NovelToon NovelToon
Setelah Dikhianati Istri, Aku Menjadi Penguasa Jakarta

Setelah Dikhianati Istri, Aku Menjadi Penguasa Jakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Supernatural / Dokter Genius / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Harem
Popularitas:87.3k
Nilai: 5
Nama Author: Novi

Selama lima tahun, Arka Pradana hidup sebagai suami miskin yang dianggap gagal. Ia bekerja siang malam demi membayar utang keluarga istrinya, Hana. Namun semuanya hancur ketika Arka menemukan kenyataan pahit: Hana dan selingkuhannya diam-diam meracuninya selama bertahun-tahun.
Saat pernikahannya runtuh, sebuah liontin tua justru membangkitkan Warisan Hantala dalam tubuh Arka. Ilmu pengobatan, feng shui, tenaga dalam, dan kemampuan melihat rahasia manusia mengalir ke dalam dirinya.
Dari pelayan klub malam yang diremehkan, Arka berubah menjadi pria berbahaya yang ditakuti dunia bawah Jakarta. Di sisinya muncul Maya Santoso, wanita matang pemilik klub malam; Bianca Lestari, CEO cantik yang dingin dan penuh rahasia; serta wanita-wanita lain yang terseret oleh kekuatan dan pesonanya.
Dulu ia diinjak. Sekarang, siapa pun yang berani mengkhianati, menghina, atau menyentuh orang-orangnya harus siap berlutut di hadapannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 18

Bab 18

Rangga ingin marah, tetapi dua pengawalnya masih terkapar. Orang-orang di aula menatapnya dengan mata menahan tawa. Ia sadar jika memaksa bertarung lagi, yang hancur bukan hanya wajahnya, tetapi juga sisa wibawanya.

"Aku tidak berurusan dengan orang barbar," katanya sambil merapikan jas merah mudanya. "Kalau memang yakin batu itu bagus, buka saja. Jangan hanya berani memukul orang."

Bianca menatap Arka.

Arka mengangguk. "Buka di tempat."

Bianca memberi isyarat pada petugas. Batu kasar itu dipasang di mesin. Juru potong bertanya, "Mau dipotong dari mana, Bu?"

Bianca menoleh lagi pada Arka.

Arka mengambil spidol dan menarik garis tipis di sisi batu. "Jangan langsung belah. Gosok perlahan dari sini."

Juru potong mengangguk. Mesin menyala. Kulit batu tergerus sedikit demi sedikit. Serbuk abu-abu beterbangan. Semua orang menahan napas, sebagian besar berharap melihat kegagalan besar agar bisa menjadi bahan cerita malam itu.

Lalu satu titik hijau muncul.

Bukan hijau biasa.

Hijau itu pekat, bersih, dan terang. Di bawah lampu aula, ia tampak seperti air danau dalam yang diberi cahaya dari dalam.

Juru potong berhenti mendadak. "Ini..."

Seorang kolektor tua mendekat, matanya membesar. "Imperial green."

Aula langsung meledak.

"Imperial green?"

"Tidak mungkin. Dari batu jelek seperti itu?"

"Lihat warnanya. Bersih sekali!"

"Kalau dalamnya penuh, nilainya bisa gila."

Rangga membeku di tempat. Dua master di belakangnya pucat seperti kain basah.

Bianca menatap bukaan hijau itu. Ia sudah membayangkan ada sesuatu di dalamnya, tetapi tidak menyangka kualitasnya setinggi ini. Untuk lini perhiasan premium Lestari, satu batu seperti ini bisa menjadi simbol brand yang dicari-cari.

Arka tetap tenang. "Lanjutkan. Ikuti tepi hijaunya. Jangan sampai retak."

Juru potong mengangguk berkali-kali. Kali ini tangannya lebih hati-hati. Sedikit demi sedikit kulit batu dikikis. Hijau di dalamnya semakin luas, semakin bersih, semakin membuat orang lupa bernapas.

Setelah hampir satu jam, batu giok itu akhirnya keluar utuh.

Ukurannya lebih besar dari kepalan tangan pria dewasa. Warnanya padat dan hidup. Saat disiram air, permukaannya memantulkan kilau lembut yang membuat beberapa kolektor langsung mendekat tanpa sadar.

"Rp80 miliar pun belum tentu dilepas," bisik seseorang.

"Kalau dipotong untuk set perhiasan, nilainya bisa lebih."

"Lestari dapat harta karun."

Bianca memegang kotak pengaman yang disiapkan staf, tetapi matanya justru jatuh pada Arka.

Pria itu berdiri santai, seolah baru saja memilih buah di pasar, bukan mengguncang pameran batu mulia privat.

Arka menoleh pada Rangga dan dua master.

"Pak Rangga, Master Darma, Master Wira." Ia menunjuk serpihan kulit batu di lantai. "Tadi katanya kalau batu ini keluar hijau, kalian makan sisa potongannya."

Semua mata beralih ke tiga orang itu.

Wajah Rangga berubah merah tua. Ia menunjuk Arka, bibirnya bergetar, tetapi tidak ada kata yang keluar.

Makan serpihan batu di depan para kolektor dan pengusaha? Itu sama saja mengubur reputasinya sendiri hidup-hidup. Tapi kalau tidak makan, semua orang tahu ia pengecut yang tidak memegang ucapan.

