NovelToon NovelToon
Setelah Terlahir Kembali, Aku Menikahi Jenderal Perang

Setelah Terlahir Kembali, Aku Menikahi Jenderal Perang

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:28.7k
Nilai: 5
Nama Author: AnaDww

Dinginnya malam di puncak musim dingin menampar Gu Mingyue dengan kenyataan yang kejam. Alih-alih kehangatan, sang suami justru menyuguhkan cawan berisi racun demi bisa bersanding dengan perempuan lain. Di ambang kematiannya yang tragis, Mingyue menyadari bahwa ketulusannya selama ini hanyalah sebuah kesia-siaan.

Kini, takdir memberinya kesempatan kedua. Terlahir kembali di masa lalu, Gu Mingyue bersumpah demi sisa napasnya: ia tidak akan pernah lagi menjadi istri penurut yang mencintai Adipati Yu'an, Zhao Yuchen.

Langkahnya kali ini membawa Mingyue bertemu dengan Shen Mufeng—Jenderal Perang Penakluk Utara yang terkenal dingin, tegas, tajam, dan anti-wanita. Menolak mengulang tragedi yang sama, Gu Mingyue membulatkan tekad: ia akan menikahi sang Jenderal Agung dan membiarkan mantan suaminya hancur dalam penyesalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnaDww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TigaDua—Nyonya Tanpa Pendamping

Tandu megah yang membawa Gu Mingyue bergoyang selaras dengan langkah mantap para pengawal yang menyangganya. Di dalam ruang tandu yang tenang, Mingyue sama sekali tidak membuang waktu. Ia tengah fokus membaca sebuah buku kuno bersampul kulit hitam yang tadi subuh diam-diam ia ambil dari ruang paviliun suaminya.

Taktik Gerakan Pedang Membunuh.

Sebagai seorang putri kandung jenderal, Mingyue tidak asing dengan darah dan besi. Hampir seumur hidupnya, ia pernah berlatih gerakan bela diri, ilmu pedang, panah, hingga berkuda secara sembunyi-sembunyi dari para pengawal setia yang merasa kasihan padamua.

Hanya saja, sang ayah selalu melarangnya menyentuh buku taktis militer karena ia seorang wanita yang dianggap cukup belajar tata krama dan urusan rumah tangga. Selama ini, Mingyue hanya mengerti praktik di lapangan tanpa pernah memahami teori perang dengan benar.

Maka dari itu, begitu melihat koleksi kitab taktis di kediaman Shen Mufeng, kesempatan emas tersebut segera ia ambil tanpa ragu.

‘Suamiku memiliki banyak koleksi berharga,’ batin Mingyue dengan senyuman tipis yang sarat akan kepuasan.

"Nona, kita sudah sampai," suara Fan Li'er terdengar dari balik tirai, bersamaan dengan sentakan pelan saat tandu akhirnya berhenti tepat di depan gerbang utama Kediaman Gu.

Gu Mingyue meletakkan kembali bukunya, menyelipkannya dengan rapi di antara bantalan sutra sebelum akhirnya membenahi letak sanggulnya dengan gerakan yang amat anggun. Begitu tirai disingkap, gadis itu segera turun dari tandu dengan senyuman tenang khasnya yang sulit ditebak.

Namun, baru saja kakinya memijak pelataran depan pintu utama Kediaman Gu, matanya langsung menangkap pemandangan sepasang kekasih yang juga baru tiba dari arah berlawanan. Itu adalah Gu Lian dan Zhao Yuchen. Detik itu juga, tatapan Gu Lian seketika berubah sinis dan tajam, sebelum akhirnya berganti menjadi senyuman meremehkan yang sarat akan kepuasan.

Gu Mingyue memilih untuk tidak memedulikan eksistensi mereka. Ia terus melangkah maju, melewati gerbang depan seolah-olah kedua orang itu hanyalah angin lalu. "Li'er, ayo," perintahnya tenang.

