NovelToon NovelToon
Headline 29

Headline 29

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Diam-Diam Cinta
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lindra Ifana

"Kapan kamu nikah? Temen temen kamu bahkan udah ada yang punya dua anak. Ibu udah pengen gendong cucu."

Kata kata itu terdengar sederhana tapi selalu terngiang di otak Aurel. Dia hanya ingin mencari yang terbaik untuk hidupnya, karena baginya seorang suami adalah partner seumur hidupnya.

Seperti kisahnya lima tahun yang lalu, yang sudah terlalu yakin dengan pilihan hatinya. Tapi nyatanya hanya pengkhianatan yang ia dapat. Pria itu lebih memilih wanita yang lebih seksi dan bisa dibanggakan untuk di bawa.

Aurel hanya masih mencari, apa itu salah? Tapi bagaimana jika pemujanya sekarang adalah CEO kaya raya yang umurnya jauh lebih muda darinya? Apa itu akan menjadi cinta sejatinya? Atau hanya angin lalu yang akan lewat begitu saja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lindra Ifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ya Sayang?

Aurel baru keluar dari ruang staff lantai 12 dengan nafas tak beraturan, dahinya berkeringat. Hatinya masih berisik sejak melihat foto Adrian vs gadis jersey putih pagi tadi.

Tak seharusnya ia marah, tapi ia muak dengan sikap Adrian yang seolah tergila gila padanya...tapi masih mengejar gadis lain. Tunggu, apa ini yang dinamakan cemburu? Tidak, pria ingusan itu bukan tipenya. Tapi...

Langkahnya terhenti di depan lift, pria yang tidak ingin ia temui sudah ada disana. Adrian bersandar dinding dengan tatapan tajam mengarah padanya.

Aurel pura-pura sibuk dengan ponselnya, perlahan membalikkan badan untuk kembali ke ruang staff. Itu cara terbaik untuk menghindari Adrian.

Detik berikutnya tubuhnya melayang.

"Ahhhh!! Pak Adrian!! Lepasin!! Tangan kamu!" Aurel spontan berteriak, kaget sekaligus khawatir pada tangan pria yang tiba tiba membopongnya

"Makanya diem biar tangannya nggak tambah sakit," lirih Adrian meringis menahan nyeri.

Tanpa aba aba pria itu membopong Aurel gaya bridal style. Dia tak suka melihat Aurel yang terlihat menghindarinya. Mereka perlu bicara, sekarang.

Lengan kokohnya mengunci paha dan punggung Aurel. Dia tak peduli walau nyeri ia rasakan di lengannya.

Seluruh lantai dua belas membeku. Staff yang berdiri di depan mesin fotokopi mematung, anak magang yang membawa kopi langsung...tumpah. Dion yang datang karena sebuah urusan harus menutup muka dengan map ditangannya. "Astaga Dri, haruskah sedrama itu" batinnya kesal.

"INI KANTOR!! Banyak orang lihat!!" teriak Aurel memukul pelan dada Adrian, pipinya merah padam.

Adrian menekan tombol lift dengan wajah datar. "Diem. Kamu dari pagi marah marah. Sekarang kita cari tempat buat ngomong."

_Ding_. Pintu lift terbuka. Adrian masuk dengan masih membopong tubuh Aurel. Dan pintu lift kemudian menutup di depan puluhan mata melotot, shock!

"Turunin dulu, aku nggak lari!"

"Enggak, tanggung dah mau nyampe," sahut Adrian enteng, dia tahu Aurel khawatir dengan tangannya.

Sesaat kemudian mereka sudah sampai di lantai tiga puluh, lantai dimana ruang CEO berada. Adrian berjalan menuju ruang kantornya.

Ruangan yang cukup luas, didominasi warna putih dengan perabotan yang terbuat dari kayu jati.

Adrian menurunkan Aurel, bukan di sofa ruang kantor, tapi ke pangkuannya. Aurel langsung memberontak.

"Lepas!"

Adrian menahan kedua tangannya. Wajahnya hanya sepuluh centimeter dari wajah Aurel. "Diam."

"ADRIAN DIRGANTARA!!!" pekik Aurel kesal. Nyaris ia menangis.

"Kalau kamu gerak-gerak terus... aku yang kesiksa, kamu ngerasa kan?" Adrian berbisik serak di telinganya.

Aurel langsung kaku. Membeku. Kalah telak. Dia bukan wanita polos yang tak tahu keadaan, sesuatu mengeras di bawah sana.

Adrian melonggarkan pegangan tapi tetap memeluk pinggangnya. "Sekarang jawab aku. Kenapa marah marah dari pagi?"

"Nggak ada yang marah," sahut Aurel cepat.

"Ya udah berarti kamu bakal terus disini sampai besok, pokoknya kamu nggak bisa kemana mana sampai kamu ngaku. Nggak enak liat kamu marah marah nggak jelas," ujar Adrian dengan suara yang lebih lembut. Dia tahu tak akan mudah menghadapi wanitanya.

Aurel mengalah, ia tak mungkin duduk dipangkuan Adrian terus. Akhirnya ia buka ponsel dan menunjukkan dua foto yang dikirimkan oleh sebuah nomor privat. Adrian vs gadis cantik berbaju putih di taman.

Adrian menatap foto itu, lalu menatap Aurel yang membuang wajahnya kesamping.

Ia mengangkat dagu Aurel. "Namanya Kartika. Cinta monyet pas SMA. Kami nggak sengaja ketemu tadi pagi pas lagi jogging. Aku nabrak sepedanya. Dia cuma masa lalu."

Adrian mendekatkan bibirnya ke telinga Aurel. " Mau tahu tahu siapa masa depan aku? Ada di depanku sekarang. Namanya Aurel Wijaya."

