NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi
Popularitas:62k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23

Ponsel Evan yang berada di saku celananya tiba-tiba berdering. Ia mengeluarkannya, lalu mengernyit saat melihat nama yang muncul di layar. Papa Baskara, rahang Evan mengeras. Ia sudah bisa menebak alasan panggilan itu.

"Ehm ... saya angkat sebentar."

Laras hanya mengangguk sopan.

"Silakan, Tuan."

Evan melangkah keluar kamar Aurora, lalu menutup pintu perlahan agar tidak membangunkan bayi yang sedang tertidur. Baru beberapa detik panggilan tersambung, suara bentakan langsung terdengar dari seberang.

[Evan! Apa yang sebenarnya terjadi? Berani sekali kamu mengusir Carolin!]

Evan memejamkan mata sejenak.

"Pa, izinkan saya menjelaskan."

[Tidak ada yang perlu dijelaskan! Kamu lupa siapa yang membesarkan bisnismu! Kamu lupa siapa yang membuatmu berdiri sampai hari ini!] Suara itu terdengar semakin keras.

Di balik pintu kamar, Laras hanya melirik sekilas. Ia tahu, malam ini Evan pasti sedang menerima akibat dari semua yang telah terjadi.

Perlahan Laras mengeluarkan ponselnya. Ia membuka sebuah nomor yang sudah lebih dari sebulan tidak pernah dihubunginya. Nama di layar itu membuat sudut bibirnya terangkat.

Beberapa saat kemudian, panggilan tersambung.

[Halo?] Suara Elang terdengar hangat dari seberang.

[Laras? Kamu akhirnya menghubungiku juga.]

Laras tersenyum kecil.

"Maaf, baru sekarang aku bisa menelepon. Aku harus berhati-hati."

Elang mengembuskan napas lega.

[Aku sempat khawatir. Bagaimana keadaanmu?]

Laras menatap Aurora yang masih terlelap.Matanya dipenuhi tekad.

"Aku berhasil."

[Apa maksudmu?]

"Aku berhasil membuat hubungan Evan dan Carolin retak. Mereka bertengkar hampir setiap hari. Bahkan malam ini Evan mengusir Carolin dari rumah."

Di seberang sana, Elang terdiam beberapa saat.

[Berarti rencanamu mulai berhasil.]

"Iya, tapi..." Suara Laras berubah lirih.

"Aku sudah tidak peduli lagi soal harta. Aku tidak peduli apakah perusahaan Hartono kembali kepadaku atau tidak. Aku hanya..."

Laras menggenggam tangan mungil Aurora.

"Aku hanya ingin Aurora kembali menjadi anakku. Itu saja." Suaranya mulai bergetar.

"Aku ingin membesarkannya. Aku ingin dia memanggilku Ibu. Itu lebih berharga daripada semua kekayaan yang pernah kumiliki."

Elang memejamkan mata. Ia tahu, selama ini yang paling dirindukan Laras bukanlah perusahaan ataupun kehidupan mewahnya.

Melainkan putri yang direnggut dari pelukannya.

[Laras, Aku akan membantumu. Apa pun yang terjadi.]

Laras mengangguk pelan meski Elang tak bisa melihatnya.

"Terima kasih."

Elang melanjutkan dengan suara mantap.

[Soal perusahaan Hartono ... kalau memang nanti diperlukan ... Aku bisa membeli saham-saham yang sudah berpindah tangan. Sedikit demi sedikit. Kalau perlu, kita rebut kembali kendali perusahaan itu. Aku punya kemampuan untuk melakukannya. Tapi keputusan tetap ada di tanganmu.]

Air mata Laras perlahan menetes.

"Terima kasih, Elang. Selama ini ... hanya kamu yang selalu ada untukku."

Elang tersenyum tipis.

[Aku sudah berjanji. Aku tidak akan membiarkan kamu berjuang sendirian. Perebutan Aurora baru saja dimulai. Dan kali ini ... kamu tidak akan kalah lagi.]

Laras memandang wajah putrinya yang tertidur damai.

Dengan penuh keyakinan ia berbisik pelan,

"Tunggu Ibu, Sayang ... Ibu pasti akan membawamu pulang."

Berlin, Jerman.

Malam yang tenang menyelimuti sebuah rumah bergaya modern.

Elang mengakhiri panggilan teleponnya dengan Laras, lalu meletakkan ponsel di atas meja kerja. Tatapannya masih kosong, memikirkan wanita yang sejak dulu selalu ia lindungi, meski hatinya tak pernah benar-benar dimiliki olehnya.

Pintu ruang kerja terbuka perlahan.

Seorang wanita masih terlihat begitu muda masuk sambil menggendong seorang bayi perempuan yang sedang tertidur pulas di pelukannya.

"Mama Ara..." gumam Elang pelan. Wanita itu tersenyum hangat.

"Kamu baru selesai menelepon Laras?"

Elang mengangguk. "Iya, Ma."

Ara mendekat, lalu duduk di sofa yang berada di dekat putranya.

"Dia belum menyerah?"

Pertanyaan itu membuat Elang tersenyum tipis.

"Bukan, Laras sudah menyerah pada cintanya kepada Evan. Tapi dia belum menyerah memperjuangkan hidupnya. Dan dia belum menyerah untuk merebut kembali putrinya. Aku akan terus membantunya. Selama dia masih membutuhkan bantuanku."

Ara menghela napas pelan. Tatapannya beralih pada bayi mungil yang masih tertidur damai dalam gendongannya.

Elang ikut menatap bayi itu.

"Sudah tidur?"

