NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Pengantin Pengganti Sang Raja Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / CEO / Perjodohan
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Syahrul Mulia

Demi menyelamatkan ayahnya dari lilitan utang, Arunika Maheswari terpaksa menggantikan kakaknya menikah dengan Arsen Valentino, seorang CEO sekaligus Raja Mafia paling berkuasa. Pernikahan yang berawal dari keterpaksaan itu membawa Arunika masuk ke dunia penuh rahasia, pengkhianatan, dan perebutan kekuasaan yang mengancam nyawanya setiap saat.

Di tengah bahaya yang terus mengintai, hubungan mereka perlahan berubah menjadi cinta yang tak terduga. Namun, mampukah Arunika bertahan sebagai istri sang Raja Mafia, atau justru menjadi kelemahan terbesar yang akan menghancurkan Arsen?

Disclaimer : Novel ini dibuat semata-mata untuk hiburan. Seluruh isi cerita merupakan imajinasi penulis dan tidak untuk ditiru atau dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala bentuk penyalahgunaan isi novel di luar tujuan sebagai bacaan hiburan.

Terima kasih dan selamat menikmati cerita. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahrul Mulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 33: Triptika Jiwa di Kedalaman Murmansk

Pusaran angin dari sistem pemampatan ruang hampa udara (air-lock vacuum system) melolong bagai jeritan ribuan arwah yang terjebak di dalam dinding beton Altar Pemurnian. Tekanan atmosfer yang merosot tajam menyiksa gendang telinga, memicu rasa sakit yang menusuk hingga ke dasar tengkorak. Di bawah siraman pendar lampu biosensor merah yang berkedip gila, udara taktis di dalam koridor steril Murmansk seolah terkuras habis, menyisakan ruang hampa yang dingin dan mencekam.

Arunika palsu mencengkeram lantai beton dengan tangan kanannya yang bebas, sementara pergelangan tangan kirinya yang memancarkan pendar cahaya amber Eclipse Omega terkunci mutlak di dalam cengkeraman raksasa Gideon Valentino. Zirah baja hitam milik sang kakak kandung Arsen itu terasa sekeras batu karang. Melalui katup udara logam topeng besinya, Gideon mendengus berat, memancarkan aura maut purba dari silsilah darah yang seharusnya sudah membusuk sepuluh tahun lalu.

Di seberang celah lantai yang retak, Arsen Valentino bertahan dengan menancapkan sebilah pisau taktis bermata ganda ke dalam sela-sela pipa besi horizontal dinding koridor. Kemeja putihnya yang koyak menempel ketat di kulitnya yang ternoda jelaga dan darah segar. Sepasang mata elang sang penguasa tertinggi faksi barat berkilat menembus badai hisap, menatap lurus ke arah koper perak di dadanya yang bergoyang liar akibat tarikan arus udara. Ego dan dominasi sang raja mafia bergejolak hebat; dia menolak kalah oleh skenario ayahnya, dan dia lebih menolak lagi jika properti berharganya dirampas oleh hantu dari masa lalu.

Namun, kejutan paling biadab malam ini tidak datang dari cengkeraman besi Gideon atau badai hampa udara. Melainkan dari balik celah pintu baja hidrolik raksasa yang terbuka sedikit menuju laboratorium inkubator pusat.

Di balik kaca tebal kedap suara fasilitas steril itu, di dalam silinder kaca raksasa berisi cairan nutrisi amber yang pekat, berdiri sesosok wanita muda dengan pakaian laboratorium serba putih. Wajahnya adalah replika mutlak yang ketiga. Tanpa luka bakar seperti Arunika asli, tanpa memar EMP seperti Arunika palsu. Wajahnya begitu bersih, porselen, dan suci. Namun, sepasang matanya yang menatap keluar memancarkan pendar cahaya amber yang jauh lebih pekat, solid, dan beracun—sebuah tatapan dari **Wadah Murni Ketiga** yang selama dua puluh dua tahun ini disembunyikan Haryo Valentino di titik terdalam Rusia Utara.

"Triptika..." suara parau Arunika asli yang terkapar di dekat panel lantai terdengar seperti bisikan kematian. "Dia... Dia adalah Aurora Valentino... Proyek Eclipse yang sebenarnya..."

### Tiga Cermin Satu Darah

Letupan emosi pembaca dipastikan akan naik turun dengan ekstrem di bagian ini. Rasa benci, kemarahan defensif, dan keputusasaan yang luar biasa pekat menghantam batin Arunika palsu. Labirin genetika ini ternyata tidak hanya memiliki dua pecahan cermin. Dia bukan sekadar salinan jalanan yang ditukar di desa Jawa Tengah; dia adalah bagian dari proyek tiga wadah (Triptika) yang diciptakan Haryo untuk menguji tiga kondisi psikologis yang berbeda.

