NovelToon NovelToon
Takhta Berdarah Sang Don

Takhta Berdarah Sang Don

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam
Popularitas:328
Nilai: 5
Nama Author: Daneen_Nis

Raven Alvaro dikenal sebagai Don Mafia paling kejam yang tak pernah memberi ampun pada pengkhianat. Dengan tangan berlumuran darah, ia membangun kekuasaannya di atas ketakutan dan kesetiaan mutlak. Bagi Raven, belas kasihan hanyalah kelemahan yang dapat menghancurkan seorang pemimpin.

Segalanya berubah ketika Aurora Valentia tanpa sengaja masuk ke dalam dunia gelap yang selama ini tersembunyi. Pertemuan mereka memicu rangkaian rahasia, pengkhianatan, dan perang antar keluarga mafia yang telah lama menunggu untuk meledak.

Di tengah hujan peluru dan lautan darah, Raven harus memilih antara mempertahankan takhta yang telah ia rebut dengan nyawa banyak orang atau mempertaruhkan segalanya demi wanita yang perlahan mencairkan hati beku sang Don. Namun, di dunia mafia, cinta memiliki harga yang jauh lebih mahal daripada kematian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daneen_Nis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34 - Proyek Phoenix

Debu masih memenuhi udara setelah lorong rahasia di bawah mansion Alvaro runtuh.

Raven berdiri beberapa langkah dari tumpukan batu yang kini menutup seluruh jalan masuk. Di tangan kanannya masih tergenggam erat kunci logam hitam yang sempat dilemparkan oleh Black King sebelum lorong itu ambruk.

Tatapannya tidak beralih sedikit pun.

"Black King..." gumamnya pelan.

Meski selama ini menganggap pria tua itu sebagai musuh, Raven belum sempat mendapatkan semua jawaban yang selama ini ia cari.

Leo menghampiri sambil mengibaskan debu dari pakaiannya.

"Tuan, kami sudah mencoba memindahkan batu-batu

"Tapi seluruh lorong benar-benar tertutup."

Raven mengangguk pelan.

"Kalau dia masih hidup..."

"...dia pasti akan menemukan jalan keluar."

Aurora yang berdiri di dekat mereka memandang Raven dengan cemas.

"Kau mulai mempercayainya?"

"Aku tidak tahu."

"Tapi satu hal yang pasti."

"Dia menyembunyikan sesuatu demi melindungi kami."

Semua orang akhirnya kembali ke ruang penyimpanan utama mansion.

Begitu pintu besi dibuka, pemandangan di dalam membuat mereka terdiam.

Lemari arsip telah dibongkar paksa.

Dokumen berserakan di lantai.

Beberapa brankas bahkan terbuka dengan bekas ledakan kecil.

Leo segera memeriksa isi ruangan.

Wajahnya berubah tegang.

"Tuan..."

"Semua map bertanda Proyek Phoenix hilang."

Raven mengepalkan tangan.

"Damian memang mengincar dokumen itu sejak awal."

Aurora ikut membantu memeriksa ruangan.

Saat menyingkirkan sebuah laci yang terbalik, ia menemukan sebuah map tipis yang terselip di bawah meja.

"Raven."

"Coba lihat ini."

Raven membuka map tersebut dengan hati-hati.

Di halaman pertama tertulis jelas.

PROYEK PHOENIX

RAHASIA TINGKAT TERTINGGI

Ia mulai membaca isi dokumen itu dengan suara pelan.

"Empat keluarga besar membentuk Proyek Phoenix untuk menjaga keseimbangan dunia bawah dan mencegah perang antarorganisasi."

"Setiap keluarga wajib menunjuk seorang pewaris yang akan meneruskan tugas tersebut."

"Jika salah satu keluarga musnah, pewaris keluarga lain berkewajiban melindungi keturunannya."

Luca mengernyit.

"Jadi selama ini tujuan mereka bukan saling membunuh."

Raven mengangguk.

"Benar."

"Tapi seseorang mengkhianati sumpah itu."

Ia membalik halaman berikutnya.

Di sana tertulis satu kalimat yang membuat semua orang terdiam.

'Pengkhianat Proyek Phoenix berasal dari dalam empat keluarga pendiri.'

"Itu saja?" tanya Elena.

Raven mengangguk pelan.

"Nama pengkhianatnya dihapus."

Leo memeriksa bekas sobekan pada halaman.

"Sepertinya sengaja dipotong."

Aurora menghela napas.

"Berarti seseorang tidak ingin identitas pengkhianat diketahui."

Sementara itu, di sebuah markas rahasia, Damian membuka koper hitam yang berhasil dibawa kabur dari mansion Alvaro.

Ia tersenyum puas.

"Akhirnya semua rahasia itu menjadi milikku."

Ia membuka map pertama.

Kosong.

Map kedua.

Kosong.

Map ketiga.

Masih kosong.

Senyumnya perlahan menghilang.

"Apa ini?"

Anak buahnya ikut memeriksa seluruh isi koper.

"Tuan..."

"Tidak ada satu pun dokumen asli."

Damian membanting koper itu ke lantai.

"Raven!"

"Atau..."

Ia terdiam sejenak.

"Bukan."

"Ini pasti ulah Leo."

Ia baru menyadari bahwa seluruh dokumen yang dicurinya hanyalah map kosong.

Di mansion, Leo akhirnya tersenyum tipis.

"Tuan."

"Saya memang sudah memindahkan seluruh dokumen asli tiga hari yang lalu."

Raven menatapnya.

"Sejak kapan kau curiga?"

"Sejak kita menemukan adanya pengkhianat di dalam organisasi."

"Aku tidak berani mengambil risiko."

Raven menepuk bahu Leo.

"Kerja bagus."

Namun sebelum suasana sedikit mereda, seorang penjaga berlari memasuki ruang kerja dengan napas memburu.

"Tuan Raven!"

"Ada kiriman misterius di gerbang."

Ia menyerahkan sebuah amplop hitam.

Raven segera membukanya.

Di dalamnya terdapat selembar foto.

Wajah Sofia terlihat jelas.

Tangannya terikat pada kursi, sementara ruangan tempat ia ditahan tampak gelap dan lembap.

Di balik foto itu tertulis sebuah pesan.

'Kalau ingin ibumu tetap hidup...'

'Datanglah sendiri ke Benteng Ravenhill besok malam.'

Tatapan Raven langsung berubah dingin.

Aurora menggenggam lengannya.

"Itu jebakan."

Raven mengangguk perlahan.

"Aku tahu."

"Lalu apa yang akan kau lakukan?" tanya Luca.

Raven melipat foto itu dengan hati-hati lalu memasukkannya ke dalam saku jas.

"Aku akan datang."

"Karena kali ini..."

"...aku tidak akan membiarkan siapa pun merebut keluargaku lagi, meski aku harus mempertaruhkan nyawaku sendiri."

1
Sunflower_6520
Nurut ae Ra, dr pada nyawa lo melayang...
Sunflower_6520
Itu tandanya Aurora punya hati Raven... emang kayak elo? jangan kan hati, simpati aja kayaknya lo gak punya🗿
Sunflower_6520
Urusan Aurora lah, orang dia kan dokter? dimana" dokter itu tugasnya menyelamatkan, gak mungkin ada orang kritis dia biarin gitu aja
Sunflower_6520
Lama kelamaan sih Aurora bisa trauma...
Sunflower_6520
Tamu modelan apa? ini namanya penculikan 🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!