NovelToon NovelToon
Dari Menantu Menjadi Istri

Dari Menantu Menjadi Istri

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Beda Usia / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Marica

Selama dua tahun Luna Inara Jasmine hidup dalam kebohongan sang suami, Raka Alvaro Mahendra. Sang suami mengatakan jika dirinya impoten.

Namun suatu hari Luna justru mengetahui kenyataan pahit jika sang suami sebenarnya tidak impoten dan memiliki hubungan bahkan anak dari wanita lain.

Bagaimana kisah mereka? Yuk lanjut baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendadak Nikah

"Luna, sebelum Tante meninggal, tolong menikahlah dengan anak Tante," ucap seorang wanita paruh baya bernama Imelda.

Luna tidak langsung merespon ucapan Imelda. Ia hanya berdiri mematung sambil mencerna apa yang baru saja diucapkan wanita itu. Dirinya tidak terlalu mengenal sosok Imelda. Luna hanya tidak sengaja menolongnya saat Imelda terkena serangan jantung. Bahkan pertemuan saat ini baru kedua kalinya.

"Aku gak salah dengar, kan?" batin Luna.

Belum sempat ia bisa mencerna permintaan yang menurutnya konyol itu, sebuah genggaman tangan yang dingin membuat Luna tersentak. Pandangannya lantas melihat ke arah Imelda.

"Luna ... Tante mohon." Suara lemah lembut itu membuat Luna tidak tega untuk menolak.

"Tapi, Tante ..." Luna menggantungkan ucapannya lantas menoleh ke arah laki-laki di seberangnya. Laki-laki yang baru ia temui, bahkan namanya saja belum ia ketahui.

"Namanya Raka. Dia anak Tante satu-satunya. Sebelum saya meninggal saya ingin dia mendapatkan pendamping yang tepat," ucap Imelda lirih, tetapi masih bisa di dengar oleh Luna maupun raka.

"Ma, stop bicara yang aneh-aneh. Mama pasti akan sembuh," ucap Raka sedikit kesal. "Aku telepon papa dulu. Aku akan suruh dia pulang."

"Raka ... jangan ganggu papa kamu. Dia sedang bekerja," cegah Imelda.

Raka menggeram kesal, Luna maupun Imelda bisa melihat dengan jelas kekesalan itu.

"Dia suami Mama. Istrinya sedang terbaring di rumah sakit bagaimana bisa dia lebih mementingkan pekerjaan," ucap Raka.

"Raka —"

"Cukup, Ma. Jangan cegah aku. Aku akan menghubunginya segera!" Raka sedikit menjauh lalu mengambil ponselnya dari dalam saku.

Luna sendiri masih berada di tempat yang sama, berdiri sambil memerhatikan Raka yang terlihat sedang menghubungi seseorang.

"Luna ... mau ya. Ini keinginan terakhir Tante."

Luna tersenyum, lalu mengusap punggung tangan Imelda dengan lembut. "Tante ... Tante jangan bicara seperti itu. Tante pasti akan sembuh."

Imelda menggeleng. "Tante sudah gak punya banyak waktu."

"Lalu bagaimana dengan anak Tante? Dia pasti gak akan setuju."

"Dia akan setuju. Raka selalu menurut sama Tante."

Ruangan itu mendadak sunyi.

"Kenapa harus saya, Tante? Tante belum mengenal saya," ucap Luna.

"Saya sudah tahu siapa kamu. Semuanya," balas Imelda.

Luna melihat Imelda dengan alis yang terangkat sebelah. "Maksud, Tante."

Senyum tipis terukir di bibir Imelda. "Saya sudah mencari tahu siapa kamu. Saya gak merasa keberatan dengan latar belakangmu. Saya tahu kamu perempuan yang baik."

Luna menghela napas panjang, tidak tahu harus mencari alasan apa lagi untuk menolak. Wanita paruh baya itu selalu mematahkan argumennya.

"Saya mohon, Luna."

Pada akhirnya Luna mengangguk. "Saya akan setuju jika anak Tante juga gak keberatan."

Imelda mengangguk. "Terima kasih, Luna."

"Aku berharap Tante gak menyesal nantinya."

"Saya gak akan pernah menyesal dengan keputusan saya sekarang, Luna."

