NovelToon NovelToon
Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Kali Ini Aku Menyerah, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Cerai
Popularitas:11.4k
Nilai: 5
Nama Author: Zhao_Xena

Pernikahan yang Ayra perjuangkan selama bertahun-tahun ternyata hanyalah kebohongan yang dibungkus cinta.
Dia begitu mencintai Arga, suaminya. Pria itu terlihat sempurna dimatanya—dewasa, perhatian, dan selalu mampu membuat Ayra merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia. Hingga suatu hari, semuanya hancur dalam sekejap.
Ayra menemukan fakta menyakitkan yang selama ini disembunyikan rapat-rapat oleh Arga. Suaminya ternyata memiliki wanita lain dibelakangnya. Bukan orang asing… melainkan sekretaris pribadinya sendiri.
Yang lebih menghancurkan, hubungan terlarang itu telah melahirkan seorang anak laki-laki.
Anak yang selama ini Ayra rawat sepenuh hati. Anak yang dia peluk setiap malam. Anak yang dia anggap sebagai pelipur lara karena rumah tangganya belum juga dikaruniai buah hati.
Namun nyatanya… putra kecil itu adalah darah daging suaminya bersama wanita simpanannya.
Hati Ayra runtuh seketika. Semua kasih sayang, pengorbanan, bahkan cintanya terasa dipermainkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zhao_Xena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26 ~ Mati Bersama Penghianatan

"Brengsek!" umpat Shella geram. Tangannya mengepal kuat hingga kuku-kukunya hampir menancap ke telapak tangan.

Sementar disampingnya Nyonya Ratna tampak belum bisa menerima kenyataan jika barang-barang serta harta yang ia miliki perlahan hilang. Detik itu juga wanita paruh baya itu langsung meraih ponselnya dengan tangan gemetar.

Tanpa pikir panjang, wanita itu segera menghubungi Arga. "Aku tidak akan membiarkan ini terjadi!"

Tak butuh waktu lama, panggilan itu tersambung. "Halo, Ma?" suara Arga terdengar lelah dari seberang sana.

"Arga! Cepat pulang sekarang juga!" pekik Nyonya Ratna tak sabar.

Alis Arga langsung mengernyit, dia tidak pernah mendengar suara mamanya sepanik itu sebelumnya. "Ada apa lagi?"

"Kamu lihat sendiri saja nanti. Rumah kita sedang diobrak-abrik!"

Brakk. Arga langsung berdiri dari kursinya.

Saat ini pria itu sedang berada diruangannya sambil menatap setumpuk laporan keuangan yang semakin membuat kepalanya pening.

"Apa maksud Mama?"

"Mereka mengeluarkan semua barang dari rumah! Mereka bilang rumah ini milik Ayra!"

Rahang Arga langsung mengeras. Dia tidak menyangka jika Ayra akan bertindak sampai sejauh ini. Arga benar-benar tidak habis pikir, ternyata tidak hanya perusahaannya, nyatanya Ayra juga menyerang keluarganya.

Sementara Jonathan yang berdiri didekat meja hanya bisa menatapnya dengan khawatir.

"Arga! Cepat pulang! Mereka bahkan menyita barang-barang kita semua!"

"Ma, tenang dulu—" ucap Arga mencoba tenang. Padahal dia sendiri juga sudah mulai terpancing emosi karena sikap Ayra yang tiba-tiba saja berubah seperti ini.

"Bagaimana Mama bisa tenang?! Semua barang-barang mama habis, Arga!!" serunya makin histeris. "Pokoknya sekarang juga kamu harus pulang dan bilang pada mereka semua, kalau kita tidak akan pergi dari rumah ini!"

Tut! Panggilan langsung terputus.

Arga memejamkan mata sesaat.

Sial.

Masalah perusahaan belum selesai. Sekarang rumah juga ikut bermasalah. Apa Ayra benar-benar tega padanya? Arga tau apa yang dia lakukan pada Ayra memang salah, tapi Arga memiliki alasannya sendiri.

Kenapa Ayra tidak bisa membicarakan tentang hal ini secara baik-baik dulu, dan malah memilih bertindak egois seperti ini?

Namun tepat saat suasana semakin kacau, sebuah mobil hitam perlahan memasuki halaman rumah.

Semua orang spontan menoleh, mereka semuanya langsung tau siapa yang datang. Itu adalah mobil yang tadi menjemput Samuel.

Tak lama mobil itu berhenti tepat didepan mereka semua. Bima langsung turun dan membuka pintu belakang.

Begitu pintu belakang terbuka, Samuel tampak turun dengan digandeng oleh Bima.

Namun beberapa detik kemudian, saat ayra ikut turun dari mobilnya, tatapan semua orang langsung melebar.

Deg.

Nyonya Ratna langsung membeku ditempatnya. Sementara Shella pun terkejut. Mereka sama sekali tidak menyangka Ayra akan datang.

