NovelToon NovelToon
Labuhan Hati Sang Alpha

Labuhan Hati Sang Alpha

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Ruang Ajaib
Popularitas:92.5k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Jangan tertipu dengan kelembutan kelopak bunga, karena di balik keindahannya ada duri yang bisa menembus jantungmu tanpa suara."

Putri Arabella Costa adalah perpaduan keanggunan bangsawan dan ketangguhan jiwa modern. Terlahir kembali sebagai putri bungsu Kerajaan Costa, Bella menolak diam di istana mewahnya dan memilih hidup bebas menyamar sebagai gadis biasa. Dia memiliki ruang dimensi berisi air kehidupan yang mampu menyembuhkan segala penyakit.

Lucian Alistair sosok pria yang dingin, dominan, memiliki insting bertarung serta indra penciuman yang tajam, menguasai garis depan militer, dan memiliki harga diri setinggi langit yang tidak bisa disentuh oleh sembarang orang.

Dua karakter kuat pemilik rahasia besar ini mendadak terikat dalam pernikahan tak terencana. Siapa yang akan menyerah lebih dulu? Akankah kebuasan serigala bisa menaklukkan sang putri rahasia, atau justru sang Alpha yang akan bertekuk lutut di bawah kendali Arabella?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IKATAN BATIN

Ceklekk

Begitu pintu terbuka, tidak hanya Raymond yang berdiri di sana, tapi Xavier juga menyembul dari balik punggung Raymond dengan cengiran tanpa dosa.

"Wah, Princess kita matanya sudah merah. Habis menangis, ya?" goda Xavier, langsung menerobos masuk tanpa permisi dan menduduki kursi santai Ara.

"Kak Xavier bisa diam tidak?! Kalau cuma mau mengejek, keluar saja sana!" bentak Ara, bersedekap dada menatap kedua kakaknya dengan pandangan permusuhan.

Raymond melangkah masuk, menutup pintu kamar Ara dengan pelan lalu menatap adik bungsunya dengan tatapan hangat yang jarang dia tunjukkan di depan publik.

"Bella, duduk dulu, kami ke sini bukan untuk memaksamu, tapi untuk bicara baik-baik," ucap Raymond lembut, menepuk sisi ranjang agar Ara mau duduk.

Ara mengembuskan napas panjang, akhirnya mengalah dan duduk di tepi ranjang dengan wajah yang masih ditekuk sebal.

Raymond ikut duduk di sampingnya, sementara Xavier memperhatikannya dari kursi.

"Bella, sejujurnya kami berdua juga tidak terlalu setuju dengan perjodohan mendadak ini," ucap Xavier tiba-tiba, mengubah ekspresi wajahnya menjadi serius.

"Tapi posisi Ayah sedang sulit, kerajaan Forest memegang kendali penuh atas jalur perdagangan pangan kita di bagian barat. Pernikahan ini taktik politik untuk mempererat aliansi," lanjut Xavier yang merupakan pangeran mahkota.

"Taktik politik kata mu? Lalu kenapa harus aku yang dikorbankan? Kenapa tidak Kak Xavier saja yang menikah dengan putri dari Kerajaan Forest, hah?!" ucap Ara mendengus sinis

Xavier langsung bergidik ngeri, melambaikan kedua tangannya di udara.

"Heh! Putri-putri dari Forest itu terkenal sangat agresif! Bisa-bisa aku mati muda sebelum naik takhta!" ucap Xavier, bergidik ngeri.

"Pangeran Zain itu, dia adalah panglima perang yang hebat di negaranya, orangnya tegas dan dihormati. Ayah berpikir dia bisa menjagamu dengan baik kalau kami sedang tidak ada di sisimu," ucap Raymond, menatap Ara dengan lekat.

"Aku tidak butuh dijaga oleh pria seperti itu, Kak, aku bisa menjaga diriku sendiri," jawab Ara memalingkan wajahnya ke arah jendela, hatinya terasa semakin berat.

"Kami tahu kamu hebat dalam beladiri dan ramuan herbal, Bella," ucap Raymond, mengusap puncak kepala Ara dengan sayang.

