seorang wanita yang mencintai sahabat kecilnya, dia merelakan cinta pertamanya bersama dengan wanita pilihannya. dalam diamnya dia harus memendam perasaan yang teramat menyiksa, tapi cinta yang teramat besar dengan sahabatnya menjadikan dia harus mengorbankan semuanya untuk laki laki yang dia cintai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_1411, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Amarah seorang james.
Jemari tangan neta terlihat sangat lincah mengetuk berbagai macam huruf di atas keyboard, pandangan mata neta fokus menatap layar monitor di depannya. lembaran demi lembaran kertas dia buka bergantian, matanya terlihat sangat jeli membaca huruf dan angka yang tercetak dan tertulis jelas di sampingnya.
bunyi suara sepatu beradu di atas lantai marmer, pendengaran mata neta refleks mendengar bunyi yang tak jauh darinya. kepalanya terangkat melihat siapa yang akan datang mendekati mejanya, wajah tampan yang terlihat penuh karisma menatap neta penuh dengan senyum manis yang tampak di wajahnya.
"eric..." panggilan neta lirih.
neta merasa seakan melihat malaikat yang mendekat menghampirinya, entah kenapa neta merasa jantungnya berdetak dengan cepat melihat eric yang semakin terasa dekat menghampirinya.
"hai... neta... makan yuk..." tawar eric sesudah sampai tepat di depan meja neta.
"hmm... yuk, kebetulan aku sudah lapar. tapi kita makannya di kantin aja ya, tuh lihat... kerjaan ku menumpuk sangat banyak."
neta memberikan isyarat dengan dagunya ke arah meja kerjanya, tumpukan berkas dan monitor yang masih tampak menyala terlihat jelas saat kedua mata eric menatapnya. jemari tangan eric membentuk huruf o, sebagai tanda bahwa dia setuju dengan permintaan neta.
"kita turun sekarang, setelah kamu mematikan monitor itu."
eric menatap monitor di atas meja kerja neta yang masih menyala, dengan gerakkan cepat neta segera mematikan monitornya.
"yuk..."
neta sengaja menautkan tangannya ke lengan eric, mereka berjalan beriringan menuju ke arah lift yang masih tertutup.
Berbeda dengan neta dan eric yang akan menikmati makan siang hanya di kantin, james dan clara yang sedang asik menikmati makan siang mereka di sebuah restoran mewat terlihat sangat menikmati steak yang tampak nikmat di atas piring mereka masing masing.
clara berulang kali mencuri pandang melihat ke arah james yang sedang memotong daging di atas piring dengan menggunakan pisau dan garpu di kedua tangannya, clara mendengus kesal karena dari tadi james hanya diam tanpa berkata apapun dengan clara.
harapan clara makan sesudah makan siang dia ingin membeli tas yang dia incar di toko langganannya, tapi melihat sikap james yang cuek membuat clara mengurungkan niatnya.
clara menghela nafasnya berulang kali untun membuang rasa kesalnya, sampi bunyi ponselnya membuat atensinya teralihkan.
perlahan dia menggambil ponsel yang dia simpan di dalam tas mewahnya, dia melihat siapa yang telah mengirimkan pesan ke ponselnya. clara tersenyum seakan mengejek melihat pesan yang baru saja dia baca, dia pikir james harus tahu apa isi pesan yang baru saja dia baca.
"sayang... kamu coba lihat ini deh."
clara memberikan ponselnya ke atas meja james, pandangan mata james teralihkan melihat foto yang sepertnya baru saja di kirim. di lihat dari waktu di atas pesan tersebut, dengan kesal james menyerahkan ponsel milik clara.
"apa aku perlu se kepo itu mencari informasi tentang neta, clara...?"
suara james terdengar menekan, dia tidak suka melihat clara yang seakan sengaja ingin membuat james kesal.
"maksud aku bukan begitu sayang, aku hanya ingin kamu tahu kalau mereka seperti memang benar benar sedang dekat. dan kamu tahu nggak, kalau mereka sedang hangat hangat nnya jadi bahan gosip di perusahaan."
clara menatap kembali foto yang di kirimkan rekan kerjanya, senyumannya terlihat sangat jelas melihat foto tersebut. berbeda dengan james, dia tampak sangat kesal melihat kedekatan eric dan neta. james segera meminum minumannya yang tersisa setengah sampai habis tak tersisa, seakan james merasakan ada yang mengganjal di dalam tenggorokannya.
"kita balik sekarang."
james segera berdiri, dia berjalan menjauh menuju ke arah kasir. sedangkan clara yang melihatnya segera mengikuti james dari belakang.
