Bagaimana jika suatu hari kau harus menggantikan posisi adikmu menikah dengan Pangeran Vampir?
Nadia adalah seorang gadis yang diadopsi, dan dia tidak tahu asal usulnya.
Ada sosok Pangeran Vampir yang diketahui sudah menikah sebanyak 12 kali. Dan semua istrinya itu meninggal kurang satu minggu sejak hari pernikahan.
Apakah Nadia bisa selamat saat tinggal bersama Pangeran Vampir yang disebut-sebut sebagai Vampir paling kejam itu?
Temukan jawabannya dengan membaca kisah ini selengkapnya...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La-Rayya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
33. Tentang Buku
Nadia dan Phillip sudah berada di ruangan lain. Nadia langsung mengatakan kepada Phillip bahwa dia ingin ikut dengan kelompok untuk menyembuhkan orang-orang yang terkena wabah penyakit di luaran sana. Namun Phillip menolak karena berpikir mungkin saja Kevin tidak akan mengizinkan Nadia untuk ikut dengan kelompok itu. Tapi Nadia tetao bersikeras untuk ikut dan yakin bahwa Kevin pasti akan mengizinkan dia untuk pergi.
"Kenapa kau ingin ikut dalam kelompok itu?" Tanya Phillip.
"Aku tidak bisa diam begitu saja di dalam sini, sementara yang lain tengah sibuk untuk melawan wabah penyakit itu di luaran sana." Balas Nadia.
Phillip tetap tidak mengizinkan Nadia untuk ikut bersama kelompok yang akan dikirim untuk membantu para korban wabah penyakit itu, karena dia tidak mau hidup Nadia berada dalam bahaya. Tapi Nadia terus saja bersikeras dan mengatakan bahwa Phillip tidak membahayakan hidupnya sama sekali.
"Tidak Nadi, kau harus tetap berada di dalam istana dan menunggu sampai wabah ini reda." Ucap Phillip yang terus saja menolak permintaan Nadia.
Setelah itu Phillip pergi dari istana. Nadia terus-menerus memanggil namanya, tapi Phillip tidak menghiraukan nya. Nadia begitu heran kenapa Phillip tidak mengizinkan nya, padahal dia hanya ingin membantu untuk mencari cara agar wabah penyakit itu bisa dihentikan.
Beberapa saat kemudian, Kevin tampak mendekat kearah Nadia. Dia bertanya kepada Nadia apa yang dibicarakan dengan Phillip sejak tadi.
"Aku meminta dia untuk mengizinkan aku agar bisa bergabung dengan kelompok yang akan pergi untuk membantu dan menemukan obat bagi wabah penyakit itu." Ucap Nadia.
"Kenapa kau meminta hal seperti itu, apakah dia setuju?" Tanya Kevin dengan wajah yang tampak sedikit kesal.
"Tidak, dia tidak mengizinkan aku. Dia bilang bahwa dia tidak mau membahayakan hidupku." Ujar Nadia.
Kevin menghela napas lega dan dia pun tampak senang karena Phillip tahu apa yang harus dia katakan kepada Nadia.
"Aku senang Phillip tidak mengizinkan dirimu." Ucap Kevin.
Setelah itu, Kevin kemudian mengatakan kepada Nadia bahwa dia akan pergi.
"Kau mau pergi kemana?" Tanya Nadia.
"Aku harus melakukan sesuatu." Balas Kevin.
"Apakah kau tidak mendengarkan ucapan Phillip? Dia bilang kita tidak boleh keluar dari dalam istana." Ucap Nadia.
"Jika kau khawatir padaku, lalu kenapa kau tidak mencium ku saja?" Ucap Kevin menggoda Nadia.
"Kevin, ini bukan waktunya untuk bercanda." Ucap Nadia kesal.
"Aku tidak bercanda. Aku butuh kekuatan dari ciuman mu itu." Ucap Kevin.
Nadia tampak mencebik kesal. Namun Kevin langsung mendekat ke arahnya dan kemudian menciumnya secara tiba-tiba.
"Sekarang aku sudah mendapat kekuatanku. Nadia, jangan khawatir. Aku akan baik-baik saja." Ucap Kevin tersenyum.
"Berhati-hatilah." Balas Nadia yang membuat Kevin merasa begitu bahagia.
Setelah itu Kevin pergi. Nadia kemudian berbalik dan melihat ada sosok Viola yang tengah berdiri menatap ke arah dirinya. Viola sudah berdiri sejak tadi disana dan melihat setiap adegan yang dilewati Nadia dan Kevin. Wajah Viola tampak begitu marah. Dia seolah ingin meledak.