"Tapi hidup di dunia luar itu tidak semudah yang kamu pikirkan, setidaknya, temui dulu Pangeran Zain tiga hari lagi, kalau kamu benar-benar tidak suka setelah melihatnya, Kakak berjanji akan membantumu bicara pada Ayah untuk membatalkan perjodohan ini," lanjut Raymond, menenangkan adik nya.

Ara menoleh kembali menatap Raymond, mencari kesungguhan di mata kakak keduanya yang biasanya paling patuh pada perintah raja.

"Kak berjanji? Tidak akan membiarkan aku dipaksa menikah?" tanya Ara, memastikan.

"Kakak berjanji, Princess," jawab Raymond dengan senyuman tipis yang menenangkan.

"Aku juga berjanji! Kalau si Zain itu macam-macam atau membuat adik kecilku ini menangis, aku sendiri yang akan menantangnya duel pedang di halaman istana!" ucap Xavier berapi-api, memamerkan otot lengannya yang tertutup jubah mewah.

Mendengar kekonyolan kedua kakaknya, pertahanan Ara akhirnya runtuh juga, sebuah tawa kecil lolos dari bibir manisnya, membuat ketegangan di dalam kamar itu seketika mencair.

"Nah, begitu dong, tersenyum! Kamarmu ini jadi terasa menyeramkan kalau kamu terus-terusan cemberut," goda Xavier lagi, senang melihat adiknya kembali ceria.

"Iya, iya! Terima kasih ya, Kak Raymond, Kak Xavier," ucap Ara tulus, merasa beruntung memiliki keluarga yang sangat menyayanginya di dunia ini.

"Em kak, bagiamana pendapat kalian kalau seandainya aku berjodoh dengan rakyat biasa?" tanya Ara, ragu.

"Hey apa maksud mu Bella, jangan bilang kamu menolak perjodohan dengan Pangeran Zain karena kamu sudah memiliki kekasih di perbatasan?" tanya Xavier memicingkan mata nya.

"T-tidak, mana mungkin aku memiliki kekasih, kan aku cuma bertanya seandainya," jawab Ara ketus.

Raymond dan Xavier menatap adik mereka itu dengan curiga, mereka yakin ada sesuatu yang sedang disembunyikan oleh adiknya itu.

"Jawab Bella, apa yang sedang kamu sembunyikan dari kami?" tanya Raymond, dingin.

"Tidak ada, memang nya aku menyembunyikan apa dari kalian," jawab Ara cepat.

"Sudah sana kalian keluar, lupakan saja pertanyaan ku tadi," usir Ara, mengalihkan pembicaraan.

"Arabella Costa-"

"Kakak stop, tolong keluar dari kamar ku," potong Ara, belum siap untuk jujur tentang suami rahasianya.

"Baiklah, untuk saat ini kakak tidak akan memaksa kamu untuk bercerita," ucap Raymond, menghela nafas nya panjang.

Setelah kedua kakaknya keluar dari kamar nya, Ara kembali berjalan menuju meja riasnya, dia menatap pantulan dirinya di cermin, lalu mengeluarkan liontin batu amber dari balik gaunnya lagi.

Rasa hangat batu itu masih terasa nyata di jemarinya, di dalam hatinya, Ara hanya bisa berharap waktu berjalan lambat.

Dia harus memikirkan cara untuk menghadapi rombongan Kerajaan Forest nanti sore, sembari hatinya terus dipenuhi rasa penasaran tentang bagaimana kabar suami rahasia nya di luar sana.

"Ian bagiamana keadaan mu? Kamu baik-baik saja kan? Luka mu tidak kembali terbuka kan?" batin Ara, satu tetes airmata luruh di pipinya.

Ara tidak tahu kenapa rasanya sakit banget, membayangkan dirinya harus berpisah dengan suami rahasia nya, kalau pernikahan politik ini benar-benar terjadi, dirinya akan benar-benar kehilangan Ian nya.

"Apa aku harus jujur pada Ayah kalau aku sudah menikah? Tapi bagiamana kalau ayah tidak setuju karena Ian hanya rakyat biasa," batin Ara, menggenggam erat liontin pemberian Lucian.