Obrolan mereka terhenti saat Raka kembali mendekat. Kemarahan terlihat jelas di wajahnya.

"Papa gak menerima panggilanku, Ma."

"Dia pasti sedang sibuk."

"Ma ... kenapa Mama selalu membela papa?" ucap Raka sambil berdecak.

Luna hanya diam sambil memerhatikan keduanya.

KLEK

Semua orang menoleh saat mendengar suara pintu terbuka. Muncul sosok laki-laki gagah dan tampan, tubuhnya terbentuk nyaris sempurna. Wajah laki-laki itu ditumbuhi bulu-bulu tipis yang justru membuatnya terlihat berwibawa.

"Kamu kenapa tiba-tiba datang?" ucap Imelda masih dengan suaranya yang lirih.

"Kamu ada di sini bagaimana aku gak datang," ucap laki-laki itu.

"Dari mana saja Papa? Mama di sini sudah lebih dari tiga hari dan Papa baru datang?" tanya Raka.

Dari nada bicaranya jelas Raka terlihat sangat marah.

"Raka, jangan seperti itu. Yang penting papa kamu sudah datang, kan?"

Raka mengangguk kecil dan menghela napas untuk meredam kemarahannya.

Tatapan laki-laki itu tiba-tiba tertuju pada Luna, membuat Luna gugup seketika.

"Dia siapa?" tanyanya.

Imelda menoleh ke arah Luna sambil tersenyum kecil. "Dia wanita yang kupilihkan untuk Raka."

Pandangan Imelda kembali mengarah ke laki-laki itu. "Bagaimana? Dia cantik, kan?"

Laki-laki itu mengangguk.

"Luna, dia papanya Raka. Namanya Bara."

Luna mengangguk lantas mengulurkan tangannya ke arah Bara. "Salam kenal, Om."

Bara mengangguk sebelum membalas uluran tangan Luna.

"Karena kalian sudah berkumpul. Aku ingin Raka dan Luna menikah secepatnya. Aku merasa waktuku sudah akan habis."

"Ma ... jangan bicara seperti itu."

Imelda hanya tersenyum tipis menggapai ucapan Raka.

"Raka ... kamu setuju dengan pilihan Mama?"

Raka tidak langsung menjawab, ia melihat ke arah Luna sesaat seolah sedang mempertimbangkan sesuatu.

"Mama yakin dengan pilihan Mama?"

"Mama sangat yakin, Raka." Imelda menjawab dengan tegas dan penuh keyakinan meskipun suaranya masih lemah.

"Baiklah, Raka setuju."

Luna menoleh ke arah Raka, ia sedikit terkejut dengan persetujuan Raka. Luna mengira Raka akan menolaknya dengan tegas.

"Lihat, Luna. Raka menurut pada Tante, kan?"

Luna sendiri tidak bisa menjawab dengan kata-kata lagi, hanya lewat anggukan dan senyuman kecil saja.

"Bara, kamu urus pernikahan mereka ya," ucap Imelda.

"Baiklah. Aku akan mengurus pernikahan mereka sekarang juga."

-

-

-

Tiba-tiba menikah membuat Luna nyaris tidak percaya dengan kehidupannya saat ini. Baru saja kemarin ia mengatakan setuju untuk menikah dan pada hari ini, ia sudah memakai pakaian pengantin berwarna putih.

Padahal umurnya baru dua puluh tahun. Dirinya sama sekali tidak pernah membayangkan akan menikah muda.

Ia duduk di cermin sambil menatap pantulan wajahnya sendiri. Luna hampir tidak percaya jika itu adalah dirinya sendiri, begitu cantik dan anggun.

"Aku benar-benar akan menikah?"

"Dengan laki-laki yang belum aku kenal sebelumnya?"

"Bagaimana kalau dia jahat padaku nantinya?"

Kata-kata itu terus berputar di benak Luna membuatnya sedikit takut. Akan tetapi dirinya tidak bisa mundur saat ini. Apalagi Imelda sudah menolongnya untuk keluar dari jerat hutang yang hampir menelan hidupnya. Ia nyaris dijual oleh ayah tirinya ke rumah bordir untuk dijadikan wanita penghibur.

"Ayo Luna. Jalani saja pernikahan ini lebih dulu. Jangan pikirkan nantinya. Jika suamimu nanti gak baik, kamu tinggal minta cerai," batinnya mencoba untuk menenangkan.

