Jenderal tinggi di tinggal kan oleh sang istri. Menjadi duda dengan satu orang Putri. Banyak wanita yang berlomba-lomba menginginkan Bara Dirgantara. Namun tak semua nya tulus pada Putri cantik nya. Hingga, ke dua orang tua sang Hot Jenderal itu memutuskan untuk menikahkan Bara dengan adik dari Nana Wijaya. Turun Ranjang, begitu lah orang-orang menyebutnya. Akan kah cinta antara mereka berdua bersemi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32 (Dia akan menjadi milik Ku!)
Mohon dukungan nya selalu ya Kakak-kakak dengan cara Vote poin agar cerita ini mendapat rengking untuk pengikutan lomba #YouAreAWriterS3 dan juga jangan lupa untuk selalu Like dan rame kan dengan Komentar tentang cerita satu ini.🙏🙏🙏☺️☺️☺️☺️☺️☺️ cerita nya akan up tiap hari
.
.
.
.
.
Beberapa kali ibu jari Roy mengusap pinggir bibir Sora. Anak perempuan itu tersenyum lima jari sebagai ucapan terimakasih karena pria yang sudah lama bersahabat dengan Ayahnya ini mengusap lelehan es krim di bibirnya.
"Pelan-pelan saja makan nya, Sora! Nanti saat pulang kita bisa beli lagi es krim coklat nya!" ucap Roy lembut dengan mata menatap penuh kasih sayang pada anak berusia enam tahun ini.
Sontak saja ke dua mata Sora berbinar."Benar kah, nanti saat pulang kita akan beli lagi Paman?" tanya Sora dengan nada penuh semangat.
Roy Amanah tersenyum meringis mendengar panggilan Sora padanya. Harusnya anak ini memanggil nya dengan panggilan Papa padanya. Mengingat siapa dirinya untuk Sora. Pria ini menahannya, setidaknya saat waktu tepat. Ia akan mengatakan pada Sora siapa dirinya sebenarnya. Jika Roy Amanah adalah ayah kandung nya. Dan harusnya Sora bernama Sora Amanah. Anak dari Roy Amanah.
"Tentu. Setelah es nya habis kita kan membeli beberapa pasang gaun cantik, sepatu dan juga buku cerita untuk Sora!" jawab Roy mengontrol nada yang keluar dari bibirnya.
Kepala Sora di teleng ke kanan. Seolah tengah berpikir terbukti dengan kerutan halus di dahi lembut itu. Membawa kata gemas di hati kecil Roy, melihat betapa imut nya Sora. Kasihan sekali pria ini, ia tak tau anak siapa yang tengah ia manjakan. Bagaimana bisa Aurora mematahkan hati Roy yang telah kehilangan banyak hal. Roy Amanh kehilangan wanita yang begitu ia cintai dan putri yang baru berusia satu Minggu. Bagaimana bisa Aurora Wijaya tega menyatakan fakta menakutkan ini. Roy telah di anggap sebagai kakak lelaki nya. Membuat ia tak bisa berkata banyak. Melihat ekspresi Roy saat Video call meminta izin membawa Sora jalan-jalan ke Mall. Membeli kan anak perempuan imut itu makanan, baju dan sepatu. Aurora hanya dapat mengangguk dan tersenyum.
"Apa tidak apa-apa Paman membeli kan itu semua untuk Sora?" tanya Sora dengan nada tak yakin.
Roy tersenyum lebar. Telapak tangannya di angkat jatuh di atas puncak kepala Sora. Mengusap-usap nya penuh kasih sayang.
"Tentu saja. Bunda Aurora bilang Paman boleh membeli kan apapun untuk Sora." Ujar Roy memberikan jawaban yang memuaskan untuk Sora.
"Wah! Kalau begitu Sora harus mengucapkan terimakasih pada Paman terlebih dahulu sebelum membeli kan Sora itu semua. Tapi, Paman! Sora hanya ingin semuanya secukupnya. Bunda bilang, yang berlebihan tidak baik," ucap Sora dengan begitu bijak.