Aurel menutup mata, seharusnya ia senang. Tapi mereka tak mungkin menjalin hubungan serius."Kita beda...."

"Ya kalau sama ntar terong makan terong dong, amit amit."

Aurel spontan mencubit gemas dada Adrian. "Bukan itu, umur kamu...emmptthh!"

Belum sempat ia menyelesaikan kata katanya bibir Adrian sudah mendarat lembut di bibirnya. Hanya sekilas.

"Aku cinta kamu, apa kamu nggak bisa liat itu selama ini?"

"Tapi...." Aurel segera menutupi mulut Adrian dengan satu tangannya, ia tahu jika CEO gila itu ingin menciumnya lagi. Mungkin karena tak ingin mendengar alasan lagi darinya.

"Dasar pemaksa!" gumam Aurel kesal, tapi berbunga bunga. Baru kali ini dia merasa benar benar dicintai.

"Kali ini aku memang memaksa ," Adrian mengecup ujung hidungnya. "Jadi... kamu terima aku?"

Aurel langsung menggeleng cepat.

"Nggak," katanya pelan tapi jelas. "Tadi aku marah bukan karena cemburu, aku laper. Satu croissant nggak bisa ganjal perut aku sampai siang."

Aurel merutuki dirinya sendiri, bisa bisanya ia berkata konyol seperti itu. Tapi kata kata itu spontan keluar dari mulutnya.

Dunia Adrian berhenti 3 detik.

Ia menatap mata Aurel yang menghindar. sejurus kemudian senyumnya malah muncul. Senyum pria gila jatuh cinta yang pantang menyerah.

"Baik," Adrian mengangguk. Ia melepaskan Aurel, berdiri dan melangkah ke meja kerjanya. Ada beberapa paper bag disana. Pria itu membukanya satu persatu.

Aurel bingung. "Eh?"

Jurus 1: dua cup es kopi susu less sugar.

Jurus 2: dua box ayam geprek level 5. Dia tidak suka pedas tapi demi Aurel dia akan jadi pemakan segala.

Jurus 3: satu box pizza ukuran jumbo. Jaga jaga kalau Aurel tidak mengijinkan dia makan ayam geprek maka ia akan makan pizzanya

Jurus 4: dua bungkus sate ayam. Makanan itu adalah makanan di kencan pertamanya.

Jurus 5: satu box jumbo es krim yang disimpan di cooler bag.

Aurel menutup mulutnya tak percaya. Matanya mulai panas. Tak masuk akal rasanya ada seorang pria yang membuktikan cintanya dengan ayam geprek. Tapi entah kenapa semua itu membuat hatinya tersentuh.

Adrian berlutut di depan sofa, di depannya. Pria itu menatapnya dengan mata paling jujur yang pernah ia lihat.

"Aku nggak butuh kamu ngaku sekarang, Aurel," bisiknya. "Aku cuma butuh kamu tau, l love you pakai banget."

"Enggak..."

Adrian menggenggam tangan Aurel, menempelkan ke dadanya agar wanita itu tahu jika jantungnya berdegup kencang.

"Kamu tidak harus jawab sekarang . Tapi aku akan kejar terus sampai kamu capek bilang 'nggak'. Aku nggak akan nyerah."

Aurel menatap mata Adrian cukup lama. Hingga air matanya jatuh lagi.

"Nggak usah kejar-kejar lagi," bisiknya akhirnya. Suaranya serak. "Belum kamu kejar aja aku udah capek duluan." Wajahnya tertunduk menyembunyikan wajahnya yang semerah tomat. " Bohong kalau aku bilang nggak ada rasa ke kamu."

Adrian menahan napas. Dadanya seakan ingin meledak. Terlampau bahagia.

Tiga detik hening.

Lalu Adrian menarik Aurel ke dalam pelukannya. pelukan yang sangat erat. Seakan takut jika Aurel berubah pikiran. Akhirnya perjuangannya tidak sia-sia.

"Dri..."

"Ya sayang? Kok panggil nama sih. Kita kan udah jadian. Pengen dicium lagi ya?"

"Ckk, aku laper!"

Di bawah, satu gedung masih heboh. Sedang di atas, dua orang kasmaran baru aja memulai babak baru "masa depan" mereka.

1
Nur Ahmad
ceritanya ringan, CEO tapi merakyat
Mida
lanjut kak 💪
Nur Ahmad
uhuy jadian
Nur Ahmad
cemburu sama dengan cinta
lia juliati
🤭😄
Mida
lanjut kak jadi penasaran 🤭
Lindra: dukung terus yaaa🙏
total 1 replies
Rian Moontero
mampiiiirrr😍
Lindra: tengkiuuhhh sayangkuhh🙏🙏
total 1 replies
Mira Hastati
bagus
Lindra: terimakasih dukungannya 🙏
total 1 replies
Nur Ahmad
🤣🤣🤣
Nur Ahmad
Adrian 😍😍😍
Nur Ahmad
co cuiittt
Nur Ahmad
uhuy kencan nih double A
Nur Ahmad
menunggu memang tak enak
Nur Ahmad
ceritanya lebih ringan dari novel emak kmrn yg aku baca
🦋⃞⃟𝓬🧸𝓩𝓮𝓵𝓵𝔂𝓷
/Applaud/
T.N
sempurna .... semangat kaka suka sekali sama karya-karyanya
Lindra: Terimakasih sudah ikut meramaikan karya emak🙏🙏
total 1 replies
Nur Ahmad
start disinii
Zul Denayu
Lanjut kak 💪💪🌹🌹🌹
lia juliati
itulah bila hati berkehendak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!