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Nadia pada Viola yang melihat mata Viola memerah.
"Nadia, apakah kau sedang menunjukkan kepadaku bahwa kau begitu dekat dengan Kevin?" Tanya Viola dengan suara yabg terdengar begitu kesal.
"Aku tidak menunjukkan apapun kepadamu." Balas Nadia dengan santai.
"Nadia, apakah kau mencintai Kevin?" Tanya Viola lagi.
"Kau tidak perlu tahu bagaimana perasaanku padanya." Balas Nadia yang semakin membuat Viola tampak marah.
"Apa?" Teriak Viola yang sangat ingin mencakar wajah Nadia yang menunjukkan senyum simpulnya itu.
Nadia tidak menghiraukan Viola. Dia memilih untuk langsung berjalan pergi begitu saja meninggalkan Viola yang masih terbakar amarah. Nadia melihat bahwa Sang Raja dan Ratu sudah tidak ada di ruang tamu. Dia pun bergegas menuju kamarnya dan berbaring di atas tempat tidur.
Nadia mulai berpikir bagaimana caranya untuk menolong orang-orang yang terkena wabah penyakit itu. Secara tidak di sengaja, kakinya menyentuh sebuah buku. Dia lantas melihat kearah buku itu dan ternyata buku itu adalah buku yang diberikan oleh Mamanya. Di mana Mamanya pernah mengatakan padanya bahwa saat Nadia ditemukan, buku itu ada bersama dengan dirinya.
Memikirkan hal itu, Nadia pun mengingat bahwa dia ternyata belum pernah melihat isi dari buku itu. Dia pun lantas dengan cepat membuka buku itu dan mulai membacanya. Buku itu berisikan tentang berbagai jenis penyakit yang berbeda yang dimana Nadia tidak tahu tentang penyakit itu.
Viola secara tiba-tiba masuk ke dalam kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Hal itu membuat Nadia terkejut dana juga kesal.
"Viola, bagaimana kau bisa masuk ke dalam kamar begitu saja tanpa mengetuk pintu lebih dulu?" Ucap Nadia kesal.
"Apa yang ada di tanganmu itu?" Tanya Viola yang melihat Nadia memegang sebuah buku.
"Ini bukan urusanmu." Balas Nadia.
"Bukankah itu adalah buku yang Ratu tempatkan di dalam perpustakaan yang ada di dalam klinik milik Philip? Kau pasti mencuri nya ya!" Ucap Viola.
"Viola, ini adalah buku milikku." Ucap Nadia.
"Buku itu milik mu? Kau itu pasti berbohong." Ucap .
"Aku tidak berbohong. Buku ini memang milikku. Tapi terserah padamu saja, apa kau mau percaya padaku atau tidak." Ucap Nadia.
"Nadia, kau benar-benar seorang pembohong yang besar." Ucap Viola lagi.
"Viola, aku tidak ingin kau menuduhku sembarangan seperti ini." Ucap Nadia.
"Aku menuduh mu? Biarkan aku memanggil Sang Ratu dan mengatakan kepadanya tentang hal ini bahwa kau telah mencuri buku itu." Ucap Viola lalu pergi dari dalam kamar itu begitu daja.
Nadia hanya bisa menghela napas melihat kelakuan Viola yang sebenarnya tidak tahu bagaimana cerita sesungguhnya. Dia langsung menebak begitu saja tanpa mencari tahu kebenarannya.
Beberapa saat kemudian, Sang Ratu masuk ke dalam kamar dan melihat buku yang berada di tangan Nadia itu.
"Siapa yang membiarkan mu untuk membawa buku itu?" Ucap Sang Ratu.
"Buku ini adalah milikku." Balas Nadia.
"Berhentilah berbohong." Ucap Sang Ratu.
"Aku tidak berbohong. Ini adalah kebenarannya, buku ini memang milikku." Ucap Nadia.
"Semua manusia memang dipenuhi dengan kebohongan." Ucap Sang Ratu yang tampak begitu kesal.
"Kenapa aku harus mengambil sesuatu yang bukan milikku?" Ucap Nadia.
"Kau terlihat seperti seseorang yang suka mencuri. Aku tidak mau ada masalah apapun. Jadi cepat berikan buku itu kepadaku sekarang juga." Titah Sang Ratu.
"Bagaimana bisa aku memberikan buku ini kepada orang lain. Padahal buku ini adalah milikku." Ucap Nadia.
