NovelToon NovelToon
Transmigrasi Ceo

Transmigrasi Ceo

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Dikhianati hingga tewas di dunia modern, Anya, seorang CEO jenius ahli strategi investasi, bertransmigrasi ke tubuh Permaisuri Xian—seorang istri kaisar yang lemah, miskin, dan ditindas oleh para selir di istana belakang.
Namun, si licik salah memilih lawan. Jiwa yang baru ini tidak mengenal kata menyerah. Menggunakan ilmu ekonomi modern, Anya mengobrak-abrik Paviliun Logistik, menyikat habis menteri korup, dan membalikkan keadaan hingga para musuhnya gemetar ketakutan!
Di tengah aksi balas dendamnya yang badass, Kaisar Liang yang dingin dan berwibawa justru mulai mendekat, terpikat oleh kepakan sayap sang Ratu yang baru.
"Kau sangat menarik, Xian. Katakan padaku... apa yang sebenarnya terjadi padamu?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 PROVOKASI KERAJAAN NANYANG

Aktivitas pembangunan militer dan industrialisasi maritim berskala masif yang dilakukan oleh Kekaisaran Han di galangan kapal Jiangnan tentu saja tidak bisa disembunyikan selamanya dari radar geopolitik regional. Kerajaan Nanyang, sebuah kerajaan kepulauan makmur yang terletak di seberang lautan selatan, selama ini menikmati posisi sebagai penguasa tunggal atas jalur perdagangan rempah-rempah dunia. Mereka merasa bahwa lautan selatan adalah halaman belakang rumah mereka sendiri, di mana setiap kapal asing yang melintas harus tunduk pada aturan dan penarikan upeti sepihak yang mereka tetapkan. Ketika mata-mata mereka melaporkan bahwa Han sedang membangun armada kapal raksasa berlapis besi yang dilengkapi senjata pemusnah massal baru, kepanikan melanda dewan penasihat Raja Nanyang.

Sebagai bentuk respons, Raja Nanyang mengirimkan seorang utusan khusus berpangkat Jenderal Senior bernama Wu Shuo untuk menyampaikan nota protes diplomatik yang keras langsung ke ibu kota Kekaisaran Han. Pertemuan dewan menteri pagi itu di Istana Naga Emas berlangsung dengan atmosfer yang sangat menekan, jauh lebih dingin daripada hari-hari biasanya. Jenderal Wu Shuo adalah seorang pria bertubuh kekar, berkulit gelap legam akibat paparan matahari laut, dengan sorot mata yang penuh keangkuhan seorang pelaut kawakan yang meremehkan orang-orang daratan. Dia berdiri di tengah-tengah aula sidang tanpa menunjukkan sikap membungkuk yang semestinya, sebuah provokasi visual yang sengaja dilakukan untuk menguji mentalitas pemerintahan Kaisar Liang.

"Baginda Kaisar Liang yang agung," ucap Jenderal Wu Shuo, suaranya yang lantang dan kasar menggema di antara tiang-tiang naga emas aula sidang. "Kerajaan Nanyang mengamati dengan penuh keprihatinan atas aktivitas militer yang tidak wajar di wilayah Jiangnan. Sesuai dengan isi Perjanjian Laut Selatan yang telah ditandatangani oleh leluhur agung dari kedua negara lima puluh tahun yang lalu, Kekaisaran Han secara hukum tidak diizinkan untuk memiliki atau mengoperasikan lebih dari dua puluh kapal bersenjata di perairan selatan. Tindakan Anda membangun ratusan kapal baru saat ini adalah bentuk pelanggaran batas wilayah yang nyata dan dapat kami tafsirkan sebagai sebuah persiapan untuk melakukan agresi militer terbuka terhadap kedaulatan wilayah air kami!"

Mendengar tuduhan sepihak dan ancaman yang keluar dari mulut utusan asing tersebut, beberapa jenderal militer Han dari faksi utara langsung berdiri dari kursi mereka dengan wajah memerah, tangan mereka mengepal erat pada hulu pedang, siap untuk mencabik-cabik utusan yang tidak tahu sopan santun tersebut. Namun, sebelum situasi berubah menjadi adu mulut yang tidak produktif, sebuah suara tawa renyah yang sarat akan nada penghinaan memotong seluruh ketegangan aula seketika.

Anya, yang duduk di samping Kaisar Liang dengan jubah kebesaran Permaisurinya yang berwarna ungu tua, melangkah maju menuju pembatas panggung singgasana. "Jenderal Wu Shuo, Perjanjian Laut Selatan lima puluh tahun lalu yang kau sebutkan dengan begitu bangga itu ditandatangani pada saat Kekaisaran Han masih menggunakan kapal kayu beralas datar yang tidak memiliki teknologi navigasi laut dalam," ucap Anya, suaranya terdengar sangat jernih namun memiliki ketajaman yang sanggup menguliti kebohongan politik musuh. "Dunia terus bergerak maju, Jenderal, dan hukum ekonomi global tidak akan pernah berhenti berputar hanya demi mengakomodasi kemalasan kerajaanmu untuk berinovasi. Kekaisaran Han membangun armada 'Naga Samudra' bukan dengan niat melakukan invasi militer teritorial, melainkan untuk melindungi aset investasi dagang dan jalur logistik internasional kami dari gangguan gerombolan bajak laut yang—menariknya—tampaknya sengaja dibiarkan beroperasi dengan bebas oleh otoritas angkatan laut Nanyang Anda."

Wajah Jenderal Wu Shuo seketika menegang, sepasang matanya membelalak tidak percaya melihat seorang wanita istana belakang berani mencampuri urusan diplomasi luar negeri dengan analisis yang begitu tajam. "Permaisuri Xian! Jaga ucapan Anda! Kerajaan Nanyang adalah kerajaan maritim yang menjunjung tinggi hukum! Kami tidak pernah memiliki keterkaitan apa pun dengan para bajak laut liar itu!"

"Benarkah begitu, Jenderal?" Anya mengeluarkan sebuah buku catatan kecil berlembar hitam dari balik lengan jubahnya—sebuah dokumen analisis intelijen finansial yang dia susun bersama badan rahasia kekaisaran selama berminggu-minggu. "Jika kerajaanmu tidak terlibat, mengapa setiap kali Bajak Laut Rambut Merah menjarah karavan dagang swasta di wilayah perairan internasional, tiga puluh persen dari komoditas jarahan tersebut selalu berakhir di pasar gelap pelabuhan resmi Nanyang? Dan yang lebih menarik lagi, seluruh transaksi itu dilengkapi dengan dokumen izin masuk palsu yang ditandatangani langsung oleh klan keluarga besar Anda sendiri, Jenderal Wu Shuo. Apakah Anda membutuhkan aku untuk membacakan tanggal, nomor seri kapal, dan jumlah aliran dana suap yang mengalir ke rekening pribadi Anda di depan seluruh aula sidang yang terhormat ini?" Mendengar rincian yang begitu akurat, seluruh aula sidang mendadak sunyi senyap, sementara keringat dingin mulai bercucuran dari pelipis sang Jenderal Nanyang yang angkuh.

1
evi carolin
sat set libas semua ,basmi abis ampe keturunan dan nol ga punya harta jabatan dan gelar 😱
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
awal langsung panas... semangat
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: suka kok tapi klo bisa Jangan terus sebut dunia ku... biar ngga bocor klo Permaisuri nya bukan asli kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!