"sayang.... tunggu..."
panggil neta melihat langkah cepat james yang akan keluar menuju ke arah pintu, langkah james yang terlihat lebar membuat clara sulit untuk mengimbanginya.
james seakan tidak mempedulikan clara yang terlihat kesusahan menyeimbangkan langkah james yang menuju ke arah mobilnya, clara yang merasa kesal tiba tiba menghentikan gerakkan langkahnya. dia tidak peduli jika james akan kembali memarahinya atau kesal dengannya, bagi clara dia hanya ingin membutuhkan perhatian james saat ini.
merasakan jika clara tidak ada di sampingnya, james menoleh melihat ke samping dan belakangnya. terlihat clara yang berdiri diam tak jauh dari tempat james berdiri, kedua mata james menatap ke arah clara dengan sangat tajam. rasa kesal berganti menjadi rasa frustasi yang sangat menyiksa batin dan pikirannya, helaan nafas berat penuh rasa kesal terdengar dari james, dia mengacak rambutnya kasar.
tanpa banyak bicara james segera mendekati clara, dia sadar jika saat ini dia tengah melakukan kesalahan yang membuat kekasihnya menjadi kesal.
"maaf clara, aku... aku kepikiran dengan kerjaan di kantor yang belum aku selesaikan. jadi ayo kita balik sekarang, kamu tidak ingin melihat aku lembur buat nanti malam kan...?" ucap james membuat alibi yang tepat agar clara percaya.
"hmm... aku kira kamu kesal melihat setelah melihat neta dan eric, makanya kamu tega meninggalkan aku tadi dan tidak mempedulikan aku."
suara clara di buat semanja mungkin agar james merasa bertambah bersalah dan menyadari jika sikapnya salah, tangan james terulur menyentuh rambut panjang yang terasa halus saat jemari tangan james menyentuhnya.
"maaf ya... maaf, kita balik ke kantor sekarang ya...?"
anggukan dari clara menjawab ajakkan james, kini mereka berada di dalam mobil milik james. sebelum james menghidupkan mobilnya, clara mengucapkan keinginan nya.
"sayang, ada tas yang ingin aku beli hari ini. kamu bisa antar aku nggak, bentar aja."
james menghentikan gerakkan tangannya, dia berfikir sesaat sebelum menjawab permintaan clara.
"sepertinya aku tidak bisa menggantar kamu, kamu bisa pergi sama teman kamu. aku akan berikan kartuku nanti, kamu boleh membeli apapun yang kamu mau."
james yang tidak ingin melihat dan mendengar sandiwara clara langsung menghidupkan mobilnya, rasanya dia terlalu lelah saat ini untuk berdebat atau mendengar kekesalan clara akan penolakkannya.
"huh... sibuk banget ya, sampai kamu tidak mau menggantarkan aku. hmm... baiklah, tapi kalau uang kamu habis jangan salahkan aku ya..."
james tersenyum samar, dia tahu pasti clara akan mengucapkan kata kata keramat seperti yang clara ucapkan baru saja.
"uangku tidak akan habis walau kamu kuras isi di dalam kartu ini, jika kurang kamu bisa hubungi aku."
james menekan pedal gas nya, rasanya dia sudah terlalu jenuh dengan sikap manja clara yang terlalu memuakkan bagi james. dulu memang james menyukai sikap manja dan tidak keberdayaan clara, tapi seiring waktu rasa suka itu berangur berubah menjadi rasa muak yang sudah tak tertahankan.
james kadang sering membandingkan sikap neta dan juga clara yang berbanding terbalik seratus delapan puluh derajat, ibarat kata mereka bagaikan langit dan bumi. neta yang suka kesederhanaan dan clara yang menyukai kemewahan.
mobil james kini telah sampai di tempat parkir yang tersedia khusus untuk dirinya, letak tempat parkir yang bersebelahan dengan kantin membuat james bisa dengan jelas melihat neta dan eric yang tengah bercanda satu sama lain. james kembali merasa kesal, dengan gerakkan kasar dia menutup pintu mobilnya sampai clara yang ada di dalam mobil berjenggit kaget karena ulah james.
sudah menjadi kebiasaan clara akan di ratukan oleh james, dia akan keluar dari mobil setelah james membukakan pintu untuknya. tapi kini james tampak berbeda, dia melangkah menjauh dari mobil langsung berjalan menuju ke arah pintu masuk. sedangkan clara yang merasa heran segera menyusul james yang berjalan semakin menjauh, dia terlihat sangat kesal melihat perlakuan james yang tak biasa.