NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Ruang Ajaib / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:505.7k
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21

Li Zie melangkah mendekat ke ranjang, tangannya sudah terulur hendak mencubit lengan sang Pangeran, dan bergumam ngawur, karena terlalu lapar, "Berikan sedikit... satu gigitan saja..."

"Guru! SADAR GURU!" teriak Ji Yu panik sambil mencoba menarik jubah Li Zie dengan sebelah tangan yang tidak terluka. Ji Yu kembali berkata dengan panik, "Itu Pasien! Itu Pangeran! Bukan kambing guling!"

Yan masuk dengan terburu-buru membawa nampan besar berisi ayam panggang utuh dan sepiring besar daging sapi tumis. Bau harum masakan itu langsung meledak di ruangan.

Seketika, sihir itu hancur. Pandangan Li Zie kembali normal. Ia melihat tangannya yang hampir menyentuh pipi sang Pangeran dan segera menariknya kembali seolah terkena setrum.

"Ehem! Tadi... tadi itu aku sedang mengecek suhu kulitmu dari jarak dekat! Ya, itu teknik diagnosa jarak jauh!" kilat Li Zie dengan wajah yang panas bukan main. Sungguh ia merasa sangat malu. Tapi ia tidak menunjukkannya karena harga dirinya setinggi langit.

Tanpa menunggu aba-aba, Li Zie langsung menyambar nampan dari tangan Yan. Li Zie duduk di lantai bahkan tidak peduli lagi pada kursi dan mulai menyobek paha ayam itu dengan beringas.

"Nyam! Nyam! Ini baru benar!" Li Zie makan seperti orang yang tidak makan selama satu abad. Kumis palsunya sebelah kiri tidak sengaja terkena saus tiram, membuatnya nampak semakin amburadul dan konyol.

Pangeran itu hanya bisa terdiam membeku di ranjangnya, menatap Tabib Agung yang baru saja mencoba memakannya, kini sedang bertarung dengan paha ayam. Pangeran yang sebenarnya seorang kaisar, ia tak tahu harus merasa terancam atau ingin tertawa sampai sesak napas.

"Tabib Agung," suara Pangeran terdengar sangat lembut namun penuh geli. Ia kembali berkata, "Sepertinya saya harus menyiapkan peternakan ayam khusus untuk setiap kunjungan Anda ke sini."

Li Zie tidak peduli pada ucapan pangeran, Li Zie merasa janggut ekor kudanya sangat mengganggu saat ia mencoba mengunyah tulang ayam yang keras. Karena sudah terlanjur malu karena mengira Pangeran sebagai daging guling, ia memutuskan untuk sekalian saja tampil setengah asli.

Sret!

Tanpa ragu, Li Zie menarik lepas janggut dan kumis palsunya, menyisakan wajah cantiknya yang masih cemong arang namun terlihat jauh lebih muda. Ia menghela napas lega, lalu kembali menyikat daging sapi tumis dengan rakus.

"Nah, begini lebih enak bernapas!" gerutu Li Zie dengan mulut penuh makanan.

Ji Yu hanya mampu menunduk malu, melihat Nona mudanya yang hilang kendali karena efek Mata Dewa.

Tiba-tiba, pintu paviliun terbuka dengan suara bantingan yang keras. "Yan! Bagaimana keadaan Yang Mulia?!"

Seorang pria berambut panjang yang diikat tinggi masuk dengan terburu-buru. Ia adalah Feng, pengawal setia kaisar lainnya yang dikenal memiliki insting tajam dan lidah yang pedas. Feng berhenti mendadak saat melihat pemandangan di depannya.

Seorang kakek bertubuh kecil tanpa janggut sedang duduk bersila di lantai, makan ayam dengan beringas, sementara sang Pangeran hanya menonton dengan tatapan takjub.

"Siapa gelandangan ini, Yan? Kenapa kau membiarkannya makan di kamar Yang Mulia?" tanya Feng sambil menghunuskan setengah pedangnya, auranya sangat mengintimidasi.

Li Zie berhenti mengunyah sebentar. Li Zie menoleh ke arah Feng dengan mulut yang masih berminyak, dan berkata dengan suara kakek tua, dan sangat galak, "Gelandangan?! Hei, Anak Muda! Gelandangan ini baru saja menjahit nyawa tuanmu kembali ke tubuhnya!"