Melihat sikap acuh tak acuh Mingyue, harga diri Gu Lian terusik. Baru beberapa langkah Mingyue memasuki koridor luar menuju aula, Gu Lian bergegas menyusul dan memotong jalannya dengan angkuh.

"Kakak, di mana suamimu yang agung itu?" tanya Gu Lian setengah menyindir, matanya melirik ke arah luar gerbang yang kosong dari pengawalan pribadi sang Jenderal Agung. "Hari ini adalah hari Ningqin, tetapi kau justru datang seorang diri tanpa pendamping. Apakah Jenderal Shen begitu enggan hingga tidak sudi menginjakkan kaki di rumah istrinya sendiri?"

Gu Mingyue hanya meliriknya sekilas dengan senyuman yang teramat tenang. "Adik, suamiku adalah seorang Jenderal Agung Kekaisaran. Dia tentu saja sangat sibuk mengurus urusan militer dan stabilitas negara," sahutnya dengan nada bangga yang terselubung.

Gu Lian mencebikkan bibirnya kesal melihat ketenangan kakaknya. Di saat yang sama, Zhao Yuchen melangkah maju dan berdiri di sebelah Gu Lian. Pria itu sengaja mengenakan pakaian resmi pejabat kelas bawahnya, lengkap dengan lencana yang berkilat di bawah sinar matahari.

Melihat penampilan mantan tunangannya, Gu Mingyue membatin geli, ‘Di hari kunjungan pengantin baru, dia sengaja memakai baju dinas? Mau pamer apa dengan status pejabat rendahan yang belum naik kelas itu?’

Seolah tahu apa yang dipikirkan suaminya, Gu Lian langsung menggelayut manja dan mengelus lengan Zhao Yuchen dengan raut penuh kemenangan. "Tentu saja urusan kenegaraan itu penting. Tapi lihat, suamiku yang juga seorang pejabat istana saja tetap bisa hadir mendampingiku. Berbeda sekali dengan Jenderal Shen yang tampaknya bahkan tidak ingat kalau hari ini dia punya janji pulang ke rumah istrinya."

Zhao Yuchen menegakkan dadanya, melempar tatapan merendahkan ke arah Mingyue. "Mingyue, jika seorang pria benar-benar menghargai istrinya, sesibuk apa pun urusan istana, dia pasti akan meluangkan waktu. Datang sendirian di hari Ningqin seperti ini... sungguh menyedihkan."

Gu Mingyue sedikit membuka belahan bibirnya, hampir saja tertawa lepas mendengar kenaifan mereka berdua. Ia menghentikan langkahnya, berbalik, lalu menatap Zhao Yuchen dan Gu Lian bergantian dengan tatapan geli yang menusuk.

"Bahkan jika urusan militer yang dimaksud adalah perintah langsung dari Yang Mulia Kaisar untuk menghadap di aula sidang istana pagi ini?" tanyanya dengan nada sarkasme yang kental. "Apakah Tuan Muda Zhao berniat menyuruh Jenderal Agung mengabaikan titah suci Kaisar hanya demi menemaniku pulang?"

Pertanyaan telak itu seketika menghantam harga diri Zhao Yuchen. Wajah pria itu langsung memerah padam karena malu sekaligus panik—sebagai pejabat instansi publik, dia tahu betul bahwa menolak titah Kaisar adalah pelanggaran berat yang bisa berujung hukuman mati. Di sebelahnya, cengkeraman tangan Gu Lian di lengan suaminya otomatis mengerat akibat rasa terkejut.

"Oh..." Hanya gumaman pelan itu yang mampu lolos dari mulut keduanya. Mereka berdiri membeku di koridor, benar-benar kehilangan kata-kata dan tidak tahu harus merespons apa lagi untuk menyelamatkan muka mereka.

Gu Mingyue memberi isyarat pada Fan Li'er untuk kembali melangkah, meninggalkan sisa ketegangan yang mencekik di antara dua manusia yang masih berdiri mematung di koridor itu. Di sepanjang jalan, sebelah sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman samar yang dingin.