"Huff." Luna menarik napas panjang lantas berdiri dan bersiap untuk pergi.

TOK TOK

Luna menoleh ke arah pintu, seorang wanita paruh baya datang untuk menjemputnya.

"Semuanya sudah siap. Saya datang untuk menjemput Anda," ucapnya.

"Iya, ayo," balas Luna.

Setelahnya Luna merangkul lengan wanita itu dan bersiap untuk pergi ke rumah sakit. Ia dan Raka rencananya akan melakukan pernikahan di sana. Pernikahan yang tadinya akan digelar satu minggu lagi justru terjadi lebih awal. Keadaan Imelda tiba-tiba kritis.

Sampai di rumah sakit. Luna segera pergi ke ruangan rawat Imelda. Beberapa orang di sana memerhatikan dirinya. Luna merasa sedikit canggung, tetapi mencoba untuk biasa saja.

Hingga beberapa saat kemudian, Luna sampai di ruangan rawat Imelda. Di sana sudah ada Bara dan Raka juga seseorang yang mungkin akan menikahkan mereka.

"Silahkan ke tempat masing-masing."

Luna mengantuk lantas duduk di samping Raka yang terlihat tampan dengan setelan jasnya. Seseorang di hadapan mereka mulai mengucapkan doa sebelum memimpin Luna dan Raka untuk melakukan janji suci.

1
partini
good story
ig: Marica_Author: 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
partini
melihat seperti itu masa luna ga ngehh kalau mereka ada something
emmmm kaya ga deh vanes ga jadi malu secara Raka mana mau lihat orang tersayang tersakiti
MamDeyh: Luna Luna masih aja bodoh dan naif..
total 1 replies
partini
paling lihat di hotel atau temen ehem lainnya,,ada drama live streaming ga Thor secara ini alur cerita kan hote hote
ig: Marica_Author: gak lah, gerah sendiri ntar🤭
total 1 replies
say't
aq jd luna raka bisa bersenang2 dngn jalangx aq jg bs brsenang2 dngn ayahx raka.hayo mana yg lbh sakit hati nantix hayo 🤣
say't
pst smbil mmbayangkan luna nih 🤣
say't
wow 😍 bara yg sll mmbuat bara dihati luna 🤣 kalo aq jd luna aq lngsung cerai n sm barax ja 🤭 persetan dngn omongan netizen yg penting aq dpt yg lbh matang mahal dari anak tirix
say't: butul butul butul
total 3 replies
partini
papah mertuahhhh ga ada flashback ini Thor ,,pasti ada something kan
ig: Marica_Author: ada dong
total 1 replies
MamDeyh
Nah bagus Luna udah mulai pinter
partini
mau di permalukan Ampe darah" toh serem juga si gundik ini
OMG kalau terjadi she so dammm sad man
MamDeyh
Jgn kelamaan bodoh nya ya Luna.. Emak online gregetan
MamDeyh
Wadidawwwww
partini
jadi ini karya nada Thor ,,aku baca kaya gini ceritanya tapi udah di hapus udah pulang si Luna ke rumah nanti Raka pulang juga ada lingerie warna merah nanti di kasih ke Luna padahal bekas
ig: Marica_Author: Terima kasih sudah mampir Kak😍
total 6 replies
MamDeyh
Up lagi kak
MamDeyh
Wahhh Luna kamu melihat adegan 21+++ yaaaa/Tongue/
MamDeyh
Lanjuuut Kakkk
MamDeyh
Wahduuuuh siapa yg nyolong itu 🤔
ig: Marica_Author: siapa ya🤔
total 1 replies
Indriani Kartini
cepet atuh ketauan kesel bngt, Luna juga knpa ga ada rasa curiga bngt, dah dua taun juga rumahntangga
MamDeyh
Pleaseee kak jgn kelamaan bikin Luna teraniaya
ig: Marica_Author: Sabar ya kak🤭🤭🤭🤭. Aku pun tak sabar up bab baru lagi. Tak tamatin dulu yang satu itu.
total 1 replies
MamDeyh
Naaaahhh/Panic/
MamDeyh
Luna jgn klemar klemer kek jd istri😒
MamDeyh: Aku setiaaaa menunggu kakaaa
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!