NovelToon NovelToon
Akulah Pewaris Sesungguhnya

Akulah Pewaris Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / CEO
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Moena Elsa

Kesempatan hidup kedua yang kudapatkan, akan aku manfaatkan dengan baik.
Aku berpikir siuman dari pingsan, tapi pada kenyataannya aku kembali ke waktu satu tahun sebelumnya.
Akan aku balas mereka yang telah menyakiti ku selama ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Moena Elsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keputusan Mama

"Tapi pak... Beberapa bukti transaksi masih ada di lapangan," jawab Yola by ponsel.

"Saya nggak mau tahu. Semua yang sudah ditransaksikan sebaiknya laporkan sekalian bukti transaksi," suruh manager itu memberi perintah kepada Yola.

Yola hanya bisa menggerutu setelah panggilan dari bos nya berakhir.

"Sialan Sean," umpat Yola sambil jalan menuju lift.

Niat hati ingin menemui Abimanyu, meski tersendat karena ulah Sean.

Yola berjalan tergesa ke mejanya dan membuka laci. Di sana tersimpan rapi bukti transaksi yang dibutuhkan Sean, meski ada beberapa yang perlu dilengkapi Yola.

Yola menelpon seseorang agar segera mengirimkan kekurangan data yang diminta oleh Sean.

Yola dibuat sibuk oleh Sean.

Meski tinggal beberapa saja, ternyata Yola belum menyelesaikan meski jam pulang kantor telah terlewati.

Sang manager menghampiri meja Yola.

"Bu Yola, sudah selesai atau belum? Jangan menghambat kerja yang lain. Kita semua lambat pulang, hanya tinggal menunggu laporan dari anda saja," ulas manager itu.

"Tinggal satu saja pak, boleh saya usulkan?" nego Yola. Dalam hati dia sebenarnya ingin segera pulang. Jangan sampai kesibukannya di kantor membuatnya semakin jauh dengan Abimanyu.

"Wah, mana bisa Bu Yola. Saya bisa ditelan hidup-hidup oleh tuan Sean," tolak manager keuangan.

"Oke, saya coba hubungi lagi yang bersangkutan," balas Yola.

Yola menggerutu lagi sepeninggal manager itu.

.

Sean menelpon seseorang untuk memastikan data yang menurut analisanya terlihat janggal.

"Sore tuan, saya Sean Rahardjo," sapa Sean.

"Sore, ada yang bisa saya bantu tuan Rahardjo," jawab sang penerima telepon.

"Terkait asuransi para pekerja saya tuan," kata Sean.

"Oh itu? Bukankah perusahaan anda memutuskan tak memakai jasa kami lagi. Dan kita sudah putus kontrak terhitung tiga bulan tuan Rahardjo," jelas penerima telepon, yang ternyata dari pihak perusahaan asuransi.

"Waktu itu nyonya Yola lah yang datang sebagai wakil perusahaan anda. Beliau mengatakan kalau keuangan perusahaan sedang menurun dan sepi proyek. Jadi untuk sementara kerjasama dengan kami dihentikan sementara," lanjut nya.

"Hhhmmm, baiklah. Terima kasih atas penjelasannya tuan. Nanti akan saya hubungi kembali terkait kerjasama selanjutnya," sahut Sean.

"Kami siap membantu tuan Rahardjo," panggilan pun terputus.

Yola lagi... Yola lagi....

Sean memijat pelipis nya yang penat.

Sean teringat pesan suara yang dikirimkan Andrew tadi.

Berulang kali Sean putar ulang.

"Hhhmmm tidak ibu tidak anaknya, semua nya parasit yang suka berulah," gumam Sean.

"Tapi kalau aku bertindak, pasti papa akan jadi tameng seperti biasanya. Aku harus bisa membuat papa lepas dari jerat Yola, meski agak sulit karena bagaimanapun ada Kevin yang merupakan buah hubungan dari mereka" Sean berasumsi.

Tok.... Tok....

"Masuk!" suruh Sean.

Meski jam pulang kantor terlewat, masih ada yang mengetuk pintu ruangannya.

"Sean, nggak pulang?" ajak Celline.