‘Jika bukan karena bantuan harta dan koneksi dari keluarga mendiang ibuku, bagaimana mungkin pria tidak berguna seperti Zhao Yuchen bisa naik pangkat di istana?’ batin Mingyue mencemooh. Di kehidupan ini, ia pastikan semua jalur keuntungan itu telah tertutup mati untuk sang mantan tunangan.

Ia kemudian melangkah mantap memasuki aula utama Kediaman Gu. Di ujung ruangan, sosok sang ayah dan Selir Lin sudah berdiri tegak, menyambut kedatangannya dengan tatapan mata yang teramat tajam.

Namun, alih-alih terintimidasi, Gu Mingyue justru melangkah masuk sembari membawa serta rombongan pelayan pribadinya. Di barisan paling depan, para pelayan tersebut menggotong sebuah nampan besar berisi hidangan daging babi panggang utuh berwarna merah keemasan yang mengilat—hadiah Ningqin mewah yang aromanya seketika memenuhi seisi aula.

Dengan dagu terangkat dan senyuman bangga, Gu Mingyue melirik ke arah Gu Lian yang baru saja menyusul masuk, seolah ingin membandingkan bawaan mewah miliknya dengan bawaan dari pejabat kelas bawah suaminya.

...----------------...

1
Arix Zhufa
semangat thor...cerita nya bagus 👍
Ana Dww: Terimakasih udah mampir kak ❣️ Kelanjutannya bakal makin seru deh !
total 1 replies
Markuyappang
kalo aku minta up banyak banyak wajar tidak sih heheheh kepo kelanjutannya gimanaa kek wow ini mah bener bener menumpas habis penghianat dari bawah sampe atas ke akar akarnya kalo bisa
Ana Dww: 😭😭😭 Makasih banyak loh, buat kalian hari ini aku update dua bab sekaligus. Ditunggu yang menyusul yaa
total 3 replies
𝖛𝖎𝖛𝖎𝖆𝖓 𝖓𝖆𝖙𝖆𝖘𝖆🌻
thor semangat nulisnya💪 aku tunggu yaa😍
Ana Dww: Thank you kak ❣️
total 3 replies
Mydar Diamond
up up lanjuutt 💪ya
Ana Dww: Hai kak, makasih udah mampir. Siap deh, ini aku editin bab selanjutnya buat kalian semua ❣️❣️❣️
total 1 replies
Sofian Ramli
mampir Thor....semoga ga lama upny...🙏🙏
Ana Dww: kuusahakan setiap hari update 🦭 Kalau lagi gak sibuk ku up-in dua bab sekaligus buat kalian 🦭
total 1 replies
Arix Zhufa
ipar yg tidak tau diri...kenapa tdk minta ke istrimu?
Ana Dww: 🦭Soalnya lebih kaya raya mingyue kak
total 1 replies
gendhis jawi
aahh zhao iki cen ra mutu tenan...
Ana Dww: @Ide bagus iniii
total 3 replies
Arix Zhufa
semangat up nya 😍
Arix Zhufa
saya maraton baca bab 1 - 33 cerita nya seru..semangat ya author 👍
Ana Dww: Tungguin kelanjutan kisah Mufeng—Mingyue ya ❣️
total 2 replies
Ana Dww
Sengaja Up Dua Bab Sekaligus biar kalian senang ❣️
Arix Zhufa
mampir thor
Ana Dww: Terimakasih udah mampir ❣️ Semoga menghiburmu
total 1 replies
Anna Setyo
semangat up thor yg banyqk
Ana Dww: Siap! Segera Cuss Ku Editin bab selanjutnya
total 1 replies
**Maulina**
lanjut semangat thor 💪
Ana Dww: Siap Kak 🦭 Terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Ana Dww
Hai semua, ini adalah karya pertamaku dengan tema pembalasan wanita bergenre Fantasi Kelahiran Kembali.

Iseng aja bikin karena lagi suka nonton drachin 🦭

Semoga kalian menyukainya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!