Sang Ratu yang tampak marah langsung menampar Nadia dengan sangat keras. Hal itu membuat Nadia begitu kesal dan bertanya kenapa Sang Ratu melakukan hal itu kepadanya. Nadia mengerti bahwa Sang Ratu sangat tidak menyukai dirinya. Tapi Nadia lantas meminta Sang Ratu untuk mencari tahu apakah buku yang lainnya ada di tempat dimana seharusnya buku itu berada. Jadi Sang Ratu tidak dengan begitu gegabah mengambil keputusan pada dirinya apalagi sampai menuduhnya sebagai seorang pencuri tanpa melihat bukti lebih dulu.
Namun Viola ikut berbicara dengan mengatakan bahwa buku itu hanya ada satu di dunia dan tidak akan melihatnya di tempat lain. Nadia langsung meminta Viola untuk diam.
"Tutup mulutmu." Ucap Nadia pada Viola.
"Siapa kau yang meminta aku untuk diam?" Teriak Viola yang begitu kesal.
Sang Ratu meminta keduanya untuk diam dan kemudian memerintahkan Viola untuk mengambil buku itu dari tangan Nadia. Viola mengangguk dan langsung menarik buku itu dari tangan Nadia. Namun Nadia menarik buku itu kembali ke arahnya. Viola meminta Nadia untuk melepaskan buku itu. Tentu saja Nadia menolak karena bersikeras bahwa buku itu adalah miliknya.
Sementara itu di tempat lain Amanda yang sejak tadi mendengar keributan yang terjadi di lantai atas, lantas mengetahui bahwa aada masalah yang tengah dihadapi oleh Nadia. Dia pun langsung bergegas mencoba untuk menghubungi para gadis lainnya yang merupakan teman Kevin.
Beberapa menit kemudian, dengan begitu cepat teman-teman Kevin, Melody, Sophia dan Jill sudah tiba di istana. Mereka dengan cepat berjalan masuk ke dalam kamar milik Nadia.
Via terus berusaha menarik paksa buku itu dari tangan Nadia. Nadia tetap tidak mau menyerahkan buku miliknya itu. Hal itu dilihat oleh ketiga gadis yang baru saja tiba itu.
"Sudah cukup Viola." Ucap Melody.
"Melody, apa yang kau lakukan disini?" Tanya Viola mengalihkan perhatiannya pada Melody dan dua gadis lainnya.
"Aku hanya mau tahu, apa yang sudah Nadia lakukan?" Tanya Melody.
"Dia itu sudah mencuri." Ucap Viola seraya terus memandang rendah ke arah Nadia.
"Hei, siapa yang mencuri? Buku ini adalah milikku. Jika kau tidak percaya padaku, kenapa kau tidak pergi mengeceknya secara langsung ke perpustakaan yang ada di dalam klinik." Ucap Nadia.
"Melody, kita semua tahu kan, bahwa hanya ada satu jenis buku seperti ini. Tidak ada dua buku seperti ini di dunia. Bagaimana dia bisa memiliki buku yang cuma ada satu di dunia ini. Dan alasannya tidak lain selain dia itu memang mencuri buku itu dari dalam perpustakaan klinik." Ucap Viola penuh percaya diri.
Viola begitu penuh percaya diri dan sangat yakin bahwa apa yang dia yakini adalah benar, dimana Nadia memang mencuri buku itu.
Melody lalu menatap kearah Nadia dan bertanya, bagaimana Nadia bisa mengambil buku itu dari perpustakaan yang ada di klinik. Semua orang yang ada di dunia vampir memang mengetahui bahwa hanay ada satu buku seperti itu di dunia. Dan buku itu disimpan langsung oleh Sang Ratu di perpustakaan klinik itu.
Nadia pun lantas menjelaskan bahwa Sang Mama yang ada di dunia manusia lah yang memberikan buku itu kepadanya.
"Ratu, aku rasa anda harus istirahat. Biarkan kami yang menyelesaikan situasi ini." Ucap Melody pada Sang Ratu yang sejak tadi hanya bisa berdiri dalam diam.
"Kau harus menyelesaikan situasi ini dengan sangat baik." Ucap Sang Ratu.
Melody menganggukkan kepalanya dan setelah itu Sang Ratu pergi dari dalam kamar milik Nadia.
Sementara itu Jill tampak menatap kearah Nadia dan bertanya pada Nadia, bagaimana Mama Nadia bisa mendapatkan buku itu. Namun Viola menyela ucapan Jill dan berkata, bagaimana mungkin buku itu bisa ada di dunia manusia, sedangkan selama ini buku itu ada di perpustakaan yang ada di klinik.
