NovelToon NovelToon
Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Pawang CEO Galak: Bos, Izinkan Saya Resign!

Status: tamat
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:341.2k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​Dominic Vance bukan sekadar CEO; dia adalah monster korporat yang menghancurkan perusahaan demi olahraga. Kejam, paranoid, dan tak tersentuh.

​Hanya satu orang yang berani menatap matanya tanpa gemetar: Harper Sloane, sekretaris eksekutifnya yang berhati dingin. Harper membereskan kekacauan Dominic, memegang semua rahasia gelapnya, dan menjadi satu-satunya wanita yang tidak bisa dibeli dengan uang.

​Namun, saat Harper mengajukan pengunduran diri untuk membalas dendam masa lalunya, Dominic tidak memecatnya. Dia mengunci pintu. Baginya, Harper bukan sekadar aset. Dia adalah obsesi.

​"Kau bisa lari ke ujung dunia, Harper. Tapi aku akan membeli tanah tempatmu berpijak."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

​Bab 32: Mabuk Laut Sang Sekretaris

​"Aku tidak mabuk laut. Ini murni efek kurang tidur gara-gara bos tirani yang memaksaku lembur dadakan ke pulau terpencil," balas Harper ketus, berusaha keras menyembunyikan getaran di suaranya.

​Wanita itu mengangkat dagunya tinggi-tinggi, melangkah naik ke atas geladak yacht mewah bernama Vance Ocean dengan postur kaku bak robot. Koper kecilnya ditarik dengan tenaga ekstra.

​Dominic tertawa mengejek, berjalan santai mengikuti sekretarisnya dari belakang. "Terserah apa alasanmu. Tapi pastikan kau tidak muntah di atas karpet Persia seharga miliaran rupiah ini. Aku tidak akan membayar biaya penatu untuk kecerobohanmu."

​Kapal pesiar kecil itu mulai bergerak membelah lautan. Suara mesin menderu pelan, namun ombak siang itu memang sedang tidak bersahabat. Guncangan keras langsung terasa begitu mereka meninggalkan perairan dangkal dermaga.

​Harper mencengkeram erat pagar besi di tepi geladak, buku-buku jarinya memutih. Matanya menatap lurus ke depan, berusaha memfokuskan pandangan pada garis cakrawala seperti teori yang sering dia baca di internet. Tapi perutnya benar-benar terasa seperti sedang diputar di dalam mesin cuci dengan kecepatan tinggi.

​"Kau mau berdiri di situ terus mematung seperti patung Liberty?" ejek Dominic. Pria itu sudah duduk dengan sangat nyaman di atas sofa kulit empuk di bagian tengah geladak. Kacamata hitam masih bertengger di wajahnya, tangannya memegang segelas jus jeruk dingin. "Buka tabletmu. Bacakan draf final kontrak Tuan Wijaya. Kita harus memastikan tidak ada celah hukum sedikit pun."

​Harper menarik napas panjang, menahan rasa mual yang melonjak ke kerongkongan. Demi harga diri dan profesionalitas kerjanya, dia memutar tubuh, melepaskan cengkeramannya dari pagar pembatas, lalu berjalan menghampiri Dominic.

​Guncangan kapal kembali terjadi saat menabrak ombak besar. Langkah Harper seketika oleng. Dia terhuyung ke samping, nyaris menabrak meja kaca bulat di tengah ruangan.

​Dominic tertawa lepas. Benar-benar tawa renyah yang sangat puas melihat penderitaan orang lain. "Kau terlihat seperti penguin mabuk, Nona Sloane. Sangat tidak elegan."

​"Tutup mulut kotor dan sombongmu itu, Dom," desis Harper tajam. Dia berhasil menggapai sandaran kursi di seberang Dominic, berpegangan kuat-kuat di sana. Wajahnya perlahan berubah warna menjadi hijau pucat.

​"Aku ini bosmu. Jaga kesopananmu," balas Dominic enteng. Dia menyesap jus jeruknya dengan gaya paling menyebalkan. "Ayo, mana laporannya? Bukankah kau sekretaris paling tangguh yang pernah Vance Corp miliki? Baru diguncang ombak kecil begini saja sudah mau menyerah?"

