastian Nugraha 29tahun, terobesesi melakukan balas dendam pada seorang pria bahkan menghancurkan hidupnya dengan brutal. Membuat segala usahanya bangkrut, kehilangan kekasih, dipenjara dalam kurun waktu yang lama. Bahkan, Ibunya meninggal karena segala derita yang tercipta dengan begitu menyakitkan. Tak hanya itu, Pria itu bahkan menikahi kekasihnya Sofi Arandita dan berbahagia diatas penderitaannya saat itu.
Ariana PAramitha, saat itu baru 22tahun dan baru lulus mendapat gelar Dokternya. Ia yang tak sengaja bertemu dengan Arga kala itu, justru dijadikan istri dadakan sekaligus tawanan untuk alat balas dendam pada Kakaknya.
Akankah balas dendam itu membuatnya puas, atau justru Ia mendapat cinta baru dari istrinya saat ini dan berusaha melepas bayang-bayang perihnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erna Surliandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 33
Hana kemudian tidur dengan cukup pulas diranjangnya, berselimut tebal menutupi tubuhnya hingga dada. Arga pindah setelah itu dan duduk di sofa kembali pada tabnya.
"Antar koperku, Zack." titah keras Arga padanya.
"Iya, iya... Sebentar lagi aku kesana," balas Zack. Ia yang tengah duduk dikamar, segera pergi membawa koper arga untuk ia antar kehotel itu. Dengan mobil yang Arga percayakan untuknya, melenggang memecah keramaian dijalanan kota besar yang ada.
"Ah, hari sudah mulai malam. Pasti mereka bersenang-senang nanti, atau bahkan sudah?" Zack membayangkan apa, sampai ia tertawa sendiri memikirkan mereka berdua.
Ia mendukung balas dendam Arga pada Hans, tapi ia tak setuju jika menikahi Hana sebagai alatnya. Meski itu memang efektif. Buktinya, sudah mulai beredar pencarian atas nama Hana baik di internet ataupun surar kabar yang Ia baca.
"Jadi Ga... Meski kau memakai hana untuk balas dendam, aku ingin kau tetap bahagia bersamanya. Aku mendukung kalian," gumam Zack saat itu. Tersenyum sendirian sepanjang jalan hingga akhirnya tiba dihotel yang ia tuju saat ini.
Pintu kamar Arga ia ketuk. Arga segera bangkit dan membukanya, namun tak membiarkan ia masuk.
"Kenapa? Aku ingin_... Oh..." Zack langsung mundur, ketika melihat Hana tertidur dan tampak lelah diatas ranjang mereka.
"Apa?" Arga memicingkan mata."
"Aiiiih, Kau ini. Berapa ronde? Sampai lemas begitu?"
"Pergi... Kau harus mengontrol club malam ini," usir arga dengan wajah datar padanya.
Zack hanya mencebik, Ia lantas pergi dari sana tanpa permisi pada arga. Berjalan turun dan segera mencari mobil kesayangannya menuju club. Memanh club sangat ramai jika malam seperti ini, Ia juga akan memanfaatkan waktu untuk menikmati semuanya.
Ia masuk. Menerobos kerumunan para tamu yang tengah menari dan minum memenuhi seluruh ruangan yang ada. Begitu riuh, apalagi ketika begitu banyak penari yang mulai naik panggung melekukkan tubuhnya.
"Pak Zacky," sapa Ina padanya, langsung berlari dan menghampirinya dengan gandengan mesra.
"Ya, Ina?"
"Tadi ada tamu, cari Tuan Arga." jawabnya menggelendot manja.
"Siapa? Pria, wanita?"
"Pria, dia cari adiknya. Katanya terakhir masuk sini, cantik anaknya." jawab Ina penuh goda, menarikan jari jemarinya diatas dada Zacky meski tak sebidang milik arga.
Zacky sejenak berfikir keras. Mungkinkan itu Hans yang datang untuk mencari Hana, dan Ia mulai menyusuri seluruh kota?
" Tap... Kau sempat melayaninya? Di_ diranjang?" kaget Zacky mengingat keterangan dari Ina padanya.
Wanita itu mengangguk, bahkan tanpa sungkan menceritakan bagaimana permainan panas mereka, yang bahkan diulang beberapa kali. Dan lagi, Hans memberi begitu banyak tips padanya atas kepuasan yang Ia terima.
"Bereng sek Kau Hans! Kau sudah mengkhianati Sofi!" geram Zack. Padahal ia amat tahu, bagaimana sofi setia ketika sudah menambatkan hati pada pria.
Andai bisa Zack minta pada Ina, agar memberitahu jika pria itu datang lagi. Ia ingin sekali memergoki mereka dan menghajar dengan tangannya sendiri. Namun, Ia tak bisa melakukan itu semua. Ia tak boleh gegabah hingga akhirnya merusak semua rencana Arga.
"Ina... Bisakah kau membantuku?" pinta Zack padanya. Hingga akhirnya mereka membuat rencana berdua tanpa sepengetahuan Arga disana.
Sementara itu, masih dikamar hotelnya. Arga mulai mengganti pakaian dengan yang lebih rapi untuk keluar sebentar, namun Hana terbangun karenanya.
" Kakak mau kemana?" tanya Hana yang bangun dalam keadaan begitu berantakan.
"Kenapa?"
"Hana tanya, malah balik tanya. Kakak mau kemana? Kalau keluar Hana ikut. Bosen disini sendirian. Hana janji pakai masker," rengeknya.
Arga hanya berdehem menjawabnya. Mendengar itu, hana langsung menyibakkan selimut dan berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Ia amat ceria, bahkan Arga sedikit bengong melihatnya. Ia baru saja arga buka segelnya, tapi sudah langsung bisa berjalan seperti biasa seakan tak merasakan sakit sama sekali di pangkal pa hanya.
"Tadi sempat menangis," lirih Arga.