"Viola, apakah aku berbicara kepadamu?" Ucap Jill.
Viola lalu meminta maaf dengan wajah yang tampak kesal dan meminta Jill untuk kembali menghandle situasi itu. Jill lantas meminta Nadia untuk menjawab pertanyaan yang diajukannya tadi.
"Aku diadopsi." Ucap Nadia.
"Apa hubungannya kau diadopsi dengan buku itu?" Ucapkan Viola.
Jill yang kesal lantas menatap kearah Viola penuh ke marahan karena terus menyela ucapan orang lain.
"Lanjutkan." Ucap Viola dengan memutar matanya tampak malas.
Nadia kemudian menjelaskan bahwa Sang Mama dulu melihat dirinya bersama dengan buku itu saat dia pertama kali di temukan dan masuk ke dalam keluarga itu. Viola langsung berontak dan berkata kepada para gadis itu bahwa mereka tidak akan mungkin percaya dengan begitu mudah dengan cerita omong kosong yang keluar dari mulut Nadia.
Nadia lantas meminta mereka bertanya langsung kepada Phillip jika mereka tidak percaya kepadanya, maka Phillip pasti akan mengatakan yang sebenarnya. Nadia juga meminta mereka untuk segera pergi dan melihat buku itu secara langsung, dimana buku itu memang masih berada di dalam perpustakaan dan buku yang ada padanya, memanglah buku miliknya.
Jill lantas memutuskan untuk melakukan teleportasi dengan cepat ke perpustakaan yang ada di klinik itu untuk memastikan apakah yang dikatakan oleh Nadia itu memang benar.
"Ayo kita tunggu sampai Jill kembali, dan membuktikan apakah yang dikatakan Nadia memang benar." Ucap Sophia.
Jill sudah tiba di perpustakaan yang ada di dalam klinik itu. Phillip yang melihat kedatangan Jill yang ada disana, lantas bertanya apa yang sedang dia dilakukan di klinik, padahal situasinya sedang begitu berbahaya karena adanya wabah penyakit yang sedang menyebar itu.
Jill lantas menjelaskan kepada Phillip bahwa dia ada di sana untuk melihat buku itu. Philip kemudian bertanya kepada Jill buku apa yang dimaksud olehnya itu. Jill kemudian menjelaskan bahwa buku yang dimaksud oleh nya adalah buku tentang obat-obatan yang disimpan Sang Ratu di perpustakaan yang ada di klinik itu.
"Apakah buku itu masih ada disini?" Tanya Jill.
"Iya, buku itu ada disini." Balas Phillip seraya membawa buku itu keluar dan memperlihatkan nya kepada Jill.
Jill tampak bingung dan mengatakan kepada Phillip bawa buku itu sangat mirip dengan buku yang dimiliki oleh Nadia. Tak lupa Jill juga menceritakan masalah yang tengah dihadapi oleh Nadia, dimana dia dituduh telah mencuri buku itu.
"Namun, seperti yang terlihat disini. Buku itu ada disini, dan buku yang lainnya ada pada Nadia. Jadi itu artinya Nadia tidak berbohong." Ucap Jill dengan ekspresi terkejut.
Phillip juga tampak begitu terkejut. Setelah itu Jill memutuskan untuk segera kembali agar bisa membuktikan bahwa Nadia tidak bersalah.
Beberapa saat kemudian, Jill tiba di istana dan melihat orang-orang lainnya tengah menunggu kedatangan dirinya.
"Apakah kau melihat buku itu ada disana?" Tanya Melody.
"Iya, buku itu ada disana, aman bersama dengan Phillip." Balas Jill.
"Itu tidak mungkin!! Buku itu hanya ada satu di dunia ini." Ucap Viola bersikeras.
"Viola, itulah kenyataannya. Faktanya aku memang melihat buku itu ada ditangan Phillip. Jadi kau harus menerimanya." Ucap Jill.
Viola tampak begitu kesal dan belum sepenuhnya percaya. Dia sangat yakin bahwa Nadia pasti telah mencuri buku itu. Setelah itu Viola pun langsung keluar dari dalam kamar Nadia.
Bersambung....
Masak Buat Jadi Jodoh Aja Mesti Pake Test Test Segala..
1+1=2 Ya ❓
1x1=1 Dong Ya ❓
😍👉💎
Kayak Mo Cari Gawe-an/Pekerjaan Ajah.. Mo Cari Pekerjaan Atau Mo Cari Jodoh 🤓
😅😅😅🤑🤑🙋♀️😍🙋♀️🤑🤑😁😁😁