"Duluan aja," bilang Sean.

"Barusan dari bagian keuangan kasih kabar, kalau laporannya sudah dikirim ke surel kamu," kata Celline.

"Oh ya, mengenai klaim asuransi rawat inap pekerja sudah dipastikan gagal. Ternyata para pekerja belum didaftarkan," lapor Celline.

"Aku tahu," kata Sean singkat.

"Oh," sahut Celline tak kalah singkat.

Sean menghela nafas panjang.

"Langkah kamu untuk menutup kerugian bagaimana?" tanya Celline serius.

"Aku teliti dulu laporan keuangannya," jawab Sean.

"Oke lah. Aku pulang duluan. Semoga lekas dapat jalan keluar," harap Celline dan diiyakan oleh Sean.

Celline keluar, dan Sean kembali fokus dengan tab yang ada di meja.

Tak lama ponsel Sean kembali berdering.

"Iya Celline,” Sean mengerutkan kening, bukannya Celline barusan keluar?

"Sean, boleh minta tolong. Basement udah sepi, tinggal kamu doang yang bisa dimintain tolong," kata Celline di ujung telepon.

"Ada apa?" tanya Sean.

"Ban mobil aku kempes," jarang sekali Celline minta tolong membuat Sean bergegas turun. Laporan keuangan akan dia lihat di rumah.

Sean langsung ke basement.

"Sean," panggil Celline dari seberang tempat Sean berdiri.

Sean melihat mobil Celline.

"Ada dua nih yang kempes, depan sama belakang kiri," kata Celline.

"Hah? Yang belakang juga?" Celline belum ngecek sampai ke belakang.

"Aneh banget. Padahal rutin loh aku cek ke bengkel langganan," ulas Celline.

Sean meneliti ulang mobil Celline yang tergolong mobil mewah itu.

"Mobil mewah musti rutin cek up," gurau Sean.

"Mobil mewah apaan, masih kalah mewah sama punya kamu," jawab Celline.

"Aku anterin deh, daripada ribet," usul Sean.

"Aku pesen taksi online aja, daripada ngrepotin kamu bolak balik," tolak halus Celline.

"Alamat?" tanya Sean. Meski hubungan mereka lumayan dekat, sampai saat ini masih sebatas atasan dan bawahan.

Celline menyebutkan alamat lengkap nya.

Sean menautkan alis, "Kita sekompleks kalau gitu," kata Sean.

Sepertinya keluarga Celline bukan keluarga sembarangan. Keluarga biasa akan berpikir ulang jika mau membeli properti di daerah tempat tinggal Sean itu.

"Oh ya?" tanggap Celline.

"Aku di blok A jalan utama," beritahu Sean.

.

Celline turun dan melambaikan tangan saat mobil Sean menjauh perlahan.

"Siapa Celline?" tanya Sean dalam benak.

"Gadis biasa tak mungkin bisa tinggal di rumah sedemikian mewah nya," Sean terus menebak siapa Celline sebenarnya.

"Hhhmmm ya sudahlah. Toh itu urusan Celline. Kinerja Celline juga baik, tak ada yang perlu aku kuatirkan sejauh ini," gumam Sean.

Sean datang disambut Marina, mama nya.

"Malem banget baru pulang? Makan dulu Sean, makanan di meja sudah mama hangatkan," ucap wanita paruh baya yang berwajah teduh nan anggun itu.

"Iya Mah," Sean mencium sang mama.

"Mama belum istirahat?" Sean menggandeng manja wanita yang merupakan cinta pertamanya itu.

"Belum, nungguin putra mama yang terlalu serius bekerja," jawab mama seraya tersenyum.

"Ada yang mau mama bahas?" dahi Sean berkerut.

"Kamu makan aja dulu," kata mama Marina.

Sebanyak apapun masalah dalam pekerjaan, prioritas utama Sean tetap lah mamanya.

Sean duduk di ruang tengah, setelah menyelesaikan makan dan mandi. Di sana mama Marina terlihat sedang menonton drama yang sedang trend saat ini. Drama pendek yang banyak diputar di tivi maupun sosmed yang lain.

Wajah kusut Sean telah segar kembali.