Ara mengangguk sambil mengusap lembut kepala bayi tersebut.

"Iya, Acha memang baru saja tertidur."

Melihat wajah bayi itu, senyum Elang perlahan mengembang. Sesaat kemudian, ia kembali menatap ibunya.

"Ma ... kalau semua urusan Laras sudah selesai. Aku akan pergi dari hidupnya."

Ara terdiam. Elang melanjutkan dengan senyum yang menyimpan banyak kepedihan.

"Dia berhak memulai hidup yang baru. Tanpa bayang-bayang masa lalunya. Dan tanpa aku, Aku hanya ingin memastikan dia mendapatkan kembali apa yang telah dirampas darinya. Setelah itu ... aku akan mundur."

Ara menatap putranya penuh kasih sayang. Seorang ibu tentu mampu melihat perasaan yang disembunyikan anaknya. Ia tahu selama ini Elang bukan hanya membantu Laras karena rasa iba. Melainkan karena cinta yang begitu dalam. Namun, cinta itu dipilihnya untuk tetap diam.

Ara tersenyum lembut.

"Kalau itu memang keputusanmu ... Mama akan mendukung. Yang penting jangan pernah menyesali pilihanmu nanti."

Elang mengangguk pelan.

"Aku tidak akan menyesal, Ma. Asal Laras dan Aurora bisa hidup bahagia."

Ara tidak berkata apa-apa lagi. Ia hanya mengusap pelan bahu putranya.

Di dalam keheningan malam itu. Seorang pria memilih mengubur cintanya sendiri demi melihat wanita yang dicintainya mendapatkan kembali masa depan yang telah dirampas.

1
mimief
wkwkwkwk
aku ambil kuaci dulu Thor
mau liat keributan mereka.
panik ga,panik donk ah🤣
❥␠⃝ ͭ🍁MI💋🅛🅚-🅒🅘🅣🅡🅐👻ᴸᴷ
kayaknya setelah semua masalah selesai Laras melakukan operasi lagi kewajah Amelia lagi biar makin meyakinkan kasus yang menyeret mereka biar hukumannya makin berat
mimief: kyk nya ga deh
dr percakapan elang sama Laras kemarin
mang Amelia dibikin udah ga ada
mungkin hukuman mereka malah tambah berat
total 1 replies
Oma Gavin
mampusss kalian semua
SasSya
semua akan terkuak satu persatu
kalian bersekongkol untuk menipu dan merampok Amelia
Les Tary
ga kenal dari hongkong🤣🤣
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣loh kok dr hongkong
total 1 replies
mimief
gas keun
habisi jangan bersisa
biar mereka merasakan neraka dunia yg dulu mereka ciptakan buat dirimu
mimief: setujuu bangett
enak amet idup kyk ga punya dosa sm sekali 😌
total 2 replies
Les Tary
Carolina wajib nyusul Evan kepenjara dulu mereka berdua telah menghancurkan hati Amelia
Jaya Fandi
luaar biasa sekali kamu lang,,semoga engkau mendapatkan jodohbyg luaar biasa sprt mama ara
SasSya
Bagus!
memainkan peran begitu epic
sampai semua orang tidak ada yg Sadar 👍
Dewi Ansyari
Tunggu saja kamu Carolin dan Evan sebentar lagi balasan buat perbuatan kalian selama ini pada Amelia akan membayar harganya
Dewi Ansyari
Bagus Tian Baskara semakin kamu emosi ,makasih Laras lebih mudah mendapatkan semua haknya,dan juga keadilan untuknya yg sebagai Amelia akan mendapatkan hak atas semaunya 😔
Dewi Ansyari
Tunggu saja kehancuranmu Evan😡😡😡
Dewi Ansyari
Akhirnya Laras benar2 bisa bebas dari kandang harimau Rvan
merry
bgss tu seret Caroline juga dan klurga y kn istri tua evan otomatis nikmati hrta ya laras dan parah laras dijadiin wadah benih mrk itu termsk nipu dan tindakan ilegal terhdp laras,,,
merry
heran sm evan harta yg dia nikmatin ko gk sdr dri gt ya 🤔🤔🤔santai ajjh
Rarik Srihastuty
aku thor, pemasaran dengan cerita Kenzo
Aisyah Alfatih: nanti aku rilis ya, tamat elang... biar nggak keteter up nya 😬😬
total 1 replies
neny
carolin ini gmn ya,,apa2 mau nya langsung beres,,percuma dng jalan tenang pun semua nya akan terkuak,,dan siap2 ajh senyum kemenangan,senyum kekuasaan dan senyum kesombongan itu sebentar lg akan hilang,,tunggu ajh
neny
heheehee,,carolina,,emng siape elo,,helloo,,ibu kandung nya tuh amelia,,cek ajh ath ke lab,,lagian km jg sebnyar lg akan nyusul evan,,🤣🤣
Makin seru ajh nih,,
Aditya hp/ bunda Lia
gak sabaaarrrrrrr ... pake banget aku mau tau gimana si Evan sama si Carolin dan bapaknya pas tau kelakuan mereka sebenarnya dan itu menghancurkan semuanya ....
mimief
gemes amet Thor aku
kasih tau Ama dunia ini orang jadi ibu palsu
pencitraan aja
tapi emang.. jadi keinget dulu ada artis China yg nyari ibu pengganti buat ngelahirin ank ank nya karena dia ga mau badannya berubah
hadeeeh🫣🥹🥹.
ya..pas udah lahir,ga ada sama sekali ikatan batin nya sama anknya
akhirnya ga Deket...dan kyk orang asing
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!