​Harper memejamkan mata kuat-kuat. Kepalanya berputar hebat. Rasa mualnya sudah mencapai batas toleransi maksimal. Dia tidak sanggup membalas ejekan Dominic. Tangannya yang gemetar berusaha membuka ritsleting tas untuk mengambil tablet, tapi tiba-tiba isi perutnya bergejolak parah.

​Tanpa mempedulikan omelan bosnya, Harper membalikkan badan dan berjalan gontai kembali ke arah pagar pembatas geladak. Dia menunduk, meraup udara sebanyak-banyaknya dari laut lepas. Namun melihat air laut yang bergulung-gulung kasar di bawah sana justru membuat pertahanannya hancur total.

​Kaki Harper mendadak lemas seperti jeli. Cengkeramannya pada pagar besi terlepas. Tubuhnya lunglai dan merosot tajam, nyaris terjerembap membentur pagar besi yang keras.

​"Harper!"

​Suara tawa Dominic lenyap seketika, tergantikan oleh teriakan panik yang membelah deru ombak. Gelas jus jeruknya jatuh menghantam dek kayu hingga pecah berkeping-keping.

​Pria bertubuh tinggi besar itu melesat lebih cepat dari kedipan mata. Tangannya yang kekar menyambar pinggang Harper tepat satu detik sebelum wajah wanita itu menghantam besi pagar. Dominic menarik tubuh Harper dengan paksa, merengkuhnya dalam pelukan erat untuk menahan bobot tubuh sekretarisnya yang sudah benar-benar lemas tak berdaya.

​"Kau ini keras kepala sekali! Kalau sudah tahu tidak kuat, jangan berlagak sok tangguh!" omel Dominic dengan nada marah yang anehnya terdengar sangat cemas.

​Harper tidak bisa membalas. Napasnya terengah-engah, matanya terpejam erat, dan keringat dingin membasahi seluruh wajah cantiknya.

​Dominic menggendong pinggang Harper, setengah memapah dan setengah menyeret wanita itu kembali ke sofa kulit. Dia mendudukkan Harper secara paksa, lalu menahan bahu wanita itu agar tidak jatuh ke samping.

​"Kapten!" raung Dominic ke arah ruang kemudi di lantai atas, suaranya menggelegar mengalahkan suara mesin kapal. "Bawa kotak P3K kemari sekarang juga! Cari minyak angin! Obat anti mual! Apa saja! Kalau sekretarisku sampai pingsan di kapal ini, kalian semua kupecat dan kapal sialan ini kubakar jadi abu!"

​Kepanikan langsung melanda seluruh kru kapal. Kapten kapal berlari tergopoh-gopoh menuruni tangga sambil membawa sebuah botol kecil berisi minyak angin aromaterapi yang memang selalu disiapkan untuk penumpang VIP.

​"I-ini, Pak Dominic," ucap kapten itu gemetar menyerahkan botol hijau tersebut.

​Dominic menyambarnya kasar. "Kembali ke kemudimu! Kemudikan kapal ini senyaman mungkin atau kulempar kau ke laut!"

​Kapten itu langsung lari terbirit-birit. Dominic membuka tutup botol minyak angin itu cepat-cepat. Aroma pedas dan menenangkan langsung menguar di udara. Tanpa ragu, Dominic menempelkan botol itu tepat di bawah hidung Harper.

​"Hirup ini dalam-dalam," perintah Dominic setengah memaksa. Tangan kirinya masih melingkar kuat menahan pinggang Harper. "Buka matamu, Harper. Jangan berani-berani pingsan di depanku."

​Harper menghirup aroma minyak angin itu dengan rakus. Rasa hangat menjalar di rongga hidungnya, sedikit mengusir rasa mual yang melilit perutnya. Dia perlahan membuka mata, menatap wajah Dominic yang kini berjarak sangat dekat dengannya. Rahang pria itu mengeras, matanya menatap tajam penuh kekhawatiran yang tidak bisa disembunyikan lagi.

​"Aku... aku bisa memegangnya sendiri," cicit Harper lemah, mencoba meraih botol kecil di tangan Dominic.

​"Diam dan menurut saja!" bentak Dominic memotong protes Harper. Dia justru menarik pinggang Harper lebih dekat ke sisinya agar wanita itu tidak tumbang. "Wajahmu sudah seperti mayat hidup. Jangan banyak tingkah."

​Harper akhirnya menyerah. Tubuhnya terlalu lemas untuk berdebat. Dia menyandarkan kepalanya yang berat, membiarkan insting protektif bos arogannya itu mengambil alih kendali.