Hari ini Ayra bahkan tampak lebih segar dari sebelumnya. Penampilannya cukup berubah, tidak lagi seperti sebelumnya. Ayra tampak seperti wanita high class.

Ayra menatap keadaan rumah itu sekilas dengan tatapan yang begitu tenang. Tumpukan koper, tas-tas mewah dan barang-barang lainnya. Lalu perlahan beralih pada wajah panik orang-orang yang dulu begitu sering meremehkannya.

Namun ekspresinya sama sekali tidak berubah. Tidak ada rasa bersalah ataupun penyesalan disana. Mereka justru tampak semakin membencinya. Tapi Ayra tidak perduli sama sekali.

Ayra berjalan pelan mendekati mereka. Menatap satu persatu wajah itu dengan tatapan datar.

"Bagaimana dengan kejutannya? Kalian suka?"

"Apa maksudmu, Ayra! Kamu mengusir kami dari rumah ini?!" bentak Nyonya Ratna tidak terima.

"Mengusir? Aku hanya mengambil kembali apa yang menjadi milikku." balas Ayra dingin.

Mendengar itu, Shella tentu saja tidak terima dan ikut maju untuk membela Nyonya Ratna. "Mbak sengaja membuat kita semua sengsara, kan? Ingat mbak! Mbak itu sedang mengandung, apakah Mbak tidak takut karma?!"

Ayra hanya tersenyum tipis mendengarkan ucapan mereka satu persatu. Tatapan Ayra lalu beralih kepada Shella. "Bukankah karma memang sedang berjalan, Shella? Apa kalian masih tidak sadar juga?"

"Atau... selama ini kalian benar-benar berpikir bahwa semua yang kumiliki akan tetap menjadi milik kalian setelah apa yang sudah kalian lakukan?" lanjut Ayra.

"Tidak Ayra! Kamu memang menantu kurang ajar! Jika Arga tau, dia pasti tidak akan pernah memaafkanmu!" bentak Nyonya Ratna geram.

"Mungkin sebentar lagi kita hanya akan menjadi mantan menantu dan mertua, Nyonya Ratna. Lagipula jika mas Arga tau, justru itu malah akan lebih baik,"

"Bedebah kamu, Ayra! Aku pastikan kau tidak akan pernah bahagia selamanya!" ucap Nyonya Ratna dengan sumpah serapahnya.

••

Sementara itu...

Mobil Arga melaju cepat membelah jalanan kota. Rahangnya mengeras sejak menerima telepon dari Nyonya Ratna tadi.

Kepalanya sudah dipenuhi berbagai masalah perusahaan yang belum selesai. Namun sekarang rumahnya juga ikut kacau.

Begitu mobilnya memasuki gerbang rumah, Arga langsung menginjak rem mendadak.

Ciiit!

Tatapannya membeku. Halaman rumah yang biasanya rapi kini dipenuhi koper, kardus, dan berbagai barang yang berserakan dimana-mana.

Beberapa petugas masih terlihat sibuk mendata barang.

"Apa-apaan ini..." gumamnya tidak percaya. Arga segera turun dari mobil.

"Mas Arga!" Shella langsung berlari menghampirinya dengan mata memerah.

Sementara Nyonya Ratna tampak menatap putranya penuh harap. "Arga! Akhirnya kamu datang!"

"Apa yang terjadi?" tanya Arga dengan suara berat.

Namun sebelum ada yang menjawab, tatapannya menangkap satu sosok yang berdiri tidak jauh dari sana.

Ayra. Wanita itu berdiri tenang disamping Bima. Angin sore mengibaskan ujung rambutnya pelan. Untuk sesaat Arga hanya bisa menatapnya.

Dua minggu.

Baru dua minggu.

Namun wanita yang berdiri dihadapannya sekarang terasa begitu berbeda. Tidak ada lagi tatapan lembut. Tidak ada lagi senyum manis yang selalu menyambutnya pulang. Yang ada sekarang hanyalah seorang Ayra yang terlihat begitu asing.

"Ayra."

Suasana langsung hening. Ayra menoleh perlahan.

Tatapan mereka bertemu. Namun kali ini tidak ada getaran apa pun diwajah wanita itu.

"Apa yang kamu lakukan, Ra?" tanya Arga akhirnya.

Ayra tersenyum tipis. "Aku hanya mengambil kembali apa yang menjadi milikku."

"Dengan cara seperti ini?" langkah Arga mendekat, mencoba untuk mencairkan suasana. Walau bagaimanapun Arga benar-benar masih mencintainya, Arga tidak ingin Ayra melakukan hal yang gegabah seperti ini.

"Ayra... Kita masih bisa membicarakan tentang hal ini secara baik-baik," lanjutnya.

"Tentu... Kita akan membicarakan tentang hal ini secara baik-baik di pengadilan nanti," ujar Ayra sambil tersenyum tipis.

Deg.