"Mah, ada apa?" tanya Sean serius.

"Sean, kalau mama memilih berpisah dengan papa?" mama Marina menjeda ucapan dan terlihat ragu untuk melanjutkan.

Sean menghela nafas panjang, mencoba berpikir rasional.

"Mah, kalau itu memang jalan terbaik. Sean akan mengikuti pilihan mama," jawab Sean bijak.

"Ta... Tapi Sean," mama Marina masih ragu.

"Mama berhak bahagia, meski bukan dengan papa. Hidup dengan papa bukan hal mudah. Apalagi menghadapi perilaku papa selama ini," Sean berusaha memaklumi pilihan mama nya.

Mama Marina wanita setia. Tak pernah sekalipun Sean mendengar dan melihat sang mama bersama pria lain selain papa nya.

"Bahkan papa seolah melupakan keberadaan mama, dan sekarang sibuk dengan gundiknya itu," Sean berubah kesal mengingat keberadaan Yola dan Kevin.

"Apa keputusan mama akan mempengaruhi keberadaan kamu di perusahaan?" tanya mama Marina.

"Mama jangan kuatirkan itu," Sean tak ingin mama nya berpikir yang berat.

🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

To be continued, happy reading

1
lin sya
smgt mama sean nikmatin hdup, buat apa pnya hrta klo gk digunain buat kesenangan diri, klo prlu cari berondong atau hot daddy sm geng mak2😄
lin sya
aku harap mamanya sean bneran cerai, jgn smpai krn abimanyu menyesal krn kebongkar kejahatan yola, papanya sean kan doyan cwek, dan gk ada cinta kemama nya sean utk apa dipertahankan, kira2 kpn papanya sean sadar ya/Smile/
Titien Prawiro
Kevin Yola dipenjara yg lama thor, Yola keluar penjara rambut putih siapa yg mau sama pelakor tua.
Titien Prawiro
Cellin beli berlian kenapa Yola iri, dia gk tahu Celline orang kaya. kepanasan hatinya. dasar pelKor kamu Yola,
Titien Prawiro
Good job Sean, buang Kevin dan ibunya, jangan simpan sampah.
lin sya
kira2 trbongkar gk ya, krn golongan darah kevin dan abimanyu berbeda, klo abimanyu gk peka kevin bkn anaknya brrti otaknya oding🤭, smga aj kbngkar kejahatan marco dan yola biar satu jeruji, pngen liat wajah penyesalan abimanyu yg udh sia2kan sean dan mamanya
lin sya
trnyata kevin bkn darah daging abimanyu, klo swtu saat posisi sean trdesak tes dna aj. klo trbkti bkn saudara seayah jd kevin gk pnya kuasa atas hrta sean dan bikin abimanyu menyesal bntr lgi jd duda tp hobby selingkuh🤭
lin sya
tnpa hrta dan kekuasaan yola dan anaknya bagaikan semut, tp sombongnya minta ampun, hrsnya sean jgn trrlu ringan menghukum gundik papanya, sean kan udh jdi pewaris bikin aj papanya gk pnya materi biar ngerasain dri bwh🤭
Tania Luvia
lanjut 👍
Tania Luvia
lanjut Thor, biarkan Yola menyingkirkan saja 😄
Tania Luvia
keren thor
Tania Luvia
sukses selalu thor, semangat
Tania Luvia
sepi thor💪
Tania Luvia
ngopi sambil mencari inspirasi bagus juga Thor 🤭
Tania Luvia
lanjut👍
Tania Luvia
lanjut thor🤭
Lee Mba Young
Anak laki kl gk punya kuasa gk bisa ngapa ngapa in kl bpk nya selingkuh. lihat Sean gk bisa misahin yola dng bpk nya.
atau pling gk nendang bpk nya biar miskin kl miskin yola pasti gk mau kn. 🤣.
Lee Mba Young
Berarti Sean gk punya kuasa 😄. lihat papa nya bawa gundik saja dia gk bisa misahin kok.
pdhl Dr segi umur Sean sdh dewasa.
Tania Luvia
Celline ternyata putri CEO yang tersembunyi🤣
Tania Luvia
gundik gilaaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!