* **Arunika Asli** dibesarkan dalam kekerasan militer global.

* **Arunika Palsu** dibentuk dalam penderitaan dan ketakutan sipil.

* **Aurora Valentino** dipelihara dalam isolasi steril tanpa emisi kemanusiaan sedikit pun.

"Kau melihatnya, Salinan?" Aurora Valentino membuka suara melalui pemancar frekuensi internal pintu baja. Suaranya terdengar begitu luwes, renyah, namun memiliki kekosongan absolut yang jauh lebih mengerikan daripada kegilaan Valeria di Zurich.

> "Kau dan kakak kandung kita di luar sana hanyalah kultur sel sekunder yang digunakan untuk mematangkan ekstrak Eclipse Omega sebelum disuntikkan ke dalam tubuhku. Penderitaan dua puluh dua tahunmu di Indonesia... ketakutanmu pada utang judi Baskoro... semuanya hanyalah katalisator emosi untuk melunakkan dinding selmu agar malam ini, saat kau menyuntikkan serum itu, tubuhmu bertindak sebagai penyaring racun sebelum cairannya kuambil kembali."

>

Aurora menekan sebuah tombol manual di konsol bagian dalam kaca. Detik itu juga, sistem hisap ruang hampa udara berlipat ganda kekuatannya. Pintu baja hidrolik raksasa berderit keras, bergerak menutup secara paksa namun dengan daya sedot yang kian ganas, berniat menarik tubuh Arunika palsu masuk ke dalam celah pemotongan mekanis tepat di bawah ambang pintu besi.

"Arghhh!" Arunika palsu memekik tertahan. Garis-garis urat cahaya amber di leher kirinya berdenyut ekstrem, memancarkan sensasi panas yang membakar sarafnya akibat resonansi sel dengan tabung inkubator Aurora di dalam ruangan. Persendian lengannya yang dicengkeram Gideon terasa seolah mau lepas dari soketnya.

Arsen Valentino melihat sisa waktu pengantin penggantinya tersisa hitungan detik sebelum tubuh ramping itu terpotong oleh gerbang baja yang menutup. Dengan ketangkasan seorang predator tertinggi yang menolak tunduk pada kehendak sang pencipta, Arsen melepaskan pegangannya pada pipa besi dinding. Dia membiarkan tubuh tegapnya melesat terbawa arus angin ruang hampa, meluncur secepat kilat ke arah posisi Gideon.

Sret!

Di tengah pusaran angin maut, Arsen mengayunkan pisau taktis bermata gandanya dengan kekuatan masif, menghujamkannya tepat ke arah celah katup udara terbuka di bagian sambungan leher zirah baja hitam Gideon—celah luka yang sebelumnya sempat dibuka oleh tikaman belati Arunika palsu.

CRASH!!!

### Fragmentasi Sipil di Palung Es

Darah hitam kental menyembur keluar dari balik zirah Gideon, mengotori topeng besi pelindung penuh logo Eclipse miliknya. Pria raksasa itu meraung parau, cengkeramannya pada pergelangan tangan Arunika palsu terlepas akibat kelumpuhan saraf seketika. Tubuh raksasa berzirah titanium tebal itu terhuyung mundur, terseret oleh arus udara ruang hampa yang luar biasa kuat, hingga akhirnya terlempar masuk melewati celah gerbang baja dan menghantam dinding fasilitas inkubator dalam dengan bunyi benturan logam yang mengerikan.

BLAM!!!

Pintu baja hidrolik raksasa itu menutup rapat dengan sentakan mekanis yang mutlak, memutuskan total arus hisap ruang hampa udara dan menyegel Gideon serta Aurora di dalam kompleks laboratorium steril pusat.

Atmosfer di dalam koridor koridor Altar Pemurnian mendadak kembali sunyi, hanya diiringi oleh suara desis sistem hidrolik yang mati dan kedipan lampu biosensor merah yang kian meredup. Debu beton dan serpihan es turun perlahan, menyelimuti lantai marmer yang kini dipenuhi noda darah tiga faksi.

Arunika palsu jatuh terenyak di atas lantai yang dingin, napasnya memburu pendek. Pendar cahaya amber di bawah kulit lehernya perlahan menstabilkan diri, menyatu dengan sistem saraf pusatnya yang kini telah sepenuhnya kebal terhadap sisa neurotoksin Haryo. Dia mendongak, menatap Arsen yang berdiri di depannya dengan napas tersengal, koper perak di dada sang raja mafia kini bergoyang pelan, menyisakan satu tabung terakhir yang menjadi kunci penentu akhir dari dinasti mereka.