​Namun, ketenangan itu hanya bertahan kurang dari semenit.

​Tiba-tiba, sebuah ombak raksasa menghantam keras lambung kiri yacht tersebut.

​Brak!

​Kapal pesiar kecil itu berguncang hebat, miring ke satu sisi secara ekstrem. Harper yang belum sepenuhnya pulih langsung kehilangan keseimbangan. Tubuhnya terlempar kuat ke arah depan.

​Dominic bereaksi kilat. Pria itu membuang botol minyak angin, merentangkan kedua lengan kekarnya, dan menangkap tubuh Harper sepenuhnya. Wajah Harper jatuh menabrak dada bidang Dominic dengan keras, sementara kedua tangan sang CEO mendekap erat pinggang sekretarisnya, mengunci wanita itu di pelukannya agar tidak terpental ke lantai.

1
David Daniel
edaaannnn...boss gendeng...🤣🤣🤣🤣
mety
udah kasih aja racun 🤣🤣🤣
Meliana Siregar
Oke banget, semangat buat authornya
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Eh Tamat, ga terasa baca marathon tau² sudah Happy Ending...👍👍👍
Eh Tamat, ga terasa baca marathon tau² sudah End meskipun bikin adrenalin karna bikin sedikit menguras emosi tapi seru.👍👍👍😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selamat Do Harper kalian sudah resmi jadi Suami Istri.👏👏👏

Lho Ryland sudah bebas Kah, kok ada hadir di pernikahan Do Harper... perasaan masih baru di penjarakan dan di kirain cuma keluarga CaldWell doang yang hadirnya.🤔🤔🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
🤣🤣🤣 Ya ampuuuunnn Dom, mulai lagi alasan konyolMu, padahal sudah lama ga denger tuh Dasi miring... untung Pawangnya datang kalau ngga bisa ngompol di tempat tuh perias, Bagas dan Alvin.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Sekarang tanpa ragu dan malu lagi lansung ngaki BUCIN juga ya Dom... Terbaik pokoknya mah.👍😁
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Duh Dom jangan sampai musuh Mu merusak hari bahagia Mu tar..
apa lagi Ryland CaldWell sudah kamu penjarakan dan bisnisnya kamu bantai jangan sampai mereka masih dendam.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Lagi mode akur.🤭

Thor kalau ada percakapan tertawa itu coba cantumkan juga gimana bunyi tertawanya biar lebih dapet adegannya.
karna setiap ekspresi, bunyi adegan, benda atau apapun yang terlihat sepele tapi justru itu membuat cerita juga lebih hidup.🙏🙂
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Semenit tanpa ada keributan kayaknya ada yang kurang di antara hubungan Dom Harper karna sama² keras kepala dan punya ego tinggi jadi kalau ga ada yang sadar salah satu bakal cepat ambyar tuh hubungan.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Ampuuunn deh si Dom ini.🤭🤭🤭

O ya kok nama Desainernya mirip dengan nama dokter hewan teman kencannya Harper.🤣🤣✌️
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Nah kalau gini Dom sudah benar Harper biar baagaimana pun Dia seorang pengusaha besar dan mempunyai banyak kolega bisnis yang ga kaleng² jadi selagi di batas wajar Kamu harus bisa menerimanya Harper.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
MANTAP Harper, ga perlu hambur²kan Banyak uang ratusan miliyar hanya buat untuk dapat pujian dari para penjilat dan menguntungkan orang² licik.👍👍👍

Dom ga semua kekayaanMu mampu membungkam para klienMu tapi cukup percayakan pada Harper karna Dia cukup tau jadi turunkan Ego mu.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Makin Makin si Dom ini, bisa kacau itu Perusahaan Dom kalau urusan Kantor keganggu terus akibat CEOnya gangguin mulu kerja COOnya.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
🤣🤣🤣 Kacau Kacau semua akibat ulah Dom yang Bicinnya ga ketulungan.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Hahahaaa... Dom, Kamu Lucu sekali kayak Bocil kehilangan Ibunya.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Harper T O P pokoknya.👍👍👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Romantisnyaaaa... Manis banget sih Dom.👍👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Selamat Dom lamaranMu di terima Harper.👍👏👏
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎🤍
Cara melamar Dom lain dari yang lain... tapi yang penting bukan di lihat dari niat gantl.👍🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!