Kisah seorang wanita yang memperjuangkan rumah tangganya dari wanita lain. Mampukah Intan mempertahankan rumah tangganya?
Dan mampukah intan menghadapi sikap suaminya yang selalu kasar padanya?
Ikuti kisahnya.......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andyni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Mendapat teman baru
...**** Selamat Membaca****...
" Hii, atut!" Kata dimas seolah menyindir azzam yang dalam mode marahnya.
" Hai! aku zafika, kamu azzam dan kamu azzura ya?" Kata seorang gadis kecil yang datang menyapa keduanya. " Hai juga teman balu, aku zula dan ini azzam abangku." Kata zura memperkenalkan abangnya. Azzam hanya menatap gadis di depan mereka tanpa merespon. Lalu zafika pun mengulurkan tangan pada keduanya " Boleh berteman dengan kalian?" Katanya mengulur kan tangan kecilnya pada azura dan azzura menyambut uluran tangan zafika. " Mari zura duduk di sampingku!" ajak zafika. " Hai, boleh aku duduk di sini?" kata azzam pada seorang anak cowok yang duduk sendiri. " hai juga azzam, kenalkan namaku brian?!" kata anak itu mempersilahkan azzam duduk.
*****
Di belahanan dunia yang lain rayhan yang sudah mengingat tentang jati dirinya pun bertekat untuk kembali. " Nak rayhan benar ingin kembali sekarang?" Tanya pak kardus pada rayhan yang sudah bersiap ingin memberi kejutan pada istrinya. " Iya pak, terima kasih selama ini sudah menampung saya!" ucap rayhan tersenyum. Sementara itu indri yang hanya diam melihat pemuda yang entah sejak kapan mulai membuatnya jatuh hati akan pergi meninggalkannya. " Sadar ndri, rayhan bukan tirta pria yang kamu cintai, rayhan punya keluarga!" suara* itu terus berkecamuk dalam hati indri. Rasanya dia ingin mencegah rayhan untuk pergi tapi tentunya keluarganya lebih berhak lagipula indri tak ingin di cap sebagai pelakor. "Ndri, aku liat* dari tadi kamu melamun, mikirin apa sich?" tanya rayhan pada gadis yang sudah di anggap adik ini. Indri yang tersentak mendengar teguran rayhan pun langsung tergagap " Eh.... enggak bang, oh ya abang jadi pulang besok pagi?" Tanya indri mengalihkan pembahasan. " Iya ndri, doain abang ya semoga intan masih belum menikah lagi!" Kata rayhan terkekeh.
*****
Keesokan harinya terlihat seorang pria berdiri mematung di sebrang kediaman keluarga tuan jimmy. Ya dia adalah rayhan yang tak berani untuk masuk karena dia takut akan kecewa jika mengetahui kenyataan bahwa intan sudah menjadi milik orang lain.
****
Sedang di dalam ruang makan keluarga jimmy terjadi perbincangan antara 3 orang tua dan 2 bocah kecil. " Bunda, zula cekalang punya teman balu namana fika!" kata zura senang sambil menyantap nasi goreng buatan bundanya. " Teman baru zura, bukan balu!" ketus azzam membenarkan kata* adik kembarnya. Sedang opa dan oma mereka hanya tersenyum melihat perdebatan kedua bocah kecil itu. " Ahhh, azam bialin lah cuka* atulah!" balas zura memgembungkan pipinya. " Sudah* sayang makan dulu yang tenang lalu berangkat sekolah keburu telat" ucap intan menengahi perdebatan keduanya. Tak lama kemudian revan datang menjemput tuan dan nona kecilnya.
" Anak* sudah siap berangkat sekolahnya?" Tanya revan kepada kepada keduanya. " cudah ciap om levan!" seru zuraa yang mengalahkan suara azzam yang lebih tenang. "Oh ya tan, hari ini ada meeting dengan klien dari hongkong tuan kim!" Ujar revan mengingatkan intan sebelum berangkat mengantar si kembar kesekolah. " Iya van makasih!" Lalu intan pun bersiap untuk berangkat kekntornya. Mobil yang di kendarai revan dan si kembar pun melewati gerbang dan mata indah zura melihat pria yang tengah berdiri di sebrang kediaman mereka. Itu,,,, bukankah itu om yang menolong zula ya!" Gumam Zura namun masih bisa di dengar oleh azzam yang berada di sampingnya. " Siapa ra? apa kamu mengenal orang yang ada di sebrang itu?" tanya azzam menunjuk sosok pria itu.
Bersmbung.....
apa lupa alamat sendiri 👻