Transformasi psikologis Arunika palsu telah mencapai titik tertingginya yang paling hampa. Dia tidak lagi merasakan kesedihan atas penukaran identitas biologisnya, tidak ada lagi air mata untuk masa lalunya di tanah air. Dia bangkit berdiri dengan keanggunan seorang ratu dunia hitam yang baru lahir dari abu eksperimen.

"Haryo Valentino... dia tidak ada di dalam ruangan inkubator itu, Arsen," ucap Arunika palsu, suaranya terdengar begitu datar, luwes, dan sarat akan racun kegelapan yang mematikan. Dia menatap lurus ke arah sisa tangga beton yang menuju ke lantai panggung teratas lorong. "Pria tua dengan wajah baru yang kita lihat tadi... dia telah melarikan diri menggunakan jalur evakuasi kereta logistik bawah tanah saat Gideon menerjang kita."

Arsen Valentino menyunggingkan sebuah seringai kejam penuh dominasi yang mutlak. Pria itu menyeka darah di dadanya dengan satu sapuan tangan kaku, lalu mengunci tatapannya pada pintu besi kecil di sudut panggung atas yang mengarah langsung ke arah stasiun terminal darurat Murmansk.

> "Dia tidak bisa melarikan diri dari kerajaanku, Valeria," desis Arsen, suaranya sedingin es palung Rusia. "Dia menciptakan tiga cermin untuk menguji wadahnya, tapi dia lupa bahwa seorang Valentino sejati tidak pernah membiarkan cerminnya mengatur arah bidik senjatanya. Kita akan memburu wajah barunya menembus badai es ini, merenggut daftar enkripsi Swiss yang tersisa, dan memastikan Proyek Eclipse ini runtuh bersama napas terakhirnya."

>

Arsen menyambar lengan Arunika palsu, menariknya dengan cengkeraman kokoh yang menegaskan kepemilikan taktisnya atas sisa hidup gadis itu. Mereka melangkah cepat menembus koridor atas, mengabaikan Arunika asli yang ditinggalkan sekarat di lantai bawah bersama sisa-sisa pasukan khusus Rusia yang telah lumpuh oleh tembakan Marco.

### Terminal Badai Putih

Mereka keluar menembus pintu besi terminal darurat, langsung disambut oleh hantaman badai salju ekstrem Murmansk yang kian menggila di permukaan luar. Jarak pandang benar-benar lumpuh, tertutup oleh tirai putih es yang melayang kencang ditiup angin kutub.

Di ujung rel luar yang tertutup lapisan es tebal, sebuah lokomotif uap militer kuno berlapis baja tebal—sebuah kendaraan pelarian darurat peninggalan era Uni Soviet yang tidak terpengaruh oleh serangan gelombang EMP—tampak sudah menyala dengan kepulan asap hitam yang membubung pekat menembus badai salju.

Sesosok pria dengan setelan jas wol mewah dan wajah baru hasil rekonstruksi radikal sedang berdiri di atas tangga kabin lokomotif. Haryo Valentino yang asli. Tangan kanannya memegang sebuah tas diplomatik hitam yang berisi seluruh cetak biru otentik pemulihan jaringan bisnis global faksi Valentino, sementara sepasang mata elangnya menatap kaku ke arah kedatangan Arsen dan Arunika palsu dari balik kabut salju.

"Kau sangat keras kepala, Arsen!" teriak Haryo yang asli, suaranya parau membelah gemuruh angin badai kutub. Lokomotif baja itu mulai bergerak maju secara perlahan, rodanya berdecit keras menggilas rel yang membeku, bersiap melesat menembus jalur terisolasi menuju ke perbatasan utara yang tak tersentuh hukum internasional. "Kau membawa salinan cacat itu untuk mati bersamaku di atas es ini?!"

Arunika palsu tidak menunggu instruksi Arsen. Dengan kecepatan biologis barunya yang melampaui batas normal akibat integrasi sel amber, dia melesat maju menembus gundukan salju tebal, mantel bulu serigalanya terlepas ditiup angin, menampilkan gaun mantel sutra hitamnya yang robek-robek. Di tangan kanannya, dia menggenggam belati ganda milik Arsen yang dia sambar dari lantai terowongan tadi.

Dengan satu lompatan taktis yang luar biasa berani, dia berhasil mencengkeram besi pembatas gerbong kargo terbuka lokomotif yang sedang bergerak kian cepat, menarik tubuh rampingnya naik ke atas lantai besi yang tertutup es licin.

Arsen Valentino menyusul di belakangnya dengan kecepatan seorang predator tertinggi, tubuh tegapnya melompat masuk ke dalam kabin kemudi lokomotif, langsung berhadapan dengan dua pengawal elit faksi Rusia yang tersisa. Pertempuran brutal babak baru di atas lokomotif baja yang melaju kencang membelah badai salju ekstrem Murmansk pun pecah total di bawah guyuran es yang membekukan indra.