"Pengadilan? Apa maksudmu?" tatapan Arga melebar seketika.

Ayra mengeluarkan sesuatu dari tasnya dan memberikannya pada Arga.

"Ini surat gugatan cerai. aku harap kamu bisa hadir sesuai jadwal sidang."

"Apa?!" Arga menatap tak percaya. "Ayra, tapi kamu... Kamu sedang hamil anak kita. Kita.... Kita tidak mungkin untuk bercerai.."

"Kenapa tidak, Mas? Aku akan tetap melanjutkan hidupku dengan ataupun tanpa kamu sekalipun.."

Rahang Arga langsung mengeras.

"Ayra, jangan seperti ini. Kita masih bisa memperbaiki semuanya."

Ayra tersenyum tipis. "Memperbaiki?"

Tatapannya perlahan beralih pada Shella yang berdiri tidak jauh dari sana. Lalu kembali kepada Arga.

"Ada beberapa hal yang bisa diperbaiki. Dan ada beberapa hal yang hancur untuk selamanya."

"Kamu berubah, Ayra! Kamu bukan lagi wanita yang aku kenal," desis Arga.

"Kamu benar Mas, Ayra yang kamu kenal dulu memang sudah mati.. Hancur bersama dengan penghianatan yang kamu lakukan." ucapan itu begitu terdengar tenang sekaligus menekan.

Ayra langsung berbalik arah. "Ayo Bima, urusan kita sudah selesai, kita pulang sekarang."

"Baik Nona." Bima langsung mengangguk patuh, dan mengikuti langkah Ayra masuk kedalam mobil.

1
gina altira
nambah lagi masalah Arga ini
Anonim
BUNUH ARGA
You `ka
sekarang tinggal takut sendiri kan, Arga?? makannya jangan jadi orang bodoh!😡
sunaryati jarum
Laporkan Arga pada pihak yang berwajib atas tindakan kekerasan
Zhao_Xena: siap Mak/Good/
total 1 replies
Ma Em
Biar saja Ayra keguguran agar TDK punya anak keturunan dari Arga dan bisa lepas bebas tdk ada hubungan lagi dgn Arga , semoga nanti Ayra hamil lagi setelah menikah dgn lelaki yg baik dan bertanggung jawab juga cinta dan sayang pada Ayra .💪
gina altira
Arga kamu jahat
Zhao_Xena: marahin aja kak...🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Arga ini suami macam apa sih! tega banget buat ayra kesakitan seperti itu 😡😡
Zhao_Xena: macam-macam kak..🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
Tristan datang tepat waktu!💪
sunaryati jarum
Sebelum mobil bergerak Bima sudah datang menyelamatkan dan menangkap pelakunya
You `ka
ayo Bima cepat sampai. ayra dalam bahaya /Determined/
Zhao_Xena: nunggu minjem kostum Batman dulu kak.. biar bisa terbang..💃💃💃🤣🤣🤣
total 1 replies
You `ka
enak banget Nyonya Ratna bicara seperti itu... dasar wanita picik!😤😤
You `ka
waduh.. bahaya sekali mamanya Tristan ini 😭😭🤣🤣
You `ka
calon mantu niih.. senggol dong..🤣🤣
You `ka
waaahh.... duren niih..🤣🤣
Ma Em
Oma jgn mau terbujuk oleh rayuan Bu Ratna karena Bu Ratna tdk mau hdp nya susah setelah Arga berpisah dgn Ayra makanya Bu Ratna tdk ada ngin Arga bercerai dgn Ayra , lbh baik Ayra secepatnya bisa berpisah dgn Arga karena Ayra sdh dapat kenalan baru untuk menjadi pengganti Arga yaitu Tristan .
sunaryati jarum
Calon jodoh sepertinya,doa mama Wijaya terkabul , bahkan nanti dapat bonus , karena Aira sedang hamil
Zhao_Xena: sepertinya begitu 🤣🤣
total 1 replies
sunaryati jarum
Bagus
Zhao_Xena: terimakasih banyak untuk bintang sempurnanya....🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Bravo Aira sudah benar apa yang kamu lakukan, dibicarakan baik- baik Arga? Apa saat kamu akan menikahi Shella kamu bicarakan dengan Aira? Kalian egois tidak memikirkan perasaan Aira.Sekarang rasakan akibatnya.Numpang hidup mewah saja berani selingkuh.Dan Ratna sok- Sokan berkuasa.
Ma Em
Makanya Bu Ratna , Lisa kalau hdp mewah mu dari harta orang lain jgn sombong sok berkuasa sedangkan uang yg kalian untuk senang2 beli ini itu uang dari perusahaan milik Ayra dan setelah diambil sama yg punya nya kamu jadi gembel , sekarang kalian rasakan menyesal pun sdh tdk ada gunanya lagi .
sunaryati jarum
Kalian mau kembali ke asal 🤣🤣🤣🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!