Untuk pertama kalinya Ara merasa kalah dan tidak tahu harus melakukan apa, gadis itu yang biasa nya selalu berwajah galak, kini sedang menangis sesenggukan di kamar nya.

Deg

Jantung Lucian tiba-tiba berdegup kencang, memberikan denyutan aneh yang sangat menyakitkan di dadanya.

Beberapa hari ini dia benar-benar fokus mengurus kekacauan di istana Harper, mengumpulkan bukti bersama Patrik untuk membuktikan bahwa bukan dia yang menghamili Michelle, wanita ular itu.

Batu amber yang dia pakaikan di leher Ara mengirimkan sinyal emosi yang sangat kuat ke dalam jiwanya, rasa sedih, ketakutan, dan tangisan pilu dari istri kecilnya seolah-olah mengalir masuk langsung ke dalam hati Lucian.

"Ara..." desis Lucian pelan, memegangi dadanya yang terasa sesak.

Patrik yang sedang merapikan beberapa berkas laporan medis dari tabib lain langsung menoleh dengan wajah panik melihat perubahan drastis tuannya.

"Ada apa, Tuan Muda? Apakah luka Anda terbuka kembali?" tanya Patrik cemas, melangkah mendekat.

Lucian tidak menjawab, mata emasnya berkilat pekat, napasnya memburu kasar dengan rahang yang mengeras sempurna sampai terdengar suara gemertak gigi yang mengerikan.

"Gadis itu... Ara sedang menangis sangat hebat saat ini, Patrik! Dia sedang ketakutan dan membutuhkanku!" ucap Lucian dengan suara berat yang bergetar menahan amarah yang meledak-ledak.

1
Sinta Dewi
ceritanya bagus Thor, 😀😀 tetap semangat 💪💪 berkarya ya Thor 🥰❤️❤️🔥🔥🔥🌹
Maria Lina
gk di lanjut kn thor kan mau lihat anak ara n lucian thor kaya leo sampai liat dia punya anak thora lanjut ya ya thor plisss🙏🙏🙏🙏
miss blue 💙💙💙
laaahh kok udah tamat sih kak 😭😭😭
muhammad ibnuarfan
jangan seneng dulu...musuh keluargamu masih bertebaran noh...mintak di bom nuklir....😤😤🤭🤭
Maria Lina
kok 2 thor lgi donk ya ya
Masha 235: othornya masih mikir kk😁😁
total 1 replies
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Maria Lina
makasih thor walau kurang sih n penasaran thor hehe
Siti Nurhalimah
klo lucas kan sdh bisa mengendalikan kecuali lucian... dia kan bakal calon alfa
Inez Putri
mending jujur sja dr pd denger dr org luar. mlh memicu perang thour..
Restu: betul tuhh....👍
total 1 replies
Andi.muliaty Pangerang
🤣🤣🤣
Ayu Oktaviana
tenang aja ra gak ap2 kalau ibu mertuamu tau karna ibu mertuamu sama dgn mu yg dtng dari masa dpn🤭
kaylla salsabella
akhirnya kalah juga🤣🤣🤣🤣
kaylla salsabella
sang Jendral agung beraksi
kaylla salsabella
🤣🤣🤣🤣🤣 menyerah kan nyawa kamu zain🤣🤣🤣
kaylla salsabella
la kemana para pasuka alistar
Maria Lina
lgi lgi lgi thor plis penasaran ni ya ya
Ayu Oktaviana
kalau sudah duke lucas yg maju bakal habis semua dlm waktu sekejap.. belum lg kalau sang ducess jasmine trun tngan
MomRea
oh Zain bodoh....kau mengantar nyawamu dan para prajurit mu saja,.
MomRea: di kasi kubis Thor 😄
total 2 replies
MomRea
gak sabar lihat Ara ikut menyerang 😄😄
Restu
Terimakasih Thor semangat.....
q tunggu lanjutannya Thor.....🤭😊😊😊
IG : hofi03_skrniii: terimakasih sayangggg stay tuned yaaa 🤍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!