Duar! Hantaman!

Arunika palsu bergerak menyusuri atap gerbong baja yang licin, menuju ke arah kabin Haryo Valentino. Rasa enjoy yang dingin menyelimuti batinnya saat dia melihat pria tua yang memanggil dirinya 'Ayah' itu mulai merogoh sebuah pistol saku perak dari balik jas wol mewahnya.

"Jangan mendekat, Produk Gagal!" kutuk Haryo, wajah barunya memerah oleh amarah purba yang luar biasa mendalam saat melihat salinan yang dia buang ke desa Jawa Tengah kini berdiri di depannya dengan sepasang mata yang berkilat amber murni. Pria tua itu menarik pelatuk senjatanya, melepaskan tembakan beruntun di tengah terpaan angin badai.

Bang! Bang!

Satu peluru menyerempet bahu kiri Arunika palsu, merobek kain sutra hitamnya dan meninggalkan jalur darah segar yang langsung membeku di atas kulit mulusnya. Namun, efek regenerasi sel Eclipse Omega murni bekerja dalam hitungan milidetik, menutup luka tersebut dengan jaringan baru yang memancarkan pendar amber terang, menolak kelumpuhan maut dari sang pencipta.

Arunika palsu menyunggingkan sebuah senyuman kejam penuh kemenangan murni yang paling dingin yang pernah dia perlihatkan selama kehidupannya yang penuh kepalsuan.

> "Wajah barumu tidak bisa menyembunyikan ketakutan seorang pria tua yang sekarat, Haryo Valentino," bisik Arunika palsu, suaranya begitu luwes menembus lolongan badai es. "Kau menciptakan kami sebagai pecahan cermin untuk keabadianmu? Malam ini... aku akan memastikan cermin terakhir ini pecah tepat di dalam jantung pertahananmu."

>

Dengan satu hentakan kaki yang brutal, Arunika palsu menerjang Haryo, menjatuhkan pria tua itu ke atas lantai gerbong yang terbuka. Jemari tangan kirinya yang memancarkan pendar amber mencengkeram leher Haryo dengan kekuatan biologis yang masif, bersiap menghujamkan belati gandanya tepat ke arah arteri utama sang mentor agung.

Namun, tepat di saat ujung belati itu berada satu milimeter di atas kulit leher Haryo Valentino, lokomotif militer lapis baja hitam itu mendadak berguncang hebat akibat hantaman benturan mekanis yang luar biasa keras dari arah depan jalur rel.

Sebuah kereta lokomotif militer raksasa kedua dengan lambang kalajengking faksi Volkov internasional yang sepenuhnya berwarna **putih salju**—sebuah armada bayangan Rusia yang sama sekali tidak tercatat di dalam berkas intelijen aliansi barat—mendadak muncul dari balik kabut es tebal, melaju berlawanan arah di atas jalur rel yang sama dengan kecepatan penuh, bersiap memicu tabrakan adu banteng massal yang akan menghancurkan kedua kereta menjadi serpihan baja di tengah badai Murmansk.

Dan dari balik jendela kabin lokomotif putih salju yang kian mendekat dengan jarak kurang dari tiga puluh meter tersebut, sesosok wanita paruh baya dengan pakaian taktis hitam yang dipenuhi luka bakar parah dan mata yang memancarkan hasrat membunuh yang mutlak—**Katarina Vane** yang asli, yang entah bagaimana ternyata masih memiliki tiruan klonasi rahasia yang digerakkan oleh dewan tetua Rusia tertinggi—menatap mereka dengan sebuah senyuman manipulatif yang paling mengerikan.

**Bersambung ke Bab 34...**

* Apakah tabrakan adu banteng massal di antara dua lokomotif militer di atas rel es Murmansk tersebut akan memusnahkan Arsen, Arunika palsu, dan Haryo Valentino dalam sekejap?

* Siapakah sebenarnya sosok Katarina Vane yang muncul di lokomotif putih salju tersebut, dan konspirasi gila apa lagi yang disembunyikan oleh faksi Volkov internasional untuk merampas sisa cairan Eclipse Omega terakhir?

* Dan bagaimanakah nasib batin kegelapan Arunika palsu saat dia harus memilih antara menuntaskan dendamnya pada Haryo atau melompat menyelamatkan diri bersama Arsen ke dalam jurang es yang membeku di bawah rel?

Tunggu kelanjutan kisahnya yang semakin memanas dan penuh letupan konflik luar biasa di bab berikutnya!

1
lee eun ji
😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!