"Sora memang anak yang pintar ya. Baiklah kita akan membeli yang Sora perlukan dan baju yang beberapa stelan saja." Balas Roy tersenyum lebar.
Perkataan Roy di angguki dengan penuh semangat oleh Sora. Sedangkan di tempat, waktu dan negera yang berbeda. Wanita cantik bermata bulat bening itu tengah sibuk. Memotong daging Sapi dengan model potongan tipis. Appron hitam melekat di tubuh nya. Ke dua mata coklat bening itu tak henti-hentinya menatap layar ponselnya. Sesekali jari jemari lentik itu menghentikan dan melanjutkan video tutorial memasak makanan berbahan daging Sapi khas Indonesia.
"Empat apa sembilan siung bawang putih tadi ya?" Aurora menyeringit dahi,"Dan ini dagingnya di kasih santan kental berapa liter?" lanjut nya pening.
Aurora menggigit pelan bibir bawahnya. Ia lupa lagi berapa banyak bahan-bahan yang harus di masukan. Padahal tadi ia sudah ingat, mungkin——ingat. Mengingat bahan-bahan masakan terlalu cepat saat di kenalkan. Jika mengulang kembali. Maka Aurora akan kelaparan. Air liur nya sudah ingin tumpah kala mata indahnya melihat layar ponsel. Perempuan di dalam Video telah selesai dan mencicipi masakan tradisional asal Padang itu.
Ugh! Aurora Wijaya lapar! Ia ingin makan rendang sapi. Tapi di Ukraina tidak ada satupun restoran Indonesia. Mengingat ia tinggal di pinggiran Ukraina. Dan jika ingin pun ia harus ke Kota. Yang memakan waktu delapan jam perjalanan hanya untuk pergi. Dan pulang pergi sudah memakan waktu enam belas Jam. Dan ini benar-benar menyebalkan bagi wanita satu ini. Auroray seakan lupa, baru kemarin ia berteriak keras karena berat tubuh nya yang naik dua puluh kg.
Tapi hari ini. Ia malah merasa ingin makan banyak lagi. Tidak atau dari mana datangnya napsu makan nya yang menggebu-gebu ini. Dan makanan yang ia inginkan bukanlah makan sederhana yang bisa di temukan di mana saja. Dan mudah di buat. Bahan-bahan nya saja sangat sulit di temukan. Apalagi makanan nya.
"Aku ingin makan Rendang Sapi! Kak Bara! Aku ingin makan Rendang!" Keluhnya mengerucut kan bibirnya.
Ah! Aurora baru sadar. Jika pria Dirgantara itu sedang tak di rumah. Pria tampan nya itu tengah melakukan tugasnya sebagai Jenderal tinggi Indonesia.
"Aku benci Jenderal!!!" keluh Aurora hampir menangis.
Wanita cantik ini terlalu sensitif pada banyak hal. Tidak bisa menahan napsu makan yang membesar. Meski ia merasa marah dan kesal saat ke dua pipinya membesar, lengan dan perutnya ikut membesar. Akan tetapi nafsu makanya memang tak bisa di kontrol. Seperti hari ini saja contoh nya, ia telah mengatakan pada dirinya sendiri. Jika ia akan diet, mengatur pola makan dan olah raga. Sayangnya! Saat sedang asyik-asyiknya berselancar di Instagram. Ia malah tak sengaja melewati makanan Tradisional Indonesia. Yang menjadi makanan nomor satu terenak sedunia. Melihat bagaimana orang-orang memakan Rendang Sapi. Aurora Wijaya melupakan apa itu diet dan apa itu berat badan. Kala air liur meleleh jatuh di pergelangan tangannya. Ia pikir air hujan yang jatuh, saat sadar air liur nya yang lah jatuh. Kala itu ia sadar jika ia ingin makan Rendang Sapi.
"Aku ingin kembali secepatnya ke Indonesia! Aku akan memakan delapan piring Rendang Sapi!" Monolog nya menghentak-hentak kan ke dua kalinya ke lantai."Kak Bara! Cepat pulang!" Lanjut nya merengek.