Marah, malu, dan panik naik bersamaan.

Rangga tiba-tiba memuntahkan darah.

"Pak Rangga!"

Para pengawalnya yang baru bisa berdiri langsung berlari menolong. Master Darma dan Master Wira juga panik. Aula yang tadi penuh tawa berubah kacau.

Arka menatap sebentar, lalu berkata pada Bianca, "Kita pergi."

Bianca mengangguk. Staf memasukkan giok imperial green ke kotak khusus dan mengawalnya ke mobil.

Di dalam Cullinan, suasana baru benar-benar tenang. Bianca duduk di kursi penumpang, menatap profil Arka yang sedang mengemudi. Setelah beberapa saat, ia tertawa kecil.

"Apa?" tanya Arka.

"Aku sedang berpikir, sebenarnya kemampuan apa lagi yang kamu sembunyikan."

"Banyak."

"Misalnya?"

"Misalnya, aku cukup ahli mengagumi CEO cantik yang dingin di luar tapi sebenarnya mudah tersipu."

Bianca menoleh tajam, tetapi telinganya sudah merah.

"Kamu mulai kurang ajar."

"Belajar dari Liana."

Bianca memalingkan wajah ke jendela, tetapi sudut bibirnya naik sedikit. "Batu itu kalau dijual, nilainya minimal Rp80 miliar. Sesuai aturan, kamu berhak mendapat bagian. Sepuluh persen."

Arka hampir menginjak rem.

Delapan miliar.

Uang sebesar itu cukup untuk mengubah hidup siapa pun.

Namun setelah beberapa detik, ia menggeleng.

"Aku tidak ambil sebesar itu."

Bianca menatapnya. "Kurang?"

"Terlalu banyak."

"Orang biasanya tidak berkata begitu."

"Aku hanya butuh Rp2 miliar. Cukup untuk melunasi semua utang lama dan menutup beberapa kebutuhan sekarang."

Bianca semakin heran. "Kenapa?"

"Aturan." Arka tersenyum. "Aku membantumu melewati masalah hari ini. Aku mengambil uang untuk menyelesaikan masalahku. Setelah itu, bersih. Kalau terlalu rakus, tangan bisa kotor."

Itu sebagian benar, sebagian omong kosong. Arka suka uang. Ia sangat suka uang, apalagi setelah lama diinjak karena miskin. Namun kepercayaan Bianca jauh lebih mahal daripada delapan miliar. Jika ia terlihat rakus hari ini, besok ia akan lebih sulit menyentuh rahasia masa kecilnya.

Bianca menatapnya lama.

Di dunia bisnis yang ia kenal, orang menahan diri biasanya karena takut, bukan karena tahu batas. Arka tidak terlihat takut. Itu yang membuatnya berbeda.

Ia mengambil ponsel.

Beberapa detik kemudian, ponsel Arka berbunyi.

Transfer masuk Rp2.000.000.000.

"Terima kasih," kata Arka.

"Aku yang harus berterima kasih."

Bianca diam sebentar, lalu bertanya, "Kamu masih muda. Bagaimana bisa punya utang sebanyak itu?"

Arka baru hendak menjawab ketika ia melihat sesuatu di depan jalan.

Ia menepi dan mengerem.

Di depan sebuah klinik hewan, seorang wanita berambut panjang dengan rok berantakan dan stoking robek sedang menyeret seorang dokter hewan perempuan masuk ke toko. Wajah wanita berambut panjang itu merah, matanya kacau.

"Cepat! Suntik aku! Aku panas sekali!"

Dokter hewan itu hampir menangis. "Saya dokter hewan! Saya menyuntik kucing dan anjing, bukan orang!"

"Aku tidak peduli!"

Wanita itu menyeretnya masuk.

Arka terdiam.

Bianca juga terdiam.

Beberapa detik kemudian, Bianca bertanya pelan, "Itu perawat di rumah sakit kemarin?"

Arka menatap lurus ke depan. "Mantan istriku."

Bianca melihat ke arah klinik hewan lagi.

"Mantan istrimu... cukup bertenaga."

Arka tidak tahu harus menjawab apa.

1
Sampe Batara
bagus menarik untuk dibaca
Don Juan
Lanjut Thor
Sampe Batara
👍 menarik untuk dibaca
Ismed Aidil
sudah 3 hari gak bisa lanjutan cerita, ya saya hapus aja aplikasi ini ! kecewa banget !
Jefry Maarebia
kalau di baca enak alur ceritanya ,aku puas membacanya ,lanjut..bosku.......
Ismed Aidil
mantap...lanjut thor !
Ismed Aidil
wau seru banget
Don Juan
Mantap thor👍
Ismed Aidil
lanjut cerita
Eva Rosita
up yg banyak and tiap hari ya thor💪
Ismed Aidil
seru sekali cerita nya
Don Juan
Good job Thor
Ismed Aidil
tambah seru !
Dian Purnomo
lanjut thor
Dian Purnomo
tnkyu thor
Don Juan
Terima kasih updatenya thor👍
Don Juan
Ditunggu kelanjutan ceritanya thor👍
Don Juan
Good job
Ismed Aidil
seru, lanjut !
Ismed Aidil
seru banget ! lanjut !
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!