Yan segera menahan tangan Feng, dan berkata, "Tenang, Feng! Dia adalah Tabib Agung yang kuceritakan!"

Feng mengernyitkan alis, menatap Li Zie dari atas ke bawah. Dan berkata dengan tak percaya, "Tabib Agung? Dia lebih mirip pencuri jemuran yang sedang kelaparan, Yan."

Li Zie mendengus, lalu ia berdiri dengan satu paha ayam masih di tangan. Ambisi matrenya tiba-tiba bangkit melihat Feng yang nampak seperti orang kaya juga.

"Yan! Karena temanmu ini sangat tidak sopan, biaya pengobatan tambahan untuk malam ini naik lagi!" ujar Li Zie, Li Zie menunjuk Feng dengan tulang ayam. Dan kembali berkata, "Aku minta sepuluh batangan perak lagi sebagai biaya 'kerusakan mental' karena dihina!"

Pangeran es itu tertawa rendah, suara tawa yang sangat merdu. Pangeran yang ternyata kaisar itu merasa hatinya terusik dengan tingkah absurd tabib Agung, pangeran pun berkata, "Berikan saja padanya, Feng. Dia memang unik."

Li Zie tidak berhenti di situ. Ia melirik jubah bulu rubah yang dipakai Feng untuk menahan dingin. Li Zie tersenyum penuh arti dan berkata, "Dan jubah itu... kelihatannya cukup mahal. Berikan padaku juga! Ji Yu butuh selimut yang lebih layak di paviliun- maksudku, di tempat pertapaanku!"

1
Linda Nadi
Pengobatanya cuman akupuntur doang ya,tanpa disertai ramuan,bener"baru nemu cerita kaya gini...lain x sediakan makanan dulu sebelum mlakukan akupuntur
Linda Nadi
Baru x ini q baca cerita berbeda dari yg lain,kebanyakan cerita kultivasi tu makin kuat smakin bisa berhari"tak merasa lapar,begitu juga ilmu pengobatanya smakin lama smakin kuat smakin bisa mengendalikanya,begitu juga ruang dimensinya makin kuat orangnya smakin bertambah luas&lengkap pula isinya &takan ada habisnya juga 🤭🤣🤣🤣 ini mah ngocak perut mulu
Tri Haryanto
baguuuuuuus bangeeeet ya ampuuun
Heny Shae
zie dimana semua sikap sombong dan sok wibawamu 🤣🤣
Heny Shae
🤣🤣🤣
Sri rahayu
ternyata di dunia novel pun sama ya kalau istri kurang duit suka marah melulu 🤣🤣🤣🤣
Sri rahayu
Thor ceritamu Bagus dan di selingi kekonyolan pasti orang suka
Sri rahayu
Thor terimakasih ya sudah bikin sy tertawa terus .semoga amal ibadah author di terima karena sudah membuat banyak orang tertawa 😁😁🫰🫰
Fitria: Sama-sama, Kak.
total 1 replies
Sri rahayu
🤣🤣🤣🤣🤣 pasti terkenving kencing tuh
Sri rahayu
guru hentikan guru
Fitria: Kok author jadi ngakak ya, keinget nadanya🤣
total 1 replies
𝓬𝓱𝓪𝓵
🤣🤣🤣 bisa bisanya harga diri nmr 2
miss blue 💙💙💙
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak banget ya allah 🤣🤣🤣
Hua Hua
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Hua Hua
aduh terlalu cantik 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
miow 🐈🐈🐈
ini kenapa seolah2 yan bru liat kecantikan nya.... kan pas mergokin di paviliun reot pas muka nya dilap pke air spritual kasiar, yan dan feng liat terus terpesona... knp skrg yan malah kya bru pertama liat 🤭🤭🤭
Julia thaleb
Thor..
di dalam ruang dimensi simpan makanan yg banyak, saat lapeeer tinggal makan, tidak perlu bingung cari kedai nasi or restoran.
Lina Sofi
lucu bgt 🤣🤣🤣
tudehun
/Ok/
༻♛A̷͙ͭͫ̕ḑ̴̞͛̒ỉ͔͖̜͌r̴̨̦͕̝a̤♛༺
seru 🙂
Alisya Dilla
ya allah apa kh ada part yg lebih ngakak ketimbang part ini? astga ngga lemes besty 😭😭🤣🤣🤣💪
Fitria: Mungkin masih banyak sih, kk. 😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!