***
Otot-otot lengan kokoh terlihat begitu mengiurkan. Dada yang bidang dengan beberapa kotak terbentuk sempurna. Peluh membanjiri tubuh para abdi negara. Bara Dirgantara tak hanya berdiri saja untuk memberikan perintah pada bawahan nya. Pria itu ikut terjun membenarkan bendungan besar untuk warga. Mengangkat besi besar bersama bawahannya. Wajah putih itu merah kala sinar matahari bersentuhan dengan wajah tampan itu. Bukan hanya wajahnya saja yang memerah, seluruh kulit tubuh juga memerah.
Senyum lebar dengan mata penuh kekaguman tak dapat di hindari. Banyak wanita cantik bermata hijau menatap kagum Jenderal tinggi Indonesia itu. Meski tau status pria tampan itu adalah seorang Jenderal sudah menikah. Tetap saja para wanita tak menghindari Jenderal tinggi bermata tajam itu. Ada yang terlihat curi-curi pandang pada Bara. Ada yang terang-terangan menatap keindahan yang di tawarkan.
Anggap saja gadis-gadis itu beruntung untuk saat ini. Mengingat tidak ada nya wanita bar-bar, Aurora Wijaya. Jika Aurora berada di tempat sudah pasti para gadis yang berkumpul di atas sana di bubarkan. Paling parah, ia akan menarik rambut gadis-gadis asal Ukraina itu. Karena telah lancang melihat milik nya. Tidak ada yang boleh melihat wajah tampan suaminya. Tidak ada yang boleh menatap otot-otot keras lengan Bara yang begitu kokoh. Sungguh itu semuanya terlarang!!
"Kau menyukai suami orang Dokter Keyla!" Seruan di samping membuat Keyla menoleh.
"Kenapa memang. Tidak ada undang-undang yang melarang menyukai suami orang, girl!" balas Keyla pelan.
Rihana tersenyum ganjil. Ia mengikis jarak antara dia dan Keyla. Berdiri tanpa jarak dengan Keyla. Sebelum melambungkan nada kembali.
"Dia terlalu cuek dan dingin. Aku sudah mencoba menggoda nya tadi malam. Kau tau? Dia malah menatap ku dengan tatapan tajam. Sebelum ia berucap untuk tidak dekat dengan nya!" papar Rihana pelan.
Ke dua mata Keyla membesar mendengar perkataan teman satu profesi dengan nya ini. Ia menatap lama pada Rihana. Bola mata indah berwarna hijau daun, hidung mancung, bibir tebal seksi dengan tubuh proporsional. Rihana lebih cocok menjadi seorang model dari pada seorang Dokter. Dengan semua ke indahan ini, Bara Dirgantara menolak Rihana.
"Kau tak percaya bukan?"
"Entahlah!"
"Ini benar. Aku tidak berbohong ia mungkin mencoret aku dari daftar kenalnya!"
Keyla tersenyum menyeringai. Bara Dirgantara memang pria yang sulit untuk di takluk kan. Dan Keyla akan menaklukkan nya. Harus. Apapun yang akan terjadi, dirinya akan membuat Bara bertekuk lutut padanya. Menyembah akan rasanya.
"Aku yang akan menaklukkan nya!" ujar Keyla dengan penuh keyakinan.
"Aku menunggu! Apa kah kau bisa menaklukan pria dingin itu. Membuat ia mendua!" balas Rihana santai.
Kepala Keyla mengangguk pelan."Tentu. Sudah banyak rencana yang aku susun untuk bisa mendapatkan nya. Dan kali ini pasti bisa. Karena tidak ada pengganggu di sini!"
Mohon dukungan nya selalu ya Kakak-kakak dengan cara Vote poin agar cerita ini mendapat rengking untuk pengikutan lomba #YouAreAWriterS3 dan juga jangan lupa untuk selalu Like dan rame kan dengan Komentar tentang cerita satu ini.🙏🙏🙏☺️☺️☺️☺️☺️☺️ cerita nya akan up tiap hari
kasian tp lucu 😅😅
konspirasi konspirasi